NovelToon NovelToon
Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Dibuang Istri Dilamar Janda Kembang Tajir

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Selingkuh / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Moms TZ

Bagi Fahreza Amry, hinaan dan cemoohan ayah mertuanya, menjadi cambuk baginya untuk lebih semangat lagi membahagiakan keluarga kecilnya. Karena itulah ia rela pergi merantau, agar bisa memiliki penghasilan yang lebih baik lagi.

Namun, pengorbanan Reza justru tak menuai hasil membahagiakan sesuai angan-angan, karena Rinjani justru sengaja bermain api di belakangnya.

Rinjani dengan tega mengajukan gugatan perceraian tanpa alasan yang jelas.

Apakah Reza akan menerima keputusan Rinjani begitu saja?

Atau di tengah perjalanannya mencari nafkah, Reza justru bertemu dengan sosok wanita yang pernah ia idamkan saat remaja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Memutar balik fakta

"Rani?" Rinjani mengernyit bingung, selanjutnya wajah cantik itu seketika berubah drastis. "Apa hubungannya dengan Rani, Mas? Apa dia menggodamu?" lanjutnya bertanya dengan wajah masam.

Farhan, yang paham akan situasi segera memanfaatkan keadaan. Dengan lancar, dia memutarbalikkan fakta dan berbohong demi kepentingannya sendiri. "Rani berusaha menggodaku, tapi aku menolaknya," katanya dengan wajah polos.

"Dia tidak terima lalu meminta Dimas untuk menghajarku," imbuhnya tanpa rasa bersalah, seolah dia adalah korban.

Rinjani semakin didera rasa cemburu. Emosi di dalam dadanya kian meletup-letup. "Kur*ng aj*r, si Rani itu. Dulu ia mencoba menggoda Reza, dan sekarang Mas Farhan. Dasar perawan tua ganjen!" gerutu Rinjani dengan marah.

Farhan tersenyum di dalam hati, dia merasa telah berhasil memprovokasi Rinjani, tetapi dia tidak tahu konsekuensi dari perbuatannya yang akan dia sesali seumur hidupnya.

*

Dengan emosi yang masih memuncak, Rinjani sengaja mendatangi rumah orangtua Rani yang berdekatan dengan rumahnya yang telah dirobohkan Reza. Rinjani menggedor pintu rumah tersebut sambil berteriak dengan keras.

"Rani... Buka pintunya!" Rinjani terus menggedor sambil berteriak seakan tak peduli dengan sekitarnya.

Suasana malam yang tadinya sunyi dan damai, tiba-tiba terganggu dengan kegaduhan yang diciptakan oleh Rinjani. Para tetangga yang mendengar suara keras itu segera terbangun dan keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi.

Dapat mereka lihat Rinjani yang masih terus menggedor pintu rumah orangtua Rani tanpa rasa bersalah bahwa tindakannya telah mengganggu ketenangan orang lain.

"Ada apa sih, Jan? Memangnya kamu nggak bisa mengetuk rumah orang dengan baik-baik dan lebih sopan?" tanya salah seorang tetangga.

Namun, Rinjani tetap bergeming. Keinginannya adalah bertemu dengan Rani, maka ia pun tak peduli dengan yang lain.

Brak-brak-brak!

"Rani, cepat buka!" Suara Rinjani semakin keras dan tak sabar.

"Apa kamu nggak mikir, tindakanmu itu mengganggu orang yang sedang beristirahat!" lanjutnya dengan rasa kesal.

"Nggak usah ikut campur, ini bukan urusanmu!" jawab Rinjani ketus.

"Oalaaah, lha wong edan. Sudah benar kalau Reza menceraikanmu!" umpat orang tersebut seraya masuk kembali ke dalam, menutup pintu rumahnya dengan keras.

Sementara itu di dalam rumah orangtua Rani, ayahnya yang saat itu hampir terlelap, langsung bergegas keluar untuk membukakan pintu.

"Mana Rani, Paklik?" tanya Rinjani ketus, lalu masuk ke dalam rumah begitu saja dan menuju kamar Rani, padahal sang tuan rumah belum mempersilakannya masuk.

"Rani sudah tidur," jawab ayah Rani dengan tenang, sambil mengernyit. "Ada apa?" tanyanya kemudian, tetapi tak mendapatkan jawaban.

Di dalam kamar, Rinjani melihat Rani sedang tertidur pulas dibalik selimut hangatnya. "Heh, perempuan su*dal, bangun!" Rinjani berseru sambil tangannya menarik selimut yang membungkus tubuh Rani.

"Ada apa ini, Jani?" kata ayah Rani yang tampak bingung melihat tingkah dan sikap Rinjani yang sangat arogan.

"Kalau ada masalah, bisa dibicarakan dengan baik-baik, tanpa harus dengan ribut-ribut seperti ini," cetus ayah Rani.

Rinjani tidak peduli, ia langsung menarik tangan Rani untuk membuat gadis itu terbangun.

Plak!

Suara tamparan itu sangat keras memenuhi ruangan berukuran tiga kali tiga meter. Rani memegang pipinya yang terasa panas dan kebas, sembari mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

"Dasar perawan tua gatal! Berani-beraninya menggoda Mas Farhan!" tuduh Rinjani tanpa tahu kejadian yang sebenarnya.

Rani melebarkan matanya. "Rinjani...?" cicitnya begitu melihat Rinjani ada di kamarnya.

Rani mengira bahwa tamparan yang diterimanya tadi hanyalah mimpi, kini ia tersadar sepenuhnya.

"Iya, ini aku," jawab Rinjani sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Aku kasih tahu sama kamu, ya. Jangan menggatal jadi perempuan! Apa segitu tidak lakunya kamu sampai menggoda Mas Farhan, sedangkan kamu tahu dia itu calon suamiku. Dasar perempuan penggoda!" tuding Rinjani dengan begitu kejam.

