NovelToon NovelToon
Pedang Penakluk Langit

Pedang Penakluk Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: hakim2501

di Benua Roh Azure, kekuatan adalah segalanya. Ye Yuan, seorang murid luar dari Sekte Pedang Surgawi, ditakdirkan menjadi sampah seumur hidup karena Dantian-nya yang direbut kembali. Saat ia didorong ke dalam keputusasaan dan dibuang ke Lembah Kuburan Senjata, ia mendengar panggilan. Bukan dari pedang suci yang berkilauan, melainkan dari sebilah pedang besi hitam yang patah dan berkarat. Pedang itu bukan sekedar rongsokan; ia adalah pecahan dari "Penyegel Langit" yang dulu digunakan oleh Dewa Perang kuno untuk memenggal bintang. Dengan pedang patah di tangan, Ye Yuan bersumpah:"Jika Langit menindasku, akan kubelah Langit itu. Jika Dewa menghalangiku, akan kupatahkan leher Dewa itu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hakim2501, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 34: Leluhur yang Terlupakan dan Anjing yang Menggigit Tuan

Aula Harta Naga.

Ribuan kultivator yang baru saja menerobos masuk ke dalam aula itu terdiam. Mata mereka terbelalak, bukan karena melihat Ye Yuan, tapi karena melihat gunung emas dan permata yang berkilauan di bawah cahaya Darah Naga Asli.

Keserakahan menyala di mata mereka seperti api hutan.

"Harta... Harta Karun Naga!"

"Itu Darah Naga! Siapa pun yang mendapatkannya bisa menjadi Dewa!"

Gu Tian, Tetua Agung Penegak Hukum, melangkah maju dari kerumunan. Matanya terkunci pada sosok Ye Yuan dan Mu Bingyun yang berdiri di dekat takhta tulang naga.

"Ye Yuan! Mu Bingyun!" Gu Tian meraung, suaranya menggelegar. "Kalian bersekongkol mengkhianati sekte?! Serahkan harta itu sekarang juga!"

Namun, sebelum Ye Yuan sempat menjawab, sosok mumi yang duduk di bawah tengkorak naga itu bergerak.

Kepala mumi itu berputar perlahan, lehernya berbunyi krek-krek yang mengerikan. Mata hijau hampanya menatap Gu Tian.

"Sekte... Pedang... Surgawi..." suara mumi itu parau, seperti gesekan dua batu nisan. "Kau... mengenakan jubah... muridku..."

Gu Tian tertegun. Dia menyipitkan mata, melihat lencana giok yang tergantung di leher mumi itu. Lencana itu retak, tapi ukirannya masih jelas: Pedang Surgawi - Generasi Ketiga.

Wajah Gu Tian memucat drastis. Lututnya gemetar.

"Lencana itu... Tidak mungkin..." Gu Tian tergagap. "Leluhur Jian Wuhui (Pedang Tanpa Penyesalan)?! Anda... Anda masih hidup?!"

Jian Wuhui adalah legenda sekte. Tiga ratus tahun lalu, dia adalah jenius terkuat yang menghilang saat menjelajahi Ranah Rahasia. Sekte mengira dia sudah mati. Ternyata, dia terjebak di sini, menjaga harta naga ini sampai jiwanya layu dan tubuhnya menjadi mayat hidup.

Para murid Sekte Pedang Surgawi di belakang Gu Tian langsung berlutut ketakutan. "Salam Leluhur!"

Namun, Ye Yuan yang berdiri di samping Mu Bingyun hanya mendengus pelan.

"Dia sudah mati, Tua Bangka," kata Ye Yuan dingin. "Itu hanya cangkang kosong yang digerakkan oleh obsesi dan energi mayat. Dia tidak mengenalimu."

Benar saja. Mumi Jian Wuhui tidak menunjukkan tanda-tanda pengakuan. Matanya menyala hijau buas.

"Penyusup... Mencuri... Harta..."

Mumi itu perlahan mengangkat pedang berkarat di pangkuannya.

Aura Inti Emas (Golden Core) yang membusuk meledak dari tubuh keringnya. Tekanan spiritual itu begitu berat hingga lantai emas di sekitarnya penyok ke dalam.

"MATI!"

Jian Wuhui mengayunkan pedangnya.

Tidak ada teknik rumit. Hanya gelombang Qi pedang berwarna abu-abu yang luas dan mematikan.

[Tebasan Kematian: Gelombang Abu!]

"Lari!" teriak Yan Lie dari Sekte Gagak Api.

Tapi terlambat.

Gelombang abu-abu itu menyapu barisan depan kultivator yang baru masuk.

WUSH!

Ratusan orang—termasuk murid Sekte Pedang Surgawi sendiri—yang terkena gelombang itu tidak terpotong. Tubuh mereka layu seketika. Daging mereka mengering, rambut memutih, dan mereka jatuh menjadi debu dalam hitungan detik.

Energi kehidupan mereka diserap oleh pedang berkarat Jian Wuhui.

"Gila! Dia membunuh keturunannya sendiri!" teriak seorang kultivator liar.

