Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.
Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.
Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.
Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
...****************...
Ruang kerja Revano Ace Draco kembali dipenuhi keheningan setelah ucapannya tentang Helios.
Namun tiba-tiba—
Alicia tertawa.
Bukan tawa bahagia.
Lebih seperti tawa yang penuh sindiran.
Revano mengangkat alis sedikit.
"Ada yang lucu?"
Alicia masih tersenyum sambil menggeleng pelan.
"Maaf."
Ia menyilangkan tangan di dada.
"Tapi ucapanmu tadi terdengar sangat ambisius dan mengada-ada."
Revano memiringkan kepalanya.
"Ambisius?"
Alicia menatapnya lurus.
"Kau berkata ingin menguasai dunia."
Ia mengangkat bahu ringan.
"Dunia terlalu besar untuk dikuasai oleh satu orang, Revano."
Revano tidak tersinggung.
Sebaliknya
ia malah tersenyum tipis.
Seolah menganggap tawa Alicia sebagai pengakuan tidak langsung akan kekuatan yang ia miliki.
Revano kemudian berjalan perlahan menuju meja minuman di sudut ruangan.
Ia menuangkan dua gelas whiskey.
Satu ia dorong ke arah Alicia.
"Minumlah, ini akan menjadi pembicaraan yang panjang."
Alicia menatap gelas itu sebentar.
Namun akhirnya ia mengambilnya.
Revano bersandar santai di meja.
"Apa yang kau tahu tentang dunia bawah, Alicia?"
Alicia menjawab singkat.
"Cukup banyak, mungkin juga tidak."
Revano menggeleng pelan.
"Tidak."
"Apa yang kau tahu hanyalah permukaannya."
Alicia sedikit mengerutkan kening.
Revano melanjutkan dengan suara lebih serius.
"Di mata masyarakat biasa dan orang awam yang baru terjun ke dunia gelap."
"kelompok mafia terlihat sangat berkuasa bukan ?"
Ia meneguk sedikit whiskey.
"Namun sebenarnya mereka hanyalah pion para orang-orang yang lebih berkuasa."
Alicia menatapnya lebih fokus sekarang.
"Pion?"
Revano mengangguk.
"Di atas para mafia"
"ada kelompok yang jauh lebih berbahaya dan tak tersentuh."
Ia menatap Alicia dengan tajam.
"Mereka tidak pernah muncul di berita."
"Tidak pernah terlihat."
"Tapi mereka mengendalikan tatanan dunia dari balik bayangan."
Alicia mulai tertarik.
"Kau berbicara tentang organisasi rahasia?"
Revano menggeleng.
"Bukan organisasi."
Ia berkata pelan.
"Klan keluarga."
Alicia sedikit terdiam.
Revano melanjutkan.
"Hanya ada empat keluarga yang benar-benar berada di puncak."
Ia mengangkat satu jari.
"Yang pertama"
"Sekaligus yang paling misterius dan paling berbahaya."
Revano berhenti sejenak.
"Klan Rosechild."
Mata Alicia langsung berubah sedikit.
Namun Revano tidak menyadarinya.
Ia mengangkat jari kedua.
"Yang kedua.."
"Klan Draco."
Ia menunjuk dirinya sendiri dengan santai.
"Keluargaku."
Alicia tidak berkata apa-apa.
Revano melanjutkan.
"Yang ketiga.."
"Klan Gilbert."
"Mereka menguasai jalur farmasi dan industri obat-obatan dunia."
Ia menambahkan dengan nada ringan.
"Sebagian besar obat yang digunakan rumah sakit besar dunia.."
"...melewati tangan mereka."
Alicia sedikit mengangkat alis.
Revano lalu mengangkat jari terakhir.
"Dan yang keempat.."
Senyum Revano menghilang sedikit.
"Klan Jenskin."
Tatapannya berubah dingin.
"Musuh lama keluarga Draco."
Ruangan kembali sunyi.
Alicia perlahan meneguk sedikit whiskey.
Namun pikirannya sebenarnya sedang bekerja sangat cepat.
Satu nama terus terngiang di kepalanya.
Rosechild.
Ia teringat sesuatu.
Sebuah file di dalam memory card ayahnya.
File yang sangat aneh.
File yang berisi beberapa nama besar dunia.
Namun file itu..
sengaja dihapus oleh Alicia sebelum ia memberikan memory card itu kepada Revano.
Alicia tidak bodoh.
Ia tidak sepenuhnya mempercayai pria di depannya.
Karena itu sebelum menyerahkan memory card tadi,
Alicia telah menghapus beberapa informasi penting.
Salah satunya,
file yang berisi kata Rosechild.
Alicia menatap Revano sambil berpikir.
"Ayah.., kenapa nama itu ada di data Helios?"
Beberapa detik kemudian Alicia akhirnya bertanya dengan nada santai.
"Revano."
Revano menatapnya.
"Apa lagi?"
Alicia memutar gelas whiskey di tangannya.
"Lalu siapa sebenarnya keluarga Rosechild?"
Reaksi Revano sangat halus.
Namun tetap terlihat.
Ia tiba-tiba terdiam.
Beberapa detik berlalu.
Revano tidak langsung menjawab.
Alicia memperhatikan ekspresinya dengan tajam.
Ia berkata pelan.
"Kenapa diam?"
Revano menatap Alicia.
Untuk pertama kalinya sejak percakapan ini dimulai,
ekspresinya terlihat benar-benar serius.
Ia berkata perlahan.
"Ada beberapa nama di dunia ini.."
"...yang tidak seharusnya disebut sembarangan."
Alicia menyipitkan matanya.
"Itu hanya nama keluarga."
Revano menggeleng pelan.
"Tidak."
Ia berjalan mendekati jendela lagi.
"Lima puluh tahun terakhir..,"
"setiap konflik besar dunia.."
"setiap krisis ekonomi global."
"setiap perang besar."
Revano berhenti.
Lalu berkata pelan.
"Nama mereka selalu muncul di belakangnya."
Alicia menatapnya tajam.
Revano melanjutkan.
"Klan Rosechild bukan sekadar keluarga kaya."
Ia menoleh ke arah Alicia.
"Mereka adalah keluarga yang bahkan keluarga Draco tidak ingin jadikan musuh."
Alicia sedikit terkejut.
Ia tidak menyangka jawaban seperti itu.
Revano berkata dengan nada rendah.
"Mereka tidak menguasai dunia dengan kekuatan militer."
"Mereka menguasainya dengan sistem."
"Bank."
"Investasi."
"Politik."
"Teknologi."
Ia menatap Alicia.
"Jika seseorang bisa mengendalikan Helios"
"orang pertama yang akan mencarinya"
Revano berhenti sejenak.
"adalah mereka."
Ruangan kembali sunyi.
Namun di dalam kepala Alicia.
sebuah kemungkinan besar mulai terbentuk.
Ia mengingat kembali file yang dihapusnya.
Nama Rosechild memang ada di sana.
Dan sekarang Alicia mulai bertanya-tanya.
"Apakah ayah.., sebenarnya berurusan dengan mereka?"
Alicia memandang Revano dengan tatapan yang semakin dalam.
Sementara Revano sendiri tidak menyadari.
bahwa Alicia masih menyimpan rahasia jauh lebih besar tentang Helios.
" Apakah mungkin ayah berselisih dengan salah satu dari keempat Klan keluarga itu.."
...****************...