Di puncak Gunung Qingyun yang berkabut, gerbang Sekte Aliran Abadi telah miring dimakan rayap. Tidak ada teknik dewa, tidak ada tumpukan batu roh, tidak ada ribuan murid yang bersujud. Hanya ada Su Lang, pemuda biasa dengan tulang kultivasi rata-rata, dan sebuah plakat kayu tua warisan mendiang gurunya.
Su Lang memiliki sebuah "Sistem Pondasi Sekte". Benda itu tidak memberinya kekuatan instan. Sistem itu hanya sebuah panduan kaku yang menuntut keringat darah. Ingin beras? Cangkul tanah di belakang gunung. Ingin teknik pernapasan dasar? Perbaiki atap aula utama dengan tangan sendiri. Ingin menjadi kuat? Latih satu gerakan pedang sepuluh ribu kali di bawah air terjun musim dingin.
Ini bukan kisah tentang penaklukan dunia atau pembantaian musuh yang arogan. Ini adalah catatan harian seorang pemuda yang menolak membiarkan api sektenya padam membangun kembali kejayaan dari serpihan genting pecah satu napas , satu langkah satu hari pada satu waktu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝐍𝐞𝐳𝐮𝐤𝐨 i, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34 diplomaai di atas geladak ungu
Aroma dupa cendana yang menenangkan perlahan menggantikan bau amis darah dan daging busuk yang melekat di ingatan Su Lang. Kesadarannya kembali secara bertahap, seperti penyelam yang naik ke permukaan air. Hal pertama yang ia rasakan bukanlah sakit, melainkan kelembutan sutra di bawah punggungnya dan kehangatan selimut bulu yang ringan.
Su Lang membuka matanya. Langit-langit ruangan itu terbuat dari kayu Mahoni Api yang diukir dengan motif matahari terbit. Lampu-lampu kristal kecil menggantung, memancarkan cahaya oranye yang hangat. Ini bukan kamar di Puncak Qingyun, dan jelas bukan perut ikan paus.
Dia mencoba duduk. Rasa nyeri tumpul masih terasa di dadanya, sisa dari bentrokan energi saat melakukan fusi Api Es dan Api Panas.
"Anda sudah sadar, Tuan Su?"
Suara wanita yang merdu terdengar dari sudut ruangan.
Su Lang menoleh. Di sana, duduk di kursi malas yang dilapisi kulit harimau putih, adalah Zi Ling, Putri Ketiga Sekte Matahari Ungu. Dia tidak lagi mengenakan zirah tempur, melainkan jubah santai berwarna ungu muda yang memperlihatkan lekuk leher jenjangnya. Di tangannya, dia memegang cangkir teh porselen tipis.
"Berapa lama aku pingsan?" tanya Su Lang, suaranya serak. Dia memeriksa kondisi internalnya. Qi-nya masih kosong, tetapi meridiannya perlahan pulih berkat efek Regenerasi Nadi Naga.
"Dua hari," jawab Zi Ling, meletakkan cangkirnya. "Tabib kapal kami mengatakan meridian Anda mengalami kejutan termal yang parah. Jujur saja, saya terkejut Anda masih hidup setelah memegang dua Api Roh yang berlawanan sifat secara bersamaan."
Su Lang turun dari tempat tidur. Dia masih mengenakan jubahnya yang compang-camping, yang entah bagaimana sudah dicuci dan dijahit kembali dengan benang emas.
"Di mana murid-muridku?"
"Mereka aman. Gadis bernama Lin Yue itu... dia sangat protektif. Dia menolak meninggalkan pintu kamar Anda selama 24 jam pertama sampai dia pingsan karena kelelahan. Sekarang mereka sedang istirahat di kamar sebelah."
Su Lang menghela napas lega. Dia berjalan menuju jendela bulat di sisi kamar. Di luar, laut biru yang tenang membentang sejauh mata memandang. Mereka sedang berlayar di atas kapal udara—bukan kapal laut biasa, melainkan kapal yang melayang beberapa meter di atas permukaan air menggunakan formasi anti-gravitasi.
"Kapal Matahari Terbit," kata Su Lang, mengenali jenis kapal tersebut dari ingatan peta yang dia pelajari. "Salah satu dari tiga kapal utama Sekte Matahari Ungu."
