Di Medan tahun 2026, Rania Putri pendiri startup yang membantu UMKM dengan teknologi data terpaksa bekerja sama dengan perusahaan besar dari Jakarta yang dipimpin oleh Reza Aditya, mantan kekasihnya yang menghilang tanpa kabar sepuluh tahun lalu.
Pada awalnya, mereka hanya fokus pada pengembangan aplikasi "UMKM Connect", namun menemukan kode aneh dalam sistem yang menyimpan jejak masa lalunya. Saat menyelidiki asal usul kode tersebut, mereka mengungkap rahasia mengejutkan, perpisahan mereka dulu adalah rencana jahat dari Doni Pratama, mantan sahabat Rania yang mengambil alih bisnis keluarga dia.
Di tengah penyelidikan yang penuh kejadian lucu dan tantangan bisnis, rasa cinta lama mereka kembali muncul. Setelah berhasil membongkar kejahatan Doni dan mendapatkan dukungan pemerintah, mereka tidak hanya menyelesaikan proyek aplikasi yang bermanfaat bagi jutaan UMKM, tapi juga menemukan kesempatan kedua untuk cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 : RIWAYAT YANG TIDAK BERSIH
Sinar matahari pagi yang lembut menyinari ruang kerja UMKM Connect, namun suasana di dalam kantor terasa lebih serius dari biasanya. Reza duduk di depan meja monitor besar yang menampilkan berbagai data penyelidikan yang baru saja dia kumpulkan. Di sebelahnya, Rania melihat dengan ekspresi campuran antara kekhawatiran dan kebingungan – setelah beberapa hari merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kedekatan Doni dengan proyek mereka, kini Reza membawa berita yang membuatnya semakin tidak nyaman.
“Rania, saya perlu menunjukkan sesuatu padamu,” ucap Reza dengan suara yang penuh kepedulian. Dia menarik sebuah kursi lebih dekat dan membuka file-file tersembunyi di dalam sistem keamanan mereka. “Saya telah melakukan penyelidikan lebih lanjut tentang latar belakang Doni Pratama – dan hasilnya sangat mengejutkan.”
Rania merasa detak jantungnya berdebar saat melihat layar monitor Reza. Di sana terpampang data lengkap tentang masa lalu Doni yang tidak pernah dia sampaikan. “Apa ini, Reza? Kenapa kamu tidak bilang padaku dari awal?”
Reza mengambil napas dalam-dalam sebelum menjawab. “Saya baru saja menemukan informasi ini beberapa hari yang lalu, Rania. Saya khawatir kamu akan terkejut dan membuat keputusan yang tergesa-gesa jika tahu terlalu dini.”
Dia mulai menjelaskan bagaimana dia menemukan jejak-jejak aktivitas mencurigakan yang mengarah pada Doni. “Saat kita mulai bekerja sama dengan dia, saya merasa ada sesuatu yang tidak beres,” ucap Reza sambil menunjuk pada beberapa baris kode yang aneh di dalam sistem. “Saya kemudian melakukan penyelidikan mandiri dan menemukan bahwa Doni tidak hanya pernah bekerja di Prima Teknologi pada masa lalu.”
Rania meraih tangan Reza dengan cemas. “Apa yang kamu maksud, Reza? Bukankah Doni adalah mantan sahabat kita yang selalu membantu?”
Reza menggeleng perlahan. “Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang dia, Rania. Saya menemukan bahwa sebelum dia muncul sebagai konsultan proyek, Doni pernah terlibat dalam beberapa kasus yang tidak jelas di perusahaan teknologi lain.”
Dengan hati-hati, Reza membuka sebuah folder tersembunyi yang berisi dokumen-dokumen lama. “Lihat ini, Rania. Ini adalah catatan dari sebuah perusahaan konsultasi teknologi yang bekerja sama dengan Prima Teknologi sekitar lima tahun yang lalu. Di sana tercatat bahwa seseorang bernama Doni Pratama pernah dituduh mencuri ide bisnis dari sebuah usaha kecil lokal saat dia masih bekerja di sana.”
Rania merasa pusing melihat bukti-bukti yang ada di depan matanya. “Tidak mungkin… Doni tidak akan melakukan hal seperti itu, bukan?”
“Sayangnya, bukti-bukti yang ada menunjukkan hal sebaliknya,” ucap Reza dengan berat hati. “Saya juga menemukan bahwa sebelum bergabung dengan kita, Doni pernah bekerja dengan sebuah perusahaan yang dikenal dengan praktik tidak etis dalam menangani data usaha kecil. Mereka menggunakan cara-cara yang tidak jelas untuk mendapatkan akses ke informasi penting milik usaha kecil tersebut.”
Rania merasa tubuhnya menjadi kaku. Semua kenangan tentang bagaimana Doni selalu dekat dengan dia dan membantu dalam proyek UMKM Connect tiba-tiba terasa berbeda. “Mengapa dia tidak bilang padaku tentang ini?”
“Karena dia tahu kamu akan marah dan tidak akan mau bekerja sama dengannya lagi,” jawab Reza. “Namun, saya juga menemukan bahwa Doni tidak sendirian dalam hal ini. Ada jejak lain yang menunjukkan bahwa beberapa orang di dalam tim Prima Teknologi juga terlibat dalam rencana tersebut, meskipun tidak sepenuhnya menyadari konsekuensinya.”
Dalam beberapa hari berikutnya, Reza terus menyelidiki lebih dalam tentang latar belakang Doni. Dengan bantuan Dewi dan Pak Budi, mereka menemukan bahwa Doni memang pernah terlibat dalam beberapa proyek yang memiliki niat tidak jelas, namun sebagian besar adalah karena dia diperintah oleh perusahaan tempat dia bekerja saat itu.
