NovelToon NovelToon
Pewaris Tahta Semesta

Pewaris Tahta Semesta

Status: tamat
Genre:Action / Budidaya dan Peningkatan / Kultivasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Fatiih Romana

Bagaimana jadinya jika dua keberadaan paling agung dan paling tinggi di seluruh semesta yang ada, terlahir dan muncul kembali setelah jutaan tahun kematian keduanya di masa lalu.

Dan istimewanya, keduanya muncul dan terlahir justru bukan dengan tubuh fisik yang mereka miliki dahulu, melainkan tumbuh dan hidup di dalam tubuh bocah 16 tahun yang secara kebetulan memiliki nama yang merupakan gabungan dari nama kedua sosok itu di masa lalu.

Penasaran?

Tunggu apalagi, langsung masuk dan baca ceritanya di sini!👇

Novel: Pewaris Tahta Semesta
Author: Fatiih Romanaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatiih Romana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24

....

Di tempatnya masing masing, Ding Liren dan ke empat Bayangan menanti penuh minat akan apa jawaban dari Ba Feng itu.

Sebab dengan jawaban itu, mereka bisa menentukan langkah yang akan mereka ambil selanjutnya untuk Klan ini.

Kemudian, dengan keadaan masih gemetar karena gugup, Ba Feng pun memulai ceritanya.

"Sebenarnya saya sudah tidak lagi menganggap mereka sebagai ancaman yang harus saya perhatikan, Tuan. Yang mana itu terjadi semenjak kekuatan saya sudah melampaui kekuatan mereka bertiga dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini.

Hanya saja...,"

Sampai penjelasan tersebut, Ba Feng tidak melanjutkan ucapannya. Justru sebaliknya, kini dia malah terlihat menatap ke arah Ba Jian.

Tatapan itu bukan sekadar lirikan kosong. Ada isyarat yang jelas terkandung di dalamnya. Seperti meminta restu, atau bahkan izin, untuk mengungkap sebuah rahasia yang selama ini menjadi rahasia kedua klan.

Di sisi lain, melihat tatapan mata putranya itu,

Ba Jian pun terlihat langsung memberikan anggukan singkat, disertai dengan kode samar dari jarinya. Memerintahkan Ba Feng agar segera melanjutkan perkataannya itu, tanpa perlu menyembunyikan apapun di depan Ding Liren dan yang lainnya.

Sebab menurutnya, menutupi hal itu akan membuat mereka tampak seperti menyembunyikan niat di balik tabir tipis kepercayaan, dan itu bisa menjadi bumerang.

Apalagi, dengan kekuatan dan jaringan informasi Organisasi Lembah Bayangan, cepat atau lambat rahasia itu pasti akan terbongkar juga.

Dengan pemikiran seperti itu, Ba Jian merasa lebih baik mereka jujur sejak awal, menunjukkan niat dengan jelas agar tidak dianggap sebagai pengecut.

Maka, dengan napas berat dan wajah semakin tegang, Ba Feng pun membuka mulutnya kembali.

"Maaf membuat Anda semua menunggu, Tuan," ucap Ba Feng sambil bangkit dari tempat duduknya, lalu membungkukkan tubuh dalam-dalam ke arah Ding Liren dan para bayangan lainnya.

Kemudian setelah itu, dia pun kembali duduk. Namun kali ini dengan sorot mata yang lebih serius dan tatapan yang menusuk.

"Sebenarnya apa yang ingin saya katakan sebelumnya adalah sesuatu yang sangat sensitif untuk dibahas. Namun untuk Anda semua, saya akan dengan senang hati menjelaskannya."

Nada suaranya sengaja ia ubah menjadi lebih rendah, lebih sopan, dan lebih penuh hormat, bahkan sedikit menjilat, seperti seorang bawahan yang mencoba mencari celah untuk mengambil hati atasan.

Namun sayangnya, apa yang dilakukannya itu justru menyulut amarah Ding Liren.

