NovelToon NovelToon
Pesona Lukas Seorang Perwira

Pesona Lukas Seorang Perwira

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi Caesar

Joy sudah dirumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Lucas tidak tahu keadaan sebenarnya Joy dibawa ke rumah sakit. Rencana awal mau melahirkan normal, namun kondisi Joy tidak memungkinkan karena sampai sekarang Joy belum sadar akibat jatuh dan mengalami pendarahan. Tiba dirumah sakit, Lucas yang menuju ke ruangan bagian kebidanan malah diarahkan ke ruang operasi. Dia berlari sangat cepat, disaat itu dia tahu bahwa terjadi sesuatu kepada Joy istrinya.

Didepan ruangan operasi sudah ada mama dan papa juga antienya. Erick juga ada, sementara papanya Joy sedang mendonorkan darah buat anak perempuannya. Joy masih membutuhkan darah lagi. Akhirnya anggotanya yang ada di markas dikerahkan oleh Daniel. Untung Isak memiliki golongan darah yang sama dengan Joy istri Lucas. Dia langsung mendonorkan darahnya kepada istri komandannya. Lucas yang mengetahui kondisi istrinya langsung menangis. Hal itu disaksikan oleh orangtua dan anggotanya.

"Selamatkan istri saya uncle. Selamatkan dia."

Operasi yang melibatkan dokter kandungan, dokter bedah dan dokter anak serta dibantu oleh dokter anastesi serta beberapa ners ini berhasil menyelamatkan bayi laki - laki hasil buah cinta Letnan kolonel Lucas Abner Gosal dengan dokter Joy Debora. Sedangkan dokter Stev sedang mengehentikan pendarahan yang ditimbulkan akibat Joy jatuh.

Bayi laki - laki yang putih seperti mamanya panjang lima puluh sentimeter dan berat tiga koma lima kilogram ini, lahir dengan selamat, sehat dan organ tubuh lengkap. Dokter spesialis anak sudah membawa bayi laki - laki keluar ruangan. Semua orang tua menyambut kehadirannya, sedangkan Lucas hanya melihat sekilas.

"Nyong, ini anak kamu. Buah cinta kamu dengan Joy sayang." Lucas melihatnya dan kembali menangis.

"Joy mama, Lucas mau Joy."

"Kamu harus kuat. Antie yakin Joy itu kuat, ada Stev dokter bedah yang sama hebat dengan Joy. Antie percaya Joy pasti tertolong."

Tugas dokter Frans sudah selesai dan dilanjutkan dengan dokter Stev sebagai dokter bedah saraf dan dokter Liam dokter penyakit dalam uang baru berdinas satu minggu ini yang akan mengatasi pendarahan yang di alamai dokter Joy. Mereka terus berjuang, karena dalam operasi tiba- tiba ada masalah dengan jantungnya. Namun dengan cepat dapat di atasi oleh Liam dan Stev. Beberapa kantong darah dibutuhkan. Untung persediaannya cukup.

Mama dan antie Beca sedang melihat anak laki - laki  Lucas dan Joy, sedangkan Lucas dan kedua papanya serta adik laki - laki Joy masih menunggu istrinya yang keluar dari ruang operasi . Lucas menyandarkan badannya di pintu ruang operasi.

"Sayang, please jangan bercanda. Kuat sayang aku menunggumu Joy"

Apa yang Lucas ucapkan didengar oleh anggotanya juga papanya dan Erick adiknya. Papanya Joy sudah menangis dia berdoa dalam dirinya meminta kepada kepada Tuhan jangan mengambil anaknya, kalau bisa diganti biarlah dia saja yang mengantikan nyawanya Erick yang melihat papanya menangis memeluknya kuat.

"Papa, harus kuat, kasihan kak Lucas nanti kalau lihat papa menangis."

Dengan cepat papanya Joy menghapus air matanya. Tidak berselang lama dokter Stev keluar ruang operasi. Kecemasan kembali terjadi antara berita baik atau tidak baik.

"Dokter......" Papanya memegang Lucas. Takut dia melakukan sesuatu yang buruk ketika mendengar berita yang tidak sesuai dengan kemauannya.

"Dokter Joy sudah melewati masa kritisnya. Sekarang dia masih dalam pengaruh obat bius. Dan sebentar akan di antar keruangan."

"Terima kasih Tuhan." Lucas langsung tersungkur jatuh berlutut sambil memegang kaki papanya. Ucap syukur yang sama di panjatkan papanya Joy.

