NovelToon NovelToon
Lima Sekawan Ginza

Lima Sekawan Ginza

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bulan Separuh

"Dunia ini memang nggak adil, Hana. Tapi, malam ini kita yang akan membajak mesinnya."

Kalimat dingin Kaito Fujiwara memecah kesunyian di atap sekolah. Tokyo tahun 2026 telah menjadi penjara bagi mereka yang kalah dalam undian kelahiran. Hana Tanaka, siswi pintar yang menyembunyikan kemiskinannya, harus menghadapi kenyataan pahit saat dana beasiswanya dicuri untuk kampanye politik kotor. Bersama Akane si aktivis digital, Ren sang mantan atlet yang cacat, Yuki si peretas jenius, dan Kaito sang putra politisi yang pemberontak, mereka membentuk aliansi rahasia.

Dari gang gelap Shinjuku hingga pembajakan layar raksasa di persimpangan Shibuya, lima remaja ini mempertaruhkan nyawa untuk meruntuhkan sistem yang bobrok. Di dunia yang diyakini bahwa nasib orang ditentukan sejak lahir, mampukah mereka memutar balik roda takdir? Ataukah mereka hanya akan menjadi tumbal berikutnya dari keserakahan para penguasa? Persahabatan ini adalah satu-satunya senjata mereka dalam melawan ‘gelapnya kota’.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bulan Separuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 34. Pelarian di Dermaga Sunyi

Hana Tanaka melangkah masuk ke dalam kabin mobil sedan hitam yang sangat dingin. Kaito Fujiwara mengikuti di belakang Hana dengan tatapan mata yang sangat tajam. Pintu mobil tertutup secara otomatis dengan suara dentuman yang sangat berat.

Suara hujan yang sangat deras di luar sana tiba-tiba hilang dan berganti menjadi keheningan. Mesin mobil tersebut hampir tidak mengeluarkan suara sama sekali saat mulai bergerak maju. Hana merasa jantungnya berdegup sangat kencang karena dia tidak tahu siapa pengemudi mobil ini.

Aroma pengharum ruangan yang sangat kuat menyerang indra penciuman Hana secara mendadak. Pengemudi mobil itu tetap diam dan dia terus menatap lurus ke arah jalanan yang gelap. Cahaya lampu jalanan Tokyo memantul di kaca spion tengah mobil dengan ritme yang teratur.

Yuki Nakamura duduk di kursi depan sambil terus memeluk tas ranselnya yang sangat besar. Dia menatap layar kecil di dasbor mobil yang menunjukkan peta pergerakan armada kepolisian nasional. Yuki menyadari bahwa mobil ini memiliki sistem enkripsi sinyal yang sangat canggih dan sangat mahal.

Akane Sato dan Ren Ishida duduk di kursi paling belakang dengan napas yang sangat memburu. Ren memijat lutut kirinya yang terasa sangat sakit karena suhu udara di dalam mobil sangat rendah. Dia mencoba untuk tetap tenang meskipun rasa curiga terus menyelimuti seluruh pikiran dan jiwanya.

Hana menatap punggung pengemudi tersebut yang terlihat sangat tegap dan juga sangat berwibawa. Pria tersebut mengenakan sarung tangan kulit berwarna hitam yang menutupi seluruh bagian tangannya yang besar.

Mobil itu melaju dengan sangat cepat melewati distrik perkantoran yang sudah mulai sepi dari aktivitas. Mereka meninggalkan pusat kota Tokyo dan mereka bergerak menuju ke arah dermaga pelabuhan yang gelap. Hana melihat kontainer-kontainer raksasa yang tersusun rapi di pinggir dermaga melalui jendela mobil yang gelap.

Suasana di pelabuhan Tokyo terasa sangat mencekam dan juga sangat penuh dengan misteri yang dalam. Lampu sirene polisi di kejauhan perlahan-lahan mulai menghilang dari pandangan mata mereka berlima. Mobil hitam itu berhenti tepat di depan sebuah gudang tua yang memiliki dinding seng berkarat.

Pengemudi mobil akhirnya mematikan mesin dan dia mulai membuka pintu mobil untuk keluar terlebih dahulu. Dia memberikan isyarat agar Hana dan teman-temannya segera mengikuti langkah kakinya masuk ke dalam.

