NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

TAWANAN CINTA MAFIA TAMPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Aliansi Pernikahan / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Wanita Karir
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Desty Cynthia

"Lepasin...sakit tahu!!!"
Teriak seorang gadis yang di seret paksa oleh seorang pria tampan namun bringas.
Arabella Jenevile Dirgantara terjebak atas kecerobohannya sendiri.
Dia tak sengaja melihat hal yang seharusnya tak dia lihat.

"Jangan coba coba lari dariku gadis nakal. Nyawamu ditanganku!" Seringai pria bernama Dariush Cassano.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desty Cynthia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meledak Satu Persatu

Disinilah mereka berada. Yah! Dariush, Sean, Fabio dan Justin. Mereka masih menunggu satu orang lagi yang akan datang. Sedangkan Bella dan Natasha menunggu di kamar.

Jay sendiri kembali lagi ke tanah air atas perintah tuan Dave. "Apa rencana selanjutnya?" Tanya Sean.

"Wohoo... Sorry telat aku tadi ada urusan." Ucap pria asing yang baru datang bernama Luca.

Luca adalah sahabat sejati Dariush dari kecil. Juga, ia merupakan orang kepercayaan keluarga Dariush. Luca sendiri sudah berkecimpung di dunia bawah tanah sedari dulu. Tak ayal seluruh musuhnya tumbang, begitu pula dengan Dariush.

Kini Dariush dan Luca di persatukan kembali dan kekuatan mereka akan lebih besar. Ketika mereka tengah bicara mengenai keadaan Arabella dan rencananya, tiba tiba saja wanita yang tengah di bicarakan datang.

"Wow... Cantik! Hai, kamu pasti Arabella?" Ucap Luca yang menghampiri Bella dan menyodorkan tangannya.

Mata Bella melirik suaminya, dan Dariush pun mengangguk pelan. Dengan ragu Bella menyalami tangan Luca. Lalu ia menghampiri suaminya.

"Aku ingin pulang, aku khawatir pada orang tuaku." Lirih Bella.

"Tidak bisa kakak ipar! Mereka mengincar mu! Kamu lebih aman disini." Bukan Dariush yang menjawab, melainkan Sean.

Tangan Dariush membawa istrinya duduk. "Kita makan dulu, anak ku pasti lapar. Ayo." Dariush membawa istrinya pergi dari hadapan para pria itu.

"Jadi dia anaknya Dave Dirgantara? Sungguh takdir yang mencengangkan!" Celetuk Luca.

"Hmm benar! Arabella sudah tumbuh menjadi wanita dewasa." Sahut Justin datar.

"Seandainya kamu jujur pada kami mungkin keadaannya sekarang tidak akan seperti ini." Geram Sean pada Justin.

Fabio mencoba menahan Sean yang sedikit emosi. Justin hanya menunduk bagaimana pun ia masih mengikuti perintah tuan besarnya, meskipun sekarang Damian dan Adelaine sudah tiada. Tapi Justin tetap setia pada keluarga Cassano.

Di meja makan Arabella menangis lagi, ia khawatir dengan orang tuanya. Ia takut orang orang jahat itu akan menyakiti daddy dan mommy-nya. Dariush terus mendekapnya dan menenangkan istrinya.

Dariush sendiri sudah menempatkan orang orang profesional di rumah mertuanya. Luca mendekati mereka. "Anak buah ku sudah menyebar disini. Kami akan memburu Revaldi malam ini." Ucap Luca.

"Terima kasih." Jawab Arabella.

-

-

-

Saat Sean sedang bermanja manja dengan Natasha di sofa, Bella datang menghampirinya. "Sean!" Ucap Bella.

"Kenapa kakak ipar?"

"Ajari aku menemb*k dan bela diri." Lanjut Bella dengan penuh keyakinan.

Sontak Natasha dan Sean terperangah atas ucapan Bella. "Oke kita mulai sekarang. Kamu juga sayang." Kata Sean pada istrinya juga.

"Hah aku? Oo-oke baiklah." Jawab Natasha ragu.

Dariush pernah berjanji akan mengajarkan Bella menemb*k namun rencana itu belum sempat di jalankan. Mengingat Dariush yang sibuk mengurus istrinya.

