NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Musuh!!

Menikah Dengan Musuh!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: NaNa/ji-eun

not allowed to copy , cerita ini 100% hasil dari pikiran ku sendiri, jadi jangan copy cerita ini,

cerita ini berjudul *menikah dengan musuh!! *
pemeran perempuan dalam cerita ini sangat membenci seorang lelaki yang sangat nakal dan sering bolos waktu sma, dan nama nya adalah ALRESCHA dan kerap di panggil al/reska

ayana/ pemeran utama dari cerita ini sangat membenci al,namun al menyukai nya dari zaman sma hingga kuliah, namun al sama sekali tidak pernah mengungkapkan cinta nya kepada ayana, dan sekarang dia di pertemukan lagi, dan di paksa oleh kedua orang tua mereka untuk menikah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaNa/ji-eun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24.end

Rezky berdiri di pinggir jalan lintas provinsi, menatap papan penunjuk jalan yang mengarah keluar dari kota yang selama ini menjadi pusat obsesi dan dendamnya. Di tangannya hanya ada satu tas ransel usang—isi yang sama saat ia baru saja menghirup udara bebas beberapa hari lalu.

Namun, kali ini rasanya berbeda. Jika kemarin ia keluar penjara dengan dada membusung penuh amarah, kini bahunya merosot. Ia telah kalah telak. Bukan oleh pukulan fisik Al, tapi oleh kenyataan yang lebih menyakitkan.

Ia mengeluarkan secarik foto kusam dari sakunya—foto Reva saat masih bayi. Ia menatapnya lama, lalu teringat tatapan ketakutan Reva di teras rumah itu. Ia teringat suara kecil Reva yang memanggilnya "Om", sebuah sebutan yang lebih tajam dari sembilu, memutus ikatan darah yang selama ini ia agung-agungkan.

"Dia bukan milikmu lagi, Rezky," bisiknya pada diri sendiri, suaranya hilang ditelan deru bus antarkota yang berhenti di depannya.

Rezky menoleh ke arah langit senja yang berwarna jingga kemerahan. Ia menyadari bahwa kehadirannya hanya akan menjadi awan hitam yang merusak masa indah reva. Jika ia benar-benar menyayangi Reva, maka pergi adalah satu-satunya tindakan "ayah" yang bisa ia lakukan sekarang.

Dengan tangan gemetar, Rezky meremas foto itu dan memasukkannya kembali ke saku paling dalam. Ia melangkah naik ke dalam bus. Saat mesin menderu dan kendaraan besar itu mulai bergerak menjauh, Rezky tidak menoleh ke belakang lagi.

Di balik kaca jendela bus yang berdebu, ia melihat bayangannya sendiri—seorang pria yang harus belajar hidup tanpa masa lalu, seorang pria yang akhirnya sadar bahwa keluarga bukan tentang siapa yang melahirkannya, tapi tentang siapa yang bertahan untuk menjaga.

Bus itu terus melaju, membawa Rezky menuju anonimitas di kota yang jauh, meninggalkan Ayana, Al, Reva, dan Alana dalam kedamaian yang tak akan pernah ia usik lagi.

Bus itu melaju membelah malam, lampunya yang kuning pucat menyapu aspal jalanan yang sepi. Di kursi paling belakang, Rezky menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang bergetar. Kota yang pernah ia anggap sebagai miliknya perlahan mengecil, lalu hilang di balik tikungan tajam.

Ia merogoh sakunya, jemarinya menyentuh sudut kertas foto kusam yang tadi ia remas. Ia tidak membuangnya, namun ia juga tidak sanggup melihatnya lagi. Di dalam kepalanya, suara Reva yang memanggilnya "Om" terus berputar seperti kaset rusak, sebuah vonis yang jauh lebih berat daripada hukuman penjara mana pun yang pernah ia jalani.

Ia teringat tatapan Alana, bayi yang bahkan tidak mengenalnya namun berani berdiri tegak melawannya. Rezky tersenyum getir. Dunia sudah berubah, dan ia tertinggal terlalu jauh di belakang. Ia adalah hantu dari masa lalu yang mencoba menuntut hak pada kehidupan yang sudah menemukan cahaya barunya.

Di kejauhan, lampu-lampu kota mulai meredup. Rezky memejamkan mata, membiarkan kegelapan bus membungkusnya. Tidak ada amarah lagi, yang tersisa hanyalah ruang hampa yang dingin di dadanya. Ia sadar, mencintai Reva berarti harus membiarkan anak itu melupakannya.

Bus terus menderu, membawa seorang pria yang kini benar-benar tak memiliki siapa pun, menuju sebuah tempat di mana namanya tidak akan pernah dipanggil lagi.

..."Sebab terkadang, bentuk kasih sayang yang paling jujur bukan lagi tentang menggenggam paksa, melainkan tentang keberanian untuk berbalik arah dan membiarkan mereka bahagia tanpa bayang-bayang dirimu lagi."...

...end...

makasih yang sudah setia membaca novel aku yaaa, sampai ketemu di novel selanjut nya yang akan terbit, babayyyyyyyyyy

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!