NovelToon NovelToon
Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Suami Penggantiku Seorang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lulaaaa

Delaney Harper ditinggalkan oleh tunangannya tepat di hari pernikahan mereka. Rumor perselingkuhannya menyebar dengan cepat, membuat ayah Delaney murka. Namun, ibu tirinya memiliki rencana lain.
Ia memaksa Delaney menikah dengan seorang pria yang bahkan tak pernah terlintas dalam pikirannya.
Seorang pria bernama Callum Westwood.
Callum Westwood, CEO Westwood Corp, adalah sosok yang hampir tidak Delaney kenal, tetapi reputasinya dikenal oleh semua orang. Dingin. Kejam. Tak pernah dekat dengan perempuan mana pun. Dan ironisnya… dia adalah tetangga Delaney, hanya dua blok dari rumahnya—meski mereka belum pernah sekalipun berbicara.
Selain menyelamatkan Delaney dari skandal kehamilan di luar nikah, pernikahan itu ternyata merupakan cara Callum untuk membayar sebuah hutang besar dari masa lalu. Hutang yang ia tanggung sejak sepuluh tahun lalu dan ia simpan rapat-rapat sebagai rahasia.
Namun, apa sebenarnya yang terjadi sepuluh tahun lalu?
Dan bagaimana nasib pernikahan tanpa cinta ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lulaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Gaun Delanay datang 15 menit kemudian. Dan kini wanita hamil yang perutnya belum terlihat membesar itu tengah ditata rambutnya. Hairstylist memilihkannya model sanggul modern dengan make up soft natural yang mampu menonjolkan sisi lain seorang istri Callum Westwood.

“Ya Tuhan, cantik banget menantu Mama," puji Clara yang muncul dari ruang ganti.

Mendengar pujian itu Delanay tersenyum malu-malu. “Makasih, Ma.”

Dirinya juga tidak menyangka akan secantik ini. Sungguh, rasanya seperti menjadi orang lain.

“Gaunnya sudah datang kan?” tanya Clara pada si perias.

Wanita yang membenahi jepit rambut Delanay mengangguk. “Sudah, Nyonya. Kami sudah menyimpannya di ruang ganti. Bu Delanay tinggal memakainya saja." Tangan wanita itu masih asyik merapikan beberapa helai rambut Delanay yang dibiarkan jatuh, tak terikat.

Clara mengangguk puas. Dia tak sabar ingin melihat Delanay mengenakan gaun pilihan Elara. Katanya sih seksi.

Usai merapikan dandanan, Delanay dihela menuju ruang di sebelah ruang ganti Clara tadi. Wanita itu melangkah masuk dan... dia terperangah.

Really? Dia harus memakai gaun di sana.

Bukan. Bukan karena gaunnya tidak cantik atau apa. Justru karena cantik bertabur mutiara, Delanay jadi merasa sayang untuk mengenakannya. Dia ragu. Apakah gaun itu akan cocok padanya?

“Mau saya bantu, Bu?” tanya si Mbak perias.

Delanay buru-buru menggeleng.

“B-biar saya sendiri, Mbak.”

Wanita perias itu menunduk, lalu keluar ruangan. Memberikan privasi untuk Nyonya Muda Westwood.

Dalam waktu singkat, Delanay berusaha keras tidak merusak gaun yang rupanya adalah keluaran Dior. Astaga, jangan bisikan harganya oke.

Perlahan, dia membiarkan gaun Navi sesuai keinginan Callum itu, terjatuh lembut di tubuhnya.

Menghadap cermin super besar, Delanay bisa melihat model gaun off-shoulder dengan rumbai di sekeliling bahu hingga punggung, melingkar cantik.

Ditambah ketika Delanay melangkahkan kaki, kaki jenjangnya kelihatan. Bagaimana tidak? Ada belahan dari mata kaki hingga seperempat pahanya.

“Sudah belum, Nak?” Suara Clara bertanya dari luar.

Delanay menoleh. Agak berteriak, “Sebentar, Ma.”

Setelah memutar badannya sekali lagi dan merasa cukup yakin, Delanay melangkah keluar. Tak disangka, Clara juga sedang melihat ke arahnya.

