Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 34
(Khusus untuk yang bertanya-tanya tentang hilangnya karakter suatu tokoh. Bagaimana pendapat kalian jika masalah yang kita pendam hal yang membuat sifat kita menjadi berubah di ketahui oleh satu orang. Apakah kalian tidak merasa masalah kita sedikit membaik apalagi di kasi sebuah usulan atau kemasukan, tentu kalian akan menunjukkan sifat asli kita terhadapnya. Dan itulah yang coba saya sampaikan dari hilangnya sifat Dingin Jung-dae. Terimakasih atas attention nya."
Saat keempat teman tersebut berbincang kecuali Jung-dae yang gelud dengan ponselnya. Tiba-tiba ponsel Ji-Sung berdering, ekspresi Ji-Sung sebenarnya sudah terbaca agak takut dan binggung.
Ia berusaha untuk menyembunyikan layar ponselnya. Namun Veby bukan lah gadis yang bodoh. Ia adalah ratu contek yang berpangkat S12. Jadi jika untuk melirik nama dari layar ponsel adalah hal yang paling mudah.
"See-hee Hyung...." Batin Veby.
"Hallo...."
"Ya aku baik."
"Aaaa.... " Melirik Veby " Tidak usah! Tidak usah! Aku baik kok."
" Aku bilang gak usah! Yaa aku baik-baik aja kok, yaaa." Lalu mematikan panggilan tersebut.
"Siapa?" Tanya Veby.
"Eehhh.... Dia mama aku. Ia mama aku." Sahut Ji-Sung.
"Oh mama? Kenapa gak di kasi kesini? Aku mau ketemu lohh sama Tante Park." Ujar Veby yang membuat Ji-Sung berfikir kritis.
"Andai dia bilang kalau tadi adalah sepupunya. Mungkin gue bakal percaya." Batin Veby.
"Ahhh, aku kasian aja. Mama aku tu baru pulang dari kerja." Ujarnya.
"Sayang.... Kamu udah makankan?" Tanya Nyonya Park yang membuka pintu ruangan tersebut.
Seperti yang diduga, mata Ji-Sung melotot secara sempurna sedangkan sebelah alis Veby terangkat dan langsung membuka mulutnya.
"Tante Park... Apa kabar? Bukankah tadi tante nelpon dan Ji-Sung bilang kalau Tante lelah habis kerja?" Tanya Veby yang mencoba untuk bermain-main dengan Ji-Sung.
"Kabar tante baik. Tapi dari kemarin tante udah libur musim dingin, dan kapan mama nelpon kamu?"
Bibir Mark tersenyum kesamping. Begitu juga dengan Jung-dae dan pastinya Veby. Veby adalah orang yang paling puas mendengar perkataan dari Nyonya Park.
"Aku rasa itu sudah cukup, See-hee gadis yang beruntung tentunya. Aku harap kalian bisa bersama selamanya bahkan di kehidupan setelahnya." Ujar Veby kemudian mengambil sweter yang ada di meja dekat Mark duduk santai.
"Aku ijin pulang ya Tante. Dan Hyung... gue pamit yaa, nanti lo ada waktu kan untuk mampir kerumah gue?" Kata Veby pada Nyonya Park lalu Claura.
"Iya, bisa. Hati-hati." Kata Claura Karena dia belum tau tentang sepupunya tersebut.
"Ayo Jung, Mark. Kita pergi." Kata Veby tanpa di sadari dan setelah sadar ia cepat-cepat menutup mulutnya dan melangkah jauh untuk menghindari perkataan Ji-Sung.
"Mark siapa sihh? Lu dua kali lo ngomong Mark, dan gue rasa itu bukan kebetulan." Kata Jung-dae yang jiwa banyak bicaranya keluar.
"Itu temen gue, lo mau apa?" Lalu berjalan mendahului Jung-dae.
"Siapapun kau, dan dimana pun kau. Aku harap kau juga mau berteman dengan ku. Aku adalah anak yang baik untuk Veby, hehe tolong ganggu Veby saja jangan aku." Kata Jung-dae sambil berjalan pelan dan berbicara di segala sisi.
''Kamu sedih?" Tanya Mark pada Veby.
"Tidak...." Sambil terus berjalan.
"Aku akan melakukan apapun untuk mu. Aku yang akan mengganti pria itu, bukankah aku lebih baik darinya?" Kata Mark sambil merangkul Veby yang terus berjalan.
"Benar..... Kau adalah sahabt ku yang paling aku cintai. Dan aku adalah gadis yang paling beruntung."
Mendengar perkataan Veby, mata Jung-dae tidak bisa untuk menatap di segala sisi tubuh Veby. Ia mulai membaca doa untuk dirinya sendiri.
"Ini bukan hal baik. Aku harus lebih hati-hati terhadapnya." Gumam Jung-dae.
sejauh ini aku masih suka alurnya