Hay readers....Assalamualaikum ketemu lagi di karya Author yang terbaru, cerita ini sequel dari karya Author yang berjudul PESONA PENJUAL KERIPIK PISANG.
JUDUL awal aku ganti ya readers katanya terlalu panjang. dari PUTRA MAHKOTA YANG HILANG VS PUTRI MAHKOTA YANG TERSINGKIRKAN.
sekarang menjadi GADIS CANTIK ISTRI DOKTER DESA.
GALAKSI ALFARISKI MANGGALA putra Zayyandra Manggala yang hilang saat masih kecil, kini gala sudah tumbuh besar dengan nama GALA RESPATI, Kini ia menjadi seorang dokter di sebuah desa yang terpencil.
ZOYA ZALENA DEWANTARA putri seorang pengusaha besar si ibu kota, harus meregang nyawa di tangan calon suaminya di saat hari pernikahannya.
ikuti kisah keduanya yang penuh haru ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATA YANG PENUH LUKA
Gala menatap Zoya yang masih termenung di kursi kayu, terkadang Gala melihat Zoya menyeka air matanya.
" Matanya begitu indah tapi penuh dengan luka, siapa sebenarnya orang yang ingin membunuhmu ?" gumam Gala.
Gala menghela nafas panjang, ia tak tahu apa yang sebenarnya yang terjadi dengan wanita itu, bagaimana sampai ia bisa terluka seperti itu, Gala yakin pasti ia menjadi korban percobaan pembunuhan terhadap dirinya, karena dilihat dari luka dan perhiasan yang masih utuh di tubuhnya.
Maka itu Gala tidak gegabah untuk menghubungi kepolisian atau untuk menanyakan sesuatu pada Zoya tentang peristiwa apa yang menimpannya, Gala tahu Zoya butuh waktu untuk menenangkan dirinya, ia akan menunggu sampai gadis itu menceritakan sendiri.
" Kasihan sekali, apa sebenarnya yang terjadi padamu, kenapa ada orang yang ingin membunuhmu di hari bahagiamu, bahkan gaun pengantinmu belum terlepas dari tubuhmu " gumam Gala.
" Apa kamu sudah menanyakan apa yanh yang terjadi padanya " ucap Emir dari belakang Gala.
Gala menoleh ke arah Emir yang sudah berdiri di belakangnya.
" Belum " sahut Gala dan kembali menatap ke arah Zoya.
" Apa nggak sebaiknya kita laporkan kejadian ini pada polisi saja Gal, sepertinya dia bukan orang Indonesia, apa tidak apa-apa nanti dengan kita, takutnya kita yang bisa jadi tersangka, kamu tahu kan bagaimana hukum saat ini" ucap Emir yang terlihat agak khawatir.
" Kita tunggu dia berbicara dulu, kita tak tahu apa sebenarnya yang terjadi, takutnya nyawanya kembali terancam jika mereka mengetahui kalau dia masih hidup, nanti kalau dia sudah tenang aku akan mencoba untuk mengajaknya bicara "
" Tumben kamu bersikap peduli seperti ini Gal, biasanya kamu akan angkat tangan dengan hal-hal seperti ini?" tanya Emir.
Gala diam tak menjawab ucap Emir, tapi matanya terus menatap ke arah Zoya.
" Ya sudah terserah kamu saja, aku akan buka kliniknya sekarang ya " ucap Emir.
" Hemm..." sahut Gala.
Gala menghela nafas berat dan kemudian melangkah mendekati Zoya yang masih terdiam dengan tatapan kosong.
" Sudah waktunya sarapan dan minum obat " ucap Gala saat sudah berada di samping Zoya.
Zoya menoleh ke arah suara.
" Later, i'm not hungry now ( nanti saja, sekarang aku belum lapar " ucap Zoya dan langsung mengalihkan pandangannya pada pepohonan yang ada di depannya.
" Kamu butuh kekuatan untuk membalas semuanya" ucap Gala.
Zoya kembali melihat ke arah Gala dan menatapnya penuh arti.
" Kalau kamu ingin balas dendam dengan apa yang orang lain lakukan padamu, kamu harus sehat dan kuat, karena untuk membalas dendam itu sangat butuh tenaga yang banyak " Ucap Gala yang sedari tadi melihat mata Zoya yang penuh luka, kemarahan dan dendam.
