NovelToon NovelToon
[DISCONTINUE]If You Hate Me So

[DISCONTINUE]If You Hate Me So

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Fanfic / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pena Putri

Hubungan pernikahan mereka penuh kepalsuan. Tak ada yang tau kebenaran dibalik senyum bahagia yang palsu itu. Grisha selalu menjadi budak yang dipaksa menurut seperti hewan peliharaan. Sedangkan Xeno adalah pemegang kendali yang menjalankan semua sandiwara ini. Meskipun disakiti berkali-kali, Grisha tetap mencintai suaminya sedangkan lelaki itu tampak begitu membencinya. Mampukah Grisha bertahan dengan cinta yang tak pernah terbalas? Atau melarikan diri untuk mencari kebebesan?

"Kenapa kau begitu membenciku, Xeno?"

"Ingat ya. Aku menikahimu hanya karena orang tuaku menyukai anak panti kampungan sepertimu!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter - 33

Tatapan tajam itu masih terpaku pada sosok yang selama ini selalu memenuhi pikirannya. Xeno punya alasan sendiri untuk memanggil Rayhan berhadapan secara langsung dengannya.

"Nah, Rayhan. Apa kau tau alasan kenapa kau dipanggil kesini?" Tanya Xeno penuh penekanan.

Ia membiarkan Rayhan untuk berdiri menghadap ke arahnya. Tak memperbolehkan lelaki berdarah Jepang itu untuk duduk barang sebentar.

"Saya tidak tau, Tuan. Apakah karena persentasi saya pada dua hari yang lalu, yang kurang memuaskan Anda?" Tanya Rayhan yang masih berusaha berpikir positif.

Xeno tertawa. Mentertawakan pria dihadapannya yang masih berpura-pura bodoh.

"Jangan naif, Rayhan. Kau dipanggil bukan karena urusan bisnis asal kau tau." Jelas Xeno dengan tatapan merendahkannya.

Rayhan masih diam. Ia masih mencoba untuk berpikir positif dan menjaga tatakrama nya. Mau semenyebalkan apapun Xeno, lelaki itu tetaplah atasannya.

Kekuasaan Xeno sangat berpengaruh.

"Jika bukan untuk bisnis, lalu apa Tuan?"

Xeno menyeringai, tatapannya semakin menajam. "Ini urusan pribadi."

Rayhan sedikit mengangkat alisnya. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan urusan pribadi? Seingatnya ia tak pernah mencari gara-gara dengan atasannya itu.

Xeno yang menyadari raut bingung Rayhan kembali tertawa. "Jangan sok naif, Rayhan. Aku muak melihat wajah sok tidak tau apa-apa mu. Sekarang kita saling jujur saja. Lupakan status atasan-bawahan. Mari kita bicara sebagai sesama lelaki."

Tatapan Xeno berubah serius. Begitu pula dengan tatapan Rayhan. Lelaki itu tak lagi menahan tatakramanya. Persetan dengan sopan santun, Xeno sendiri yang memancingnya duluan.

"Apa yang ada dipikiranmu saat jalan bersama istri orang? Apalagi sampai minta dibuatkan bekal. Dimana urat malu mu heh? Kau orang asing, jangan belagu." Ujar Xeno dengan sinis.

Rayhan terkekeh, tatapannya tegas. Ia takkan segan sekarang. Sekali-kali Xeno perlu dilawan agar tidak terlalu keras kepala.

"Jadi urusan pribadi yang kau maksud adalah Grisha?" Rayhan masih tertawa.

Xeno merasa tersinggung karena ditertawakan. Ia bingung, dimana letak lucunya? Kenapa lelaki itu malah tertawa?

"Apa yang kau tertawakan sialan? Tak ada yang lucu disini! Kau menganggap ku bercanda?! Yang benar saja!"

Rayhan menyeka sudut matanya yang berair karena keasikan tertawa. "Ini lucu sekali. Aku jadi ingin bertanya. Memangnya kau pernah menganggapnya sebagai seorang istri?"

Pertanyaan Rayhan membuat Xeno bungkam. Ia benar. Memangnya selama ini Xeno sedikitpun pernah menganggap gadis itu istrinya?

Melihat ekspresi Xeno yang bungkam, membuat Rayhan berdecih miris. "Kau bahkan tidak menganggapnya ada. Lalu untuk apa kau marah jika dia dekat dengan pria lain? Cemburu, eh? Untuk dasar apa?"sindir Rayhan.

Xeno mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku tangannya memutih. Urat-urat nya mulai nampak saat lelaki itu sedang menahan kesal.

"Tapi meskipun begitu, dia istriku! Kau tak berhak ikut campur dengan urusan rumah tangga orang!"