Hana Tanaka melangkah keluar dari mobil dan dia langsung mencium aroma garam laut yang sangat kuat. Udara di pelabuhan terasa sangat lembap dan juga terasa sangat menusuk hingga ke dalam tulang. Pria misterius itu membuka pintu kecil di samping gerbang gudang yang sangat besar dan berat.

Dia menyalakan lampu senter yang sangat terang untuk menerangi jalan masuk ke dalam gudang tersebut. Hana melihat banyak tumpukan peti kayu tua yang tertutup oleh kain terpal berwarna biru kusam. Di bagian tengah gudang terdapat sebuah ruangan kaca yang dipenuhi oleh perangkat komputer yang sangat modern.

Pria itu melepaskan topi hitamnya dan dia menunjukkan wajahnya yang sudah mulai memiliki banyak kerutan. Hana merasa pernah melihat wajah tersebut di dalam album foto lama milik ibunya di rumah.

"Nama saya adalah Daisuke Sato dan saya adalah rekan kerja mendiang ayahmu dulu," ujar pria itu.

Hana merasakan tubuhnya menjadi sangat lemas saat mendengar nama ayahnya disebut secara langsung oleh orang asing. Daisuke menjelaskan bahwa dia dahulu bekerja sebagai detektif di unit investigasi khusus kepolisian nasional. Dia mengundurkan diri setelah ayah Hana meninggal dalam sebuah kecelakaan yang dianggap sangat tidak wajar.

Daisuke percaya bahwa ayah Hana dibunuh karena dia memegang rahasia besar mengenai sistem gacha kehidupan. Ayah Hana sedang meneliti tentang bagaimana algoritma negara digunakan untuk menekan mobilitas sosial rakyat kecil. Hana merasa matanya mulai berkaca-kaca saat dia menyadari bahwa perjuangannya sekarang memiliki makna personal.

Dia tidak hanya berjuang untuk dirinya sendiri tetapi dia berjuang untuk menuntaskan misi suci ayahnya. Kaito Fujiwara mendekati Daisuke dan dia menanyakan tentang keterlibatan keluarganya dalam kasus kematian ayah Hana.

Daisuke Sato mengambil sebuah map cokelat tua dari dalam laci meja kerja yang ada di sana. Dia membukanya dan dia mengeluarkan beberapa dokumen asli yang memiliki stempel rahasia kementerian pendidikan. Kaito melihat tanda tangan pamannya tertera dengan sangat jelas di bagian bawah dokumen tersebut.

Dokumen itu berisi perintah untuk menghentikan segala bentuk investigasi yang berkaitan dengan dana beasiswa nasional. Daisuke mengatakan bahwa paman Kaito telah mengkhianati ayah Kaito sendiri untuk mendapatkan posisi menteri pendidikan. Ayah Kaito sebenarnya ingin melakukan reformasi namun dia dijebak ke dalam skandal korupsi yang sangat memalukan.

Kaito merasa dunianya hancur saat dia mengetahui bahwa pamannya adalah sosok yang sangat licik dan kejam. Dia merasa sangat marah karena selama ini dia hidup di bawah bayang-bayang kebohongan keluarga besarnya.

Daisuke Sato mengatakan bahwa mereka berlima sekarang berada di bawah perlindungan jaringan aktivis senior bawah tanah. Mereka harus segera mengubah identitas fisik dan juga identitas digital mereka agar tidak mudah ditemukan. Daisuke mengambil sebuah tas besar yang berisi alat pemotong rambut dan juga berbagai macam cat rambut.

Hana Tanaka diminta untuk memotong rambut panjangnya yang sangat indah menjadi potongan pendek yang sangat rapi. Akane Sato bertugas membantu Hana untuk mewarnai rambutnya menjadi warna cokelat gelap yang terlihat sangat alami.

Hana menatap potongan rambutnya yang jatuh ke lantai gudang dengan perasaan yang sangat sedih dan berat. Dia merasa bahwa dia sedang melepaskan identitas lamanya sebagai siswa teladan yang selalu patuh pada aturan. Sekarang dia adalah seorang pejuang yang harus hidup di dalam kegelapan untuk mencari sebuah kebenaran.