“Saya menemukan bahwa saat itu Doni sedang dalam tekanan besar dari perusahaan nya untuk mencapai target tertentu,” jelas Dewi saat mereka berkumpul di ruang rapat. “Dia terpaksa melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan karena tidak punya pilihan lain.”
Pak Budi juga menambahkan informasi penting. “Saat saya masih bekerja di Prima Teknologi, saya pernah mendengar bahwa ada beberapa orang yang menggunakan nama perusahaan untuk kepentingan pribadi. Doni adalah salah satu yang terpengaruh oleh situasi tersebut dan merasa harus memperbaiki kesalahan masa lalu.”
Rania mendengar semua penjelasan dengan cermat. Meskipun masih merasa terluka, dia mulai memahami bahwa setiap orang memiliki masa lalu yang kompleks. “Jadi, apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Rania dengan suara yang sedikit gemetar.
Reza menjawab dengan tegas, “Kita harus tetap hati-hati tapi juga terbuka. Kita tidak bisa membiarkan masa lalu mengganggu perkembangan proyek kita sekarang. Tapi kita juga harus memastikan bahwa tidak ada lagi yang bisa mengambil keuntungan dari usaha kecil yang kita bantu.”
Mereka mulai merencanakan langkah-langkah untuk memperkuat sistem keamanan UMKM Connect. Dewi bekerja keras untuk mengidentifikasi celah-celah keamanan yang mungkin ada dan memperbaikinya. Pak Budi juga membantu dengan memberikan informasi tentang praktik terbaik dalam menjaga keamanan data usaha kecil.
Pada hari yang sama, mereka mengadakan rapat dengan beberapa perwakilan usaha kecil yang bergabung dengan UMKM Connect. Banyak dari mereka yang merasa khawatir setelah mengetahui bahwa ada yang mencoba mengganggu sistem mereka. Namun, setelah mengetahui bahwa tim UMKM Connect sedang melakukan penyelidikan dan memperkuat keamanan, mereka merasa lebih tenang.
“Saya tidak bisa membayangkan jika usaha saya yang sudah saya bangun dengan susah payah tiba-tiba hilang karena orang lain yang tidak bertanggung jawab,” ucap Pak Joko, pemilik sebuah usaha kuliner lokal. “Saya bersyukur ada orang seperti kalian yang peduli dengan kita.”
Rania merasa hati nya menjadi hangat mendengar kata-kata tersebut. “Kita semua adalah bagian dari satu komunitas,” ucapnya dengan penuh rasa syukur. “Kita akan selalu saling membantu satu sama lain.”
Beberapa minggu kemudian, setelah sistem keamanan diperkuat dan semua celah telah ditutup, tim UMKM Connect mengadakan acara kecil untuk merayakan kemajuan proyek mereka. Banyak usaha kecil yang datang dengan membawa produk terbaik mereka untuk berbagi dengan semua orang.
“Saya tidak bisa percaya bahwa usaha kecil yang dulunya hanya bisa bertahan dengan susah payah kini bisa berkembang dengan baik berkat bantuan kalian,” ucap Bu Yanti, pemilik usaha kerajinan tangan. “Saya merasa seperti mendapatkan keluarga baru yang selalu ada untuk saya.”
Rania melihat ke sekeliling dan merasa sangat bersyukur. Meskipun ada masa lalu yang tidak mudah, semua itu telah membuat mereka lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan.
Di tengah acara tersebut, Doni muncul dengan wajah yang penuh rasa bersalah. “Rania, saya punya sesuatu yang harus saya akui,” ucapnya dengan suara yang lembut namun tegas. “Saya tahu bahwa saya telah membuatmu kecewa dan terluka. Saya pernah melakukan kesalahan di masa lalu, tetapi saya ingin memperbaikinya. Saya tidak akan pernah lagi menyembunyikan sesuatu darimu atau dari siapapun lagi.”
Rania melihat ke mata Doni dan mengangguk perlahan. “Kita semua pernah melakukan kesalahan, Doni. Yang penting adalah kita belajar darinya dan tidak mengulanginya lagi.”
Doni mengangguk dengan rasa lega. “Terima kasih telah mau memaafkan saya, Rania. Saya berjanji akan selalu ada untukmu dan untuk semua usaha kecil yang membutuhkan bantuan.”
Acara berlanjut dengan suasana yang lebih hangat dan penuh semangat. Semua orang berbagi cerita dan makanan khas dari masing-masing usaha mereka. Rania melihat bagaimana semangat untuk membantu sesama semakin kuat di antara mereka semua.
“Kita semua adalah bagian dari sesuatu yang lebih besar,” ucap Rania saat berdiri di depan semua orang. “Meskipun ada masa lalu yang tidak mudah, kita telah belajar darinya dan kini bisa membuat masa depan yang lebih baik bagi semua usaha kecil di Indonesia.”
Semua orang memberikan tepukan hangat dan penuh semangat. Mereka tahu bahwa meskipun jalan yang ditempuh tidak selalu mulus, mereka akan selalu bersama-sama untuk mencapai tujuan yang sama – membantu usaha kecil berkembang dan melestarikan nilai-nilai yang telah ada sejak lama.
Di akhir acara, Rania dan Reza berdiri bersama melihat ke arah semua orang yang berkumpul. Mereka tahu bahwa perjalanan masih panjang, namun dengan semangat yang sama dan dukungan dari semua pihak, mereka akan mampu menghadapi segala tantangan yang ada di depan.