NovelToon NovelToon
LINTAS DIMENSI

LINTAS DIMENSI

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Fantasi Wanita / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Di tahun 3000 terjadi kekacaun dunia. Banyak orang berpendapat itu adalah akhir zaman, bencana alam yang mengguncang dunia, Gempa bumi, lonsor, hujan yang disertai badai..

Saat mata mereka terbuka, dunia sudah berubah. Banyak orang yang tewas akibat tertimpa bangunan yang roboh dan juga tertimbun akibat tanah longsor.

Tapi, ada yang berbeda dengan Orang yang terkena air hujan. Mereka tiba-tiba menjadi linglung, bergerak dengan lambat, meraung saat mencium bauh darah.

Yah, itu Virus Zombie. Semua orang harus bertahan hidup dengan saling membunuh. Kekuatan yang muncul sedikit membantu mereka untuk melawan ribuan Zombie.

Lima tahun berlalu, Dunia benar-benar hancur.. Tidak ada lagi harapan untuk hidup. Sumber makanan sudah habis, semua tanaman juga bermutasi menjadi tanaman yang mengerikan.

Aruna Zabire, memasuki hutan yang dipenuhi hewan dan tumbuhan mutasi. Dia sudah bosan untuk bertahan, tidak ada lagi keluarga dan kerabat. Mereka semua tumbang satu persatu ditahun ketiga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Keluarga Xi

Rombongan pengungsi di luar gerbang Kota Daxia tidak terlalu banyak, Kepala Desa segera meminta untuk meminta warganya memasang tenda dan memasak untuk makan malam.

Kepala Desa berserta Pak Tua berjalan menuju pintu gerbang untuk melapor, Pak Tua hanya ingin melihat apakah rombongan Desanya masih di sini atau sudah tidak ada.

Ternyata setelah di cek rombongan Desa Pak Tua sudah melanjutkan perjalanan beberapa hari yang lalu, mereka hanya menginap selama dua hari.

Kepala Desa juga mendapat informasi jika rombongan pengungsi mendapat dua kali makan gratis, tapi mereka hanya bisa menginap selama dua hari, sengaja aturan itu dibuat karena banyak orang yang ingin tinggal selama seminggu untuk makan gratis. Para pejabat Kota sangat kesal, sudah dikasih hati malah jadi serakah.

Dan kali ini, disponsori langsung oleh Putra Mahkota. Bahkan mereka dibekali perbekalan yang cukup selama dua bulan, bukan hanya itu saja, mereka juga mendapat 50 tael perak setiap Desa, sebagai modal untuk membangun Desa mereka kembali.

Ada berita tersebar, bahwa 50 tael itu disumbangkan oleh Jendral muda yang terkenal sangat kejam, sehingga opini diluar sana terbagi dua.

Yang pertama, kelompok orang-orang yang tidak percaya. Kenapa? Karena menurut mereka, tidak ada orang kejam yang mau begitu saja menyumbangkan uang sebanyak 50 tael.

Kelompok kedua berkata : Meski Jendral itu terkenal kejam, tapi dia yang berada digaris depan untuk melindungi Negara. Dia kejam hanya kepada musuh dan tidak mungkin melukai rakyatnya sendiri, buktinya dia menyumbangkan 50 tael, jumlah yang sangat banyak bagi orang Desa.

Kepala Desa kembali ke rombongan dan tenda juga sudah terpasang, dia menceritakan semua informasi yang dia dapatkan, semua warga sangat bahagia mendengarnya, mereka bersorak dan mendoakan Putra Mahkota dan Jendral itu panjang umur sampai seratus tahun.

Kepala Desa juga meminta Pak Tua untuk bergabung, perjalanan mereka sudah tidak jauh lagi, dan akan berpisah setelah tiba di Ibu Kota.

Pak Tua, yang ternyata bernama XiDali mengucapkan terima kasih. Dengan bergabung dengan rombongan Desa Suning, Ximei bisa tetap di bawah pengawasan Aruna, sehingga sementara dia bisa tenang.

Setelah makan malam, mereka duduk bersama sambil bercerita, tak di sangka perjalanan mereka akan segera berakhir, perjalanan panjang yang begitu banyak cerita bisa dikenang sepanjang hidup.

Mereka juga bersyukur karena rombongan mereka tetap lengkap, tidak ada yang mati karena kelaparan atau karena sakit, semua berkat Dewi penolong mereka, siapa lagi kalau bukan Aruna.

Aruna sangat tidak suka menerima pujian yang berlebihan, akhirnya dia mencari topik lain agar mereka berhenti memujinya. "Pak Tua Xie, bisakah Anda ceritakan kejadian yang menimpa Ximei?"

"Ya ya, kenapa rombongan kalian sampai tega meninggalkan warganya?" Kepala Desa juga penasaran, mereka belum sempat bertanya karena selama perjalanan mereka hanya fokus dengan keadaan sekitar.