"Hah~ kau selalu begitu. Egois! Apa kau pernah sedikitpun memikirkan perasaanya? Selama ini ia berusaha keras menjadi istri yang sabar dan penurut demi mendapat pengakuan darimu, meski dia diperlakukan dengan kasar sekalipun. Tapi apa kau pernah meliriknya barang sedikit? Tidak pernah!"

Xeno kembali bungkam. Ucapan Rayhan seakan kembali membungkam mulutnya. Ia tak bisa mengelak.

"Jika kau tak membutuhkan gadis itu. Biarkan aku yang memiliknya!"

Xeno membulatkan matanya. Dengan cepat ia berdiri dari kursi kebangaannya dan bergerak cepat menghampiri Rayhan. Lelaki itu menarik kerah kemeja Rayhan dengan tatapan yang mengamuk.

Namun Rayhan sama sekali tak gentar. Ia malah menatap Xeno dengan berani. Membuktikan bahwa ucapannya benar-benar penuh kesungguhan.

"Apa maksudmu?!!" Tanya Xeno geram.

"Aku menyukainya..." Jawab Rayhan gamblang. Tak ada raut takut sedikitpun dari wajahnya. Karena ia benar-benar ingin melindungi gadis itu dari Xeno yang kejam.

Xeno menyeringai, tatapannya berubah nyalang. "Jangan mengatakan hal konyol!! Kau mau merusak hubungan orang ha?!"

"Bukankah kau yang menginginkan hubungan kalian cepat berakhir? Kau menikahinya karena paksaan bukan? Kalau begitu apa susahnya? Aku akan membantumu."

"Sialan!"

Xeno melepaskan kerah Rayhan dan memilih untuk membalikkan tubuhnya. Ia menarik sedikit dasinya untuk mengurangi rasa gerah. Urat-urat kekesalan masih nampak disekitar pelipis dan lehernya.

"Kau bahkan tidak mencintainya. Tapi kenapa kau ribut sekali?"sindir Rayhan yang tak habis pikir dengan sikap Xeno yang membingungkan.

"Dia sudah tidak suci lagi. Kami sudah melakukannya." Ujar Xeno seraya kembali membalikkan tubuhnya. Menatap Rayhan dengan penuh kemenangan.

"Kau tidak bisa mendapatkannya. Dia sudah tidak suci lagi. Aku yang membuatnya seperti itu. Selamanya dia takkan bisa lepas dariku!" Sombongnya lalu tertawa dengan keras.

Ia membanggakan dimana ia telah merenggut keperawanan sang istri. Ya sebenarnya tidak masalah, toh mereka sudah suami istri.

Tapi keadaannya berbeda. Mereka bukanlah pasangan suami istri pada umumnya yang saling mencintai.

Rayhan mengepalkan tangannya. Tatatapan matanya menggelap. Rayhan benar-benar berada di batas kesabarannya.

"Kau pasti yang memaksanya!! Grisha bukan gadis yang seperti itu. Kau...******** sialan!!" Seru Rayhan berapi-api. Dadanya naik turun karena emosi.

Beruntung ruangan Xeno kedap suara untuk kepentingan tertentu. Jadi takkan ada yang bisa mendengar pertengkaran mereka.

"Memang apa masalahnya? Dia istriku. Sudah jadi tugasnya untuk melayaniku meski aku memaksanya sekalipun. Kenapa kau ribut sekali? Heran..." Xeno masih saja tidak merasa bersalah.

Ya, meski ia mengatakan itu demi Rayhan membatalkan niat untuk merebut Grisha darinya.

"Kau benar-benar keparat Xeno! Aku...aku ingin sekali menghajarmu!!"

"Hajar saja kalau berani. Kenapa harus menahan diri?" Xeno hendak menyingsingkan kemeja bagian lengannya jika saja tidak mendengar ujaran Rayhan selanjutnya.

"Tapi aku tidak bisa. Grisha pasti akan kecewa. Aku tak mau mengecewakannya..."lirih Rayhan dengan suara yang bergetar.

"Kau takut dengan gadis itu? Payah sekali. Dimana rasa hormat mu sebagai lelaki? Dasar pecundang."

"Apa kau tidak pernah menghargai wanita sedikitpun? Kau ingin Grisha terus menjadi milikmu, bukan? Bukan begini caranya!!!"

"Wanita itu rapuh. Mereka memang terlihat tegar namun mereka selalu menyimpan segala masalahnya dalam hatinya yang rentan! Grisha sudah cukup sabar berada di dekatmu. Berilah dia sedikit kasih sayang jika kau masih ingin dia ada untukmu!" Lanjut Rayhan dengan suara yang mulai serak.

