Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Obsesi yang Menurun
Satu dekade telah berlalu sejak malam pernikahan yang penuh obsesi itu, namun gairah yang menyelimuti kediaman Remington tidak pernah memudar, ia hanya berevolusi menjadi sesuatu yang lebih besar, lebih terstruktur, dan lebih kuat.
Di tengah kemegahan mansion yang kini terasa seperti benteng yang tak tertembus, lahirlah pewaris dari kegelapan yang indah, Lucian Volkov Remington.
Jika ada yang bertanya anak seperti apa yang lahir dari rahim Ozora Bellvania dan benih Sky Remington, jawabannya bukanlah seorang anak biasa. Lucian adalah manifestasi sempurna dari perpaduan dua predator. Sejak kecil, dia tidak menangis mencari kasih sayang yang hangat, dia mencari kehadiran yang absolut.
Di usianya yang baru menginjak sembilan tahun, Lucian sudah menunjukkan ciri-ciri yang membuat para guru di sekolah elitnya merasa terintimidasi. Ia memiliki mata biru safir milik Sky yang tajam dan dingin, namun memiliki senyum tenang yang mematikan persis seperti Ozora.
Lucian tidak bermain dengan mobil-mobilan atau pahlawan super. Di kamarnya yang kedap suara, sebuah replika kecil dari ruang rahasia orang tuanya, ia duduk di depan jajaran monitor. Ia tidak menonton kartun, ia mengawasi pergerakan di dalam rumahnya. Ia belajar tentang kontrol sebelum ia belajar tentang empati.
Bagi Lucian, cinta bukanlah tentang kebebasan, melainkan tentang preservasi.
Ozora dan Sky mendidik Lucian dengan cara yang akan dianggap mengerikan oleh dunia luar, namun bagi mereka, itu adalah bentuk perlindungan tertinggi. Mereka tidak mengajarkan Lucian untuk menghindari bahaya, mereka mengajarkannya untuk menjadi bahaya itu sendiri.
Suatu sore, di ruang perpustakaan yang luas, Sky duduk di kursi kebesarannya sambil memperhatikan Lucian yang sedang mempelajari peta taktis.
"Lucian," panggil Sky, suaranya berat dan berwibawa. "Apa yang kau lakukan jika sesuatu yang kau miliki mencoba untuk pergi?"
Lucian tidak mendongak dari petanya. Suaranya tenang, hampir terlalu dewasa untuk anak seusianya. "Aku akan mematahkan sayapnya, Ayah. Bukan untuk menyakitinya, tapi agar dia tetap aman di bawah pengawasanku. Jika dia pergi, dia akan hancur oleh dunia yang tidak memahaminya."
Sky melirik Ozora yang berdiri di ambang pintu, mengenakan gaun sutra merah tua yang senada dengan warna bunga lili di vas meja. Ozora tersenyum bangga, sebuah senyum yang menunjukkan bahwa putra mereka telah mewarisi penyakit romantis yang sama.
"Dia benar-benar anakmu, Sky," bisik Ozora, mendekat dan menyandarkan tangannya di bahu suaminya. "Dia memahami bahwa kepemilikan adalah bentuk tertinggi dari pengabdian."
Kehidupan sosial Lucian adalah sebuah anomali. Dia memiliki seorang teman dekat, seorang anak perempuan dari mitra bisnis Sky yang bernama Seraphina. Namun, hubungan itu tidak terlihat seperti pertemanan anak-anak pada umumnya.
Lucian pernah tertangkap kamera pengawas sedang memberikan sebuah kalung kepada Seraphina di taman belakang. Kalung itu cantik, namun di dalamnya tersembunyi teknologi yang sama dengan yang digunakan Sky pada Ozora sepuluh tahun lalu.
"Kenapa kau memberikan ini padanya, Lucian?" tanya Ozora malam itu saat dia menidurkan putranya.
"Agar aku selalu tahu di mana dia berada, Ibu," jawab Lucian sambil menarik selimutnya. "Dia terlalu berharga untuk dibiarkan hilang di dunia yang luas ini. Aku ingin menjadi satu-satunya orang yang dia lihat saat dia bangun, dan satu-satunya orang yang menjaganya saat dia tidur."
Ozora merasakan getaran haru di dadanya. Dia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih muda, lebih murni, dan mungkin lebih berbahaya. Dia mencium kening Lucian, merasakan dinginnya kulit anak itu yang selalu terjaga dalam kewaspadaan.
Makan malam di keluarga Remington adalah ritual yang sunyi namun intens. Meja panjang itu hanya diisi oleh mereka bertiga, namun kehadiran mereka memenuhi ruangan seolah ada ribuan mata yang mengawasi.
Sky akan menceritakan bagaimana dia menyingkirkan musuh bisnisnya hari itu, bukan dengan kekerasan kasar, tapi dengan manipulasi psikologis yang membuat lawan-lawannya merasa bosan hingga mereka melakukan kesalahan fatal. Lucian mendengarkan dengan saksama, mencatat setiap taktik di kepalanya.
Setelah makan malam, Sky akan menarik Ozora ke dalam pelukannya di depan Lucian, menunjukkan tanpa ragu siapa penguasa di rumah itu. Sky ingin Lucian melihat bahwa seorang pria bisa menjadi monster bagi dunia, namun menjadi budak bagi wanita yang ia cintai.
"Lihat ibumu, Lucian," kata Sky suatu kali. "Dia adalah duniamu. Dia adalah alasan kenapa rumah ini berdiri. Suatu hari, kau akan menemukan dunia-mu sendiri, dan saat itu terjadi, kau tidak boleh membiarkan apa pun, bahkan moralitas sekalipun—menghalangi mu untuk memilikinya."
Bayangkan Lucian sepuluh tahun ke depan. Dia akan menjadi pria yang berjalan di koridor kampus, dengan aura yang lebih mengintimidasi daripada ayahnya. Dia akan menjadi pria yang tidak mengejar cinta, melainkan membangun jebakan yang begitu indah hingga mangsanya akan dengan sukarela menjatuhkan diri ke dalamnya.
Anak dari Sky dan Ozora tidak akan pernah tahu apa itu kesepian, karena dia akan selalu memastikan targetnya berada dalam jangkauan lengannya. Dia tidak akan pernah tahu apa itu pengkhianatan, karena dia akan mengeliminasi kemungkinan itu sebelum ia sempat muncul.
Ia adalah Lili Hitam yang baru. Indah, mematikan, dan tumbuh subur di tanah yang dipupuk oleh obsesi orang tuanya.
Malam itu, di balkon mansion, Sky dan Ozora berdiri berdampingan sambil melihat Lucian yang sedang berlatih anggar di bawah sinar bulan di halaman bawah.
"Kau pikir dia akan lebih gila dari kita?" tanya Ozora, menyandarkan kepalanya di dada bidang Sky.
Sky melingkarkan lengannya di pinggang Ozora, menariknya lebih dekat hingga tidak ada celah di antara mereka. "Dia bukan sekadar gila, Ozora. Dia adalah evolusi. Kita mencintai dalam kegelapan, tapi dia... dia adalah kegelapan itu sendiri. Dan aku tidak bisa lebih bangga lagi."
Di bawah sana, Lucian berhenti sejenak, mendongak ke arah balkon, dan melambaikan pedangnya dengan hormat kepada orang tuanya. Matanya berkilat, memantulkan cahaya bulan, sebuah janji bahwa dinasti obsesi Remington baru saja dimulai.
🌷🌷🌷🌷
Happy reading dear 🥰