NovelToon NovelToon
Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Ditakdirkan Menjadi Ratu Vampir

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampir / Manusia Serigala / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

“Aku telah melihat masa depan kalian,” lanjutnya. “Dari abu pengorbanannya, jiwanya tidak hancur. Jiwa sang Ratu terlepas dari pusaran kehancuran dan ditakdirkan untuk terlahir kembali.”

“Sebagai apa?” suara Ragnar nyaris hanya bisikan.

“Sebagai manusia.”

“Manusia?” Ragnar tertawa pendek, pahit. “Makhluk fana, rapuh, dengan umur sekejap mata?”

“Justru karena itu,” jawab Holly. “Ia akan hidup jauh dari dunia kita, tanpa ingatan tentang perang, mahkota, atau pengorbanannya. Namun takdir tidak sepenuhnya kejam, bukan? Setidaknya dia terlahir kembali kali ini hanya untukmu.”

999 tahun pencarian....

“Akhirnya, aku menemukanmu, Ivory! Aku telah menepati janjiku untuk tidak melupakanmu dan datang menjemputmu.”

PLAK!

“Anda sudah keterlaluan! Dasar Bos Gila!” Kata Ivory penuh amarah.

Akankah takdir kali ini akan mempersatukan Ragnar dan Ivory kembali? Ataukah takdir sebelumnya akan terulang kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20. Keinginan Hati Untuk Tinggal

Lorong-lorong restoran mewah kini berantakan. Meja-meja terbalik, lampu pecah, dan sisa-sisa kaca berkilau di lantai seperti bintang-bintang jatuh. Dorian berdiri di sudut, wajahnya pucat, napasnya terengah. Siapa sangka skenario yang sudah direncanakan rapi kini berantakan total.

Sebenarnya, semuanya seharusnya sederhana. Ia menyamar sebagai pembunuh, menargetkan reinkarnasi ratunya, lalu sang raja vampir muncul sebagai pahlawan. Drama yang indah, penuh ketegangan dan heroisme.

Namun, kehadiran werewolf dan penyihir hitam sungguhan membuat seluruh rencana itu hancur berantakan. Dorian menelan ludah, menatap sang raja vampir yang kini duduk di lantai, tubuhnya terluka, perban darah menghiasi setelan hitamnya. Skenario sempurna mereka berubah menjadi mimpi buruk.

Tidak ingin menimbulkan lebih banyak masalah lagi, Ragnar lantas memberikan perintah kepada Dorian dan Theron untuk membantunya kembali ke Mansion. Meninggalkan Denzel yang jelas ditugaskan untuk mengurus masalah restaurant tersebut dan mengantarkan reinkarnasi ratunya pulang dengan aman.

Darah masih menetes perlahan dari sisi tubuh Ragnar, menghitam saat menyentuh lantai marmer dingin saat Dorian memapahnya berdiri. Area restaurant itu diselimuti keheningan yang tidak wajar, hanya dipecah oleh desah napas tertahan para pengikutnya.

“Denzel, antar dia pulang dengan aman.”

Perintah itu meluncur tegas dari bibir Ragnar, meski wajahnya pucat dan bahunya sedikit terkulai. Ia menoleh pada Denzel yang berdiri di dekat pilar, jasnya masih berkilau oleh sisa mantra pelindung.

“Pastikan tidak satu bayangan pun mengikutinya.”

Denzel membungkuk hormat. “Perintah akan dilaksanakan, Yang Mulia.”

Namun sebelum Denzel sempat melangkah, tangan kecil itu mencengkeram lengan Raja Vampir.

“Tidak.”

Suaranya lirih, tapi cukup untuk menghentikan semua gerakan di ruangan itu. Ragnar menoleh. Mata merahnya yang biasanya dingin kini tampak retak oleh rasa sakit, bukan hanya karena luka di tubuhnya, tetapi karena wanita yang berdiri terlalu dekat dengannya.

“Kau harus pergi,” katanya lebih pelan, hampir memohon meski nadanya tetap memerintah. “Tenang saja, aku akan pastikan kau tetap aman meski aku tidak berada di sisimu.”

“Biarkan aku tetap bersamamu,” balasnya cepat. Jemarinya mengencang di pakaian Ragnar yang telah ternodai darah. “Kau terluka karena aku. Karena berusaha melindungiku dari mereka. Setidaknya biarkan aku memastikan kau baik-baik saja, setelah itu kau bisa mengusirku pergi dari sisimu.”