"Jangan menasihatiku!!!" Seru balik Xeno. Nafas kedua lelaki itu memburu karena saling berteriak.

Rayhan yang mencoba untuk membela Grisha dan Xeno yang mempertahankan egonya. Sudah jelas sejak awal tujuan mereka sangatlah berbeda.

"Persetan dengan itu. Aku akan tetap memperjuangan kan Grisha! Aku tak sanggup membayangkan ia harus tinggal dengan lelaki sepertimu setiap hari. Sudah waktunya gadis itu merasa bebas dan pergi dari kurunganmu."

Rayhan mengepalkan kedua tangannya dan mendongak guna menatap Xeno dengan tegas.

"Dan aku yang akan membebaskannya. Camkan itu."

"Hoho, mari kita lihat apa kau akan berhasil? Ingat baik-baik, aku takkan pernah melepaskannya. Apalagi pada Anjing busuk sepertimu."

Tanpa banyak kata, Rayhan segera berbalik pergi tanpa membalas ucapan Xeno barusan. Meninggalkan Xeno yang kini semakin was-was.

Niat awal mengancam Rayhan agar menjauhi istrinya. Malah berakhir mengobarkan bendera perang.

"Bagaimana ini..."

Ia hanya tak ingin Grisha pergi darinya. Ia tau caranya salah tapi...

Ia tak tau harus bagaimana lagi...

......

"Silahkan masuk--ya! Taruh disini saja. Terima kasih banyak!" Seru Grisha saat petugas kurir itu menyimpan barang yang dipesannya ke dalam rumah.

"Hoho, inilah hasil keringatku. Akhirya aku bisa membelimu sayang." Bisik Grisha lalu mengecup sayang kardus yang membungkus barang pesanannya.

Ia baru saja mendapat gaji pertamanya hari ini. Dan dari uang itu, ia memutuskan untuk membeli TV baru yang akan dipasang di dalam kamarnya.

Grisha sangat suka menonton film. Akan sedikit sulit jika ia harus naik turun tangga hanya untuk menonton TV. Terlebih kini keadaanya sedang mengandung, ia harus lebih berhati-hati.

Pintu utama kembali terbuka, menampilkan sosok Xeno yang kebingungan saat melihat Grisha tengah sibuk membuka sesuatu.

"Apa ini Grisha?"

Grisha mendongak, "Aku beli TV baru." Jawabnya seadanya. Tangan lentiknya kembali membuka kardus yang membuka TV mini yang dibelinya.

"TV baru? Kenapa? Kan kita sudah punya satu yang besar di ruang tengah. Kenapa beli lagi?" Tanya lelaki itu bingung.

Grisha mendelik seraya mencebikkan bibirnya. "Ini untuk dikamarku! Capek tau harus naik turun tangga hanya untuk nonton. Kau sih enak kamarmu ada dilantai bawah. Lah, aku? Diatas sendirian." Curhatnya dengan bibir yang mengerucut.

Xeno mengerutkan kening, "Jika ia punya TV di kamar. Waktu dia di lantai bawah akan semakin berkurang. Tidak boleh!!"

Xeno ikut manyun dan meraih kardus itu dimana TV nya masih ada didalam.

"Heh? Mau diapain?!!" Tanya Grisha saat melihat Xeno menculik TV barunya dan menyimpannya digudang. Lelaki itu mengunci pintu tersebut dan memasukannya kembali ke saku celananya.

"Hey!!! Kau apakan TV baruku!! Itu punyaku tau!!"

"Tidak boleh. Kita harus hemat listrik. Jangan boros!" Omelnya.

"Apaan? TV sekecil itu tidak akan menyedot banyak listrik. Cepat kembalikan!!"

"Tidak mau!! Kalau ingin nonton pakai TV besar disana saja. Hemat!" Celetuknya lalu melanjutkan langkah untuk masuk ke kamarnya. Meninggalkan Grisha yang meraung kesal setengah mati.

TV barunya baru saja disita oleh Xeno. Lelaki itu memang menyebalkan!

Sedangkan Xeno sang pelaku malah bersiul senang seraya menyambar handuk. Ia ingin mandi untuk menyegarkan kembali tubuhnya.

.....

Xeno menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Ia merasa aneh, suasana kembali hening. Biasanya jam segini, Grisha selalu nongkrong di depan TV dan ketawa-ketawa sendiri.

Tapi kini ruang tengah itu kosong, dan TV nya juga mati.

Namum samar-samar ia mendengar suara tawa dari atas. Karena penasaran, ia pun mencoba memeriksanya.

Dengan perlahan ia membuka pintu kamar Grisha yang ternyata tidak dikunci. Saat melihat apa yang terjadi didalam, seketika matanya membola.