Wanita paruh baya itu tersenyum. Puas dengan hasil karya para pegawainya.

Pegawainya? Yap. Tentu saja.

Salon ini adalah salah satu aset milik Westwood. Lebih tepatnya aset pribadi Clara.

“Wow, cantik banget, Sweety! Mama jadi bisa bayangin, Callum bakalan terpesona lihat kecantikan kamu,” urai wanita yang tak kalah cantik itu sambil berkedip menggoda. Membuat pipi Delanay yang disapu blush on tambah memerah.

Benarkah Callum akan terpesona? Kedengarannya tidak mungkin.

“Ambilkan sepatunya," suruh Clara pada seorang pegawai salon.

Tak berselang lama, sebuah high heels senada dengan gaun Dior tadi, melekat di kaki Delanay.

“Perfect!” ucap Clara.

Dan para pegawai yang membantu Delanay ikutan mengangguk.

Delanay yang terbiasa sederhana seperti disulap. Memang bukan kisah Cinderella, tapi Clara yakin menantunya lebih cantik dari Lily James—pemain film Cinderella Disney itu.

“Tasnya, Nyonya?” Mbak salon yang sedari awal mendandani Delanay menyeletuk.

Clara menepuk jidat. “Astaga, sampai lupa. Carikan juga tas yang cocok.”

Sambil menunggu tas, Delanay melirik jam di ponselnya. Masih ada dua menit sebelum Callum menjemput.

Entah akan seperti apa pestanya. Delanay belum—

Pikiran Delanay buyar. Dia menoleh saat mendengar bisik-bisik pegawai yang menatap ke arah pintu masuk. Dalam hitungan beberapa detik, seorang pria dengan setelan formal, meringsek masuk.

Itu Callum. Yang mengenakan kemeja putih, vest, jas, dan celana bahan warna senada dengan gaun Delanay, menambah ketampanannya berkali-kali lipat.

Seriously, he is the most handsome billionaire. And the most handsome husband. Delanay harus bersyukur pria itu adalah suaminya.

Sementara itu, manik cokelat Callum menatap wanita yang duduk di sana, lekat-lekat. Menyapu keanggunan dan keeleganan Delanay. Dia balik terpesona.

Damn it! She's amazing and sexy!

Caranya yang duduk melipat satu kaki, membuat Callum bisa melihat belahan paha Delanay. Mulus, putih, dan pasti akan sulit ditolak pria manapun.

Tatapan yang bermula dari wajah Delanay, kemudian turun ke leher, ke dada, ke pinggul ramping yang dibalut gaun ketat, hingga turun ke paha Delanay lalu kembali ke manik cokelat wanita itu.

Tatapan Callum mampu membuat sekujur tubuh Delanay panas dingin. Hanya dengan tatapannya, Callum seakan hendak menelan istrinya bulat-bulat.

“Nah, ini tas... lho udah dateng, Call?”

Delanay dan Callum sama-sama menoleh ke arah Clara. Wanita itu menenteng sebuah clutch bag Navi bermerk Dior. Tas yang diberikan untuk Delanay.

“Hm.”

“Papa kamu mana?” Clara melongok ke belakang Callum. Tapi tidak menemukan pria pujaan hatinya.

“Nggak tau," jawab Callum, masih dengan mata mengarah pada istrinya.

Sedangkan yang dipandang berkali-kali mereguk saliva.

Terpesona oleh tatapan dalam sang suami. Apalagi tampilan Callum yang rambutnya disisir rapi ke belakang, mampu menggetarkan jantung Delanay.

“Ck, kebiasaan,” decak Clara kesal.

Suaminya selalu saja datang terlambat. Padahal ini sudah pukul 8 lewat 1 menit.

Tidak ada yang peduli dengan kesebalan Clara. Wanita itu sedikit melirik sang putra dan menantunya. Menemukan dua sejoli yang saling bertatap-tatapan. Jelas sekali mereka saling mengagumi satu sama lain.

Diam-diam Clara terkekeh.

Ckckck, dua bocah ini. Kalau saja bukan di salon, dan tidak ada banyak orang, Clara yakin mereka akan berciuman. Lihat saja betapa romantisnya situasi di antara mereka.