"Pengetahuan Anda luas," Zi Ling berdiri dan berjalan mendekati Su Lang. Aroma parfum bunga lavender menguar darinya. "Sekarang, mari kita bicara bisnis, Tuan Su. Atau haruskah saya panggil, Ketua Su dari Sekte Aliran Abadi?"
Su Lang berbalik, bersandar pada bingkai jendela. "Anda sudah menyelidiki latar belakang saya."
"Tentu saja. Menghancurkan Balai Tujuh Bintang, membunuh Raja Bajak Laut Hantu... rekam jejak Anda dalam tiga bulan terakhir cukup untuk membuat Kekaisaran waspada. Jenderal Duanmu Yan bahkan memberikan Token Naga Bangkit kepada Anda. Itu bukan hal kecil."
Zi Ling menatap mata Su Lang tajam.
"Sekte Matahari Ungu menghargai bakat. Tapi kami juga realistis. Anda memiliki banyak musuh, Su Lang. Keluarga Hai di pelabuhan sedang mengumpulkan armada. Sisa-sisa bajak laut memburu kepala Anda. Tanpa perlindungan, sekte kecil Anda di gunung itu akan diratakan saat Anda pergi ke ibu kota."
Su Lang menyipitkan mata. "Jadi, Anda menawarkan perlindungan?"
"Saya menawarkan kerjasama," koreksi Zi Ling. "Turnamen Naga Langit di Ibu Kota Kekaisaran akan diadakan setahun lagi. Setiap sekte besar berhak mengirimkan perwakilan untuk tiga kategori: Pertarungan, Alkimia, dan Penempaan."
Zi Ling berhenti sejenak, membiarkan kata-katanya meresap.
"Sekte Matahari Ungu memiliki petarung yang hebat. Tapi divisi Alkimia dan Penempaan kami... lemah. Kami kehilangan Tetua Penempa kami tahun lalu karena kecelakaan."
Su Lang tersenyum tipis. "Dan Anda ingin saya mengisi kekosongan itu?"
"Tepat. Saya melihat kuali hitam Anda. Saya melihat bagaimana Anda memanipulasi api. Anda bukan hanya petarung, Anda adalah Grandmaster Penempaan. Jika Anda bersedia mewakili Sekte Matahari Ungu dalam kategori Penempaan, kami akan memberikan perlindungan penuh pada Sekte Aliran Abadi selama Anda pergi. Kami juga akan memberikan akses ke perpustakaan dan gudang bahan kami."
Tawaran yang menggiurkan. Sekte Matahari Ungu adalah salah satu dari Empat Sekte Besar di benua ini. Perlindungan mereka setara dengan perlindungan kaisar.
Namun, Su Lang menggeleng pelan.
"Saya menolak."
Senyum di wajah Zi Ling memudar. "Menolak? Anda pikir Anda punya pilihan? Saat ini Anda berada di kapal saya, tanpa Qi, dikelilingi oleh ahli Tingkat 8."
"Saya menolak menjadi bawahan," kata Su Lang tenang. "Saya tidak akan mengenakan jubah ungu. Saya tidak akan bersujud pada ayah Anda. Tapi..."
Su Lang mengangkat satu jari.
"Saya bersedia menjadi Sekutu. Saya akan mewakili kalian di turnamen, menggunakan nama Sekte Matahari Ungu sebagai sponsor, tapi saya tetap Ketua Sekte Aliran Abadi. Dan imbalannya... saya tidak butuh perlindungan. Saya butuh akses."
"Akses?" Zi Ling mengerutkan kening.
"Akses ke Reruntuhan Kuno Dewa Penempa yang menjadi hadiah utama turnamen. Jika saya menang, hak masuk itu milik saya, bukan milik sekte Anda. Sekte Anda hanya akan mendapatkan reputasi dan hadiah sekunder."
Zi Ling terdiam. Dia menatap Su Lang, mencoba mencari keraguan di matanya. Tidak ada. Pemuda ini, meski sedang terluka dan terpojok, bernegosiasi seolah-olah dia yang memegang kendali.
Dan yang paling menjengkelkan bagi Zi Ling adalah... dia menyukainya. Keberanian dan arogansi Su Lang memiliki daya tarik tersendiri.
