Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Bayu berangkat ke kantor dengan perasaan kesal, dia berangkat dengan menggunakan angkutan umum. Pakaian yang awal nya rapi harus berubah kusut dan berantakan saat tiba di kantor.
Sekarang ini Bayu tidak lagi menjadi OB, tali sebagai staf biasa. Vira memang mengembalikan jabatan nya seperti semula, seperti saat dia belum menikah dengan Vira.
Sementara itu di rumah, Miranda kembali memejam kan mata nya di atas kasur lantai tipis yang ada di kamar nya. Bi Marni yang merasa sangat geram melihat nya, dia masuk ke dalam kamar nya Miranda sambil membawa seember air.
Byuuurrr.
Bi Marni menyiram kan air itu tepat di tubuh Miranda, sehingga dia basah kuyup.
"Cepat bangun, enak saja masih tidur padahal ini sudah siang!" Bentak bi Marni dengan kesal.
"Apaan sih bi, aku ngantuk tahu!" Jawab Miranda dengan tak kalah kesal.
"Bangun Cepat, ada banyak pekerjaan di rumah ini yang harus di kerjakan! Ingat status mu, kau bukan lah nyonya di rumah ini, tapi Pembantu!" Bi Marni mengingat kan akan status Vira di rumah ini.
"Bibi keterlaluan banget, tadi Vira sudah menyirami ku dengan air. Sekarang bibi juga melakukan hal yang sama, kalian berdua benar - benar keterlaluan!" Miranda memperlihat kan baju nya yang sudah basah kuyup.
"Aku tidak ingin mendengar alasan lagi, cepat ganti baju mu dan kerjakan semua tugas mu!" Bi Marni meraih sebuah baju daster yang kemarin dia berikan pada Miranda dan sekarang teronggok di sudut kamar, lalu melempar kan daster tersebut tepat di wajah Miranda.
Miranda mengambil daster itu dan mengganti nya dengan daster nya yang sudah basah kuyup, setelah itu dia pun pergi keluar mengikuti langkah kaki bi Marni. Miranda merasa sangat lapar, dan dia mengambil 2 buah roti tawar tudak lupa dia juga ingin membuat kan susu untuk sarapan nya.
"Jangan berani menyentuh makanan itu, letak kan kembali di tempat nya!" Bi Marni memukul tangan Miranda yang ingin menuang susu cair ke dalam gelas.
"Bi, aku belum sarapan, aku laper. Aku tudak bisa bekerja jika aku laper!" Miranda protes pada bi Marni.
"Ini ada nasi sisa semalam, kau bisa memakan nya jika lau mu sarapan. Tapi jangan pernah kau menyentuh makanan untung anak - anak nya nyonya di rumah ini!" Bi Marni memperingat kan Miranda.
"Bi, ini nasi sisa semalam. Aku tidak sudi memakan nya!" Miranda memandang nasi itu dengan jijik.
"Tidak usah banyak gaya kamu, ini nasi masih bagus. Baru saja akan keluar kan dari dalam riset cooker tadi, kau bisa menggoreng nya agar enak di makan. Gitu aja gak ngerti!" Omel bi Marni dengan kesal.
"Bibi saja yang buat kan sarapan buat aku, aku tidak bisa memasak!" Miranda memberi perintah pada bi Marni.
"Ogah aku masak buat kamu, masak saja sendiri jika mau makan. Kamu masih punya tangan dna kaki kan, gunakan tangan mu jangan menyuruh orang lain!" Bi Marni menolak apa yang di katakan oleh Miranda.
Dengan sangat kesal, Miranda membawa nasi itu ke belakang. Karena perut nya yang terasa lapar, akhir nya dia pun memasak nasi itu untuk diri nya sendiri. Untung bi Marni tidak melarang nya ketika dia mengambil sebutir telur dan sayuran yang ada di kulkas sebagai teman nasi goreng nya.
Miranda bersandar di dinding dapur setelah dia menghabis kan sepiring nasi goreng nya, dia merasa kenyang dan mata nya mulai mengantuk.
"Ah, aku tidur di sini saja, agar si nenek tua itu tidak bisa menemukan ku!" Guman Miranda sambil tersenyum.
Setelah perut nya kenyang, Miranda berniat untuk tidur lagi. Dia menyandar kan tubuh nya di dinding sambil duduk, tapi belum sempat dia memejam kan mata nya Bi Marni muncul dan langsung melempar kan kain lap tepat di wajah nya Miranda.