Gu Tian melompat mundur, menghindari gelombang itu dengan susah payah. Wajahnya merah padam karena marah dan malu. Leluhur yang dia hormati baru saja membantai murid-muridnya.

"Dia bukan Leluhur lagi!" Gu Tian berteriak, mengubah narasi untuk menyelamatkan muka. "Dia adalah Iblis Mayat yang merasuki tubuh Leluhur! Semuanya! Serang dia! Bebaskan jiwa Leluhur dan ambil hartanya!"

"Munafik," cibir Ye Yuan. "Bilang saja kau menginginkan darah naga itu."

Pertempuran pecah. Ribuan kultivator, dipimpin oleh Gu Tian (Setengah Langkah Inti Emas) dan Yan Lie (Pembentukan Fondasi Tingkat 8), menyerang sang Mayat Hidup.

Cahaya teknik pedang, bola api, dan petir menghujani posisi mumi itu.

BOOM! BOOM! BOOM!

Ledakan dahsyat mengguncang aula. Namun, Jian Wuhui tidak bergeser. Dia duduk diam, menerima semua serangan itu dengan tubuh keringnya yang sekeras baja ilahi.

"Sekarang!" bisik Ye Yuan pada Mu Bingyun.

Saat perhatian sang Mayat Hidup teralihkan oleh ribuan semut yang menyerangnya, ini adalah kesempatan emas.

"Aku akan membuka jalan," kata Mu Bingyun.

Dia mengangkat pedang Bilah Beku-nya tinggi-tinggi. Seluruh suhu di aula turun drastis.

[Domain Awan Biru: Penjara Es Seribu Tahun!]

Mu Bingyun menusukkan pedangnya ke lantai.

KRAK!

Duri-duri es raksasa mencuat dari tanah, bukan mengarah ke mumi, tapi mengarah ke sisi kanan mumi itu—menciptakan dinding es yang memisahkan mumi dari tetesan Darah Naga Asli.

"Ye Yuan! Ambil!"

Ye Yuan tidak perlu disuruh dua kali.

[Langkah Hantu Asura: Kecepatan Cahaya!]

Dia meledakkan seluruh Qi di kakinya. Tubuhnya menghilang, berubah menjadi garis hitam yang melesat melewati hujan serangan Gu Tian, melewati sabetan pedang mumi, menuju tetesan darah naga yang melayang di atas altar tulang.

"HENTIKAN DIA!" teriak Gu Tian saat melihat bayangan Ye Yuan.

Gu Tian melepaskan pedang terbangnya untuk memotong jalur Ye Yuan.

Tapi Ye Yuan tidak berhenti. Dia memanggil Pedang Penakluk Langit dari Dantian-nya.

Pedang besar itu muncul di punggungnya, bertindak sebagai perisai.

TING!

Pedang terbang Gu Tian menghantam pedang besar Ye Yuan dan terpental. Ye Yuan terdorong maju oleh benturan itu, semakin cepat mendekati target.

Tangan Ye Yuan terulur. Jari-jarinya hampir menyentuh tetesan darah merah delima itu.

Namun, di saat kritis itu...

Kepala mumi Jian Wuhui tiba-tiba berputar 180 derajat.

Mata hijaunya menatap Ye Yuan. Atau lebih tepatnya, menatap Pedang Penakluk Langit di punggung Ye Yuan.

"Pedang... Itu..."

Ingatan purba bangkit di dalam otak mayat hidup itu. Pedang hitam itulah yang dulu membunuh tuannya—atau setidaknya, pedang yang sangat dibenci oleh Sekte Pedang Surgawi di masa lalu.

"MUSUH!"

Jian Wuhui mengabaikan ribuan serangan yang menghujaninya. Dia mengabaikan Gu Tian. Dia mengabaikan segalanya.

Dia berdiri.

Kecepatannya melampaui teleportasi.

Dalam sekejap mata, mumi itu sudah ada di depan Ye Yuan, menghalangi jalan menuju Darah Naga.

Tangan keringnya mencengkeram leher Ye Yuan.

"Ugh!" Ye Yuan tercekik. Dia diangkat ke udara seperti ayam.

Kekuatan cengkeraman itu luar biasa. Tulang leher Ye Yuan berderit. Tubuh Pedang Perunggu-nya retak.

"Mati... Pewaris... Iblis..."

Jian Wuhui mengangkat pedang berkaratnya, bersiap menusuk jantung Ye Yuan.

"Ye Yuan!" teriak Mu Bingyun. Dia mencoba menerobos masuk, tapi gelombang Qi mayat menghalanginya.

Di saat kematian sudah di depan mata, Ye Yuan tidak panik. Matanya justru menyala gila.

Dia tidak bisa melepaskan diri. Perbedaan kekuatan terlalu jauh.

"Kau ingin membunuhku?" Ye Yuan menyeringai dengan mulut berdarah. "Kalau begitu, ikutlah aku ke neraka!"

Ye Yuan tidak mencoba menyerang mumi itu.

Sebaliknya, dia menggerakkan tangan kanannya yang bebas... ke arah Darah Naga Asli yang melayang tepat di belakang kepala mumi itu.