"Baik," Zi Ling akhirnya menghela napas, tersenyum kembali. "Anda pria yang serakah, Su Lang. Tapi saya suka judi. Kita sepakat. Anda adalah Tetua Tamu Kehormatan kami mulai hari ini."
Zi Ling mengulurkan tangannya.
Su Lang menyambut jabat tangan itu. Kulit Zi Ling halus, tapi cengkeramannya kuat seperti baja.
"Istirahatlah. Kita akan tiba di markas cabang Sekte Matahari Ungu besok pagi. Di sana, Anda bisa memulihkan diri sepenuhnya."
Zi Ling berbalik dan meninggalkan ruangan, jubah ungunya berdesir.
Setelah pintu tertutup, Su Lang segera duduk bersila di tempat tidur. Senyum diplomatiknya hilang, digantikan oleh wajah serius.
"Sistem. Tampilkan status Fragmen ke-5."
Dia tidak bisa membiarkan dirinya lemah terlalu lama. Di kapal musuh (atau sekutu sementara), kelemahan adalah dosa.
Integrasi Jiwa dan Air
Su Lang masuk ke dalam alam bawah sadarnya. Di sana, di tengah ruang hampa mentalnya, Kuali Penempa Surga melayang megah. Kini, lebih dari separuh bentuk kuali itu telah utuh. Lima fragmen menyatu dengan sempurna, memancarkan aura lima warna yang berbeda.
Fragmen ke-5, yang baru saja didapatkannya dari Raja Hantu, bersinar dengan warna biru kelabu yang suram.
[Proses Asimilasi: Fragmen Kuali Penempa Surga (5/9).]
[Atribut: Jiwa (Soul) & Air (Water).]
[Fitur Terbuka: Ruang Penyimpanan Nyawa (Life Storage).]
"Jelaskan fitur Life Storage," perintah Su Lang.
[Menjawab: Ruang penyimpanan di dalam Kuali yang dapat menampung makhluk hidup. Waktu di dalamnya berjalan normal, namun makhluk di dalamnya berada dalam stasis (pembekuan) jika diinginkan. Kapasitas saat ini: 100 Makhluk Ukuran Manusia.]
Mata Su Lang membelalak. Ini berbeda dengan Ruang Waktu (yang hanya untuk latihan) atau Cincin Ruang (yang hanya untuk benda mati). Ini adalah kandang portabel. Dia bisa membawa pasukan, hewan buas, atau bahkan menyembunyikan murid-muridnya di dalam kuali saat situasi darurat.
"Dan kemampuan tempurnya?"
[Fitur Tempur: Manipulasi Jiwa Dasar. Pengguna dapat menarik jiwa musuh yang baru mati untuk dijadikan bahan bakar kuali atau diinterogasi. Pengguna juga mendapatkan resistensi tinggi terhadap serangan mental.]
"Bagus. Sekarang, mari kita urus masalah kedua."
Su Lang mengeluarkan Api Roh Lautan yang masih tersimpan di dalam wadah kuali. Api itu berbentuk pedang kristal biru yang dingin.
"Sistem, gabungkan Api Roh Lautan ke dalam Dantian-ku. Seimbangkan dengan Api Roh Langit Biru menggunakan Jantung Api Bumi sebagai mediator."
Ini adalah pertaruhan yang hampir membunuhnya kemarin. Tapi sekarang, dengan kondisi meditasi yang tenang dan bantuan sistem, dia bisa melakukannya dengan benar.
Di dalam tubuh Su Lang, sebuah revolusi terjadi.
Di sisi kiri Dantian, lautan api biru panas bergolak (Api Langit).
Di sisi kanan Dantian, gletser api dingin membeku (Api Lautan).
Di tengah-tengah, inti magma merah (Api Bumi) berputar, menjaga agar kedua kekuatan ekstrem itu tidak saling bertabrakan dan meledak.
Keseimbangan Tiga Api.
Su Lang merasakan Qi-nya terisi kembali dengan kecepatan yang menakutkan. Qi di tubuhnya kini memiliki properti Thermal Shock—bisa membakar dan membekukan musuh secara bersamaan, merusak struktur seluler mereka hingga ke tingkat atom.
[Pemulihan Selesai.]
[Kultivasi: Qi Condensation Tingkat 7 (Puncak).]
