NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

_____ Flashback On _____

Jantung Cintya berdebar kencang sampai-sampai dia khawatir bisa membangunkan Baby Al yang lagi anteng-antengnya tidur. "Duh, jantung, bisa nggak sih slow sedikit? Ini bukan audisi jadi peserta lomba maraton!"

Dua pemuda tampan bak aktor drama Korea baru saja memasuki mini market, dan entah kenapa, instingnya berteriak itu bahaya. Yang satu, dengan tatapan tajam dan rahang mengeras, menyapu pandangannya ke seluruh penjuru, seolah mencari seseorang. Yang satunya lagi, wajahnya pucat pasi, memegangi perut seolah baru saja naik wahana roller coaster tanpa sabuk pengaman.

"Duh, kenapa firasatku jadi kayak sinetron azab indosiar gini, sih? Jangan-jangan mereka berdua debt collector yang nyamar jadi model?!" batin Cintya panik.

Ia melirik Baby Al yang tertidur pulas di gendongannya. "Gawat! Apa mereka mau nagih hutang orang tuanyanya Al? Tapi kan orang tuanya baby Al, tajir melintir lagian dia juga udah ..." pikiran itu membuatnya merinding.

Insting seorang ibu pengganti, atau mungkin naluri seorang figuran di film action, membuatnya bertindak cepat. Dengan gerakan secepat kilat Cintya mendorong troli belanjaannya ke lorong minuman dingin.

"Maafkan aku, Mas Ganteng, tapi keselamatan Baby Al lebih penting! Siapa tahu kamu itu mata-mata dari komplotan penjahat bertopeng drakula!" bisik Cintya dalam hati, sambil melirik kedua pemuda itu dari balik rak minuman.

Ia melihat pemuda berwajah tegang itu menabrak seorang staf mini market dan terjatuh. "Mampus! Karma instan! Tapi ... tunggu, dia bangkit lagi! Lebih cepat dari zombie di film Train to Busan!" Cintya semakin panik.

Ia meraih sekaleng soda dan berpura-pura membaca komposisi bahan. "Aduh, ini komposisinya bahasa dari planet mana sih?! Gimana caranya aku jadi ibu yang teliti kalau begini?!" omelnya dalam hati.

Mata Cintya melirik ke arah lorong belakang. Pintu keluar! Itu satu-satunya kesempatan! Dengan gerakan senyap ninja, Cintya mendorong troli belanjaannya ke arah pintu belakang.

"Semoga aja di belakang ada pintu teleportasi ke dimensi lain. Atau minimal ada tukang ojek yang bersedia nganterin aku sampe ke Antartika!" harapnya cemas.

Namun, belum sempat mencapai pintu belakang, si kucing tiba-tiba melompat ke hadapannya.

"Meong!"

Cintya terkejut dan hampir menjatuhkan Baby Al. "Ya ampun! Pus! Bikin jantung kaget aja! Jangan-jangan si Pus! kaki tangan si Mas Ganteng yang lagi nyamar selama ini?!" pikirnya parno.

"Ssst! Pus! Jangan berisik! Aku lagi nyamar jadi ibu rumah tangga normal!" bisik Cintya pada kucing itu, berharap si kucing mengerti bahasa manusia.

Ajaibnya, si kucing menatapnya dengan tatapan seolah berkata, "Tenang, Nona cantik. Aku di pihakmu."

Cintya mengangkat alisnya. "Oke, fix! Ini kucing pasti agen rahasia yang dikirim buat ngelindungin aku! Atau mungkin dia reinkarnasi dari Albert Einstein?!"

Dengan bantuan si kucing yang entah kenapa mendadak jadi bodyguard, Cintya berhasil mencapai pintu belakang. Ia membuka pintu itu dan mendapati dirinya berada di gang sempit yang penuh dengan tumpukan kardus bekas.

"Sempurna! Tempat persembunyian yang ideal buat para buronan kelas teri!" batinnya lega.

Namun, kelegaan itu tak bertahan lama. Ia mendengar suara langkah kaki mendekat.