“Aku baik-baik saja,” ucap Ragnar lembut. “Luka ini hanya luka kecil yang akan sembuh dengan cepat.”

Ivory menggeleng tanda penolakan, rambutnya jatuh menutupi wajahnya yang pucat. “Aku tidak akan meninggalkanmu sekarang. Tidak setelah kau hampir mati melindungiku. Aku hanya ingin memastikannya saja.”

Keheningan merambat, berat dan menekan. Dorian dan Theron saling bertukar pandang, tidak ada yang berani menyela. Denzel menunduk, memahami bahwa ini bukan lagi soal perintah, melainkan pilihan yang tidak bisa dipaksakan.

Ragnar menarik napas panjang, menahan rasa perih yang menjalar di dadanya. “Jika sesuatu terjadi lagi padamu—”

“Maka itu terjadi bersamamu,” potongnya, suaranya bergetar namun mantap. “Aku bukan beban yang harus disingkirkan.”

Untuk sesaat, Raja Vampir terdiam. Lalu ia mengangkat tangannya yang berlumur darah dan menyentuh pipi Ivory dengan lembut. Sentuhan yang kontras dengan kekerasan pertempuran barusan.

“Dasar keras kepala! Bukankah sebelumnya kau sangat bersikeras menghindariku? Tapi lihatlah sekarang, aku menyuruhmu pergi tapi kau malah memilih tinggal,” gumamnya lirih.

“Itu konteks yang berbeda. Jika kau tidak terluka karena melindungiku, mungkin aku sudah pergi jauh-jauh darimu,” jawabnya, nyaris berbisik.

Sudut bibir Ragnar terangkat tipis, senyum lemah yang jarang sekali terlihat. Ia menoleh kembali pada Denzel. “Dia akan ikut bersamaku,” katanya akhirnya. “Kau tetap tinggal di sini dan bereskan sisanya.”

“Baik, Yang Mulia.” Jawab Denzel.

Sepertinya Denzel harus bekerja lembur malam ini. Sudah jelas, bukan bahwa arti membereskan yang dimaksud rajanya adalah mengembalikan restaurant tersebut menjadi seperti semula dengan kekuatan sihirnya. Kemudian, menghilangkan ingatan semua orang yang tanpa sengaja terjebak dalam pertarungan di sana.

...****************...

Sementara ditempat lain, api hitam berdenyut di udara, menyisakan bau darah dan sihir gagal yang masih menggantung di aula batu itu. Sang Enigma berdiri membelakangi singgasana obsidian, jubahnya tenang, bahkan terlalu tenang untuk sebuah ketenang yang mampu membuat seluruh ruangan gemetar seolah dunia tahu, amarah sedang dikurung paksa.

Di hadapannya, Pemimpin Penyihir Hitam atau lebih tepatnya wadah sementara kekuatan murni sihir hitam yaitu Seraphina Parcivel tengah berlutut. Darah mengalir dari pelipisnya, bukan karena luka fisik, melainkan tekanan kekuatan yang menindih tubuh dan jiwanya.

“Kau mengerahkan mereka,” suara Ren—Sang Enigma rendah, hampir seperti bisikan. “Tanpa izin dariku.”

Tak ada teriakan. Tak ada kutukan yang dilontarkan. Justru itulah yang membuat para penyihir di sekeliling menahan napas. Mereka tahu bahwa amarah Sang Enigma tak pernah datang dalam bentuk ledakan. Ia datang sebagai kehancuran yang terukur.

“Kami hanya… melihat kesempatan,” jawab Seraphina, suaranya bergetar. “Reinkarnasi Ratu Vampir masih rapuh. Dengan bantuan kaum werewolf—”

“Tapi pada akhirnya kau gagal, bukan?”

Kalimat itu jatuh seperti palu penghakiman. Bayangan di dinding merayap, berubah bentuk menyerupai taring dan cakar. Ren berbalik perlahan, matanya bersinar dengan cahaya keemasan yang dingin.

“Kau bukan hanya gagal membunuh reinkarnasi sang ratu,” lanjutnya. “Kau membuat Raja Vampir kini sepenuhnya sadar.”

Ia mengangkat tangan, dan gambaran sihir muncul di udara. Istana vampir yang kini dijaga berlapis-lapis segel kuno, para pengikut raja bersumpah darah, dan mata-mata yang bergerak di setiap bayangan. Dan satu hal yang pasti, Ragnar mengutamakan perlindungan untuk reinkarnasi ratunya.

