NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Anak Yang tak Terurus.

Sudah berhari hari di dalam kegalauan, akhirnya Lesi mendapat kan kenikmatan, yaitu memakan seblak ceker favoritnya, dengan berkeringat, dan muka yang hampir merah, Lesi terus melahap makanan nya yang tidak habis habis itu, gimana gak mau habis, rang makan nya aja pelan pelan, karena Lesi ingin menikmatinya, dan udah lama juga tidak makan Seblak, untung saja Bu Arumi mendapatkan arisan di bu RT, jadi Lesi di kasih jajan Seblak satu porsi Full Topping.

" Ahhh sedapnya, Cuaca mendung begini, makan Seblak pedas, sama es jeruk, Hihi" Serunya, ia sedang duduk lesehan di luar sendirian, karena bu Arumi dan pak Warto sedang belanja bahan kebutuhan dapur yang sudah habis.

Dari arah depan, terlihat Ratna yang sedang membawa anak perempuan nya, bermain tiba tiba menghampirinya.

"Bau apeh nih, nikmat amat " Sindirnya seraya melihat Lesi yang sedang melahap seblak.

"Norak amat, kaga tau ini " celetuknya tanpa memalingkan wajah , ia tetap fokus ke makanan nya, seperti takut di curi oleh Ratna barang kuah setetes pun.

"Mak Seblak, Mau" Ujar anak perempuan nya, yang sedang melihat Lesi makan sambil mengap.

"emang kuat, ini pedes lohh Dek " Timbal Lesi sambil memperlihat kan kuah yang seperti sambal itu ke arah Yesi.

" Alah kamu, Emang dasar pelit aja kamu Les " timbal Ratna yang membuat Lesi menatap tajam ke arahnya, dan berdiri mengimbangi Ratna.

" Maksudnya Pelit apa ya ?, emang mbak gak lihat itu merah sama cabe ?, nanti aku kasih, anak mu kenapa kenapa, aku lagi di salahin " Tegas Lesi tidak terima jika dirinya di bilang Pelit.

" Ya biasa aja dong, orang cuma bercanda, emosian amat masih muda juga" Timbal Ratna dengan muka ketusnya.

" Mbak, mbak bilang pelit ke aku yang suka ngasih makanan kalo aku lagi ada uang , ya aku gak terima lah " Ungkapnya, suaranya mulai pelan dan santai tapi meintimidasi Ratna.

" Kamu kok ungkit sih, berarti kamu gak ikhlas dong namanya , karena kamu ungkit " Telak Ratna, matanya sambil melotot ke arah Lesi.

Lesi membuang muka, merasa jijik dengan Orang di depan nya, " Ya gini deh mbak, kalo aku bilang ke mbak pelit, itu wajar, karena mbak emang pelit, dan Perhitungan " Tegasnya lagi sambil menekan kata terakhirnya. dan segera masuk ke dalam rumah tidak lupa juga mengambil seblak yang tinggal sisa cekernya saja, menutup dengan keras sampai Ratna Terkejut.

"AWAS YE LU, KALO GUE UDAH BANYAK DUIT, GUE GAMPAR LU PAKE DUIT " teriak Ratna dari luar, dan terdengar juga suara tangisan Yesi yang merengek meminta Seblak kepada mama nya yang terus mengumpat.

" Lagian macem macem sama aku, orang dia sendiri yang pelit juga, ih dasar ye Toxic tuh orang , pengen enak sendiri " Omel Lesi dan melanjutkan makan nya lagi, sambil menonton tv yang volume nya di besarkan karena ia mendengar Ratna mengamuk di rumah nya, sampai teriak marah marah kepada ke tiga anaknya.

" Dih Setres " Respon Lesi yang mendengar teriakkan nya Ratna.

***

Malam Harinya, Lesi dan orang tua nya sedang bercanda gurau mencerita masa muda Ibu Arumi yang menjadi primadona desa.

" Bapak mu Les, sampe nangis nangis, karena ada yang main ke rumah, habis nya dia pergi ngembala sapi sampe berhari hari , ya udah ibu sama yang lain dulu aja " Bu Arumi bercerita dan di sambut tawa oleh Lesi, Pak Warto hanya diam saja mendengarkan kedua wanitanya itu.

Tiba tiba, ketukan pintu dari luar lagi, Mereka sudah tidak menebak dan bertanya siapa di luar, tapi mereka sudah tahu, bahwa yang di luar itu pasti Andri yang mau meminta atau meminjam sesuatu.

dan ketika pintu di buka, benar saja itu Andri.

" Maaf bu pak, kalo boleh saja pinjem Rice coker nya gak ?, soalnya saya mau masak nasi, mumpung ada berasnya " Ucapnya di ambang pintu.

" ada juga yang kecil bekas di warung dulu, boleh ? " Tanya bu Arumi.

Andri pun segera mengangguk, dan ibu Arumi melangkah pergi menuju lemari bupet dan mengambil Rice Coker yang berukuran dua literan , Dan Memberikan nya ke Andri.

" Nih, pake aja dulu kalo gak ada rice coker, nanti kalo kamu udah beli balikin ya " Pesan nya kepada Andri yang menjawab nya dengan senyuman dan anggukan saja.