Yuki Nakamura mulai bekerja sama dengan Daisuke untuk menghapus seluruh jejak digital mereka di internet nasional. Mereka menggunakan server luar negeri untuk mengalihkan alamat protokol internet agar tidak bisa dilacak oleh polisi. Yuki belajar cara menggunakan perangkat lunak enkripsi militer yang sangat kuat untuk melindungi data komunikasi mereka.

Daisuke juga memberikan instruksi mengenai cara berjalan dan juga cara berpakaian agar tidak mencolok di keramaian. Mereka tidak boleh lagi menggunakan nama asli mereka saat berbicara di tempat-tempat umum yang memiliki mikrofon. Akane Sato mulai menyusun rencana komunikasi baru untuk menghubungi siswa-siswa lain di seluruh penjuru negara Jepang.

Mereka harus tetap terhubung dengan massa pendukung mereka tanpa harus menunjukkan lokasi keberadaan mereka yang asli. Persahabatan mereka sekarang menjadi fondasi utama dalam membangun sistem keamanan kolektif yang sangat kokoh.

Ren Ishida mendapatkan perawatan medis sederhana untuk lutut kirinya yang sudah mulai mengalami peradangan yang parah. Daisuke memberikan obat pereda nyeri yang sangat kuat dan juga memberikan alat penyangga lutut yang baru. Ren merasa sangat terbantu dan dia mulai melakukan latihan fisik ringan di dalam gudang yang sangat luas.

Dia ingin tetap bugar agar dia bisa melindungi teman-temannya jika ada serangan mendadak dari agen pemerintah. Ren menyadari bahwa kekuatannya sebagai atlet sekarang memiliki kegunaan yang jauh lebih besar dari sekadar kompetisi. Dia bertugas sebagai pengawas keamanan di sekitar gudang setiap kali Daisuke harus pergi keluar untuk mencari informasi.

Ren mengamati setiap kapal yang bersandar di dermaga melalui celah-celah kecil di dinding seng gudang tersebut. Dia merasa bahwa tanggung jawabnya sekarang adalah menjaga nyawa empat sahabatnya yang sangat dia sayangi.

Malam semakin larut dan suhu di dalam gudang terasa semakin rendah serta sangat menusuk permukaan kulit. Mereka duduk melingkar di sekitar meja kerja Yuki yang dipenuhi oleh berbagai macam kabel dan juga monitor. Daisuke menunjukkan data terbaru mengenai implementasi teknologi pengawasan massal yang sedang dikembangkan oleh pamannya Kaito.

Teknologi ini menggunakan pengenalan wajah yang terintegrasi dengan basis data gacha kehidupan milik kementerian pendidikan. Jika seorang siswa melakukan tindakan kritis maka skor sosial mereka akan langsung turun secara otomatis di sistem.

Penurunan skor ini akan membuat siswa tersebut kehilangan akses terhadap layanan transportasi publik dan juga layanan kesehatan. Ini adalah bentuk penindasan yang sangat halus namun memiliki dampak yang sangat mematikan bagi kehidupan remaja. Hana merasa sangat ngeri saat menyadari betapa jahatnya rencana yang sedang dijalankan oleh menteri baru tersebut.

Kaito Fujiwara mengusulkan agar mereka melakukan serangan balik melalui jalur informasi yang sangat tidak terduga sama sekali. Dia ingin membocorkan rekaman percakapan rahasia pamannya yang dia dapatkan dari ponsel pribadi ayahnya dahulu. Rekaman tersebut berisi bukti bahwa pamannya sengaja menciptakan kekacauan di sekolah untuk memperkuat anggaran keamanan.

Akane Sato setuju untuk menyunting rekaman tersebut agar menjadi sebuah konten video yang sangat menarik dan mudah viral. Mereka akan merilis video tersebut secara serentak di berbagai platform media sosial pada jam sibuk besok pagi. Yuki akan memastikan bahwa video tersebut tidak bisa dihapus oleh sensor pemerintah melalui sistem peretasan otomatis.

Hana akan menulis naskah pengantar yang akan membakar semangat para remaja untuk mulai melakukan boikot sekolah. Mereka ingin menciptakan sebuah gelombang perlawanan yang sangat besar dan juga sangat masif di seluruh Tokyo.

Hana Tanaka menulis setiap kata dengan penuh emosi yang sangat dalam dan juga penuh dengan rasa amarah. Dia ingin menyentuh hati setiap siswa yang selama ini merasa putus asa karena sistem gacha kehidupan. Hana menulis tentang bagaimana impian mereka dirampok oleh para politisi tua yang hanya peduli pada kekuasaan.