Dengan mata menyipit tajam dan nada suara yang mendadak meledak seperti petir musim dingin, Ding Liren membentak:

"Katakan saja langsung pada intinya, karena aku tidak cukup memiliki kesabaran untuk terus mendengarkan omong kosongmu itu!"

Deg...!

Bentakan itu membuat ruangan berguncang sesaat. Bahkan udara terasa seolah mengeras.

"Ba-baik, Tuan."

Wajah Ba Feng mendadak pucat. Suaranya kini gemetar, dan keringat dingin mulai mengalir deras dari pelipisnya. Dia menunduk dalam, mencoba menyembunyikan ekspresi paniknya.

Namun, tidak ada tempat untuk bersembunyi di hadapan lima monster dari Lembah Bayangan.

Dengan suara yang hampir bergetar namun tetap memaksa untuk tegar, Ba Feng pun mulai membuka isi hatinya yang paling gelap:

"Yang sebenarnya terjadi adalah… beberapa tahun terakhir, kami kedua klan telah mencapai satu kesimpulan. Yaitu bahwa Klan Ling tidak lagi layak menyandang status sebagai salah satu dari tiga klan besar di kota Chang’an. Mereka lemah, menyedihkan, dan hanya mempermalukan nama kota ini di hadapan wilayah lain. Maka dari itu, kami memutuskan untuk menghancurkan mereka."

Hening.

Ucapan itu menggantung di udara, seperti kabut dingin yang merambat ke tulang.

Dengan sorot mata menunduk, Ba Feng melanjutkan:

"Kami melakukan kesepakatan rahasia dengan Klan Yu untuk bersama-sama melenyapkan Klan Ling dari peta kekuatan kota ini."

"Langkah pertama kami adalah menyewa jasa Organisasi Lembah Bayangan untuk secara diam-diam merusak jalan kultivasi generasi muda mereka secara perlahan namun pasti."

"Dan ketika saatnya tiba... kami akan melaporkan pada pihak kerajaan bahwa Klan Ling telah jatuh. Itu akan menjadi dasar yang sah untuk menyerang mereka secara terbuka, dengan dalih konflik internal dan perluasan wilayah."

"Karena sesuai dengan hukum kerajaan, klan yang jatuh harus segera diambil alih. Bila tidak, mereka hanya akan menjadi beban bagi wilayah ini."

Ding Liren masih diam, namun sorot matanya mulai menyala dengan sinar dingin yang menusuk. Begitu pula dengan keempat bayangan lainnya yang aura mereka mulai meluap.

Namun bodohnya, Ba Feng tidak menyadarinya.

Sebaliknya, ia malah mulai tersenyum kecil dengan rasa bangga, lalu menambahkan.

"Lagipula, bukankah itu wajar? Dunia ini adalah milik mereka yang kuat. Dan Klan Ling? Mereka hanyalah pecundang. Lihat saja saat upacara kedewasaan terakhir... mereka bahkan tidak bisa bersaing,..."

"Sungguh sangat memalukan."

Mendengar itu, Ba Jian ikut menimpali dengan tawa yang keras dan hina.

"Benar sekali! Mereka seperti sisa masa lalu yang gagal. Kota ini butuh klan yang bisa membawa kemajuan! Seperti kita... seperti Klan Yu. Bukan klan rendahan yang bahkan tidak bisa menjaga martabatnya!"

"Kalau perlu, kita buat mereka benar-benar punah. Supaya tidak ada lagi noda yang mempermalukan nama Chang’an."

Seketika suasana berubah drastis.

Aura yang awalnya hanya samar, kini menyelimuti seluruh ruangan seperti badai salju yang siap menerkam siapa saja.

Bayangan 1, 2, 3, dan 4 kini berdiri tegak dengan sorot mata tajam. Sementara Ding Liren... menghilang.

Sret...!

Dalam sepersekian detik, suara serak penuh penderitaan menggemuruh dari sudut ruangan.

Krek… Krek…

Uhukkk!!! Uhukkk!!!