“Ehem!” Clara berdeham. Memutus pertautan mata Callum dan Delanay. “Mentang-mentang ada yang cantik, Mama dikacangin nih?” goda wanita dengan rambut disanggul persis dengan Delanay.

Callum tidak merespon. Wajahnya datar.

“Gimana, Call? Delanay cantik, kan?”

Tatapan Callum tak lepas dari Delanay. “Lumayan,” komentarnya.

Cih!

Ingin sekali Clara berdecih. Dasar putranya itu tukang gengsian.

“Ayo, berangkat,” ajak Callum. Berjalan mendekati Delanay dan membuka lengannya untuk digandeng.

Tanpa basa-basi, Delanay menerima uluran itu. Cukup deg-degan karena bukan cuma kali ini mereka bersentuhan langsung, namun ini yang paling intim. Seolah mereka adalah pasangan yang saling mencintai.

Tatapan Callum makin intens.

Begitu aroma vanila memenuhi rongga penciumannya.

Berjalan anggun dan serasi, keduanya melihat sopir pribadi Callum, yang memakai jas formal berdiri di sebelah van hitam yang siap mengantar mereka.

“Silakan, Tuan, Nona," sambut pria tersebut.

Delanay menggumamkan terima kasih, lalu dibantu Callum masuk. Begitu di dalam mobil dan melihat sopir sudah menyalakan mesin, Delanay baru menyadari sesuatu.

“Mama nggak bareng kita?” tanyanya.

Callum yang duduk di sisi kanan menoleh. Kembali dihadapkan pada wajah Delanay. Cantik. Lagi-lagi itu yang tersirat di kepala Callum. Meski begitu, dia tidak mengatakannya dan memilih berpaling muka.

“Mama dengan Papa,” jawab pria itu tenang.

“Kalau terlambat?”

Callum menatap Delanay dengan tatapan aneh. “Kita bukan berangkat kerja. Terlambat pun itu wajar. Jangan bilang, kamu tidak pernah mengetahuinya?”

Delanay meringis malu. “A-aku jarang datang ke pesta. Kecuali pesta makan-makan di kantor," katanya jujur.

Sudah Callum duga. Delanay butuh diperlihatkan sebuah kenyataan. Bahwa sekarang dia adalah istri CEO Westwood, jadi Delanay harus mulai membangun relasi dengan wanita-wanita sosialita. Bukan hanya dengan Elara dan pegawai E Beauty. Tapi seluruh konglomerat Indonesia.

“Ingat, di sana, jangan mempermalukanku,” ancam Callum tak peduli sopir akan mendengarnya. “Kita harus berakting selayaknya suami istri. Dan satu lagi, jangan pernah bertingkah genit dengan menggoda pria lain. Atau kamu akan tahu akibatnya.”

Baiklah. Delanay tidak paham ke arah mana omongan Callum.

Memang kapan dia bicara akan menggoda pria lain?

1
Mia Camelia
kak ayo update lgi🤣
Mia Camelia
ayo up date lgi thor☺
Mia Camelia
lanjut thor, 😄😄😄
jadi pingin cepet2 ngliat mereka ke pesta🥰
Mia Camelia
so sweet banget deh 🥰🥰🥰
Mia Camelia
callum udh mulai posesif kalii yaa🤣🤣🤣
Mia Camelia
sean jdi terlibat terus yaa😔
Mia Camelia
hahaaa callum jdi suka iseng yaa🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
wah...wah...calum udh mulaj kebakaran jenggot nih😂😂😂
makin seeruuu nih🥰
Mia Camelia
waduh 🤣🤣🤣calum akting nya mantapp👍👍👍
Mia Camelia
thor ayo up lagi, ya ampun cerita nya bagus banget😄
Mia Camelia
ini kenapa callum yg jdi bucin yaa??🤣🤣🤣
Mia Camelia
kaget ternyata callum bisa marah juga denger delanay ada yg jelek2iin🤣🤣🤣
seruuu banget thor😄
Mia Camelia
wah callum sikap nya berubah mulu ya, kadang dingin, kadang manis, kadang nyeremiin🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
siapa sih yg perkosa delanay??? ayoo thor kasih tau napa ?🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor😄😄😄
callum kok dingin ky es balok banget sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!