NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Mahiya berdiri di dekat mobil kael, saat pria itu sedang membayar makanan mereka tadi. Gadis itu berdiri celingukan, tiba-tiba sebuah suara menegurnya, mahiya menoleh kaget.

"mahiya...!"

"ehh kak gerard!" sahut mahiya dengan senyum manis bin ramahnya, tadi sempat kaget sih, tapi begitu tahu yang menyapa kakak iparnya, wajah mahiya langsung berubah cerah kek lampu 20 watt.

"sama siapa kak?"

Mata mahiya celingukan mencari seseorang di belakang gerard, matanya berharap melihat irene, tapi gerard sendirian.

"sama klien tadi, ada janji temu di sini. Mana kael?"

Wajah tampan gerard mengamati gerak gerik mahiya yang celingak-celinguk, berarti tadi dia nggak salah lihat dan dengar, ternyata memang kael dan istrinya yang duduk membelakanginya.

"tuh kak kael"

Mahiya menunjuk suaminya dengan ujung bibirnya yang monyong, menunjuk kael yang mendatangi mereka dengan tatapan penasaran.

"ngapain kamu kemari?"

Gerard tertawa kecil sambil menggeleng, mahiya tercengang melihatnya, rasanya baru kali ini mahiya melihat pria itu tertawa, mana cakep banget lagi.

"kamu lucu, ngapain aku kerumah makan?, yah makanlah!"

Kael hanya diam, matanya mengamati gerard cukup lama, tapi tidak dengan mahiya, gadis itu nyengir menyadari ketololan pertanyaan kael tadi.

Mahiya beringsut mendekati kael, dia menggandeng lengan kael sok mesra. Kael menoleh kaget, sedikit tersentak. Tapi pria itu cepat sadar, dengan sok mesra juga tangannya mengelus lembut tangan mahiya yang melingkari lengannya.

"sendirian?" tanya kael lagi, kini senyum pura-pura bahagianya terlihat di bibir tebal nan seksinya itu.

Gerard mengangguk, matanya sempat melirik ke arah lengan kael dan mahiya.

"tadi aku makan siang dengan klien dari semarang"

"ohh.." sahut kael singkat, padat.

"ayo sayang, kita pulang" kini tatapan kael beralih ke arah mahiya yang langsung mengangguk, wajah cantik di depannya itu tersenyum indah.

"kak gerard, kami duluan yah" pamit mahiya, langkahnya sedikit terseret, karena kael sudah berjalan ke arah mobil.

Gerard hanya mengangguk, matanya tak henti mengamati gadis itu. Entah mengapa, jantungnya selaku berdegub lebih cepat jika dia berhadapan dengan mahiya.

Gerard tak menyukai debaran itu, bagaimana bisa dia berdebar aneh pada adik iparnya sendiri.

"hhhhhhh.." hembusan nafasnya terdengar berat, kakinya melangkah menuju mobilnya setelah bayangan mobil kael hilang dari pandangannya.

Apa tadi yang di dengarnya,gerard berharap ia salah dengar. Tapi melihat kael yang terlalu terlihat bahagia tadi, kebahagiaan yang terlalu dibuat-buat menurut gerard, dengan tubuhnya yang tersentak saat mahiya menggandengnya.

Gerard yakin, adiknya itu dan mahiya sedang dalam pernikahan bohongan.

"kael..kael..bisa-bisanya kamu mempermainkan pernikahan hanya demi sebuah warisan" gumamnya lirih, mata gerard terlihat sendu.

Tapi dia pun memahami juga, bukankah dia dan irene juga menikah tanpa cinta. Pernikahan bisnis yang diatur oleh kedua keluarga mereka, keluarga irene, keluarga irawan adalah keluarga yang cukup berpengaruh.

Gerard sempat merasa iri pada kael, bisa menikahi pacarnya yang orang biasa saja, apalagi di awal gerard sempat menduga mereka memang berpacaran, tapi ucapan mahiya tadi menyadarkannya, ternyata dia dan kael sama saja suka memanfaatkan orang lain.

Wajah tampan gerard sendu, seandainya saja dia jadi kael, dia akan mencintai gadis itu sepenuh hati.

Sementara di dalam mobil kael, pria itu sedang berpikir keras. Sejak kapan gerard ada di rumah makan itu, mereka sama-sama hendak pulang. Kening kael berkerut, semoga saja gerard tidak berada di dekat mereka tadi.

