NovelToon NovelToon
London’S Heart Surgeon

London’S Heart Surgeon

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Pernikahan rahasia / Kehidupan alternatif
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: AEERA-ALEA

novel dengan universe berbeda dari novel
"hazel lyra raven", dimana pharma dan Lyra bisa bersama tanpa ada ledakan

Dokter Lyra (27), spesialis anak, dipindahtugaskan ke Rumah Sakit Delphi di London. Di sana, ia harus berhadapan dengan Pharma Andrien, kepala rumah sakit sekaligus spesialis saraf yang dijuluki "Ice King" karena sifatnya yang sangat cuek, dingin, dan perfeksionis di depan staf medis.
​Namun, segalanya berubah saat mereka sedang berduaan. Di balik pintu tertutup, Pharma berubah drastis menjadi sosok yang sangat clingy dan manja hanya kepada Lyra. Kini, Lyra harus berjuang menjaga profesionalitas di rumah sakit sambil menghadapi tingkah "muka dua" atasannya yang tidak bisa jauh darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AEERA-ALEA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Lyra menarik selimutnya hingga ke dada, membiarkan martabak manisnya terlupakan sejenak. Jemarinya mulai lincah melakukan scrolling di Instagram, melewati postingan teman-teman sejawatnya yang pamer hasil operasi atau foto makanan, hingga ia masuk ke sebuah akun berita resmi berskala internasional yang berbasis di London.

​Tiba-tiba, sebuah unggahan dengan jumlah likes yang mencapai angka jutaan muncul di beranda. Foto itu memperlihatkan seorang pria yang sedang berdiri di depan mikrofon dalam sebuah konferensi pers resmi di markas kepolisian London.

​> ANJIR, SIAPA NIH?! Kok aura fotonya beda banget? Padahal cuma foto lagi berdiri doang!

​Di bawah foto itu, kolom komentar meledak. Narasi berita menyebutkan bahwa London baru saja memberikan apresiasi tertinggi kepada sosok yang selama ini menjadi buah bibir di seluruh Inggris: Normeen Magnus.

​Lyra memicingkan mata, memperbesar foto tersebut. Normeen Magnus, pria berusia 29 tahun yang menjabat sebagai Kepala Kepolisian London posisi yang luar biasa muda untuk prestasi selevel itu. Di dalam foto, ia tampak mengenakan seragam resmi yang sangat pas di tubuh tegapnya. Kacamata berbingkai tipis bertengger di pangkal hidungnya yang tegas, memberikan kesan intelek yang tajam. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah matanya. Meski hanya lewat layar ponsel, mata berwarna biru tua itu tampak begitu dingin, dalam, dan seolah bisa menguliti rahasia siapa pun yang menatapnya.

​> Sumpah ya, ini orang... umur 29 udah jadi Kepala Kepolisian London?! Gue 27 baru mau jadi dokter perwakilan. Terus itu mukanya kenapa nggak santai banget? Ganteng sih, tapi auranya kayak mau interogasi orang sekelurahan. Mata biru tuanya itu lho, kayak mau nembus layar HP gue!

​Lyra membaca caption beritanya dengan saksama. Magnus dikenal sebagai sosok "Gong" di London sebutan untuk seseorang yang kehadirannya selalu menciptakan dampak besar. Ia dikenal tanpa ampun dalam menangani kasus kriminal besar, pinter banget dalam strategi, dan kabarnya tidak pernah gagal dalam misi apa pun.

​> Gila ya London, isinya orang-orang jenius semua apa gimana sih? Pikir Lyra sambil terus memperhatikan detail wajah Magnus. Tadi Layla bilang bos di Rumah Sakit Delphi itu 'The Best', sekarang di berita ada polisi modelan begini. Kayaknya gue harus siapin stok oksigen yang banyak deh di sana. Takutnya kadar oksigen di London menipis gara-gara dipake orang-orang ambisius kayak mereka!

​Tiba-tiba, sebuah komentar di bawah postingan itu menarik perhatiannya.

"Magnus dan pimpinan Delphi memang dua pilar London saat ini. Yang satu menjaga keamanan, yang satu menjaga nyawa. Keduanya sama-sama dingin dan tidak tersentuh."

​Lyra tertegun sejenak. Jadi, Bos Delphi dan Normeen Magnus ini berada di level yang sama? Sesaat, ia membayangkan jika kedua pria berpengaruh itu berada dalam satu ruangan. Atmosfernya pasti akan sangat mencekam.

​> Haduh, Lyra... fokus! Ngapain sih malah ngepoin polisi? Inget, lo ke sana buat belajar spesialis anak, bukan buat ikutan lapor kasus kriminal! Tapi... kalau polisinya kayak Magnus gini, kayaknya kalau kecopetan di London gue nggak bakal terlalu sedih deh, yang penting yang nemuin dia.