[Peringatan: Fondasi Dantian sangat kokoh. Siap untuk menerobos ke Tingkat 8 kapan saja.]
Su Lang membuka matanya. Pupil emasnya kini memiliki dua cincin di dalamnya: satu biru panas, satu biru dingin.
Dia mengangkat tangannya. Di telapak tangannya, bola api berputar. Bagian luarnya adalah es, bagian dalamnya adalah api.
"Dengan ini, aku tidak perlu takut pada siapa pun di bawah ranah Foundation Establishment."
Pertemuan Kembali
Keesokan paginya, kapal Matahari Terbit mulai menurunkan ketinggian.
Su Lang keluar dari kamarnya, mengenakan jubah biru baru yang disediakan oleh pelayan kapal. Dia berjalan menuju dek utama.
Di sana, Li Yun, Lin Yue, dan Chen Ling sedang berdiri di pinggir pagar, menatap ke bawah dengan takjub.
"Guru!" Chen Ling yang pertama melihatnya. Dia berlari kecil, tapi berhenti sejenak saat merasakan aura Su Lang yang berbeda. Lebih dalam. Lebih misterius.
"Kalian baik-baik saja?" tanya Su Lang, mengusap kepala Chen Ling.
"Kami baik-baik saja, Guru. Nona Zi Ling memberikan kami obat terbaik," jawab Lin Yue. Dia menatap Su Lang dengan pandangan menyelidik. "Guru... Anda terlihat... berbeda."
"Hanya sedikit perubahan gaya rambut," canda Su Lang, lalu dia melihat ke arah yang ditatap murid-muridnya.
Di bawah sana, sebuah pulau besar dengan gunung berapi yang tidak aktif terlihat. Namun, yang membuat takjub bukanlah pulaunya, melainkan bangunan yang ada di atasnya.
Sebuah kota benteng yang dibangun dari batu ungu, dikelilingi oleh tembok setinggi lima puluh meter. Di tengah kota, sebuah menara raksasa dengan bola kristal ungu di puncaknya bersinar terang, menyerap sinar matahari pagi.
Markas Cabang Timur Sekte Matahari Ungu: Pulau Matahari Terbit.
"Selamat datang di wilayah kami, Ketua Su," suara Zi Ling terdengar dari belakang.
Su Lang berbalik. Zi Ling kini mengenakan jubah formal kerajaan, lengkap dengan mahkota kecil di kepalanya. Dia terlihat sangat berkuasa.
"Tempat yang bagus," komentar Su Lang datar. "Tapi pertahanannya memiliki celah di sektor barat. Arus angin di sana tidak terlindungi formasi."
Zi Ling terkejut, lalu tertawa renyah. "Mata Anda benar-benar tajam. Ayah saya juga mengatakan hal yang sama. Itu sebabnya kami mengundang Anda."
Kapal mendarat di pelataran luas yang dipenuhi oleh murid-murid berbaju ungu yang sedang berlatih. Mereka berhenti dan menatap rombongan Zi Ling dengan hormat.
"Putri Ketiga kembali!"
"Siapa orang-orang asing itu?"
"Lihat pria itu... auranya aneh. Dia hanya Tingkat 7, tapi rasanya seperti melihat Tetua."
Saat mereka turun dari kapal, seorang pria tua dengan jubah alkemis berwarna putih berlari mendekat. Dia memiliki jenggot panjang yang hangus di beberapa bagian.
"Putri! Putri! Anda membawa bahan yang saya minta? Saya butuh Inti Paus Purba untuk eksperimen!"
Zi Ling tersenyum. "Tetua Gu, tenanglah. Saya tidak membawa Inti Paus, tapi saya membawa seseorang yang jauh lebih berharga."
Dia menunjuk Su Lang. "Ini Su Lang. Dia yang akan mewakili kita di Turnamen Naga Langit."
Pria tua itu, Tetua Gu, menatap Su Lang dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan. "Dia? Bocah ingusan ini? Apa dia tahu cara memegang palu penempa? Apa dia tahu bedanya Api Yin dan Api Yang?"
Su Lang tidak menjawab. Dia hanya menjentikkan jarinya.
