NovelToon NovelToon
Teluh Kiriman Tetangga

Teluh Kiriman Tetangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Dendam Kesumat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: ummiqu

"Mulutmu harimaumu"

Demikian lah peribahasa sederhana yang seringkali kita dengar. Dijadikan pengingat agar kita berhati-hati dalam bertutur kata.

Sayangnya itu tak berlaku untuk seseorang di luar sana. Dengan ringan lisannya berucap tanpa peduli imbas negatif yang ditimbulkan.

Malam-malam yang tenang dalam sekejap berubah jadi menegangkan.

Hadirnya sosok tak kasat mata yang selalu mengawasi, tak hanya membawa rasa sakit tapi juga ketakutan.

Lalu siapa yang bisa bertahan sampai akhir, 'dia' atau mereka ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Belum Tuntas !

Melihat kepergian suami Narti, Burhan nampak tersenyum penuh kemenangan. Dia mengira ustadz Firman sedang membelanya.

Tapi dia salah. Ustadz Firman justru mengatakan sesuatu yang membuat lututnya gemetar.

"Apa kamu senang Burhan?" tanya ustadz Firman.

"Ehm, saya ga merasa begitu Ustadz. Saya cuma lega karena orang yang mengusik saya udah pergi," sahut Burhan.

"Aneh. Harusnya kamu malu Burhan. Bukan kamu yang berhak ada di sini tapi mereka karena mereka kan keluarga Narti. Kamu yang bukan siapa-siapa. Kamu cuma orang ketiga yang telah menghancurkan kebahagiaan mereka," kata ustadz Firman.

"Saya ga bermaksud begitu Ustadz. Saya cuma ... " ucapan Burhan terputus.

"Apa kamu pikir almarhumah Narti senang melihatmu di sini?. Dia justru tersiksa melihat kamu mengacau di acara pemakamannya Burhan!" kata ustadz Firman.

"A-apa?, ga mungkin. Saya yakin Narti pasti senang saat tau saya hadir untuk mendoakannya tadi. Soalnya selama ini dia selalu senang kalo ketemu saya," sahut Burhan.

Ustadz Firman nampak menggeleng sambil tersenyum getir mendengar jawaban Burhan.

"Jadi kamu pikir doamu bisa membuat Narti lepas dari penyesalan karena telah mengkhianati suaminya?. Kamu salah Burhan. Justru kehadiranmu membuat langkah Narti semakin berat karena dosa-dosa kepada suaminya juga datang membebaninya. Ridho suaminya yang semula tercurah kini terenggut karena ulahmu. Asal kamu tau, sekarang Narti lagi menangis, bingung dan kesakitan. Apalagi semua jalan menuju tempat tujuan akhirnya tertutup," kata ustadz Firman.

Burhan terkejut mendengar penjelasan ustadz Firman. Dia tak menyangka tujuan baiknya malah berbuah petaka untuk Narti.

Melihat Burhan terdiam, ustadz Firman maju lalu menyentuh bahunya. Dia ingin Burhan tahu apa yang sedang Narti rasakan.

"Kalo kamu ga percaya, coba kamu dengar ini," kata ustadz Firman kemudian.

Sesaat setelah jemari ustadz Firman menyentuh bahunya, Burhan merasa ada yang berbeda. Suasana sekelilingnya yang semula dipenuhi suara kini berubah menjadi hening dan sunyi.

Namun di sela keheningan itu Burhan mendengar suara tangis yang sangat familiar. Suara itu mengingatkan Burhan pada suara tangis penyesalan Narti usai mereka melakukan hubungan int*m pertama kali di salah satu penginapan di kota dulu.

Suara yang semula terdengar lirih itu perlahan makin jelas dan membuat Burhan ketakutan. Tubuhnya gemetar, bulu kuduknya meremang dan jantungnya pun berdetak lebih cepat. Dia menoleh ke kanan dan ke kiri seolah ingin memastikan bahwa suara tangis itu memang milik Narti.

"Nar-Narti ...?" gumam Burhan.

"Betul. Apa kamu percaya sekarang?" tanya ustadz Firman.

Alih-alih menjawab pertanyaan ustadz Firman, Burhan justru lari meninggalkan makam Narti begitu saja. Burhan juga mengabaikan panggilan ustadz Firman yang bermaksud mengembalikan pendengarannya seperti semula.