Dia mengajak seluruh siswa untuk berani menunjukkan sisi asli mereka dan berhenti mengikuti aturan yang tidak adil. Tulisan Hana terasa sangat jujur karena dia sendiri sedang mengalami penderitaan yang sangat nyata saat ini. Dia tidak lagi menggunakan bahasa yang sopan namun dia menggunakan bahasa yang sangat tegas dan berani.

Daisuke menatap Hana dengan rasa bangga karena dia melihat semangat perjuangan ayahnya ada di dalam diri Hana. Dia yakin bahwa surat terbuka ini akan menjadi pemicu bagi revolusi remaja yang selama ini mereka impikan.

Setelah semua persiapan selesai mereka mencoba untuk beristirahat sejenak di atas tumpukan kain terpal yang kusam. Hana Tanaka tidak bisa memejamkan matanya karena dia merasa sangat gelisah memikirkan apa yang akan terjadi besok. Dia menatap langit-langit gudang yang sangat tinggi dan juga sangat penuh dengan sarang laba-laba tua.

Hana merasa bahwa hidupnya telah berubah secara drastis dalam waktu yang sangat singkat dan juga sangat cepat. Dia bukan lagi gadis yang hanya peduli pada nilai ujian tetapi dia sudah menjadi bagian dari sejarah perjuangan. Kaito duduk di dekat jendela sambil menatap ke arah laut yang berwarna hitam pekat di bawah cahaya bulan.

Dia merasa beban dosanya sebagai anggota keluarga Fujiwara mulai terangkat sedikit demi sedikit melalui aksi ini. Persahabatan mereka telah menjadi cahaya kecil di tengah kegelapan dunia yang sangat luas dan sangat kejam.

Suara ombak yang menghantam tiang dermaga terdengar seperti musik yang sangat melankolis di telinga Hana Tanaka. Dia menyadari bahwa setiap pilihan yang mereka ambil memiliki risiko yang sangat besar bagi masa depan mereka. Mereka mungkin tidak akan pernah bisa kembali ke sekolah atau kembali ke rumah mereka dengan cara yang normal.

Namun, Hana merasa jauh lebih hidup sekarang daripada saat dia masih menjadi siswa teladan yang sangat membosankan. Dia merasa memiliki tujuan hidup yang sangat jelas untuk melawan ketidakadilan demokrasi perak yang sangat menyiksa. Akane dan Yuki sudah tertidur pulas karena mereka sangat kelelahan setelah bekerja di depan komputer selama berjam-jam.

Ren tetap terjaga di dekat pintu gudang dengan mata yang selalu waspada terhadap setiap gerakan kecil di luar. Mereka adalah lima sekawan yang sedang mencoba untuk menantang dunia yang sudah sangat rusak dan hancur ini.

Daisuke Sato mendekati Hana dan dia memberikan sebuah kalung kecil yang memiliki liontin berbentuk kunci yang unik. Dia mengatakan bahwa kalung itu adalah milik ayah Hana yang seharusnya diberikan saat Hana lulus sekolah nanti. Kunci itu bukan sekadar perhiasan namun merupakan kunci fisik untuk membuka brankas rahasia di bank pusat Tokyo.

Di dalam brankas tersebut terdapat bukti fisik yang paling kuat mengenai konspirasi besar gacha kehidupan nasional. Hana menggenggam kunci itu dengan sangat erat dan dia merasakan sebuah kekuatan baru muncul di dalam hatinya. Dia berjanji akan menjaga kunci tersebut dengan nyawanya sendiri sampai dia berhasil membuka kebenaran yang sesungguhnya.

Harapan baru mulai tumbuh di tengah keputusasaan yang selama ini menyelimuti kehidupan para remaja di Jepang. Mereka akan terus berjuang sampai sistem yang zalim ini benar-benar runtuh hingga ke akar-akarnya yang paling dalam.

Tiba-tiba monitor utama di dalam ruangan kaca tersebut menyala secara otomatis dan mengeluarkan suara alarm yang nyaring. Yuki Nakamura langsung terbangun dan dia segera memeriksa apa yang sedang terjadi di dalam sistem keamanan mereka. Matanya terbelalak saat dia melihat sebuah rekaman langsung dari kamera pengawas di gerbang depan gudang tersebut.