"Dev! Di mana Alexie?

Itu suara si pemuda berwajah tegang! Cintya memeluk Baby Al erat-erat dan bersembunyi di balik tumpukan kardus.

"Oke, Cin! Tenang! Jangan panik! Ingat, kamu itu ibu super yang menyamar jadi figuran! Kamu bisa melewati ini! Tinggal pura-pura jadi kardus bekas aja!" bisik Cintya pada dirinya sendiri, berusaha menenangkan diri sambil mendekap bayi mungil yang hobinya tidur terus itu.

"Atau mungkin aku harus pura-pura kesurupan biar mereka takut? Tapi aku nggak bisa akting kesurupan! Dulu waktu SD aja aku gagal jadi pohon di drama musikal!" Otaknya mulai memutar rencana-rencana absurd.

Dari balik tumpukan kardus, Cintya mengintip. Ia melihat kedua pemuda itu berlari ke arah yang berlawanan.

_______ Flashback And ______

"Alhamdulillah! Mereka pergi! Mungkin mereka lagi syuting film action tanpa izin!" Cintya menghela napas lega.

Namun, ia tahu, ia tidak bisa tinggal lebih lama lagi. Siapa tahu kedua pemuda itu kembali lagi, atau ada orang lain yang mengincarnya dan Baby Al. Ia harus pergi, mencari tempat yang lebih aman.

Dengan tekad baru, Cintya berjalan keluar dari tumpukan kardus itu diikuti oleh si kucing putih misterius.

"Baby Al! Petualangan kita baru saja dimulai! Siap-siap jadi agen rahasia cilik!" bisik Cintya pada Baby Al yang masih tertidur pulas, tanpa tahu bahaya apa yang baru saja mereka lewati.

Cintya berjalan cepat menyusuri trotoar yang ramai, berusaha membaur dengan kerumunan orang. Baby Al masih tertidur lelap di gendongannya, sama sekali tidak menyadari bahwa mereka baru saja lolos dari potensi bahaya. Kucing putih itu, entah bagaimana, terus mengikuti langkahnya, menjaga jarak namun tidak pernah hilang dari pandangan.

"Tenang Cintya. Jangan lihat ke belakang. Anggap aja kamu lagi jalan-jalan pagi sambil promosi gendongan bayi," bisik Cintya pada dirinya sendiri. Tapi jantungnya masih berdegup kencang, setiap suara langkah kaki di belakangnya membuatnya was-was.

Ia berhenti di depan halte bus, matanya menyapu jalanan mencari angkutan umum yang lewat.

Seorang nenek tua dengan keranjang penuh sayuran meliriknya dengan tatapan menyelidik. Cintya tersenyum ramah, berusaha terlihat senormal mungkin. "Semoga nenek ini nggak punya insting detektif kayak Conan Edogawa. Bisa berabe kalau tiba-tiba dia teriak, Itu dia pelakunya!"

"Duh, kenapa hidupku jadi kayak film action Bollywood gini, sih? Tinggal nunggu adegan kejar-kejaran di atas atap bus sama adegan joget-joget massal aja," keluhnya dalam hati.

Cintya tidak berniat berlama-lama di sana ia ingin segara pulang kerumah persembunyian mereka yang nyaman, di sana tempat yang jarang dijamah orang asing.

Setelah beberapa lama, Cintya memutuskan untuk mencari kang ojek aja.

"Sekarang kita jadi ibu-ibu yang lagi mudik. Jangan lupa pasang muka melas biar dikasih harga murah sama tukang ojek," ia mengingatkan dirinya sendiri sebelum bereaksi.

Sambil menggendong Baby Al, ia berjalan menuju pangkalan ojek yang berada di seberang jalan. Beberapa tukang ojek langsung menghampirinya, menawarkan jasa mereka.

"Mau kemana, Nona?" tanya seorang tukang ojek dengan ramah.

Cintya menyebutkan alamat rumah persembunyian mereka, berusaha terdengar santai. "Ke daerah xx, Pak. Tak jauh ya dari sini?"