" Atau kamu ingin menyerahkan semua ini pada pihak yang berwajib, agar mengusut peristiwa ini, dan bisa menemukan siapa yang berusaha mencelakaimu, kalau iya, aku bisa menghubungi pihak kepolisian sekarang "
" No, don't do that.." ucap Zoya dan langsung berdiri dari duduknya.
Seketika Zoya meringis kesakitan karena terlalu bersemangat bangun dari duduknya.
" Kamu harus berhati-hati kalau bergerak karena lukamu masih basah " ucap Gala yang tadi spontan langsung menahan tubuh Zoya yang hampir terjatuh.
" Maaf, tapi tolong jangan laporkan masalah ini pada polisi, itu akan percuma, aku sendiri yang akan membalas semuanya, tolong biarkan aku di sini sampai aku pulih dan bisa kembali untuk membalas mereka " ucap Zoya.
" Baiklah, tapi kamu harus menurut dan mendengarkan aku jika kamu ingin cepat sembuh "
"Okey, i will according to and listen to you (Baiklah aku akan menurut dan mendengarkanmu ) " ucap Zoya.
" Kalau begitu ayo masuk, makan makananmu dan minum obatmu " ucap Gala.
Zoya mengangguk dengan mata yang terlihat seperti anak kucing, yang membuat Gala terlihat gemas.
Gala menuntun Zoya untuk masuk ke dalam ruangannya, tangan Zoya berpegangan pada lengan Gala.
Emir dan Lilis melihat semua itu, keduanya saling beradu pandang setelah Gala dan Zoya masuk ke dalam kamarnya.
" Mas Emir, apa itu mas dokter?" tanya Lilis.
" Hemm..."
" Tumben mas dokter tubuhnya mau di sentuh oleh wanita " ucap Lilis yang heran melihat Gala yang tidak marah saat tubuhnya di sentuh wanita.
" Biasanya mas dokter kalau di sentuh wanita pasti akan marah, la ini kenapa malah mas dokter yang memegang tubuh mbak bule itu " ucap Lilis.
" Entahlah mungkin dokter Gala tidak sadar "
" iya mungkin saja, biasanya dia akan memanggil kita jika membutuhkan bantuan tentang sentuh menyentuh dengan wanita " ucap Lilis.
" Sudah, ayo kita kerja lagi, apa kamu sudah membersihkan ruang depan " ucap Emir.
" semua beres mas Emir, sekarang mas Emir sudah bisa buka kliniknya, aku akan bersih-bersih bagian belakang, oh iya hari ini aku akan memanen pohon mangga dan jambu air di belakang, apa mas Emir mau di buatin rujak manis "
" Wah boleh itu Lis, siang-siang makan rujak manis pasti segar sekali, buat yang banyak ya biar aku telpon Ardi dan hanan biar mereka kesini, mereka suka sekali dengan rujak buatanmu Lis, apalagi si Ardi, dia penggemar rujak buatanmu, sekaligus penggemar sama yang buat rujak nya " ucap Emir sambil menggoda Lilis.
" Mas Emir bisa saja " ucap Lilis tersipu malu .
" Ciee...ciee..ada yang malu-malu nih, jangan-jangan kalian sudah...."
" Mas Emir ini apaan sih, sudah aku tak bersih-bersih lagi " ucap Lilis dan langsung berlari kecil ke arah belakang klinik.
Klinik Gala memang tak begitu besar, hanya ada beberapa ruangan di bangunan itu, tapi kebun belakang sangat luas dan ayahnya Gala menanami kebun itu dengan berbagai macam buah, dan ada juga taman kecil yang di buat oleh Gala di tengah-tengah kebun itu, tempat di mana Gala sering menyendiri di sana.
Kembali ke ruangan rawat inap yang di tempati oleh Zoya.
" Apa ada yang ingin kamu sampaikan " ucap Gala saat melihat Zoya sedari tadi menatapnya.
Zoya menghela nafas panjang.
" Apa kota X jauh dari sini?" tanya Zoya.