"Apa perlu saya kejar Ustadz?" tanya Danu.

"Ga usah Mas Danu. Mungkin ini satu-satunya cara agar Burhan mau berhenti," sahut ustadz Firman.

"Berhenti ngapain Ustadz?" tanya Rama.

"Berhenti merusak rumah tangga orang lain. Karena setelah saya selidiki, bukan cuma Narti yang jadi kekasih gelapnya tapi ada wanita lain. Sayangnya mereka juga wanita bersuami sama seperti Narti," sahut ustadz Firman.

Tentu saja jawaban ustadz Firman mengejutkan Rama dan Danu. Keduanya terdiam sambil menatap punggung Burhan yang menjauh itu dengan tatapan kesal.

\=\=\=\=\=

Meninggalnya Narti telah menjadi bahan gunjingan. Dimana-mana semua orang membicarakan kematiannya yang tak wajar itu. Tak jarang mereka melebih-lebihkan cerita agar perbincangan makin seru.

Bak disiram bensin, cerita negatif yang beredar kian membesar dan panas saat cerita tentang perkelahian Burhan dengan suami Narti mengemuka. Semua orang di desa kini tahu Burhan dan Narti menjalin hubungan terlarang di belakang pasangan masing-masing.

Berita itu juga sampai ke telinga Sartika, Azam dan Laras. Mereka terkejut sekaligus penasaran karena sebelumnya Sastro melarang mereka melayat ke rumah Narti.

Bukan tanpa alasan Sastro melarang mereka pergi. Menurut Sastro, kehadiran keluarganya hanya akan membuat suasana makin kacau. Dia khawatir suami Narti akan meminta maaf pada keluarganya dan membongkar apa yang telah berusaha dia tutupi selama ini.

Ya, Sastro memang menyimpan rapat rahasia tentang Narti dan Burhan yang telah mengguna-gunai Laras. Sastro merasa kemarahan pocong Ginah sudah cukup untuk menghukum mereka.

Selain itu Sastro merasa guna-guna Burhan dan Narti tak lagi manjur karena kini Laras telah memiliki calon suami.

"Padahal bu Narti itu orangnya kalem dan ga neko-neko. Kehidupannya bisa dibilang harmonis. Kok bisa-bisanya kepincut sama cowok model pak Burhan ya," kata Laras membuka percakapan.

"Namanya juga dibawa setan khilaf Mbak. Itu sebabnya dia lupa kalo udah punya suami yang lebih segalanya dari pak Burhan," sahut Azam.

"Setan khilaf?. Emang ada setan yang namanya begitu Zam. Kok aku baru tau ya," kata Laras.

"Ck, itu cuma istilah aja Mbak. Lagian aku kan ga temenan sama setan, jadi aku ga tau nama mereka. Aku cuma asal nyebut aja tadi," sahut Azam.

Tentu saja jawaban Azam membuat mereka yang sedang berada di rumah Sastro itu tertawa. Tapi tawa mereka terhenti karena suara gaduh di luar rumah.

Azam dan Sastro sontak bangkit dari duduk masing-masing lalu bergegas keluar untuk melihat apa yang terjadi.

"Ada apa Bulik. Ada orang ribut ya?" tanya Laras sambil merapat kearah Sartika.

"Ga tau Ras. Mudah-mudahan cuma salah paham ringan aja ya," sahut Sartika sambil menatap keluar jendela.

Azam dan Sastro yang tiba di pintu pagar nampak bingung melihat kerumunan orang di tegah jalan yang tepat berada di depan rumah Sastro.

"Ada apa ini. Kenapa ribut-ribut di depan rumah saya?!" tanya Sastro.

Semua orang menoleh. Sebagian bergeser menjauh dari depan pintu pagar rumah Sastro.

"Maaf Pak Sastro. Ini, kami lagi nenangin pak Burhan yang ngamuk," kata seorang pria sambil menunjuk kearah Burhan yang sedang dipegangi warga.

Sastro dan Azam sontak menoleh kearah Burhan. Mereka terkejut melihat kondisi Burhan yang mengenaskan, tanpa busana yang layak dan terus meracau seperti orang gila.

"Itu Burhan?" tanya Sastro tak percaya.