"Cuci semua barang yang sudah kau pakai tadi, jangan cuma duduk santai di sini!" Bi Marni berkata sambil mencak - mencak.
Miranda yang batal melanjutkan tidur nya, akhir nya terpaksa bangun dan mencuci wajah dan piring yang baru saja dia gunakan. Bi Marni benar - benar membuat nya kesal, tapi Miranda tidak bisa membantah nya. Karena dia adalah pembantu kepercayaan Vira, dan dia memang di perintah kan oleh Vira untuk mengawasi nya.
"Sekarang kau bersih kan seluruh rumah, tapi kau tidak boleh membersih kan kamar nya nyonya Vira. Biar kan aku yang membersih kan nya, karena nyonya Vira tidak mengizin kan mu untuk memasuki kamar nya!" Bi Marni memberi perintah pada Miranda.
Dengan sangat kesal, Miranda pun mulai membersih kan seluruh rumah. Dia membawa kali lap dan juga ember yang berisi air, Miranda memulai tugas yang di berikan oleh Bi Marni.
Miranda merasa sangat kelelahan, rumah ini cukup besar dan memilik 2 lantai. Sehingga bagi Miranda, membersih kan nya adalah hal yang sangat melelahkan. Miranda yang sudah merasa lelah, akhir nya beristirahat di sofa yang ada di ruang keluarga. Ruang keluarga berada di lantai atas rumah itu.
Miranda akhir nya terlelap, padahal pekerjaan yang di berikan oleh Bi Marni belum selesai dia laksanakan. Miranda tidak perduli dengan peringatan bi Marni tadi, dia memilih untu tidur di ruang keluarga.
Setelah beberapa saat, bi Marni menyadari bahwa Miranda belum juga menyelesaikan tugas nya. Bi Marni mencari nya di ruang tamu dan juga di kamar tamu, tapi dia tidak menemukan keberadaan Miranda.
"Di mana perempuan itu? Di suruh bersih - bersih rumah malah menghilang tidak jelas, pasti dia sekarang tertidur!" Guman Bi Marni dengan geram.
Bi Marni sudah selesai mencuci semua pakaian majikan nya, kecuali pakaian nya Bayu. Karena memang Vira yang melarang nya, dan dia meminta pada Bi Marni agar menyuruh Miranda yang mengerjakan nya.
"Di sini rupa nya dia, wajar saja lantai bawah belum di bersih kan. Rupa nya dia tertidur di sini!" Bi Marni menggeleng kan kepala melihat Miranda yang malah dengan santai nya tidur di sofa ruang keluarga.
Bi Marni berfikir keras, dia ingin membuat perempuan pelakor itu kaget, tapi bagai mana cara nya? Tadi dia sudah menyiram nya dengan air, tapi rupanya hal itu tidak membuat Miranda kapok. Dia masih saja tertidur saat bi Marni lengah.
Tiba - tiba bi Marni tersenyum, dia menemukan cara untuk mengerjai si wanita pelakor itu.
"Miranda Cepat bangun Miranda, nyonya Vira mencari mu di bawah!" Bi Marni berteriak dengan keras di telinga nya Miranda.
Seketika Miranda kaget, dan dia langsung melompat bangun dari tidur nya.
"Hah, Vira? Benarkah?" Tanya Miranda dengan kaget.
"Iya, nyonya sedang marah - marah di bawah dan dia ingin kau segera menemui nya, karena jika tidak dia akan mengusir mu dan membuat mu menjadi gembel di jalanan!" Ujar Bi Marni lagi.
Dengan cepat Miranda berlari turun ke bawah, ketika tinggal 3 anak tangga lagi untuk tiba di bawah, kaki nya terkandung dan dia pun terjatuh.
Bi Marni yang melihat nya dari lantai atas tertawa terbahak - bahak, dia puas melihat Miranda meringis kesakitan. Saat itu juga Miranda baru sadar bahwa bi Marni sengaja mengerjai nya.
tinggal usir mereka... ato jual rmhmu....
kadang cerai bukan buat anak trauma tp mntelamat kan mental. semakin berbohong nnti kl anak tau mlh tambah bikin anak gk sehat secara psikis.
🤣🤣🤣.
makane di selingkuh I krn nyatanya gk berani cerai Dr bayu kan. anak anak cm alesan bagi wanita bucin.