Sementara diruang ganti dokter Liam sedang menangis melihat tadi keadaan Joy. Tadi itu perjuangan. Kalau tidak cepat Joy bisa pergi. Stev setelah memberitahukan keluarga datang menjumpai Liam. Dan langsung memeluknya.

"Terima kasih Stev, terima kasih. Akhirnya aku masih bisa melihat senyumannya lagi."

"Kamu jangan sembarangan Joy punya suami. Kamu jugakan sudah menikah kah?"

"Iya, aku tahu. Istriku sudah meninggal, pernikahan kami hanya bertahan tiga bulan bro."

"Tetapi kamu harus ingat Liam, Joy sudah menikah jangan menganggu hubungan rumah tangganya. Suaminya tentara."

"Iya tadi sempat melihat, sebelum masuk ruangan operasi."

Joy dan anaknya sudah diruangan. Joy masih belum sadar. Karena masih dalam pengaruh obat bius. Tidak lama Stev datang bersama dokter penyakit dalam yang diketahui bernama Liam. Mereka memeriksa kesehatan Joy.

"Bagaimana keadaan istriku dokter Stev??"

"Semua organ tubuh Joy baik. Dia kuat mama dan istri yang kuat."

"Terima kasih dokter - terima kasih sudah menolong orang yang sangat penting dalam hidupku."

Perkataan Lucas, seperti menjadi tamparan buat Liam. Hatinya sakit, mengingat perna menyakiti Joy. Stev dan dokter Liam, hanya tersenyum.

"Jika Joy sadar bisa langsung tekan tombol mereh ini, agar kami bisa datang memeriksa Joy."

"Siap dokter."

Dokter Liam, melihat suaminya Joy tidak berpindah dari sampingnya. Di ruangan ini ada orangtua Lucas juga papanya Joy bersama Erick adiknya. Bayi laki - laki buah cinta mereka lahir dengan sehat. Sangat panjang tubuhnya sama seperti mama dan papanya semua tinggi - tinggi. Lucas belum menyebut nama anaknya, dia masih menunggu Joy sadar. Karena mereka berdua sudah menyiapkan dua nama, satu nama perempuan dan satu lagi laki - laki. Yang jelas diakhir namanya ada marga Gosal seperti papinya.

Pukul satu siang lewat tiga puluh menit Joy baru sadar seperti yang diprediksi dokter anastesi. Joy mengusap kepala suaminya. Karena instingnya suaminya yang ada disampingnya. Sampai Joy dipindahkan tadi sebelas siang lewat sepuluh menit diruangan, Lucas tidak berpindah dari tempat tidur istrinya. Ketika Dirasa sentuhan istrinya. Lucas mengangkat wajahnya dan melihat Joy sedang tersenyum kepadanya. Joy mengusap wajah suaminya. Lukas langsung menekan tombol merah, dan tidak lama dokter Stev, dokter Frans datang, Liam masih belum berani menampakan diri kepada Sofi.Melihat kondisinya.

"Apa yang kamu rasakan sekarang dokter??"

"Mabuk dok." Semua tertawa mendengar lelucon dari Joy. Setelah diperiksa, Joy dalan keadaan sehat.

"Jahat tahu, aku takut sayang."

Selama menjalankan tugas Lucas tidak perna takut meskipun ada peluru. Hari ini dia merasa tak berdaya melihat istrinya terbaring di tempat tidur rumah sakit.

"Kamu hebat nak, Terima kasih kamu sudah sadar." Mamanya Lucas datang memeluk Hanna dan menciumnya.

"Sayang kamu tahu, mama dan papa tidak bisa bergerak sedikit pun. Suamimu mengancam kami." Papa mertuanya Joy melapor kepada Joy.

"Selamat sayang kamu melahirkan anak laki - laki ganteng kecantikan mukamu diturunkan versi macho pada anakmu. Tidak terlihat muka papanya."

"Antie, enak aja ngomong. Itu anak saya dan Joy ya. Jelas kombinasi kami berdua."

"Suamimu belum beri nama??"

"Iya sayang semua di ruangan ini ingin mendengar nama anak laki - laki kita."

Lucas mengendong anaknya dibawa kesamping istrinya. Joy langsung mencium dan memeluk anak laki - lakinya.

"Anak mami."

"Sayang ayo sebut nama anak kita.

"Josua Andrew Gosal."

Malam ini. Mama dan papa yang temani mereka. Papa mertua Lucas dan Erick sudah pulang diantar oleh Daniel. Dokter Frans dan dokter Beca belum bisa berbulan madu karena mulai besok pagi pemilihan direktur rumah sakit akan dilaksanakan. Dokter Frans masuk dalam bursa pencalonan direktur rumah sakit. Akhirnya rencana bukan madu ke padang savana di Afrika tempat bulan madu Lucas dan Joy ditunda. Rencana kedua anak dokter Frans mau ikut.

