Di ambang kematian setelah dikhianati dan dikubur hidup-hidup, Leo Akira secara tidak sengaja meneteskan darahnya pada sepotong giok kuno yang ternyata menyimpan kekuatan primordial: Multiplikasi 1000× dan Ruang Penyimpanan Abadi. Apa pun yang dia sentuh dapat digandakan seribu kali lipat ke dalam ruang tak terbatas; siapa pun yang dia targetkan akan membuat Leo mendapatkan kemampuan orang itu—dengan kekuatan seribu kali lebih hebat.
Dari titik terendah, Leo bangkit dengan satu tujuan sederhana: menghancurkan orang yang menjatuhkannya dan menjadi orang terkaya di dunia. Tapi takdir membawanya lebih jauh. Dia tak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga mengangkat peradaban manusia dari level teknologi rendah menuju Tingkat 1 Skala Kardashev, bahkan melampaui alam semesta yang dikenal.
Inilah kisah tentang seorang manusia yang menjadi entitas tak terkalahkan, penjaga umat manusia, dan pengembara di antara bintang-bintang dimulai dari satu tetes darah dan sepotong giok.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aryaa_v2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemadam dan Titik Balik
Kaelen menemui Leo di hangar kecil di mana shuttle pribadinya diparkir. Wajah kristal birunya retak dengan pola cahaya yang menunjukkan tekanan ekstrem.
"Kamu gila, Leo. Pemadam? Kamu tidak bisa melawan mereka. Mereka adalah spesialis pembersihan untuk ancaman Tier 1 ke atas. Biasanya sebuah tim berisi tiga makhluk—satu Mindbreaker, satu Reality Sealer, satu Entropy Accelerator. Mereka tidak menangkap. Mereka menghapus."
"Saya sudah dihapus sekali," jawab Leo, memeriksa sistem shuttle yang ditingkatkannya secara diam-diam dengan pengetahuan dari pelatihan. Dia telah menggandakan komponen kunci, membuatnya lebih cepat dan lebih sulit dilacak. "Itu tidak berlaku."
"Kamu tidak mengerti! Mereka akan datang untukmu di sini, di Awan Radian. Mereka akan mengunci seluruh sektor. Kamu tidak akan bisa melarikan diri!"
"Siapa bilang saya akan melarikan diri?" Leo menoleh padanya. "Saya tidak bisa melarikan diri ke Bumi. Itu akan membawa mereka langsung ke sana. Saya harus menghadapi mereka di sini. Dan saya harus membuatnya sangat mahal bagi Pengadilan, sehingga mereka berpikir dua kali untuk mengirim yang lain."
Kaelen memandangnya dengan campuran rasa takut dan kagum. "Kamu ingin bernegosiasi dari posisi kekuatan. Dari dalam sangkar."
"Persis." Leo meletakkan tangannya di bahu Kaelen. "Kamu sudah membantu saya. Pergilah. Lupakan kamu mengenal saya."
Sebelum Kaelen bisa membalas, alarm berbunyi di seluruh fasilitas—bukan alarm peringatan biasa, tapi tiga nada rendah yang berulang-ulang, sebuah pola yang membuat tulang bergema.
"Kode Omega. Segregasi sektor Delta. Semua agen non-esensial, menuju kuartir anda dan aktifkan stasis. Ancaman Tier: Planetary Core. I repeat, Planetary Core."
Planetary Core. Itu berarti setidaknya salah satu Pemadam itu berada di tingkat itu. Leo bukanlah ancaman Tier Planetary—dia masih Continental—tapi mereka tidak mengambil risiko.
"Sudah terlambat," bisik Kaelen sebelum berlari.
Leo masuk ke shuttle-nya dan menutup pintu. Tapi dia tidak lepas landas. Itu terlalu mudah diprediksi. Sebagai gantinya, dia duduk di kursi pilot, menutup matanya, dan masuk ke dalam dirinya sendiri.
Mereka datang, suara di dalamnya bergemuruh, tidak takut, tapi dengan antisipasi yang lapar. Energi besar. Planetary. Saya... ingin.
"Kamu akan mendapatkan kesempatan," janji Leo. "Tapi kita bekerja sama. Kamu merasakan ruang. Saya memilih target."
Setuju.