Pak Tua Xi terdiam, dia merenung sejenak karena bingung harus mulai bercerita dari mana, "Sebenarnya keluargaku dengan keluarga Kepala Desa Wusu sudah bermusuhan sejak lama!"

Semua orang terdiam, ternyata ada perseteruan antara dua keluarga, tapi karena orang itu adalah Kepala Desa yang memiliki kekuasaan jadi Keluarga Xi hanya bisa diam selama ini. Jika mereka bergerak sedikit saja, orang itu akan lebih gila.

Awalnya, yang menjadi Kepala Desa Wusu adalah Pak Tua Xi, tapi karena sebuah fitnah dia diturunkan, dan digantikan oleh seseorang yang seumuran dengan Pak Tua Xi, tapi dia hanya menjabat beberapa tahun karena faktor umur, lalu digantikan oleh anaknya.

Fitnah itu berupa bukti penggelapan Dana bantuan dari pemerintah, Keluarga Xi tidak diberi waktu untuk meminta keadilan, hari itu juga dia langsung dipecat. Setelah beberapa hari muncul fitnah baru, uang Kas Desa tidak sesuai jumlahnya dengan yang tertulis di pembukuan. Orang-orang langsung mengaitkan dengan penggelapan Pak Tua Xi.

Banyak warga yang marah, tapi ada juga yang tidak percaya. Tapi mereka hanya bisa diam, karena tidak bisa berbuat apa-apa. Buka suara sesikit saja, mereka langsung dituduh bersekongkol dengan kejahatan keluarga Xi.

Keluarga Xi diminta untuk mengembalikan semua Dana yang dia gelapkan selama menjabat, dengan terpaksa Pak Tua Xi mengorbankan tanah dan rumahnya karena tidak memiliki banyak tabungan, dan jumlah yang harus diganti sangat banyak, sekitar 500 tael.

Hanya menyisakan sebuah ladang kecil, di sanalah mereka membangun rumah dari jerami. Menjual hasil panen yang hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari, terkadang ada penduduk Desa yang datang membawa barang atau makanan secara diam-diam.

Selama perjalanan, mereka tidak benar-benar tersiksa meski perbekalan mereka cuman sedikit, dan uang hanya beberapa koin tembaga saja karena Anak-anak Pak Tua Xi pandai berburu, walau hanya dapat seekor burung. Tapi makin jauh mereka berjalan, makin sulit untuk mendapat buruan, karena banyak orang yang lebih dulu masuk hutan sehingga membuat hewan di hutan ketakutan dan masuk ke hutan bagian dalam. Jadi mereka hanya bisa makan sayur liar saja.

Untuk masalah Ximei, dia menonton anak-anak Desa bermain. Tapi anak dari Kepala Desa tidak suka melihatnya, dia mendorongnya untuk pergi, tapi pijakan kakinya tidak seimbang sehingga membuatnya terjatuh.

Anak itu ketakutan dan berlari, dia tidak berani mengatakan sebenarnya. Jadi dia berbohong, bahwa Ximei terjatuh saat menonton mereka bermain.

Kepala Desa meminta seseorang yang mengerti pengobatan untuk memeriksanya, tapi orang itu belum bisa dikatakan sebagai Tabib. Dia berkata kaki Ximei hanya terkilir, perlu diurut saja.

Karena Ximei tidak bisa berjalan, dia harus duduk di atas gerobak sepanjang hari membuat perjalanan mereka melambat, sehingga Pak Tua Xi meminta rombongan untuk tidak menunggu mereka. Tapi Pak Tua Xi lupa meminta perbekalan yang dibagikan di Kota Longwan sehingga mereka semua kelaparan, uang juga sudah tidak ada lagi. Mereka hanya terus berjalan, dengan kondisi tubuh yang sangat lemah, dan di saat itulah mereka bertemu dengan rombongan Desa Suning.

Mendengar cerita Pak Tua xi, mereka merasa sedih dengan apa yang terjadi. Bersyukurlah mereka, karena satu Desa hidup dengan rukun, jikapun ada masalah kecil, mereka bisa mengatasinya dengan perdamaian, sehingga hubungan baik tetap berjalan. Apalagi selama perjalanan pengasingan, hubungan mereka makin erat lagi.

Kepala Desa meminta semua orang untuk beristirahat, dia akan memikirkan bagaimana cara untuk membantu keluarga Pak Tua Xi, dia tidak bisa hanya diam setelah mendengar ceritanya. Dia tau, meski hanya menjabat sebagai Kepala Desa, tetapi juga memiliki banyak tanggung jawab, tapi malah dibalas dengan fitnah dan tuduhan dari orang-orang yang serakah.

****

Di pagi hari berikutnya, mereka menunggu sarapan yang akan dibawakan langsung oleh petugas. Dan sarapannya lumayan lengkap, bubur kental dengan dua potong tahu goreng dan satu butir telur

Mereka memakannya tanpa mengeluh, meski rasanya tidak sebaik makanan yang dimasak menggunakan bumbu racik dari Aruna. Mereka tidak ingin lupa, bahwa mereka pernah menahan lapar karena tidak ada lagi yang bisa dimakan.