“Sekarang mereka tahu,” kata Ren tajam. “Mereka tahu bahwa kita mengincar sang ratu yang terlahir kembali. Mereka tahu kegelapan sedang bergerak.”

Seraphina hanya menunduk lebih dalam. “Kami hanya ingin mempercepat rencana besar—”

“Rencana besar atau hanya rencanamu untuk mempertahankan kekuatan murni sihir hitam yang kini berada di tubuhmu itu?” Tekanan sihir menghantam lantai, membuat retakan menjalar.

Beberapa penyihir menjerit pelan, kaum werewolf yang hadir di sudut ruangan merunduk naluriah, ekor mereka terjepit ketakutan. “Kau tahu bahwa pemilik murni sihir hitam juga terlahir kembali seperti ratu vampire, bukan?”

“Kau telah membuat Ragnar menjadi semakin waspada,” Ren melanjutkan, suaranya kini seperti bilah es. “Dan ketika mereka sudah waspada… maka seluruh rencanaku untuk mengubah takdir akan menjadi berantakan.”

Ia mencondongkan tubuhnya sedikit, cukup untuk membuat semua yang hadir merasa seolah maut sedang menatap mereka satu per satu.

“Ingat ini,” katanya pelan namun mematikan. “Reinkarnasi Ratu Vampir adalah milik takdir, dan setiap langkah menuju dirinya jelas akan mengubah takdir yang ada. Jadi, jangan bertindak gegabah mulai sekarang. Kau mengerti?”

Hening menyelimuti aula.

“Kesalahan berikutnya,” Ren menutup, “tidak akan berakhir dengan peringatan seperti hari ini.”

Dan semua yang berlutut di hadapannya tahu bahwa yang ia maksud adalah pemusnahan, jika kejadian hari ini kembali terulang.

Bersambung ….

1
Fahmi Ardiansyah
ku tunggu kelanjutannya kak semangat terus ya
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author.. Semoga sehat selalu.. 🙏🥰
Fahmi Ardiansyah
iya terserah kmu ivori
Desyi Alawiyah
Sangat menarik dan luar biasa.. 😇
Desyi Alawiyah
Lanjut kak Author, makasih udah up.. 🙏
Desyi Alawiyah
Aku juga nurut kamu Ivory, terserah kamu mau melakukan apapun... Yang penting kamu dan Elena baik-baik saja...

Tapi, apakah Ragnar akan nyerah gitu aja? Pasti Ragnar akan semakin gencar mendekati Ivory dan terus mencari tanda itu..

Iya ngga sih... 😩
Desyi Alawiyah
Lanjut lagi dong kak...

Terus kapan nih, Ragnar lihat tanda dibelakang telinganya Ivory... Ngga sabar pengen lihat reaksinya... 😋

Meskipun Ragnar udah yakin kalo Ivory reinkarnasi Ratu nya, tapi Ragnar belum lihat tanda itu kan? 😌😌😌
Desyi Alawiyah
Oh, begitu ceritanya...

Penyihir hitam dan Ratu Vampir emang kakak beradik, tapi mereka terpisah. Gitu yah?
Fahmi Ardiansyah
lanjut kak.
Cindy
lanjut kak
Desyi Alawiyah
Update lagi dong Kak.. 🤭🙏
Fahmi Ardiansyah
tu ratumu LG marah Ragnar n susah di redamkan.
Desyi Alawiyah
Nggantung lagi ceritanya..

Ivory mau bilang apa yah ke Elena? Apa Ivory udah tahu, kalau dirinya adalah reinkarnasi dari Ratu Vampir? 🤔
Desyi Alawiyah
Nah loh Ragnar, reinkarnasi Ratu mu marah tuh... Kamu sih pake bohong segala... 🤭
Cindy
lanjutt kak
Cindy
lanjut kak
Fahmi Ardiansyah
ya tunggu aja bentar LG pulng kok adkmu.tpi jgn kaget entar klu nyampek rumah cemberut n marah.
Fahmi Ardiansyah
ya iyalah seharusnya lukanya yg lebih parah LG n pertahankan agar lukanya gak hilng Ragnar skrg ivory merasa tertipu aku pastikan besok ivory pasti masih kecewa n marah.
Fahmi Ardiansyah
yaelah Ragnar caper bisa2 ivory malah merasa bersalah tu.
Fahmi Ardiansyah
aku senang cerita nya tambah seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!