"Tadi papa dan adek kesini, namun aku sudah suruh pulang. Aku kasihan papa kelelahan. Telephone papa sayang. Mungkin beliau menunggu kabar dari kamu."

Joy pun vidio call bersama papa dan adiknya. Tentu respon bahagia yang mereka perlihatkan. Papa sampai menangis bahagia.

Josua sedang dalam gendongan opanya. Dia tenang sekali, bahkan selesai minum susu langsung tertidur. Joy sangat menyesal, karena dia belum bisa memberikan ASI kepada anaknya. Terlihat Papa dan mamanya Aldy menikmati peran mereka sebagai opa dan oma.

 Pagi- pagi sekali, Joy sudah bagun. Hari ini meskipun dia sakit, dia harus memberikan suaranya kepada pemilihan direktur yang baru. Lucas menemani istrinya mandi. Dia sudah kapok, tidak mau kejadian kemarin terulang. Ternyata Joy mempunyai sakit anemia, karena kekurangan darah yang membuat dia pingsan jatuh, karena hamil besar maka terjadi pendarahan yang hebat.

Joy sudah sangat cantik. Masih terlihat muka pucatnya, namun dengan polesan makeup tipis - tipis istrinya Letnan Kolonel Lucas Abner Gosal tampil begitu cantik. Selesai sarapan bersama, Joy yang tadi subuh sudah melepas infus diantar suaminya ke aula rumah sakit, tempat pemilihan.

"Sayang, kamu pilih siapa jadi direktur rumah sakit?"

"Sudah pasti dokter Frans bung, bukan karena alasan uncleku. Itu alasan kedua, alasan pertama dokter Frans pintar, bijaksana dan layak untuk posisi itu."

Lucas tersenyum. Semua tenaga media melihat kehadiran dokter Joy Debora.Bahkan banyak yang memuji kecantikannya. Lucas mengantar istrinya dan dia menunggu diluar, setelah dia merasa aman karena Joy sudah berada disamping Bella sahabatnya.

"Kamu buat takut aku." Bella sudah menangis dia memeluk Joy sahabatnya itu.

"Aku juga ngak tahu kalau anemia. Kalau aku tahu pasti sudah hati - hati, kamu tahukan bagaimana Lucas, pasti dia sudah jaga ketat diriku."

"Iya suamimu itu bucin, baru aku lihat tentara sebucin itu."

Pembicaraan Bella dan Joy, didengar oleh dokter Liam yang duduk tepat dibelakang mereka namun dia menutup kepalanya dengan kupluk. Pemilihan direktur baru sudah selesai. Joy setelah memberi suaranya dia pamit kepada antie Beca. Dan di antar antienya ke luar disana sudah ada Lucas yang menunggu. Lucas langsung mengandeng tangan istrinya dan berjalan.

Liam kembali melihat kemesraan Joy yang perna menjadi kekasihnya. Stev datang mengagetkan Liam.

"Dia bahagia bro???"

"Iya aku tahu."

Stev langsung menarik sahabatnya dan menuju ke ruangan klinik bedah saraf, mereka berdua sarapan disana. Dari hasil pembicaraan, Stev dan Liam, Stev mengetahui bahwa Liam memilih mengikuti program dokter relawan sudah dua tahun ini. Berpindah - pindah dari satu daerah ke daerah lain. Kemarin dia hadir dirumah sakit ini hanya untuk berkunjung,namun ketika bersama Stev mereka mendapat kabar, Joy mengalami pendarahan dan tidak sadarkan diri. Atas ijin antienya dokter Sherly, Liam di ijinkan bersama Stev mengoperasi Joy bersama dokter Frans. Bukan kali pertama bagi Liam melakukan operasi di rumah sakit ini.

Joy dan Bayinya sudah pulang dari rumah sakit setelah hampir seminggu mereka disana. Perawatan Joy yang lama. Setelah seminggu produksi ASI Joy tidak meningkat. Malah cendrung hampir tidak ada. Mama dan antienya memberi semangat agar Joy tidak bersedih.

"Susu Formula yang diberikan ini juga bagus sayang."

"Joy berasa bukan ibu yang baik deh ma."

"Sayang kamu ibu yang hebat, mami yang kuat. Mama bangga sama kamu sayang." Mertuanya mencium kening menantunya sangat lama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!