Shuttle-nya berguncang. Ruang di luar berubah warna, menjadi kuning tua dan statis. Reality Sealer telah bekerja. Mereka mengunci fasilitas dalam gelembung realitas terpisah, mencegah pelarian melalui warp atau teleportasi.
Lalu, tekanan mental menghantam seperti palu godam. Mindbreaker. Serangan itu mencari kesadarannya, mencoba untuk menghancurkan pikirannya dari jarak jauh, membuatnya menjadi sayuran sebelum pertarungan fisik dimulai.
Tapi pikiran Leo bukan lagi sekadar pikiran manusia. Itu adalah benteng yang diperkuat oleh pengetahuan yang digandakan dan dibentengi oleh keinginan Pengumpan untuk bertahan hidup. Serangan itu menghantam dinding kegelapan yang lapar, yang memakan sebagian energi psikisnya sendiri. Leo merasakan sakit kepala yang tajam, tapi tidak lebih.
"Tidak cukup baik," gumamnya, membuka matanya. Dia melangkah keluar dari shuttle.
Hangar itu berubah. Dinding, lantai, langit-langit—semuanya dilapisi oleh pola geometris cahaya putih yang berdenyut, seperti sebuah kubus es raksasa. Udara terasa padat, beku. Dan di tengah ruangan, berdiri tiga sosok.
· Mindbreaker: Makhluk seperti ubur-ubur transparan yang melayang, dengan ribuan filamen yang berdenyut dengan cahaya ungu. Tidak memiliki wajah.
· Reality Sealer: Sebuah konstruksi geometris yang berputar, terdiri dari piramida dan kubus yang saling bertautan, memancarkan bidang pengunci kuning.
· Entropy Accelerator: Yang ini hampir humanoid, terbuat dari abu dan cahaya merah, dengan tangan yang panjang dan kurus. Di sekelilingnya, udara berkerut dan membusuk, logam berkarat dalam hitungan detik.
"Anomali Leo," suara mereka berbicara bersama, harmonis dan tanpa jiwa. "Menyerahkan diri untuk dibongkar. Simbion akan diisolasi. Biomassa akan didaur ulang. Perlawanan tidak berguna."
"Kamu dengar itu?" kata Leo, kepada dirinya sendiri dan Pengumpan. "'Didaur ulang'. Mereka bahkan tidak akan memberi kita kuburan."
Dia mengangkat tangannya. Tapi dia tidak menyerang. Sebagai gantinya, dia memahami.
Pelatihannya dengan Vael membuahkan hasil. Dia tidak melihat tiga musuh. Dia melihat tiga pola dalam jaringan realitas. Mindbreaker adalah simpul energi psikis yang kompleks. Reality Sealer adalah bidang energi yang kaku. Entropy Accelerator adalah pusaran kekacauan yang haus.
Dia tidak perlu mengalahkan mereka. Dia hanya perlu mengacaukan harmoni mereka.
Dia fokus pada Reality Sealer. Tapi dia tidak menyerang bidangnya. Dia menggandakan konsep kebebasan, ekspansi, ketidakteraturan, dan memproyeksikannya langsung ke inti geometris makhluk itu.
Efeknya seperti memasukkan kunci yang salah ke dalam kunci yang sempurna. Pola bidang kuning itu berkedip, goyah. Ruang di sekitar mereka bergetar. Seal itu tidak rusak, tapi menjadi tidak stabil.
Entropy Accelerator bereaksi, mengulurkan tangannya ke arah Leo. Sebuah gelombang abu-abu membusuk menyebar, merusak lantai logam saat menyebar.
Leo melompat ke samping, tapi dia tidak menghindar. Dia membiarkan gelombang itu menyentuh ujung jarinya. Rasa sakitnya mengerikan—sel-selnya mati, usianya bertambah beberapa tahun dalam sekejap. Tapi Pengumpan di dalamnya merasakan energi peluruhan itu, dan mendapati itu... enak. Itu adalah ketidakteraturan. Itu adalah makanan.
Lepaskan saya ke gelombang itu! dorongannya.
"Lakukan," desis Leo.
Dia mengarahkan telapak tangannya ke gelombang pembusuk, dan membuka saluran kecil.
Kegelapan—bukan singularitas, tapi selera Pengumpan—menyembur keluar, menelan gelombang entropi. Gelombang abu-abu itu menghilang, dan Leo merasakan ledakan energi beracun di dalam Vault-nya, memberi makan simbionnya. Entropy Accelerator terhuyung mundur, terkejut.