​Lyra tertawa kecil pada pikirannya sendiri yang mulai melantur. Ia mematikan layar ponselnya, namun bayangan mata biru tua yang tajam milik Normeen Magnus dan misteri tentang Bos Delphi masih terus menari-nari di kepalanya, menemani malam dinginnya di Bandung sebelum keberangkatan lusa.Pagi itu, Bandara Internasional Husein Sastranegara atau mungkin perjalanan darat yang melelahkan menuju Soekarno-Hatta terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Lyra berdiri di tengah keramaian terminal keberangkatan internasional dengan koper navy besarnya yang akhirnya berhasil dikunci setelah perjuangan batin semalam.

​Di kepalanya, suasana masih sangat kacau.

​> DUH, PASPOR MANA?! Oh, ada di tas kecil. Tiket? Aman. Stetoskop kesayangan? Masuk koper. Tapi tunggu, gue udah matiin kompor apartemen belum ya?! Ah, udahlah, kalau meledak palingan gue tinggal di London selamanya!

​"Ly! Dokter Lyra!"

​Lyra menoleh dan mendapati Layla dan Mira berlari kecil ke arahnya. Mereka tidak memakai jas putih hari ini, hanya pakaian kasual namun tetap terlihat modis. Di belakang mereka, seorang petugas bandara yang sedang mendorong tumpukan troli harus banting setir agar tidak menabrak kedua dokter yang sedang heboh itu.

​"Nih, titipan dari perawat bangsal anak," Layla menyodorkan sebuah kotak kecil berisi bekal makanan dan surat-surat kecil dari pasien. "Katanya biar kamu nggak kangen sambal terasi di sana."

​"Dan ini dari aku," Mira memberikan sebuah syal tebal berwarna abu-abu gelap. "London itu dingin, Ly. Apalagi kalau kamu nanti harus berhadapan sama 'Tangan Tuhan' di Delphi yang katanya sedingin es itu. Pakai ini biar jantungmu nggak beku."

​Lyra tersenyum haru, memeluk kedua sahabatnya erat-erat. Di tengah momen perpisahan yang manis itu, matanya tiba-tiba menangkap sosok yang sangat ia kenali sedang berdiri di dekat gerbang masuk keberangkatan.

​Rey.

​Pria itu berdiri di sana dengan buket bunga di tangan dan wajah yang tampak sangat merana.

​> ALLAHUAKBAR! SI SYALAN INI LAGI?! Batin Lyra menjerit, sementara wajahnya berubah menjadi sedatar papan tulis. Ngapain sih pakai bawa bunga segala? Ini bandara, Rey, bukan stasiun TV lokasi syuting sinetron hidayah! Malu-maluin banget, sumpah! Gue mau pergi jauh bukannya dilepas dengan doa malah dikasih beban moral!

​"Lyra... aku cuma mau bilang hati-hati," ucap Rey saat ia berhasil mendekat. Suaranya terdengar berat, seolah ia adalah pahlawan yang ditinggal kekasihnya pergi ke medan perang. "Aku bakal nunggu kamu di sini. Setiap hari."

​Lyra menarik napas panjang, berusaha tetap sopan di depan umum. "Makasih bunganya, Rey. Tapi mending kamu kasih ke perawat di RS aja buat hiasan meja. Aku nggak bisa bawa bunga ke kabin pesawat. Dadah, Rey!"

​Tanpa memberikan kesempatan bagi Rey untuk membalas, Lyra langsung menarik kopinya dan melambaikan tangan pada Layla dan Mira. Ia berjalan cepat menuju gerbang imigrasi, meninggalkan Rey yang mematung dengan bunga yang mulai layu karena diabaikan.

​Begitu melewati pemeriksaan paspor, Lyra duduk di ruang tunggu sambil kembali membuka ponselnya. Di explore Instagram-nya, berita tentang Normeen Magnus kembali muncul kali ini sang Kepala Kepolisian tampak sedang menaiki mobil dinasnya dengan tatapan tajam yang tertutup kacamata tipisnya.

​> Oke, Bandung lewat. Sekarang target gue cuma dua: Belajar di Delphi dan jangan sampai pingsan kalau ketemu Normeen Magnus di jalan atau Bos Delphi yang misterius itu di koridor.

​Suara pengumuman keberangkatan menggema di seluruh ruangan. Lyra bangkit, menarik napas dalam-dalam, dan melangkah masuk ke dalam garbarata. Petugas maskapai yang menyambutnya di pintu pesawat tersenyum ramah, "Selamat pagi, silakan masuk ke pesawat."

​"Terima kasih," jawab Lyra mantap.

​Selamat tinggal Bandung dengan segala drama Rey-nya, dan selamat datang London dengan segala keajaiban medis dan mungkin pria-pria jenius yang menantinya di sana.

1
Cici Winar86
di sinopsis nya pharma dokter jantung..tapi ini di bilangnya di sini dokter saraf...
AEERA♤
bacaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!