"Siapa yang kamu sebut perempuan penggoda, Jani?" tanya ayah Rani tak terima.

"Dia lah, siapa lagi?" sahut Rinjani sambil menunjuk ke arah Rani dengan dagunya.

Namun, Rani justru menanggapinya dengan tersenyum seolah mengejek. Sepertinya ia tidak terprovokasi sama sekali oleh tudingan yang dilontarkan Rinjani padanya.

Dengan tenang ia pun menjawab, "Kasihan sekali kamu Rinjani."

"Jika kamu punya otak, gunakanlah otakmu dengan baik, jangan menelan mentah-mentah apa yang kamu dengar." Rani berkata dengan ekspresi datar.

"Apa maksudmu!" sentak Rinjani tak terima.

Rani kembali tersenyum tipis. "Untuk apa aku menggoda ampas seperti dia? Dikasih gratis pun aku nggak akan sudi," lanjutnya menambahkan.

"Halah...bilang aja kalau kamu nggak berhasil menggoda dia lalu meminta Dimas buat menghajarnya. Iya, kan? Jangan mengelak kamu!" sergah Rinjani dengan tatapan nyalang.

Wajah Rani seketika mengeras disertai napasnya yang memburu. Bayangan ketika Farhan berusaha melecehkannya beberapa waktu lalu, tiba-tiba hadir di pelupuk matanya. Ia memeluk dirinya sendiri seolah ingin melindungi dirinya dari sesuatu yang berbahaya.

"Aaah...pergi! Pergiii!" Rani menjerit dengan suaranya yang keras, sambil memejamkan mata. Tangannya meremas kepala kuat-kuat seraya menggelengkannya berulang-ulang, seolah ingin mengusir bayangan itu dari pikirannya.

Perasaan takut yang luar biasa seakan menghantam Rani, membuat jantungnya berdegup kencang dan merinding sekujur tubuhnya.

Melihat itu, Rinjani justru menganggapnya sebagai bagian dari drama yang sedang Rani perankan dan upaya untuk mengelak dari tuduhannya.

"Nggak usah drama deh, kamu! Karena aku nggak akan terpengaruh," Sindirnya dengan angkuh.

"Kamu itu memang tak lebih dari seorang perempuan penggoda yang sayangnya Mas Farhan nggak tergoda olehmu!" cibirnya sambil tersenyum remeh.

"Ada apa, ini? Apa yang kalian ributkan malam-malam begini?" Ibunya Rani melesak masuk ke dalam kamar Rani. Wanita itu baru saja terbangun dari tidurnya karena mendengar keributan di kamar anaknya dan melihat suaminya tak bisa berbuat apa-apa.

Ibunya Rani lantas mendekati Rani yang tampak meringkuk ketakutan. Ia memeluk sang anak berusaha untuk menenangkannya. Pandangannya kini beralih pada Rinjani yang berdiri dengan wajah sengak sambil menyilangkan tangannya.

"Rinjani sebaiknya kamu cepat pergi dari sini!" usir ibunya Rani dengan tatapan datar.

"Bulik berani mengusirku?" tanya Rinjani tak terima. "Memangnya Bulik siapa?" tantangnya sambil mendengus kesal.

"Kamu tanya siapa aku?" balas ibunya Rani cepat.

"Heh, bocah s*ng*ng! Aku pemilik rumah ini. Dan sekarang aku menyuruhmu segera angkat kaki dari rumahku. Karena kalau tidak...."

Kalau tidak apa to, Bu? Kok digantung sih?🤧

1
Rizqi_Achmad
bagus
Elly Kurniati
kynya janda perawan deh 🤭
Elly Kurniati
penasaran nih biasanya istri yg tersakiti ini malah misua 😄
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huummm
total 1 replies
Alleta VA
lailaha
Titi Ati
Farhan kena batunya
Titi Ati
bocil ngeganggu aja😁
nayoon
haha awas nanti malah ketemunya sama sapu2🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭 biar nyaho
total 1 replies
nayoon
kena penyakit kelamin baru nyaho tu 🙄🙄
nayoon
haha males si mokondo doyan slengki🤣🤣
Loorney
Bagus, enjoy bacanya. Cuman agak disayangkan, screentime Marisa jauh lebih sedikit daripada Rinjani, seolah Rinjani dan Farhan lah yang merupakan tokoh utama. Tapi, overall mantap. Ending yang memuaskan.
nayoon
cowok kau itu gatel pemburu selangkangan😬😬
nayoon
haha dasar mokondo 🤣🤣🤣
nayoon
haha mampus kau wanita durjanahh🤣🤣🤣🤣
nayoon
mampus puas 🤣🤣🤣🤣
Lies Atikah
awas aja Reza dan bininya jadi bodoh dan oon karna jadi orang baik selalu ngalah dan tertindas baik dan bodoh itu beda tipis
Afie Fie
seharus nya jgn panggil Ayah lagi,,,
di ubah Panggil Papa n Mama LBH cocok
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: banyak kok, yg panggil ayah dan mama, tetangga ibu aja anaknya manggil ayah dan mama, ponakan ibu juga panggil begitu, mlh ada yg panggilnya papi dan mama, 🤭🤭
total 1 replies
Sativa Kyu
👍👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih bintang 5 nya🫶🫰
total 1 replies
ghani pro
kereeeen happy ending
Irwan Marzuki
tp EMG bener hidup itu bukan cuma ttg cinta,gk ada duit gak bs makan,EMG sih duit gak dibawa mati, tp gk ada duit rasanya mau mati🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Maya Ratnasari
ya ya yaa kakak author. dimaapkan atas kepolosannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!