Mindbreaker melancarkan serangan lain, lebih kuat. Kali ini, Leo tidak memblokirnya. Dia membaginya.
Dia menggandakan serangan psikis itu sendiri, menciptakan salinannya, dan mengarahkan salinan itu kembali ke Mindbreaker, sementara yang asli diarahkan ke Reality Sealer yang sedang goyah.
Kekacauan.
Mindbreaker bergetar, filamennya kusut, diserang oleh gelombang psikisnya sendiri. Reality Sealer, yang sudah tidak stabil, terhantam oleh serangan mental dan bidangnya runtuh sepenuhnya. Seal kuning di sekitar hangar pecah dengan suara seperti kaca.
Sekarang mereka bertiga, tetapi harmoni mereka hancur.
"Planetary Core, ya?" teriak Leo, darah mengalir dari hidung dan telinganya, tubuhnya sebagian membusuk, tetapi matanya menyala dengan cahaya hijau dan hitam. "Kamu tahu apa yang bisa dilakukan Continental Tier 6 yang putus asa?"
Dia melakukan sesuatu yang belum pernah dia coba sebelumnya. Dia tidak menggandakan benda, atau konsep. Dia menggandakan dirinya sendiri.
Tapi bukan salinan fisik. Dia menggandakan kehadiran-nya, ancaman-nya, ketakutan yang dia rasakan dari mereka. Dia menciptakan seratus ilusi Leo, masing-masing memancarkan tanda tangan energi yang sama, masing-masing tampak nyata bagi indra kosmik mereka, dan mengirim mereka menyerbu ke arah ketiga Pemadam itu.
Itu adalah tipuan, tapi pada tingkat persepsi realitas. Mindbreaker, yang sudah kacau, tidak bisa membedakan. Entropy Accelerator membusukkan ilusi demi ilusi, tapi setiap ilusi yang hilang digantikan oleh dua lagi. Reality Sealer mencoba membuat seal baru, tapi tidak bisa mengunci apa pun yang nyata.
Dalam kekacauan itu, Leo yang asli berlari, bukan ke shuttle, tapi ke dinding hangar. Ke tempat Reality Sealer pertama kali berdiri. Di sana, di udara, tergantung sebuah perangkat kristal kecil—pengendali pusat untuk seal sektor.
Dia meraihnya.
Dan dia memahami perangkat itu. Dia melihat desainnya, tujuannya, titik kelemahannya.
Dengan satu perintah kehendak, dia menggandakan perintah "buka" seribu kali, dan memaksanya masuk ke dalam kristal.
Perangkat itu meledak. Tapi lebih dari itu—seal untuk seluruh sektor Delta Awan Radian runtuh.
Alarm berbunyi lebih kencang. Suara Vael memenuhi saluran komunikasi. "Leo, hentikan! Kamu membebaskan setiap tahanan dan anomali di sektor ini!"
"Persis," gumam Leo.
Pintu-pintu sel terbuka. Makhluk-makhluk aneh, beberapa mengerikan, beberapa hanya bingung, merayap dan melayang keluar ke koridor.
Kekacauan menjadi sempurna.
Leo menoleh ke arah ketiga Pemadam, yang sekarang dikelilingi oleh segerombolan makhluk yang marah dan bingung yang baru saja mereka bantu bebaskan.
"Selamat menikmati kekacauan," kata Leo, lalu masuk ke shuttle-nya, yang sekarang bisa lepas landas karena seal sudah hilang.
Saat dia melesat keluar dari hangar, meninggalkan Awan Radian yang kacau di belakangnya, dia mendengar teriakan mental terakhir dari Mindbreaker, penuh dengan kemarahan yang tak terkatakan.
Dia telah mengalahkan Pemadam bukan dengan kekuatan, tapi dengan kecerdasan dan kekacauan. Tapi dia tahu ini hanya penundaan.
Di belakangnya, di tengah kekacauan, sebuah pasukan Pengadilan yang jauh lebih besar sedang berkumpul.
Dan di depannya, hanya ada bintang-bintang yang dingin dan tak bernyawa.
Tapi setidaknya sekarang, dia bebas. Dan dia telah mengirim pesan.
Pengadilan mungkin akan mengirim lebih banyak Pemadam.
Tapi mereka akan mengirimnya setelah mereka membereskan kekacauan di rumah mereka sendiri.