putri duyung yang memiliki kekuatan ajaib tanpa senjaga menyelamatkan seorang gengster yang terluka di dasar lautan.
jatuh cinta pada pandangan pertama,,dan dengan tekad juga kerinduan pada ibunya di dunia manusia.
dia membahayakan dirinya sendiri,hingga suatu hari gangster itu mengecewakan nya.
lalu bagaimana dengan kisah selanjutkan,,saksikan kelanjutannya,,yuk mampir ke cerita ku ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rania melahirkan
para pengawal Daxton yang berjaga disana sontak saling memandang dan menatap wanita yang ternyata adalah Melinda dengan tidak percaya.
" bagaimana ini ?? seperti nya dia benar-benar akan melahirkan? " ucap salah satu pengawal dengan cemas.
" tunggu apa lagi, cepat beritahu pada tuan Daxton, sementara aku yang akan membawa wanita itu ke rumah sakit ! " perintah temannya, pengawal itu mengangguk dan dia pergi dengan berlari menuju kamar Daxton.
dan pengawal yang tinggal disana,dia membuka sel dan melepaskan kawat besi dari tubuh Melinda,setelah itu dia menggendong nya dan membawanya kerumah sakit.
sementara didalam kamar yang terlihat berantakan,disana juga tercium bau minuman alkohol yang menyengat.
setelah mengetahui kenyataan yang tidak bisa dia terima, Daxton selama 2 Minggu ini menghabiskan waktu didalam kamar dengan minuman alkohol nya,dia terlihat putus asa dan penampilan nya berantakan.
" jika aku menjadi Ayara, mungkin aku juga akan membenci seseorang itu,, ternyata setelah mengingat semuanya aku memang pria yang kejam dan tidak memiliki hati,,,hahahahaa...dan semuanya telah terjadi percuma saja aku menyesalinya,,karna ayara sekarang sudah menikah dan telah mengandung anak pria lain !! " racau Daxton sembari menyandarkan kepalanya di ranjang dan menatap langit-langit kamarnya.
tok tok tok
Daxton menoleh kearah pintu,dia berdiri dan berjalan menuju pintu kamarnya.
ceklek
" bukankah sudah kukatakan jangan menganggu ku saat ini !! apa kalian tidak mendengar perintah ku !!! " marah Daxton setelah melihat asisten yang sedang berdiri di depan pintu bersama dengan pengawal nya.
Raka mengehela nafasnya setelah melihat penampilan tuannya,2 Minggu ini Daxton selalu melarang siapapun yang ingin masuk kedalam kamarnya,bahkan Raka tidak di perbolehkan menemui nya.
" tuan saya membawa kabar yang sangat penting untuk anda " Raka terpaksa harus menentang perintah tuannya, karna saat ini dia harus menyampaikan berita yang baru saja dia ketahui tentang Melinda.
" berita?? berita apa ? berita Ayara sudah bercerai dengan pria itu ? atau berita Ayara datang mencariku ? " tanya Daxton dengan terkekeh,dia terlihat seperti kehilangan kewarasan nya.
" bukan tuan,,tapi ini berita tentang Melinda,,dia.." ucapan nya terhenti saat Daxton tiba-tiba memukul pintu kamar nya dengan keras.
" apa kamu sudah lupa dengan apa yang aku katakan Raka!!! sudah aku katakan jangan pernah bawa-bawa lagi nama wanita jalang itu !!! " murka Daxton pada asisten nya.
" pergilah dari sini sebelum aku menghukum kalian ! dan ingat jangan pernah biarkan siapapun menganggu ku termasuk itu kamu !!" Daxton berbalik badan dan berjalan memasuki kamarnya,tidak lupa dia menutup pintu kamarnya.
tapi sebelum pintu itu tertutup sepenuhnya, tiba-tiba ucapan Raka membuatnya mematung.
" tuan Melinda hamil,dan sekarang dia akan melahirkan,dia juga mengatakan anak itu adalah darah daging anda,,jika tuan tidak percaya temui saja dia,,dan aku hanya ingin menyampaikan ini saja,,kalau begitu saya permisi" beritahu Raka yang ingin pergi,tapi tiba-tiba langkah nya terhenti saat mendengar ucapan tuannya.
" tunggu !! bawa aku kesana !! aku harus memastikan satu hal " kecam Daxton,tanpa memperdulikan penampilan nya,dia berjalan dan di ikuti oleh Raka.
saat ini Daxton merasa perasaan nya tidak tenang, wajahnya menegang, jantung nya berdebar kencang.
" apakah itu benar anakku ? apa karna dia seorang duyung maka dari itu wanita jalang itu melahirkan anakku begitu cepat?? aku harus melakukan tes DNA setelah anak itu lahir, aku tidak boleh terkecoh lagi " gumamnya,dan mobilnya pun melaju menuju rumah sakit,dimana Melinda akan melahirkan anaknya.
**************
Dorrrrrrrrrrrrrrrrr
di belakang kediaman Rosewood,dimana disana adalah tempat untuk latihan menembak,tapi di siang ini, suasana disana terasa berbeda,mereka semua yang telah berkumpul disana menahan nafas, saat melihat peluru yang melesat kearah buah apel yang sengaja di targetkan.
siapa lagi pelakunya jika bukan Rania,siang ini dia mengidam ingin menembak buah apel,dan buah apel itu harus di letakkan di kepala kakek Max yang sekarang juga sudah menjadi kakek nya.