Sean menghubungi juga Luca. Lalu Dariush sedang mengurus sesuatu dengan Fabio dan anak buahnya. Tak lama Luca datang. "Let's go cantik." Ucap Luca dengan mata genitnya pada Bella.

Bella mendelik tajam pada Sean. Namun yang di tatapanya hanya mengangkat bahunya dan tertawa lepas. Bella mau tak mau mengikuti arahan Sean dan Luca.

Kedua wanita ini mulai di ajari dasar bela diri dan menemb*k. Sangat lama mereka melatih diri hingga memakan waktu berjam jam lamanya. Pelayan pun sudah dua kali balikan membawakan cemilan ringan dan minuman.

Selesai dengan latihannya Bella melihat jam tangannya. Sudah menjelang malam Dariush belum juga kembali. Sungguh ia khawatir akan suaminya.

"Tenang saja suami mu lebih hebat daripada diriku." Celetuk Luca yang memberikan sebotol air mineral.

"Benar! Kita tunggu saja dia pulang." Ucap Sean.

-

-

-

Yah! Dariush kini tengah membantai satu persatu anak buah Revaldi yang beberapa hari ini mengintai rumahnya untuk mencelakai Arabella.

Hanya satu lagi yang tersisa. "Hubungi boss-mu." Ucap Dariush dengan tatapan yang mematikan pada salah satu anak buah Revaldi yang sudah babak belur.

Jack menyalakan ponsel pria itu, ia menekan nomor telepon Revaldi dan mengaktifkan pengeras suaranya. "Bb-bos." Ucap pria itu dengan ketakutan.

"Kau kemana syalan? Bagaimana wanita itu sudah berhasil kau dapatkan !!" Teriak Revaldi pada anak buahnya.

Dariush merebut ponselnya dan bicara pada Revaldi. "Wanita mana yang kau maksud? Lebih baik kau persiapkan kuburan untuk dirimu pria tua!" Ucap Dariush dengan suara beratnya.

"Ap-apa? Brengsek!! Kau!! Harusnya kau ikut mati bersama orang tuamu syalan!" Revaldi terus saja mengumpati Dariush di telepon.

Namun Dariush hanya tertawa kecil menanggapinya. Ia mematikan sambungan telepon itu. "Fabio, lakukan sekarang." Ucapnya.

"Baik boss."

Ternyata Dariush dan Fabio sudah mengetahui dimana Revaldi berada. Ia menempatkan banyak anak buahnya di sana. Dengan sekali perintah, anak buah Fabio berhasil melempar b*m ke dalam rumah Revaldi.

-

-

-

"Argh...." Teriak Belinda, Andrew dan Revaldi bersamaan.

Yah! B*m meledak di dalam rumahnya. Sontak mereka pun terpental jauh. Belinda pingsan karena terbentur meja, lain halnya dengan Andrew yang masih bertahan.

"Astaga ada apa ini?" Lirih Andrew.

Sedangkan Revaldi berusaha bangkit memegang pegangan tangga. Beberapa anak buahnya sudah masuk ke dalam rumah yang amat kacau dan menolong Revaldi juga keluarganya.

Kejadian malam itu membuat heboh sekitar rumah mereka. Bahkan p*lisi dan ambulance pun sudah berdatangan.

Belinda mengalami luka yang cukup parah dibanding suami dan anaknya. Andrew dan Revaldi telah selesai di obati. Kini mereka menunggu Belinda yang masih di dalam ruangan.

"Ada apa ini pah? Apa ini ulah papah? Apa papah punya musuh? Jawab pah!" Teriak Andrew sambil membentak papahnya.

Revaldi hanya bisa menunduk lemah mendengar anaknya yang sangat marah. "Arabella? Siapa dia pah? JAWAB PAPAH!" Andrew semakin membentaknya.

"Dia anak dari teman musuh papah! Anak dari Dave Dirgantara!" Dengan berani Revaldi membeberkan siapa Arabella.

DEG

Air mata Andrew jatuh di pipinya. Jadi benar Arabella yang dimaksud adalah Arabella yang ia kenal. Andrew terduduk lemas mendengarnya.

"Kenapa pah? Ada apa pah?" Lirih Andrew.

1
Vivi Alfia Dewi
next Thor di tunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!