Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Miranda, bu Tuti dan juga Raya menantikan Bayu pulang ke rumah mereka, mereka berharap Bayu pulang membawa banyak uang untuk mereka. Tapi hingga hari siang, Bayu tidak kunjung pulang, Bayu langsung pergi ke kantor dari rumah Vira.
"Ini tidak bisa di biar kan, mas Bayu enak - enakan di sana. Tapi kita kesusahan di sini!" Omel Miranda dengan kesal.
Bu Tuti juga kebingungan, semua persediaan makanan di rumah nya sudah habis. Beras dan yang lain nya sudah habis semua, harus nya dia berbelanja kebutuhan rumah seminggu sekali. Tapi karena hingga saat ini Bayu belum juga mengirim kan uang pada nya, jadi dia belum bisa berbelanja lagi.
"Ini tidak bisa di biar kan, enak saja mas Bayu tinggal bersama Vira di rumah mewah. Sedang kan aku harus tinggal di sini, mana tidak di berikan uang lagi!" Miranda kesal karena Bayu hingga saat ini belum juga pulang ke rumah.
Bayu yang kata nya hanya pamit sebentar untuk membujuk Vira, tapi sampai saat imi masih belum kembali juga. Hal itu tentu membuat Miranda meradang. Ponsel Bayu hingga saat ini belum juga nisa di hubungi, akhir nya Miranda memutuskan untuk menyusul Bayu ke rumah nya Vira.
"Ini tidak bisa di biar kan, aku harus menyusul Mas Bayu ke sana!" Miranda berkata pada Bu Tuti dan juga Raya.
"Aku ikut, mas Bayu sampai saat ini belum juga mengirim kan uang untuk ku. Aku jadi bolos kuliah karena tidak punya uang!" Raya juga ikut kesal dengan Bayu.
"Ibu juga ikut!" Bu Tuti memutuskan untuk ikut menyusul Bayu bersama anak dan juga menantu nya.
"Bu, aku dan mbak Miranda itu pergi nya naik motor. Jadi gak bisa kalau harus bertiga, udah lah bu, ibu di rumah saya!" Raya berkata dengan kesal pada ibu nya.
"Iya bu, ibu di rumah saja. Nanti biar aku minta mas Bayu buat transfer uang nya pada ibu!" Miranda ikut menimpali.
"Ya udah, tapi suruh Bayu transfer uang nya cepat. Kebutuhan rumah sudah pada habis!" Bu Tuti berkata sambil mengerucut kan bibir nya.
Kedua nya segera berangkat ke rumah nya Vira, mereka mengira saat ini Bayu masih berada di rumah nya Vira. Padahal tanpa sepengetahuan mereka, Bayu saat ini sudah pergi kantor.
"Mas Bayu, Mas Bayu!" Teriak Raya dengan suara keras ketika tiba di rumah Vira.
"Maaf non, Tuan Bayu nya tidak ada di rumah!" Bi Marni yang mendengar teriakan Raya bergegas keluar menemui nya.
"Ke kantor? Jadi mas Bayu tidak ada di sini?" Tanya Miranda dengan geram.
"Iya mbak, Tuan Bayu nya sekarang sedang pergi kantor!" Bi Marni menambah kan lagi.
"Saya ini istri nya Bayu, panggil saya nyonya seperti kamu memanggil Vira!" Bentak Miranda kesal hanya karena Bi Marni memanggil nya dengan sebutan mbak.
"Baik Nyonya!" Bi Marni mengangguk kan kepala nya.
"Tidak ada guna nya kita tetap di sini, mas Bayu tidak ada. Kita susul ke kantor saja!" Ujar Raya pada Miranda.
"Iya, ayo!" Kedua nya pergi dari rumah Vira tanpa basa - basi.
Sementara itu di kantor nya, Bayu sudah tidak tahan lagi menghadapi ejekan dan cemooh dari orang lain yang selama ini menjadi bawahan nya. Dia segera menemui Vira di ruangan nya.
"Vira, kembalikan jabatan ku seperti sedia kala Vir. Aku tidak mau menjadi bahan ejekan pada semua orang Vir!" Tanpa Basa - basi Bayu langsung mengutarakan keinginan nya ketika di tiba di ruangan milik Vira.