Tapi berbeda dengan Aruna, dia meminta Ozian untuk memakan jatahnya, semua orang sudah tau jika Aruna tidak suka masakan yang hambar. Dia bersembunyi dalam kereta dan masuk ke dalam ruangnya, dia membuat nasi goreng dengan berbagai toping. Ngomong-ngomong, ini pertama kalinya dia makan nasi goreng semenjak dia berpindah dimensi.

Aruna keluar dari kereta, dan membawa banyak cemilan. "Ayo, yang ingin makan permen segera berbaris!"

"Akhirnya ada permen!" seorang bocah berseru dan segera berdiri paling depan.

"Yeeeyy aku suka permen!"

"Terima kasih Kak Aruna!" semua bocah membungkuk sebagai rasa hormat dan rasa terima kasih mereka.

Aruna mengangguk puas, didikannya selama ini tidak sia-sia. Dia merasa dirinya benar-benar layak jadi seorang Guru. Dia menatap bocah laki-laki yang berada barisan depan, bocah itu dipanggil dengan nama Boyu oleh orang tua dan kawan-kawannya.

Boyu memiliki kekuatan yang paling baik diantara bocah seumurannya, dia paling cepat menangkap ajaran yang Aruna berikan, bisa dibilang dia juga yang paling cerdas.

"Boyu, kamu lihat gadis kecil itu kan? Kakinya sedang patah, jadi semantara dia tidak bisa berjalan dan berdiri. Kalau dia yang mendapat permen terlebih dahulu bagaimana menurutmu?"

Seketika semua orang fokus dengan Boyu, mereka penasaran bagaimana Boyu menjawab. Tapi tak disangka jawaban mereka dengar sedikit membuat mereka terharu dan menggemaskan.

"Kak Ozian pernah berkata padaku, jika seorang lelaki sejati tidak boleh menindas seorang Wanita, dan juga kami para lelaki harus menjaga dan lebih mengutamakannya"

Prok prok prok

Aruna bertepuk tangan dan diikuti yang lainnya, tak lupa memberi pujian karena sudah menjadi lelaki sejati.

Ozian menatap Boyu dengan pandangan tak percaya, ingatan bocah itu sungguh sangat bagus, Ozian memang pernah mengatakannya, tapi itu sudah sangat lama, dia memang lebih sering berinteraksi dengan Boyu, karena waktu di Desa mereka bertetangga.

Aruna memberi Ximei dua bungkus permen, dia mengusap kepalanya lalu berkata "Jangan menangis, Kamu berhak mendapatkannya."

Pak Tua Xi dan keluarganya sangat terharu, padahal mereka hanya orang asing yang tidak sengaja bertemu, tapi mereka malah disambut dan dihargai layaknya orang dalam. Mereka juga tersenyum melihat ketiga saudara laki-laki Ximei yang ikut berbaris.

Aruna meminta kepada Chen dan Rhui untuk membagi permennya agar lebih cepat selesai. Bukan cuman anak-anak yang mendapat permen, bahkan orang tua dan para sesepuh juga dapat menikmatinya. Suasana di pagi hari sangat meriah penuh canda dan tawa.

1
Srie Ncii Herdiansyah
sering2 up yaa
Srie Ncii Herdiansyah
1 lg thorr🤭
Srie Ncii Herdiansyah: haha iyaa🤣
total 2 replies
Fii
Selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya😊🙏
RA
crazy up💪
Srie Ncii Herdiansyah
kapan double up nya Thor??berasa kurang muluuu..aku klik akunya ternyata ini novel pertama ya .
Fii: Makasih kk atas sportnya.
Belum bisa crazy up,. ada toddler🤭

Sebenarnya sudah nulis sejak tahun 2022. tapi hpnya rusak, dan lupa akun😭 jadi baru sekarang ada kemauan lagi🙏
total 1 replies
Andira Rahmawati
lanjuttt
Srie Ncii Herdiansyah
mna lagi thor
Chen Nadari
bikin kepooo thor🤭
Narina
lanjut thor....mkin penasaran
Fii
Hey, komen dong kalau ada typo.🙏
Author baca berulang-ulang kok sebelum up.😁 Tapi kadang masih ada yang nyelip.🤭
RA
huhu Thor crazy up
Lina Octavianti
never give up, thor 👍👍👍
Lina Octavianti
semangat, thor 👍👍👍
Lina Octavianti
keren thor, semangat 👍👍👍
Lina Octavianti
fighting, thor 👍👍👍
Lina Octavianti
semangat, thor 👍
ceritanya keren banget 🫰🙆‍♀️😊
Lina Octavianti
mantap aruna, u keren banget 👍👍👍😊😊😊
Srie Ncii Herdiansyah
kok habiss ??lg dong kk
Narina
up thor
Andira Rahmawati
💪💪💪💪..lanjooottt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!