Ye Yuan menggunakan Daya Hisap dari telapak tangannya.

WUSH!

Tetesan darah naga itu tertarik.

"Telan!"

Ye Yuan tidak menyerapnya dengan baik-baik. Dia memaksa tetesan darah itu masuk ke dalam mulutnya sendiri saat dia sedang dicekik!

GLEK.

Ye Yuan menelan Darah Naga Asli itu bulat-bulat.

Hening.

Satu detik berlalu.

Lalu...

ROAAAAAAARRRR!

Tubuh Ye Yuan meledak.

Bukan hancur berkeping-keping, tapi meledak dengan aura merah keemasan yang panasnya melebihi matahari. Kulitnya melepuh, matanya menyemburkan api.

Energi liar dari Darah Naga Inti Emas mengamuk di dalam tubuh Pembentukan Fondasi yang rapuh.

"AAAARRGGHH!"

Ye Yuan menjerit. Ledakan energi itu begitu dahsyat hingga melepaskan cengkeraman mumi Jian Wuhui.

Mumi itu terpental mundur karena gelombang panas naga.

Ye Yuan jatuh ke lantai, menggeliat kesakitan. Tubuhnya membengkak, sisik-sisik naga merah mulai tumbuh menembus kulitnya, merobek dagingnya.

Dia overdosis kekuatan.

"Dia gila!" teriak Yan Lie. "Dia menelan Darah Naga mentah-mentah! Tubuhnya akan meledak!"

"Bagus!" Gu Tian tertawa kejam. "Biarkan dia meledak, lalu kita ambil sisa darahnya dari mayatnya!"

Namun, mereka melupakan satu hal.

Di dalam Dantian Ye Yuan, ada Pedang Penakluk Langit.

Pedang itu merasakan tuannya akan mati karena kelebihan energi.

ZING!

Pedang itu bertindak. Ia tidak membiarkan energi naga itu menghancurkan Ye Yuan. Sebaliknya, pedang itu bertindak sebagai wadah. Ia mulai menyedot kelebihan energi naga itu dengan gila-gilaan, menyalurkannya untuk memperbaiki dirinya sendiri, dan memuntahkan kembali energi yang sudah dimurnikan ke tubuh Ye Yuan.

Tubuh Ye Yuan berhenti membengkak.

Sisik naga di kulitnya meredup, menyatu dengan kulit perunggunya, mengubah warnanya menjadi Emas Gelap.

Ye Yuan perlahan bangkit berdiri.

Matanya bukan lagi ungu atau hitam. Matanya sekarang memiliki pupil vertikal seperti reptil, berwarna emas menyala.

Aura di sekitarnya berubah. Bukan lagi aura manusia.

Aura seekor Naga Asura.

"Kalian..." suara Ye Yuan berat, bergema ganda.

Dia menatap mumi Jian Wuhui dan Gu Tian bergantian.

"Terima kasih atas hidangannya."

Ye Yuan mengangkat tangannya. Pedang Penakluk Langit terbang ke genggamannya. Pedang itu kini diselimuti api naga berwarna emas.

"Sekarang... Ronde Dua."

[Bersambung ke Bab 35]

Poin Ringkas Bab 34:

Plot Twist: "Boss" dungeon ternyata adalah mayat hidup Leluhur Sekte Pedang Surgawi.

Conflict: Gu Tian lebih memilih harta daripada menghormati leluhurnya, memicu perang terbuka.

Climax: Mumi Leluhur mengenali aura pedang Ye Yuan sebagai musuh bebuyutan dan menyerangnya secara khusus.

Desperate Move: Ye Yuan, dalam keadaan tercekik, nekat menelan Darah Naga Asli mentah-mentah.

Evolution: Pedang Penakluk Langit menyelamatkan Ye Yuan dari overdosis energi, memicu evolusi baru: Mode Naga Asura.

1
Nanik S
pergi ke Benua Timur
Nanik S
Ronde dua pembantaian
Nanik S
Sial benar mereka berdua
Nanik S
apakah Ye Yuan dan Mu Bingyun bisa lolos dari mereka
Nanik S
Mu Bingyun peka sekali
Nanik S
Ye Yusn licin seperti belut
Nanik S
Bisakah Yuan selamat
Nanik S
Mu Bingyun... apakah Ye Chen akan pulang bersama Mu Bingyun
Nanik S
Kenapa tidak diambil cincin Komandan Zhu
Nanik S
Ye Chen.... jangan biarkan mereka membunuh Kakek Gu dan Jin Jinoi
Nanik S
Akirnya pedangnya yang patah kini telah utuh
Nanik S
Maaantap
Nanik S
Yuan ada saja.. ngakak main petak umpet di Neraka 🤣🤣🤣
Nanik S
Ternyata kota itu adalah Kuburan para Dewa dan Iblis
Nanik S
Perjalan baru di reruntuhan kuno
Nanik S
Harusnya menemui Tetua Mu
Nanik S
Mantap Tor... 👍👍👍
Nanik S
Semua masuk jebakan Yuan
Nanik S
Makin seru Tor
Nanik S
Shiiiip
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!