"Lalu setelah itu kau akan membuat perusahaan ini bangkrut dengan terus menerus mengeruk uang nya, begitu yang kau ingin kan!" Tukas Vira dengan ketus.
"Vir, uang yang aku ambil tidak seberapa di banding kan dengan kerja kerasa aku selama 10 tahun di perusahan ini!" Bayu merasa bahwa perusahan ini bisa maju karena kerja keras diri nya.
"Ini yang kau sebut maju!" Ujar Vira sambil melempar kan sebuah map tepat di hadapan Bayu, sehingga semua isi di dalam nya berhamburan keluar.
Bayu memungut satu persatu kertas yang berserakan tersebut, dan dia membaca isi nya dengan teliti. Mata Bayu melotot seolah - oleh ingin keluar dari kelopak nya, melihat apa yang tertulis di kertas itu.
Di sana tertera jelas aliran dana ke rekening pribadi nya dan juga Miranda, semua itu di luar dari gaji mereka selama ini. Termasuk di dalam nya adalah laporan pembayaran uang muka rumah untuk Miranda, yang kini sudah di ambil alih oleh Vira.
"Ba,,, Bagai mana kau bisa tahu semua ini Vir?" Tanya Bayu dengan gugup.
"Apakah kau pikir kau dan Miranda itu pintar mas, kalian sengaja menggunakan uang perusahaan untuk bersenang - senang. Bulan Madu ke Bali dengan alasan pekerjaan kantor, kalian benar - benar menjijikkan!" Ujar Vira dengan garang.
"Jadi benar semua itu adalah perbuatan mu, Vira?" Tanya Bayu dengan geram.
"Iya, tepat sekali. Aku lah yang sudah membuat mu dan Miranda menjadi gembel di sana. Aku juga sudah merebut rumah itu dari kalian!" Ujar Vira dengan berani.
Bayu mengepal kan tangan nya, dia ingin sekali menghajar Vira karena sudah mempermalukan diri nya dan juga Miranda di negeri orang. Tapi sebisa mungkin dia menahan semua itu, karena akibat nya akan jauh lebih buruk lagi jika dia berani menyakiti Vira secara fisik.
"Vir, tolong kembali kan Rumah itu Vir, aku juga berhak atas rumah itu! Izin kan aku dan Miranda tinggal di sana!" Bayu memohon pada Vira.
"Rumah itu milik ku, dan aku tidak akan mengizin kan mu membawa gundik nya ke dalam rumah ku!" Vira berkata dengan tegas.
"Vir, aku tahu aku sudah bersalah pada mu. Jadi tolong maaf kan aku Vira, tolong kembalikan jabatan ku seperti dulu, aku mohon!" Bayu memohon pada Vira.
"Baik lah mas, aku akan kembalikan lagi posisi mu ke setelan awal nya!" Ujar Vira dengan senyum mengembang di sudut bibir nya.
"Benar kah itu Vira?" Bayu bertanya dengan sangat antusias.
"Benar mas, aku tidak bohong!" Vira menjawab dengan senyum lebar nya.
"Terima kasih banyak Vir, terima kasih banyak!" Bayu sangat bahagia karena dia akan mendapat kan kembali jabatan nya.
"Tapi aku punya syarat nya mas!" Ujar Vira lagi.
"Apa syarat nya Vir?" Tanya Bayu pada Vira.
"Semua gaji mu akan masuk ke rekening ku, dan uang itu akan aku gunakan sebagai uang nafkah untuk anak - anak!" Vira menjelaskan syarat nya pada Bayu.
"Mas setuju Vir dengan syarat mu. Mas tidak keberatan!" Ujar Bayu dengan senyum lebar nya.
'Dasar wanita bodoh, silah kan kau ambil semua gaji ku. Setelah aku mendapat kan kembali jabatan ku, maka aku akan menguras semua uang yang ada di perusahan Bayu hingga bangkrut!' Bayu membatin di dalam hati sambil tersenyum lebar.
Bayu menganggap Vira adalah wanita yang bodoh dan lugu, tapi dia tidak sadar akan maksud ucapan Vira. Bayu kini terjebak di dalam perangkap yang sudah di siap kan oleh Vira.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