NovelToon NovelToon
Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Di Paksa Menikah Dengan Jenderal Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Fantasi / Perperangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sombong amat sih.

"Aku pasti akan melaporkanmu ke prajurit istana, aku akan menuntutmu!!" seru si pria yang meraung kesakitan.

"Tuntut saja, memangnya siapa yang takut kamu tuntut dasar pria jelek, sudah jelek sombong lagi, seperti kucing yang habis dikeroyok masa." Dua bola mata Yu-nian melotot menatap si pria, dia langsung pergi tanpa rasa bersalah sama sekali.

"Heh...," helaan nafas Fu Tian. "Wanita ini bar-bar sekali." ucap lirih Fu Tian.

"Orang-orang yang ada di tempat ini kebanyakan tidak tahu diri, mentang-mentang mereka mempunyai jabatan jadi semena-mena."

Di salah satu tempat Yu-nian nampak berhenti, dia melihat beberapa orang yang memang terlihat sombong.

"Mereka sedang apa?" pemandangan yang di lihat olehnya membuatnya sedikit penasaran.

"Saya kurang tahu, nyonya." jawab Fu Tian.

Ketika berkeliling tidak jauh dari kediaman kakek Feng Shiyan, Yu-nian terus bertanya dengan penampakan orang-orang yang ada di tempat itu. Gaya bicara mereka begitu sombong, mereka selalu menunjukkan kekuasaannya bahkan mereka selalu menghina orang-orang miskin.

"Nyonya." panggil seorang pria.

"Kamu memanggilku?" tanya Yu-nian saat ada beberapa pria berpakaian pengawal.

"Iya, ikut kami ke ruang ketempat tuan Yonjak. Berani sekali kamu melakukan hal ini, kamu sudah mencelakai putra bangsawan Yon." kata si pria.

Melihat beberapa pria yang mencoba untuk mencelakai istri jenderalnya tentu saja Fu Tian langsung mendekat. "Ada apa ini?"

Dengan nada marah Fu Tian menatap beberapa orang yang hendak berbuat kasar kepada Yu-nian.

"Tuan Fun Tian." salah satu pria itu nampak terkejut ketika melihat Fu Tian datang.

"Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Fu Tian yang mencoba menarik tangan Yu-nian.

"Wanita ini membuat masalah, tuan. Dia habis menghajar putra bangsawan Yon." jawab si pria.

Yu-nian meminta Fu Tian untuk diam, dia ingin melihat apa yang akan terjadi padanya. Yu-nian di bawa ke tempat bangsawan Yon, dia akan mendapatkan sanksi atas perbuatannya. Yu-nian menurut mengikuti pengawal. Kelihatannya dia ingin sedikit bermain-main.

Ketika Yu-nian sampai di tempat

BRAKK!!

"Beraninya kamu melakukan hal ini!!" seru bangsawan Yon.

"Memangnya apa yang sudah aku lakukan?" tanya Yu-nian tanpa rasa bersalah.

BRAKK!!

"Aku akan membawamu ke penjara!" seru Yonjak marah.

"Siapa yang berani memenjarakan isteriku?!" seru Feng Shiyan yang sudah datang ke tempat bangsawan Yon.

Setelah mendapatkan informasi kalau sang isteri di bawa ke kediaman bangsawan Yon, tanpa menunggu Feng Shiyan langsung menyusul ke kediaman bangsawan Yon.

"Jenderal Feng." bangsawan Yon terkejut.

"Siapa yang berani memenjarakan isteriku?!" seru Feng Shiyan murka.

"Maaf Jenderal, dia.. ah nona ini..," bangsawan Yon tergagap.

"Aaa.. sakit," rintih si pria. "Tuan, wanita itu.. wanita itu menghajar saya..," pria yang di hajar Yu-nian di papah oleh salah satu pelayan.

"Dasar pria kurang ajar, berani sekali kamu ingin menyentuhku!!" Yu-nian yang tidak terima. Dia langsung berdiri hendak meninju kepala bagian keuangan.

Feng Shiyan membulatkan kedua bola matanya, dia langsung menatap tajam pria yang mempunyai jabatan di tempat Adipati.

PLAKK!!!

Sebuah tamparan langsung diberikan Feng Shiyan.

"Jenderal."

"Beraninya kamu melakukan tindakan tidak senonoh kepada isteriku!! Aku pasti akan membunuhmu!" dengan murka Feng Shiyan menatap pria itu. "Seret dia keluar, jangan biarkan dia hidup tenang!''

"Baik, jenderal." jawab beberapa pengawal.

"Ren Fen, jangan biarkan dia hidup tenang."

"Baik, jenderal." jawab Ren Fen.

"Ma-maaf kan saya, tu-tuan..," kata bangsawan Yonjak ketakutan.

"Minta maaflah kepada isteriku." ujar Feng Shiyan dengan perkataan yang kesal.

"Ma-maafkan saya, jenderal." ucap bangsawan Yon.

Siapa yang tidak mengenal jenderal Feng, dia kejam, menakutkan bahkan benar-benar ditakuti oleh siapapun. Tangan kokoh itu mengandeng tangan isterinya, tatapan matanya menatap Yu-nian yang terlihat kesal.

"Kamu baik-baik saja?" tanya Feng Shiyan dengan lembut.

"Tenang saja, aku baik-baik saja." jawab Yu-nian.

Ada rasa bersalah di hati Feng Shiyan saat isterinya mendapatkan perlakuan yang tidak baik, dia berulang kali meminta maaf kepada Yu-nian.