"Astaga! Kenapa TV itu ada disini?" Seru Xeno yangmana membuat sang empu kamar kaget.

"Ish bikin kaget saja! Sudah ah jangan ganggu! Aku mau nonton Harry Potter! Syuh syuh syuh!! Pergi sana setan!!" Usir Grisha.

Mata Xeno berbinar saat mendengar judul film favoritnya. "Harry Potter? Aku mau nonton juga!!"

Xeno berlari kecil menghampiri Grisha dan duduk disampingnya. Posisi mereka lesehan diatas karpet berbulu yang hangat. Xeno terlihat antusias sekali.

"Apasih! Pergi sana!!" Grisha mendorong-dorong lengan kekar Xeno namun lelaki itu tak bergerak sama sekali. Tenaga Grisha tak ada apa-apanya.

"Aku mau nonton juga!!"

"Ih! Tapi ini kamarku! Kau nonton dibawah saja sana!"

"Mager."

Grisha menghela nafas berat. Bodo amat, pikirnya. Xeno susah sekali diatur.

Dengan bibir yang manyun Grisha mulai memutar kaset pada DVD yang terhubung dengan TV barunya.

Mereka mulai nonton dengan khikmad seraya berbagi cemilan. Mereka terlihat akur saat menonton film yang menjadi kesukaan keduanya.

Xeno banyak berceloteh, persis seperti anak kecil yang antusias menonton film favoritnya. Diam-diam Grisha merasa nyaman, terlebih saat mereka duduk berdekatan.

Sepertinya sang calon bayi sangat suka berada didekat ayahnya.

Namun setelah film itu berputar selama 2 jam, suara Xeno tak terdengar lagi.

Grisha menoleh dan seketika tersenyum hangat. Xeno ketiduran, dengan kepala yang bersandar pada papan ranjangnya. Wajah lelaki itu tampak lelah namun juga damai.

Dengan jarak sedekat ini, ia bisa melihat wajah Xeno lebih jelas. Wajah lelaki itu sempurna. Kulitnya putih bersih dengan hidung mancung yang mengkilap. Tampan sekali.

Grisha tersenyum lalu mengambil bantal dan menyematkannya pada belakang kepala Xeno agar leher sang suami tidak kesakitan.

Ia tak mungkin memindahkan Xeno. Mau membangunkannya pun tak tega.

Grisha mengambil selimut tambahan dan menyelimuti tubuh sang suami agar tidak ketiduran.

"Selamat Malam, Xeno..." Bisik Grisha.

Gadis itu kini menyentuh perutnya, "Selamat malam, Papa..."

Grisha terkekeh sendiri lalu memilih untuk menaiki ranjangnya. Dadanya berdebar saat menyadari bahwa secara tak langsung ia tidur ditemani oleh sang suami.

Meski sederhana, namun Grisha merasa senang. Begitupun dengan sang calon bayi.

1
Cacha_Bee🐝
bagus
Cacha_Bee🐝
masi nunggu
ni thor,dr 2021 smpe skrg.ternyta ga update2 juga pdhl udh berharap suatu saat novel ini dilanjutkan 😭😭🙏🙏
Galuh Indra Haryanti
karakter jessie itu artis thailand min... bukan bule
kavena ayunda
jahat bgt di kasih nama kambing hitam goblok sakit bgt bacanya q
bundaoskaa
typo nama
Awan
Hay author bisa follback gue ada tawaran menarik buat lu
Su Sin
episode ini haru thor
Su Sin
jurig kebon 🤣🤣🤣
dhapz H
xeno nya aja yg berpikiran jahat
dhapz H
xeno klo tau kaki grisha patah kok tdk di bawa ke mh skt
dhapz H
pergi dan tinggalkan xeno jls dia membencimu
dhapz H
jangan senang dulu
dhapz H
kasian grisha hrs berjuang sendiri
dhapz H
siapa yg bener" mencintai
dhapz H
klo hanya cinta sebelah kenapa hrs ada pernikahan
Mitsuka_chan
hueee sedih bgt ini novel kaga di lanjut :(( xeno baik" ya jgn nakal lagi lu

love u pokoknya
en_en
aku juga berharap suatu saat nanti cerita ini akan dilanjutkan. tiwas bacut seneng critane
Abi Mancung
amit"Thor ko dibuat lelakinya GX punya otak buat berfikir,terlalu.!kaya binatang punya otak GX pnya pikiran
Novie Achadini
jurig kebon😀😀😀ada2 aja author nya humoris
Selvi Tyas
kita bisa bertahan apa bila yg kita pertahankan jg bisa untk dipertahankan🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!