BERAWAL DARI SALAH KIRIM NOMOR, BERAKHIR DI PELAMINAN?!
Demi tes kesetiaan pacar sahabatnya, Dara (22) nekat kirim foto seksi sambil ngajak "kawin". Sayangnya, nomor yang dia goda itu BUKAN nomor pacar sahabatnya, tapi Antonio (32), Oom-nya Acha yang dingin, mapan, tapi... diam-diam sudah lama suka sama Dara!
Dara kabur ke pelosok desa, tapi Nio justru mengejar. Dara mencoba membatalkan, tapi Nio justru malah semakin serius.
Mampukah Dara menolak Om-om yang terlalu tampan, terlalu dewasa, dan terlalu bucin karena salah chat darinya ini?
Novel komedi tentang cinta yang beda usia 10 tahun. Yuk, gas dibaca. Biar tahu keseruan hidup Dara-Nio yang serba gedabak-gedebuk ini 🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ame_Rain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Naluri Suami
"Sayang? Kamu kenapa?"
Nio mengusap-usap punggung istrinya dengan lembut. Dara menggeleng, mengatakan bahwa dia tidak apa-apa. Tapi, pikiran Nio langsung tidak tenang.
'Pasti ada sesuatu disana,' batinnya.
Dia tiba-tiba naik ke atas, mengungkungnya. Mata Dara auto melebar melihat suaminya tiba-tiba sudah di atasnya begitu.
"Loh, Mas, kamu ngapain?" tanyanya.
Nio menatap istrinya.
"Kamu udah selesai datang bulan, kan?" tanya Nio.
Karena memang setelah salah sangka hamil waktu itu, Dara langsung datang bulan. Dan baru sore ini dia mandi wajib lagi.
"Iya, tapi kan tadi bilangnya cuma cuddle?"
Nio tersenyum.
"Enggak jadi, kayaknya aku harus ingetin kamu siapa pemilik kamu saat ini."
Dara menelan ludah dengan susah payah.
Dan begitulah, dia berakhir di makan oleh suaminya—semalaman.
***
Besok paginya, Dara bangun dengan kondisi kacau. Lelah luar biasa, encok pula. Nio benar-benar tidak memberinya ampun.
'Anjir lah ni laki. Kagak ada capek-capeknya masalah ngewe. Mana satu ronde enggak cukup pula bagi dia,' batinnya.
Mereka kemudian melakukan kegiatan rutin mereka setiap pagi, baru kemudian turun dari lantai dua ke lantai satu untuk sarapan bersama. Di meja makan, Bi Ijah sudah menyiapkan makanan untuk mereka.
"Nanti pulang kerja, aku jemput kamu." kata Nio di sela-sela sarapan mereka.
"Enggak usah, Mas. Aku bisa—"
Ucapan Dara terhenti saat melihat tatapan suaminya yang seolah mengatakan, 'Pokoknya aku jemput,' itu.
Dara menghela napas pelan.
'Kok gue malah jadi penurut banget ya kalau sama dia? apa gue di jampi-jampi?' batinnya.
Tapi, Dara tidak menolak lagi. Selesai makan, mereka langsung pergi menuju kantor Dara terlebih dahulu, baru kemudian Nio pergi ke kantornya.
***
Nio berada di ruang kerjanya. Tangannya memegang ponsel bukan untuk melihat email dari klien atau semacamnya— tapi dia sedang menonton istri tercintanya yang tengah bekerja menjadi Host Live salah satu brand kecantikan dalam negeri.
'Cantiknya istriku,' batin Nio.
Dia tersenyum.
Sampai saat ini, Nio tidak merasa ada hal yang membahayakan keutuhan rumah tangganya. Beberapa penonton mungkin genit, menanyakan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan apa yang Dara jual. Tapi, Nio merasa itu bukan masalah. Lagipula Dara tidak mungkin buta untuk membedakan mana berlian, dan mana tahi kuda.
"Pak, setengah jam lagi kita ada meeting dengan klien." ujar Bima mengingatkan.
Nio hanya menoleh sekilas saja, lalu kembali menatap layar ponselnya untuk terakhir kali—sebelum akhirnya dia memasukkan ponsel itu ke saku jasnya.
"Kalau semua persiapan sudah selesai, kita berangkat sekarang."
"Baik, Pak."
Nio pun akhirnya sibuk dengan urusan pekerjaannya. Meeting dengan klien, memeriksa dokumen, melihat-lihat perkembangan proyek...
"Hufttt..."
Dia duduk di kursi CEO nya. Tubuhnya bersandar pada kursi, matanya terpejam. Hari ini agak sibuk, tapi dia berusaha keras menyelesaikan semuanya sesegera mungkin, karena dia tidak mau telat saat menjemput istrinya pulang kerja nanti.
Nio memeriksa ponselnya, masih pukul 16.00. Masih ada satu jam lagi sebelum Dara selesai bekerja. Dia membuka akun tadi lagi, ingin melihat bagaimana istrinya itu bekerja.
Tapi... disana, dia melihat istrinya tak sendirian. Seorang bajingan kecil yang tidak dia kenal juga berada di sana.
"Ayo kakak-kakak, kalau beli paket bundling ini, kalian bisa dapat hasil semulus wajah Kak Dara! Coba deh lihat. Mulus banget, kan?"
Pria itu menyentuh dagu Dara, mengarahkan wajah istrinya untuk lebih dekat dengan kamera. Bukan hanya itu, pria itu juga merapikan anak rambut Dara yang menutupi Dahi.
Nio mengepalkan tangan di lengan kursinya. Siapa orang yang berani menyentuh istrinya ini?!
"Bima!" panggilnya agak berteriak.
Bima yang kebetulan masih ada di ruangan itu, segera mendekat pada bosnya.
"Sekarang juga, kamu cari tahu identitas bajingan ini!" perintah Nio.
"Baik, Pak!"
Bima segera mengotak-atik tablet miliknya. Dalam hati, dia mendesah. Apa lagi yang istri bosnya ini lakukan, sih?
***
Dara membangunkan singa yang sedang tidur 🙈
Kira-kira bakal gimana ya, kelanjutannya?
Ikutin terus kisah absurd Dara dan Nio, ya!
Sampai jumpa lagi di bab selanjutnya, bye-bye~