" bagaimana dengan tembakan ku Max?? apa tembakan ku menurut mu sudah sempurna,atau harus latihan lebih keras lagi ?? " tanya Rania yang sedang meniup asap pistol nya.
Max tersenyum paksa,dia menatap pria paruh baya itu yang sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.
" tembakan mu sudah sangat sempurna,aku tidak menyangka ternyata istri ku sangat jago memainkan pistol " puji Max yang membuat Rania tersenyum lebar.
dia berdiri dan mencium pipi pemuda tampan itu dengan senangnya.
" kamu memang yang terbaik, mendengar pujian mu hatiku jadi berbunga-bunga" ucap Rania,setelah membuat suaminya baper,dia berjalan mendekati Theo yang masih terdiam kaku di tempat nya.
" kakek kamu sangat hebat, terimakasih karna sudah menuruti keinginan cucu mu " ujar Rania sambil memeluk lengan pria tua itu.
Theo hanya mengangguk,dia melirik robet dengan tatapan tajam,dan menatap cucunya Max yang sedang tersenyum-senyum sendiri seperti orang yang tidak waras.
" jadi ini alasannya kenapa anak durhaka itu meminta ku segera menemui istrinya,awas saja kamu max,aku akan memberikan mu pelajaran nanti,dan cucu menantu ku ini,kenapa selalu meminta hal yang di luar nalar " batinnya,tapi tiba-tiba dia teringat sesuatu yang membuat dia mendengus dingin.
" aku baru sadar,cicit ku menurun sifat ayahnya, tidak heran lagi jika ayahnya kejam entah seperti apa cicit ku nanti," batin nya lagi.
tiba-tiba saja Rania memegang perut nya yang terasa sakit, matanya berkunang-kunang, tangannya mencoba meraih Max yang tidak jauh darinya.
" apa..apa yang terjadi?? tidak mungkin aku melahirkan sekarang,,ini..ini aura duyung yang begitu pekat,,apa yang terjadi sebenarnya,,aku tidak pernah melanggar peraturan itu lagi " gumamnya,keringat dingin membasahi wajahnya.
joko dan Liam yang sedang sibuk mencoba memanah tidak menyadari keanehan yang terjadi pada majikan mereka itu.
sedangkan Max dia masih tersenyum-senyum sendiri karna merasa hatinya berbunga-bunga saat ini tapi tiba-tiba.
brukkkkkkkkkkkkkkkkk
raniaaaaaaaaaaaaaaaa
nonaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
semua orang terkejut dan berteriak saat melihat Rania jatuh pingsan, seketika mereka semua panik, Max berlari dengan jantung berdebar kencang,dia menggendong Istrinya dengan tangan bergetar hebat.
" cepattttt siapkan mobil,kita harus membawa Rania kerumah sakit,, cepattttt!!! " teriaknya dan setelah itu dia berlari membawa Rania.
begitu juga dengan Theo,nafasnya tersengal-sengal,dia menatap kepergian Max dengan rasa panik sehingga membuat dia kesulitan bernafas.
" tuan besar,,apa anda baik-baik saja,,tuan tenanglah saya yakin nona pasti akan baik-baik saja,tarik nafas anda tuan,dan setelah tuan merasa tenang kita akan menyusul tuan max kerumah sakit " untung saja robet melihat tuannya yang terlihat pucat,dan dengan cepat dia mengusap-usap dada pria tua itu dan mencoba menenangkan nya.
setelah beberapa menit, Theo akhirnya merasa tenang,dia menatap robet dengan cemas.
" cepat kita susul mereka, aku tidak mau terjadi sesuatu pada cucu menantu ku !! dan telpon dokter terbaik dari luar negri!! katakan padanya untuk segera menyusul ke Indonesia,sekarang !! " perintah Theo yang di angguki oleh robet.
sedangkan Liam dan Joko sudah pergi lebih dulu,tentu saja mereka juga sangat panik saat melihat nona mereka tidak sadarkan diri.
suasana di kediaman Rosewood saat itu terasa tegang,bahkan para pembantu dan pengawal berdoa untuk keselamatan majikan mereka.
**********
rumah sakit
didalam ruangan,para dokter sibuk berjalan mondar-mandir mempersiapkan operasi Caesar,ya ternyata Melinda yang akan melahirkan tidak bisa melahirkan anak nya dengan normal.
awalnya para dokter merasa bingung saat melihat letak bayi Melinda yang terlihat aneh saat di USG,karna takut sesuatu terjadi pada pasien,dokter rumah sakit itupun meminta persetujuan pada wakil Melinda untuk melakukan operasi Caesar.
tentu saja itu harus persetujuan Daxton,dan pemuda itu juga terlihat sedang duduk di luar ruangan dengan tangan mengepal.
" jika anak itu adalah anakku,dengan begitu aku masih memiliki harapan untuk hidup,tapi jika dia bukan anakku,aku akan membunuh wanita jalang itu bersama dengan anak yang dia lahirkan" batinnya,dia berdiri dan berjalan mondar-mandir.
tiba-tiba dia melihat dokter keluar dari ruangan,melihat itu Daxton berjalan menghampiri nya.
" bagaimana? apa bayi nya sudah lahir ? " tanya Daxton dengan penasaran.