Ada sebuah tim penyerang yang mengenakan seragam hitam tanpa identitas yang sedang mencoba untuk mendobrak pintu masuk. Mereka membawa peralatan pemotong besi yang sangat canggih dan juga mereka membawa senjata pelontar gas air mata.

Daisuke Sato segera mengambil sebuah pistol dari balik jasnya dan dia memerintahkan semua remaja untuk segera masuk ke lorong bawah tanah. Namun Hana Tanaka melihat salah satu dari penyerang tersebut melepaskan masker wajahnya di depan kamera pengawas tersebut.

Wajah penyerang itu terlihat sangat familiar dan juga sangat mengejutkan bagi Hana Tanaka serta seluruh teman-temannya yang ada di sana. Penyerang tersebut adalah Haruo Fujiwara yang seharusnya masih berada di dalam sel tahanan kepolisian distrik saat ini. Haruo tersenyum ke arah kamera seolah-olah dia tahu bahwa Hana sedang menonton gerak-geriknya dari dalam ruangan.

Dia memegang sebuah granat kecil dan dia memberikan isyarat bahwa dia akan meledakkan tempat persembunyian mereka dalam hitungan detik. Hana merasakan sebuah pengkhianatan yang sangat luar biasa menyakitkan kembali muncul di dalam pikirannya yang sedang sangat kacau.

Dia tidak menyangka bahwa Haruo bisa bebas begitu cepat dan dia bisa menemukan lokasi rahasia mereka dengan sangat mudah. Suara ledakan besar tiba-tiba terdengar dari arah gerbang depan gudang hingga membuat seluruh bangunan tua itu bergetar hebat.

1
Three Flowers
aduh kasihan... gak kebayang gimana malunya saat perut berbunyi. Terima saja Hana, lagian juga sudah ketahuan kalo kamu lapar🤣
Three Flowers
Karena di sekolah elit, kemiskinan adalah hal yang sensitif. Kalau ketahuan bisa dibully, ya..
Filan
ga dapat mbg dia?
Filan
duh kasihan. Tokyo kota mahal /Grimace/
PrettyDuck
iya sihh. takutnya nanti mereka dicap radikal.
akane mungkin gak terlalu terdampak, tapi hana kan bergantung sama beasiswa untuk sekolah.
PrettyDuck
tapi akane ini peduli loh sama keadaan negaranya
PrettyDuck
yaiyalahh. mereka gak terdesak.
masa depan mereka udah di setting semulus jalan tol
Mentariz
Ya ampun mirisnya 🥲
Mentariz
Bagus, gak usah gengsi, isi perut itu nomor satu 👍
Mentariz
Udah terima aja rotinya, han, lumayan loh
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
perut memang tidak bisa diajak kompromi. dia terlalu jujur, karena memang dia butuh asupan
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
tengah hari, lagi puasa. tentu lapar lah 🤭
˚₊· ͟͟͞͞➳❥𝐋𝐢𝐥𝐲 𝐕𝐞𝐲༉‧₊⁴.
Kayak kondisi dimana yaaa/Doge/
negara defisit, pajak dinaikin, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin😂, si hana juga, kemiskinan bukan aib, jangan terlalu takut dulu, dia pasti ngiranya ga ada yang mau temenan sama dia kalo tau dia miskin🤭😭
-Thiea-
Akane gak mungkin ngejauhin Hana kan.. secara dia vokal banget sama urusan politik. dia kan juga pengen bantu orang-orang susah untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak..
-Thiea-
beruntung Hana punya teman kayak akane.. dia sangat perhatian .🥹
Miu Nuha.
dimana2 keadaan itu sama ya 😫
,, entah gaji rendah, pajak naik, barang2 mahal, kritik masyarakat... bahkan sirkel pertemanan yg canggung karena perbedaan ekonomi...
,, tapi buat Akane, semoga kamu bisa menjadi sahabat terbaik buat Hana 😌👍
😾🍟 𝒾Ř𝓪 𝐌𝐀ү𝓪 🐚
suka banget sama ceritanya. salut buat Hana. keren! tx kak bulan udah nulis cerita ini
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semangat Kaito 💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Semoga akan menjadi sejarah yang baru
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul 😔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!