Setelah kejadian hari itu orang-orang sudah tahu mengenai isteri dari Jenderal Feng, gadis muda yang di bawa oleh jenderal mereka ternyata adalah Isterinya.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN

"Jenderal!!!" seru manja seorang wanita yang datang ke kediaman jenderal.

"Putri Qian." beberapa pembantu yang sedang bekerja mendekati Putri Qian man.

"Jenderal! Jenderal!!" seru Putri Qian man yang terlihat masuk tanpa permisi.

"Maaf putri. Anda tidak boleh masuk." salah satu pembantu mencoba untuk menghentikan putri Qian man.

"Apa yang kamu lakukan, minggir. Aku mau bertemu jenderal Feng." jawab Putri Qian man.

Yu-nian yang berada di ruang tengah, dia mendengar suara keras dari seseorang. dia yang ingin merangkai menyulam seketika menghentikan kedua tangannya.

"Siapa yang berteriak seperti itu?" tanya Yu-nian yang merasa terganggu.

"Saya tidak tahu, Nyonya." jawab Naer.

"Kak Naer, Tolong cari tahu siapa orang yang berteriak-teriak itu. Tidak sopan banget melakukan hal itu." Yu-nian kemudian menata beberapa bunga yang dibawa dari kebun belakang.

"Putri Qian man." Naer melihat putri Qian man yang sudah berada di rumah majikannya.

"Di mana jenderal Feng?" tanya putri Qian man dengan suara yang benar-benar menyebalkan.

"Maaf putri, jenderal tidak ada di rumah." jawab Naer.

"Siapa yang bertamu, kak Naer?" tanya Yu-nian yang sudah berada di ruang tamu.

"Ini nyonya, ada putri Qian man yang datang mencari jenderal." jawab Naer.

"Mencarinya?" Yu-nian menatap sosok wanita yang mencari suaminya.

"Siapa kamu? apa kamu pembantu baru di sini?" tanya Qian man dengan nada suara yang mengejek.

"Kamu siapa?" tanya balik Yu-nian yang penasaran dengan wanita yang bertamu sekarang ini.

"Aku adalah putri Qian man, aku adalah nyonya di tempat ini dan akan menjadi isteri jenderal Feng." jawab bangga putri Qian man.

"Nyonya di rumah ini?" Yu-nian terkejut luar biasa, mulutnya terbuka dengan ekspresi luar biasa.

"Iya, aku adalah nyonya di rumah ini." Adelin terus mengulang jawabannya.

"Heh..," helaan nafas Yu-nian. "Kalau dia nyonya rumah ini, lalu aku siapa? Dasar pria gila." dua bola mata Yu-nian melirik orang-orang yang ada di depannya.

Deg..

"Tolong kamu ambilkan buku yang ada di meja tadi." pinta Yu-nian dengan amarah yang tertahan.

"Alamat nyonya bakal marah besar ini." guman Naer dalam hati.

Bagaimana tidak kesal, tiba-tiba seorang wanita muncul di kediaman Feng Shiyan, Dia mengaku sebagai Nyonya di tempatnya. Waktu terus berjalan, tanpa terasa sudah satu bulan Yu-nian menjadi istri Feng Shiyan, walaupun mereka belum pernah melakukan hubungan intim sama sekali. Namun Yu-nian bukan tipe gadis yang akan membiarkan sesuatu yang sudah menjadi miliknya direbut oleh orang lain. Ingin sekali Yu-nian marah, Namun dia ingin mendengar jawaban dari suaminya maka dia lebih memilih untuk santai sejenak.

"Kak Naer, Tolong kamu buatkan minuman untuk wanita ini." pinta Yu-nian yang kemudian melanjutkan menyulam bunga.

"Nyonya, ini barang yang nyonya minta." salah satu pelayan memberikan barang diminta Yu-nian.

Dua bola mata Yu-nian menatap surat, dalam hati dia ingin murka, dia ingin marah namun dia harus menunggu sejenak karena ada sesuatu yang ingin dia lakukan.

"Siapa wanita itu Kak Naer?" tanya Yu-nian yang belajar menyulam bersama Naer.

Tentu saja Naer terdiam, dia menatap Yu-nian yang bertanya padanya. memang pertanyaan itu terdengar sedikit lembut, tapi untuk Naer pertanyaan itu bagaikan terkaman harimau yang siap membunuhnya.

"Kenapa diam saja, kak Naer?" tanya Yu-nian.

sembari menatap Naer terdiam tidak berani menjawab pertanyaannya.

"Apakah ada sesuatu yang disembunyikan dariku? Aku tidak suka ada rahasia, jika suatu ketika aku mengetahui rahasia itu maka amarahku tidak akan bisa dibendung." ucapnya dengan sedikit mengeluarkan siulan. Yu-nian terlihat belajar menyulam bunga, dia mencoba menenangkan hatinya padahal dalam hati dia benar-benar ingin marah. Sifatnya yang mudah tersulut emosi itu benar-benar merasa gelisah.

**Bersambung**

1
Zheyra
semangat thor
Pa Muhsid
mohon lebih teliti nulisnya tor typo masih banyak dan kita membacanya kadang harus mikir dulu ini maksudnya apa gitu jadinya tidak langsung konek
Zheyra
lanjut Thor
Zheyra
lanjut
Atalia
hajar aja biar tau rasa mereka 🤭
Atalia
lanjut🤭
Zheyra
mampir Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!