" makasih bu, saya pulang ya " Pamit Andri dan seger pergi ke rumah nya di sebelah rumah Bu Arumi.

" Gimana sih tuh orang, ngontrak kaga ada beras, giliran ada beras kaga ada Ricecoker nya, pusing aku bu liat kedua anak muda itu " Keluh Pak Warto.

" Ya mungkin lagi merintis kali pak, udahlah biarin aja " timbal ibu Dan kembali duduk di sopa.

" iya, kehidupan sih merintis, tapi bikin anak melaris " Celetuk Lesi dan langsung di sentil bu Arumi.

" Aduh , sakit lah bu " Keluh Lesi sambil memegang telinganya yang terasa panas.

" ngomong nya di jaga ya, kamu juga perempuan loh, kita gak tau kita bakalan punya anak berapa" Tegur Bu Arumi.

" Satu aja lah bu, ngapain banyak banyak kalo gak ke urus, dosa juga kan, lagian aku turunan dari ibunya juga cuma satu kan, pasti satu lah " Kelak Lesi tidak mau kalah.

" bukan dari turunan, orang adik adik ibu juga banyak, bapak mu juga banyak adik " Timbal bu Arumi.

" ya kan jaman dulu mah gak ada keluarga berencana bu , sekarang mah banyak , ada implan, IUD, Suntik dan lain lain, dulu mah anak masih tiga bulan juga udaj hamil lima bulan lagi bu " Ungkap Lesi.

"tadinya ibu juga mikir pengen satu aja, tapi sekaranv Ibu malah pengen nya kamu punya adik, tapi gak di kasih kasih sampe kamu udah segede ini, ibu nyesel, karena ibu takut nanti jika ibu dan bapak sudah tua, siapa yang bantuin kamu ngurus ibu, kamu pasti bakalan kerepotan sendiri, karena gak ada sodara, Banyak ada gak ada salahnya, agar nanti kita tua di urus sama anak anak kita, dan ketika dia sedang kebinggungan nyari solusi dia ada tempat cerita, Banyak anak banyak Rezeki Les, " Nasihat bu Arumi.

" ya itu kalo orangnya ngurus ke anak bu, lah si Ratna kan asik sendiri, anak di biarin kemana mana, masuk masuk rumah orang, ngeberantakin dapur orang, gak ngurus dia, liat aja, masa dia nya cakep anak nya kayak Gembel bu" Tutur Lesi sambil geleng geleng kepala mengingat bagaimana Ratna setidak memperhatikan anak anaknya.

" Mana yang gede gak sekolah, itu yang cewek juga kaga, apa itu gak dosa bu ?, Lesi bukan nyalahin anaknya bu, tapi ketika si orang tua itu di berikan rezeki berupa anak, tapi kenapa mereka menelantarkan nya bu, di biarin ke laparan lagi bu, aku pernah bergokin Si Riki itu lagi ngacak ngacak tong sampah di depan bu " Ungkap Lesi seraya matanya berkaca kaca dan suaranya sedikit parau.

bu Arumi dan Pak Warto hanya bisa menatap Lesi penuh tanya.

" Pas aku pergokin dia, aku tanya, kamu cari apa, dia bilang aku lapar mbak gak ada makanan, karena kebetulan aku lagi ada uang waktu itu, aku kasih dia uang bu, dan aku lihat dia beli roti empat mungkin itu buat adik adiknya dan juga mbak Ratna bu, Tapi dengan enteng nya mbak Ratna bilang ke aku Bahwa aku pelit bu, " Lanjut Lesi dan air matanya menetes tanpa ia sadari, hati nya sesak mengingatnya.

" Ya allah, sampe segitunya, tapi ibu lihat lihat Ratna sering order atau beli makanan yang enak enak setiap hari, katanya buat anaknya jika nanti bangun tidur, karena ibu sering lihat nya ketika rumah nya sudah terlihat sepi dan gak ada suara anak anak disana " Bu Arumi merasa janggal.

" mungkin karena anaknya lagi pada tidur jadi kesempatan dia buat makan enak kali bu " timbal Pak Warto.

" Bapak juga pernah lihat ya, kurir tiap harinya datang terus bawa paket banyak banyak pula, tapi di lihat lihat gak ada yang berubah dari penampilan anaknya, yang ada malah si Ratna itu tambah menor dan sedikit bergaya" Lanjut Pak Warto, ikut serta dalam kejanggalan ini.

" Aneh deh bu pokonya, aku juga kan sering ngomong ke ibu , dia mentingin dirinya dari pada perut anaknya, mikirnya karena ada tetangga, kalo anaknya lapar kan berisik tuh, nah kita berasa ke ganggu, jadi kita kasih makanan biar tuh anak diam, gitu kali fikirnya bu " Tebak Lesi.

" Waduh kacau dong kalo begitu ya, Tapi ibu denger denger juga katanya dia itu di usir dari kontrakan sebelumnya loh, gatau kenapa " ungkap bu Arumi.

tiba tiba suasana rumah menjadi hening, mereka bergelut dalam fikiran masing masing tentang tetangga nya tersebut.

*REMINDER*

Tidak ada yang melarang kamu punya anak berapa pun, karena itu titipan dari sang pencipta, tapi jika kamu melantarkan nya, tuhan pun akan melarang rezeki datang kepadamu.

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!