Sebuah bola api kecil muncul di udara. Bola api itu terbagi dua: satu panas, satu dingin. Mereka berputar satu sama lain membentuk simbol Yin-Yang yang sempurna, stabil, dan harmonis.
Mata Tetua Gu hampir keluar. "Kontrol Api Ganda?! Sempurna?!"
"Saya tahu sedikit," kata Su Lang merendah. "Cukup untuk membakar jenggot Anda jika Anda tidak sopan."
Zi Ling tertawa melihat wajah kaget Tetua Gu.
"Su Lang, selama kita di sini, Tetua Gu akan menjadi... asisten Anda. Gunakan fasilitas kami sesuka hati. Tapi ingat janjimu. Menangkan turnamen itu."
"Tentu," jawab Su Lang.
Namun, di dalam hatinya, Su Lang memiliki rencana lain. Turnamen itu setahun lagi. Dalam waktu setahun ini, dia akan menggunakan sumber daya Sekte Matahari Ungu untuk memperkuat murid-muridnya dan dirinya sendiri hingga ke titik maksimal.
Dia akan menjadikan sekte raksasa ini sebagai batu loncatan.
"Li Yun, Lin Yue, Chen Ling," bisik Su Lang saat mereka berjalan menuju tempat tinggal tamu.
"Ya, Guru?"
"Jangan lengah. Makan makanan mereka, pelajari teknik mereka, gunakan fasilitas mereka. Hisap ilmu mereka sampai kering. Kita tidak akan menjadi tamu selamanya."
Mereka bertiga mengangguk, mata mereka berkilat dengan tekad yang sama. Di bawah bimbingan Su Lang, mereka bukan lagi domba. Mereka adalah serigala berbulu domba yang baru saja masuk ke kandang singa.
Malam Hari di Pulau Matahari Terbit
Su Lang berdiri di balkon kamar mewahnya. Dia mengeluarkan Fragmen ke-5 dan Fragmen ke-4 yang telah disatukan. Kuali itu kini berukuran sebesar mangkuk nasi, melayang di atas telapak tangannya.
"Lima dari sembilan," gumam Su Lang.
"Sistem, di mana lokasi Fragmen ke-6?"
[Memproses...]
[Lokasi Terdeteksi: Jauh di Utara. Di dalam Ibukota Kekaisaran Naga Langit.]
[Pemilik: Disimpan di dalam Ruang Harta Kaisar.]
Su Lang tersenyum pahit. "Tentu saja. Kenapa harus mudah?"
Fragmen berikutnya ada di jantung kekuasaan benua ini. Turnamen Naga Langit bukan lagi sekadar jalan untuk mendapatkan akses ke reruntuhan; itu adalah satu-satunya jalan untuk mendekati istana Kaisar.
"Dua burung dengan satu batu," pikir Su Lang.
Dia menyimpan kualinya. Dia menatap bulan.
Perjalanan di Lautan Timur telah berakhir. Dia mendapatkan sekutu (yang berbahaya), kekuatan baru, dan fragmen kelima.
Babak selanjutnya akan membawanya ke panggung terbesar di dunia.
Tapi sebelum itu... dia harus memastikan Puncak Qingyun tidak runtuh saat dia pergi.
Su Lang mengambil kertas dan pena. Dia mulai menulis surat untuk Tabib Chen dan sisa sektenya di selatan. Dia akan mengirimkan sumber daya dari sini ke sana secara diam-diam.
Sekte Aliran Abadi akan tumbuh di dua tempat: di kegelapan Puncak Qingyun, dan di bawah cahaya Sekte Matahari Ungu.
Dan ketika saatnya tiba, kedua kekuatan itu akan bersatu untuk mengguncang langit.
Nama: Su Lang
Kultivasi: Qi Condensation Tingkat 7 (Puncak)
Status Fisik: Sembuh Total.
Kekuatan Baru:
Keseimbangan Tiga Api (Bumi, Langit, Laut).
Manipulasi Jiwa Dasar.
Ruang Penyimpanan Nyawa.
Posisi: Tetua Tamu Kehormatan Sekte Matahari Ungu.
Tujuan Jangka Panjang: Memenangkan Turnamen Naga Langit & Mencuri Fragmen ke-6 dari Istana Kaisar.
Tujuan Jangka Pendek: Eksploitasi sumber daya Sekte Matahari Ungu.