Pasangan ayah dan anak itu kini tergantung di udara, dengan leher mereka tergenggam erat oleh kedua tangan Ding Liren yang kini berdiri di tengah ruangan seakan muncul dari udara kosong.

Wajah mereka berubah pucat, lidah hampir terjulur, mata membelalak, namun tak ada suara keluar.

Tak bisa melawan. Tak bisa memohon. Tak bisa melarikan diri.

Mereka seperti dua potong daging di tangan algojo.

Setelah cukup lama waktu berlalu...

Wush... Wush...

Brak!

Brak!

Tubuh Ba Jian dan Ba Feng terlempar keras ke sudut ruangan, menabrak pilar batu dan jatuh ke lantai dalam kondisi remuk.

"Kau urus mereka! Namun jangan biarkan mereka mati dengan mudah," perintah Ding Liren kepada Bayangan 1, dengan suara dingin seperti bilah pedang salju.

Tanpa kata lagi, Bayangan 1 melangkah maju perlahan dengan tatapan kosong namun mengerikan. Seperti malaikat maut yang baru saja menerima mandat.

Sementara itu, Ding Liren memberikan isyarat pada Bayangan 2, 3, dan 4.

Mereka bertiga langsung mengikutinya keluar dari ruangan.

Sesampainya di luar, mereka disambut oleh pemandangan puluhan anggota Klan Ba yang tengah berbaris rapi di halaman luas, dengan Ba Tian yang tampak sibuk memberi instruksi pada beberapa tetua klan.

Tak satu pun dari mereka sadar...

Bahwa hal yang mereka banggakan baru saja berubah arah.

1
Zulterry Apsupi
kau buat MC super goblok
Jade Meamoure
cakep eh... bahasanya yg aq suka tertata rapi jarang typo salut n moga kdepannya semakin maju
Jade Meamoure
pasti itu Zhou Yuan duh Napa pake taklukin sekte segala sih Jan ampe kemaruk
Jade Meamoure
pengen untung malah buntung
Jade Meamoure
yah Ling Tian pasti naik ke alam yg lebih tinggi
Jade Meamoure
palingan pergi k istana kkaisaran
Jade Meamoure
tak gampang membangun negeri sendiri lho yah kalo hal seperti d novel bisa d lakukan d dunia nyata ha tk bakalan ada perang 😂😂😂
Jade Meamoure
pedangnya dewa Kematian ya waaahh
Jade Meamoure
apa itu pedangnya kaisar kegelapan eh maksudnya dewa perang ??🤔🤔
Jade Meamoure
jangan suka pingsan dong thor 😏😏
aishh pingsan tanda tak mampu, jadikan Ling Tian sosok pendekar yg solid
Jade Meamoure
ini sangat bagus mereka kompak heh kalo d klan lain maka bersaing nya bisa curang tk punya rasa persaudaraan apalagi ikatan darah
king Rud
makasih n sukses slalu Thor ✍️💪☕👍🙏
Adek Darmansyah
mana.. lama amat
Rusdi Bintang
terlalu banyak penjelasan dan analisa daripada aksi yg membuat pembaca bosan,dan cerita sprti ini membuat pembaca berhenti membaca dan pindah ke novel lain
Yosef Kurniawan
trims Thor.. d tgg kelanjutan ny.. 👍👍🚀🚀💪💪💪💪
Markinyo
untuk memusnahkan 1 klan aj bbrp bab, ber tele2
M Rijal
harapan ku di season kedua LIN TIAN akan lebih banyak kutipan nasehat dan pelajaran perjuangan kehidupan. karena dalam hidup ini tidak semua yang kita inginkan, bisa terwujud semua. musibah, bencana, kenikmatan, keajaiban, dan keindahan itu bisa terjadi dengan tiba-tiba diluar prediksi kita. semoga season kedua akan lebih berbobot. bukan hanya sekedar hayalan saja.
Mang AGus
Luar biasa
CahNdablek
menurut gw lumayan memuaskan ceritanya
CahNdablek
gw tetap nunggu LING TIAN aj dah S2 nya 😁👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!