NovelToon NovelToon
WAKTU YANG SALAH

WAKTU YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Murni
Popularitas:619
Nilai: 5
Nama Author: starygf

cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 14

Hari-hari setelah pesan itu terasa aneh.

Bukan karena ada pertengkaran.

Bukan karena ada drama.

Justru karena tidak ada apa-apa.

Harry tetap duduk di bangku dua baris depan seperti biasa.

Aura tetap di belakang.

Mereka masih satu kelas.

Masih mendengar dosen yang sama.

Masih mencatat materi yang sama.

Tapi sekarang, tidak ada lagi kertas kecil yang diselipkan ke mejanya.

Tidak ada lagi bisikan, “ngantuk ya?”

Tidak ada lagi tatapan singkat yang biasanya terlalu lama untuk disebut kebetulan.

Semua normal.

Terlalu normal.

Siang itu kelas selesai lebih cepat.

Biasanya Harry akan berdiri di depan pintu, menunggunya keluar.

Atau pura-pura sibuk main HP sampai Aura melewati bangkunya.

Hari ini tidak.

Begitu dosen menutup laptop, Harry langsung keluar duluan.

Tanpa menoleh.

Aura berjalan lebih lambat dari biasanya.

Entah kenapa dadanya terasa berat.

Di koridor fakultas, Aura melihat Harry berdiri dekat tangga.

Bersama Putri.

Putri bukan teman sekelas mereka, tapi satu fakultas. Mereka sering bertemu kalau ada acara jurusan atau kegiatan kampus.

Putri tertawa kecil sambil memegang map.

Harry terlihat santai. Menjawab sesuatu dengan ekspresi ringan.

Aura berhenti beberapa langkah sebelum melewati mereka.

Harry melihatnya.

Hanya sepersekian detik.

Lalu mengangguk kecil.

Seperti ke teman biasa.

Tidak ada senyum khusus.

Tidak ada tatapan lama.

Hanya formalitas.

Aura membalas anggukan itu.

Lalu berjalan melewati mereka.

Putri sempat meliriknya.

“Eh Aura!” sapa Putri ramah.

Aura tersenyum tipis. “Hm.”

Langkahnya tetap stabil.

Tapi begitu ia belok di ujung lorong, napasnya berubah tidak teratur.

Ia tidak punya hak untuk merasa terganggu.

Ia yang meminta jarak.

Sore itu, taman terasa lebih ramai dari biasanya.

Beberapa mahasiswa duduk di bangku. Ada yang mengerjakan tugas. Ada yang sekadar nongkrong.

Aura duduk di bangku favoritnya.

Mengeluarkan rokok.

Menyalakannya.

Asap tipis naik pelan.

Biasanya ada yang datang merampasnya dengan wajah sok galak.

Sekarang tidak.

Ia menghisapnya lebih dalam dari biasanya.

Dan entah kenapa rasanya pahit.

Di sisi lain taman, beberapa meter dari sana, Harry berdiri cukup lama.

Ia memang masih sering ke sini Hanya saja sekarang waktunya berbeda Kalau dulu ia datang karena tahu Aura akan ada di sana Sekarang ia datang karena ingin memastikan dirinya baik-baik saja.

Ia melihat Aura sendirian Melihat rokok di tangannya Melihat bagaimana gadis itu menatap kosong ke air mancur Harry ingin berjalan mendekat Tapi ia ingat pesan itu.

“Jangan terlalu dekat lagi ya.”

Ia menelan sesuatu yang terasa berat di tenggorokan. Lalu memilih duduk di bangku yang lebih jauh Cukup dekat untuk melihat Cukup jauh untuk tidak melanggar.

Malamnya, Putri mengirim pesan.

putri:

har, lo jadi ikut rapat fakultas besok?

Harry membalas singkat.

harry:

jadi.

Beberapa detik kemudian.

putri:

btw aura kenapa sih kaya beda sama lo?

Harry membaca pesan itu lebih lama dari seharusnya.

Ia mengetik.

Menghapus.

Mengetik lagi.

Akhirnya terkirim.

harry:

ga kenapa2.

Dan memang begitu Tidak ada pertengkaran Tidak ada kesalahan besar Hanya satu pesan Satu keputusan Satu jarak.

Di kamarnya, Aura membuka story Instagram.

Putri baru saja mengunggah foto rapat fakultas sore tadi Di sudut foto, ada Harry Tidak terlalu dekat Tapi cukup terlihat Aura menatap foto itu lama.

Ia sadar sesuatu.

Yang menyakitkan bukan melihat Harry bersama orang lain Yang menyakitkan adalah melihat Harry tetap bisa tertawa Tanpanya Dan untuk pertama kalinya sejak ia mengirim pesan itu

Aura merasa mungkin ia salah menghitung Karena ternyata… yang paling cepat belajar menjauh bukan dirinya Tapi Harry.

1
only siskaa
wahhh baruu nii
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!