"kenapa kak?" tanya mahiya penasaran, melihat pria itu mengerutkan keningnya.

Kael menoleh sekilas, wajahnya masih penuh tanya.

"gerard ngomong apa tadi?"

"nggak ada.." geleng mahiya, kini kening gadis itu yang berkerut.

"kamu tahu dimana dia duduk tadi?"

Mahiya kembali menggeleng bingung, tapi melihat wajah kael yang gelisah, mahiya tersentak sadar.

'apa mungkin..?'

"ahhh..nggak mungkin" gumam mahiya sambil menggeleng keras.

"nggak mungkin..." serunya lagi meyakinkan hatinya sendiri, tapi wajahnya jadi ikutan gelisah, menoleh ke arah kael dengan tatapan khawatir.

Kael jadi ikut gelisah, bagaimana jika gerard mendengar ucapan mahiya tadi.

"mampos dah.."

"kak!" panggil mahiya, wajah gadis itu udah kek kambing sakit gigi, risau.

"gimana kalau kak gerard dengar ucapanku tadi?"

Kael menghela nafasnya keras, wajah tampannya juga gelisah. Karena sejak tadi dia mikir kek gitu, ehh ditambah mahiya bertanya, semakin bingung dan resah kepalanya.

"kak..."

"semoga aja dia nggak ada di dekat kita tadi" jawab kael menenangkan, jawaban yang kael harap kebenarannya, sebenarnya jawaban kael lebih ditujukan untuk menenangkan dirinya sendiri.

"maafin aku kak"

Mahiya merasa bersalah, mulutnya memang sembarangan banget, wajahnya menatap kael dengan wajah bersalah dan risau.

"mulut aku memang kurang ajar banget"

Kael menoleh, ia menggeleng cepat. Nggak tega juga ngelihat gadis itu jadi mendadak sendu, wajah mahiya yang biasanya riang jadi risau dan khawatir.

"berdoa saja, kalaupun gerard mendengarnya dia nggak cepuin kita ke keluarga"

"aamiin.." sahut mahiya, masih dengan wajah memelasnya.

Kael hampir ketawa, wajah mahiya lucu-lucu sendu, tanpa sadar tangan kael terulur dan mengelus puncak kepala mahiya yang tersentak kaget.

Kael, kaget juga. Malah lebih kaget dari mahiya, nggak percaya matanya memandangi tangannya yang sudah kembali memegang setir.

'nih tangan keknya punya otak sendiri yah, suka banget gerak tanpa ijin dariku'

Kael memusatkan perhatiannya ke jalanan siang yang terasa padat, sedikitpun kepalanya nggak berani melirik mahiya, karena dia tahu gadis itu juga kaget, terasa tadi saat tangannya mengelus kepala itu.

Begitu mobil memasuki area parkir di basement, secepat kilat mahiya keluar, dengan menyambar palstik belanjaan yang di letakkan di kursi belakang.

Mahiya salting, beneran dia membeku tadi. Tangan kael berhasil membuat wajahnya memerah jengah.

Apa coba maksud cowok itu, pakai mengelus kepalanya lembut. Kan mahiya jadi baper kek orang bodoh.

"mau kemana buru-buru amat?" tanya kael setengah berteriak, heran melihat mahiya sudah berlari menuju lift.

"kebelet kak" sahut mahiya asal,

Biar dah, daripada ketahuan kael kalau dia lagi salting kan malu. Mana mereka udah janji nggak bakalan ada cinta di hubungan pura-pura ini, mahiya nggak mau di bilang gadis baperan, gampang jatuh cinta, ogah dia.

Kael yang membawa sisa belanjaan, cuma bisa menggeleng takjub. Bisa segampang itu mahiya mengubah nada suaranya, dari sendu dan khawatir tadi, balik ke suara dia sehari-hari, riang.

Sementara kael, di sini sibuk mengendalikan hatinya yang sempat grogi tadi. Sekali lagi kael menatap tangannya, tangan yang dengan lincahnya tadi mengelus kepala mahiya tanpa sadar.

"hhhhhhhh" desahnya kasar,

mudah-mudahan mahiya nggak sadar, betapa malunya dia tadi, sejujurnya kael merasa sedikit salting.

"aduh..canggung banget.." keluhnya dengan wajah meringis jengah, sekali lagi melirik tangannya.

"hhhhhhh...tangan sialan"

Bersambung...

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!