"Iya Pak. Sejak bikin ulah di acara pemakaman Narti seminggu yang lalu, dia jadi kaya orang stress. Sering lari-lari tanpa arah kaya orang dikejar sesuatu, terus nangis dan ngomong sendiri. Barusan dia bikin takut ibu-ibu dan anak-anak karena mau buka baju di tengah jalan. Pas diingetin, eh malah ngamuk. Makanya kami ringkus dia," sahut salah seorang warga.

"Oh gitu. Ya udah, tolong diamanin ya. Kalo perlu bawa aja ke Rumah Sakit Jiwa. Jangan sampe ganggu orang apalagi ibu-ibu sama anak-anak. Kasian mereka," kata Sastro.

"Baik Pak Sastro," sahut warga serempak.

Setelahnya dengan kasar warga menyeret Burhan agar menjauh dari jalan desa.

Sebelum pergi Burhan sempat menoleh kearah Sastro dan mengucapkan kata maaf berkali-kali.

"Maaf, maafin saya. Tolong ampuni saya ...," pinta Burhan sambil menangkup kedua telapak tangan di depan dada.

"Berisik. Ayo jalan!" sahut warga sambil mendorong Burhan dengan kesal.

Tanpa semua orang sadari, diam-diam Sastro menganggukkan kepala untuk merespon permintaan maaf Burhan. Meski hanya anggukan samar tapi berhasil membuat Burhan tersenyum lega.

Setelah Burhan menjauh, Sastro pun menghela nafas panjang. Dia yakin sekarang Burhan sedang menuai hukuman atas perbuatan jahatnya.

"Ayo masuk. Jangan lupa kunci pintunya ya Zam," kata Sastro.

"Iya Pakde," sahut Azam.

Meski Narti dan Burhan telah menerima hukuman, tapi Sastro belum bisa bernafas lega. Dia yakin urusannya dengan yang lain belum tuntas. Sastro yakin masih ada 'sesuatu' di depan sana yang akan datang dan menyita pikirannya nanti.

\=\=\=\=\=

1
Nurr Tika
lanjut thor 💪
any Sulistiani: in syaa Allah siap 👌🏻😊
total 1 replies
Nurr Tika
dikasih suami baik mlh selingkuh
any Sulistiani: yup, begitu lah klo org krg bersyukur.

lanjut lg ya say, mksh 😘
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut
any Sulistiani: Alhamdulillah.., mksh kak 🙏🏻😊
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅
ehh nemu bacaan yg baru
bru baca soalnya
💜⃞⃟𝓛 ☘𝓡𝓳❤️⃟Wᵃf•§͜¢•🍒⃞⃟🦅: iya kk tp maaf klo aq blm lanjut baca aoalnya aq ada kenadala kk di quota kadang ada kadang tidak
total 2 replies
Nurr Tika
pantesan ginah benci sma sartika ternya oh ternyata
any Sulistiani: betul. cinta masa lalu yg blm selesai berujung dendam yg ga berkesudahan 😖
total 1 replies
Nurr Tika
waktu hidup ngongnya nyinyir udah jdi pocong ja ngomongnya masih nyinyir ya ginah
any Sulistiani: he he 😄
total 1 replies
Nurr Tika
nyeselkan kamu ginah
Nurr Tika
sabar ya sastro
any Sulistiani: siaaapp 👌🏻
total 1 replies
Nurr Tika
somoga hubunganya langeng ya laras
any Sulistiani: aamiin ... mksh kak 🙏😊
total 1 replies
Nurr Tika
apa ginah kena santet
any Sulistiani: lanjut dulu ya kak ..
total 1 replies
Nurr Tika
kasiankan laras gara" kelakuan ibunya
Nurr Tika
mendinganurusin keluargamu sendiri drpada ngurusin hidup orang lain
any Sulistiani: yup, se7 kak 👍🏻
total 1 replies
Arlena Lena
cepet amat dibuat mati
Arlena Lena
si Ginah mirip si kokop kalo ngomong ta da remmm
any Sulistiani: in syaa Allah siaap KK 😊
total 3 replies
deepey
betul. ini tetangga julid satu ngajak gelud
any Sulistiani: he he ... iya KK 😄
total 1 replies
💎hart👑
dapet notif ada cerita baru dari ummibebs cus langsung baca...
any Sulistiani: Alhamdulillah.. mksh kak 🙏😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!