" Iya, butuh waktu kurang lebih 15 jam jika perjalanan darat " ucap Gala.
mendengar itu Zoya menghela nafasnya.
" Ternyata mereka membuangku sangat jauh dari rumahku " gumam Zoya yang masih bisa di dengar Oleh Gala.
Gala menarik kursi plastik yang berwarna hijau dan kemudian duduk di samping ranjang Zoya.
" Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Gala.
" Di mana gaun pengantinku?"
Gala yang tidak mendapat jawaban dari Zoya hanya menatap Zoya sekilas.
" Di rumahku, ibu membawanya untuk di cuci, dan perhiasanmu juga sudah di simpan ibu, katakan apa yang sebenarnya terjadi, aku yakin peristiwa yang menimpamu bukanlah perampokan, karena perhiasanmu masih utuh dari gelang, anting dan kalungmu masih terlihat aman di tubuhmu, dan tak ada luka kekerasan yang lain di tubuhmu, selain luka tusukan itu, itu pasti suatu peristiwa yang sudah di rencanakan " terang Gala.
" Jika kamu tak ingin aku melaporkan kejadian penemuanmu di hutan semalam pada polisi, maka katakan apa yang terjadi padamu, agar aku bisa bertindak, aku tak ingin keluargaku dan teman-temanku yang kemarin malam ikut menolongmu harus ikut terlibat ke jalur hukum karena telah menolongmu " ucap Gala.
Zoya menatap mata Gala dengan dalam dan kemudian menghembuskan nafasnya berat.
" my fiance and my stepmother who want to kill me and get rid of me (calon suamiku dan ibu tiriku yang ingin membunuhku dan menyingkirkan aku) "
#####
Assalamualaikum readers HAPPY READING, semoga terhibur
Sabar Zayn... jangan terburu2 utk mengungkap semuanya selama Galaasih belum sembuh total apalgi Gala mau menikah.., tunggu waktu yg tepat untuk memperkenalkan Gala lagi pada keluarga besar papa Handaru dn Deddy aishar Narendra.., yang penting Gala sudah di temukan...
Yakin lah Zayn.. Gala akan segera mengingat kembali masa kecilnya yg penuh dg Ceria & Kebahagiaan.. apalagi Gala akan sangat meri sukan keluarganya terutama waktu bersama Mama anind... 😥😥😥
Si Bocah Gemblung selalu bikin ulah niichh... tapa si Bcah tengik ( Ghina )jadi hiburan tersendiri dn sellau bikin ngakaakk... dh segala tingkahnya... 🥰🥰🥰💙💛💙💛😘😘😘😘
Walau dalam sikon lelah karena habis dari luar kota tapi karena kangen denga kelanjutan kisah Gala sekeluarga jadi bangun tidur langsung mencet aplikasi NT yg tentunya kisah Keluarga Besar Zayn (Gala sekeluarga di kampung ) juga kisah yg sebelah ( Rain & Lintang ) 🥰🥰🥰
pokoknya nganGenin abiiiisss.... 💙💛💙😘😘😘
semoga gala segera mengingat keluarga kandung nya.........🤲
naaah Loch .... pak Hasani ketar ketir kn kalau tamu nya Gala mirip semua wajah nya dg Gala 🤣🤣
aku lg serius baca STP Bab nya. 🤭🤭🤭
hadeeeeww .... si Ghina mmg sllu bikin masalah ,, niat mengintai tp mlh blak-blakan bgni dN akhir nya mlh ngompol Krn nahan pipis terlalu lama. 🤣🤣🤣🤣
Benar2 tidak adil kalau Gala masih trmerpisah dengan keluarga besarnya padahal sudah di smdepan mata...
Semoga Bapak Hasani mau menceritakan semua kisah masa lalu Gala hingga terdampar di pelosok terpencil... 😥😥😥
saatnya Gala dan keluarga beamsarnya berkumpul dan menikmati kebahagiaan yang sesungguhnya... 😥😥😥💙💛💙😘😘😘
Dasar keturunan keluarga Manggala emang benar² Random... 😍😍😍😍
Semoga dengan kelonyolan Ghina si Bocah Gemblung semua bisa terungkap dan Gala bisa berkumpul dengan keluarga besarnya... 💙💛💙😘😘😘