Tukang ojek itu mengangguk. "Siap Nona ayo naik, saya anterin. Mau pake argo atau nego harga?"

Cintya memilih untuk nego harga. "Nawar harga ojek itu seni, guys. Kita harus pinter-pinter pasang muka melas dan bikin cerita sedih biar dapet harga murah," batinnya sambil memasang ekspresi memelas.

Setelah tawar-menawar yang cukup alot, akhirnya mereka sepakat dengan harga yang lumayan murah. Cintya naik ke motor ojek, memeluk Baby Al erat-erat.

"Hati-hati ya, Pak," pesan Cintya pada tukang ojek.

Tukang ojek itu mengangguk dan mulai menjalankan motornya. Mereka melaju melewati jalanan yang semakin lama semakin sepi.

Cintya semakin waspada. Ia merasa ada yang mengikuti mereka, ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari kejauhan.

"Duh, kenapa jalanan ini jadi kayak di film horor gini, sih? Tinggal nunggu Mbak Kun nongol aja," keluhnya dalam hati.

Kucing putih itu, entah bagaimana, sudah berada di atas motor ojek. Ia duduk dengan tenang di depan Cintya, seolah menjadi perisai pelindung.

"Ini kucing beneran malaikat penjaga, fix! Atau mungkin dia punya ilmu teleportasi?!" Cintya semakin kagum pada kucing misterius itu.

Setelah melewati perjalanan yang panjang dan menegangkan, akhirnya mereka tiba di depan rumah persembunyian mereka.

Cintya membayar ongkos ojek dan turun dari motor. Ia mengucapkan terima kasih pada tukang ojek dan bergegas masuk ke dalam rumah.

Ia membuka pintu rumah dengan kunci yang selalu ia bawa. Cintya menyalakan lampu dan menghela napas lega. Akhirnya mereka sampai di tempat yang aman, setidaknya untuk sementara waktu.

Ia menidurkan Baby Al di atas kasur di dalam kamarnya. Ia mengamati wajah Baby Al yang kini sedang tersenyum padanya, hatinya dipenuhi dengan rasa sayang.

"Tenang, Baby Al. Bunda akan jagain kamu. Bunda janji," bisiknya lirih.

Ia melihat ke arah kucing putih yang duduk di ambang pintu, menatapnya dengan tatapan penuh arti.

"Terima kasih ya, Pus. Kamu udah jagain kita," ucap Cintya pada kucing itu.

Kucing itu mengeong pelan, seolah membalas ucapan terima kasihnya.

Bersambung ...

🤗💞💞 Assalamualaikum, semoga dalam keadaan sehat selalu ya. terima kasih udah mampir jangan lupa tinggalkan jejak dan vote jika kalian suka ya.💞💞🤗

1
Marsya
lanjut kak, makin keren dan bikin penasaran, gak sabar deh apa yang akan terjadi selanjutnya. kalau bisa up Doble kak
Eridha Dewi
next thor
Ai Sri Kurniatu Kurnia
bagus thor
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga semua dalam keadaan sehat ya. bagaimana menurut kalian karya ini. jangan lupa support dan tinggalkan jejak ya biar author semangat upnya terimakasih./Applaud//Kiss/
Marsya: lanjut kak seru banget aku suka/Heart//Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
☘️💮Jasmine 🌸🍀
kgn baby al thor
riniandara: baby Al menyapa kak /Facepalm/
total 1 replies
Marsya
lanjut thor
Marsya
Ngeri juga ya
Marsya
siap-siap saja mendapatkan murkanya Arkan
Marsya
semangat Arkana, baby alexie aman sama bundanya
Marsya
makin seru Thor lanjut terus ya.
Miu Miu 🍄🐰
next thor
Marsya: lanjut thor
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
🤩🤩
Eridha Dewi
next thor
riniandara: siap kakak/Good/
total 1 replies
Inah Ilham
baru juga keluar... dah main dor doran aja sih thor
Iqlima Al Jazira
next thor👍
ngga sabar nunggu paman & bunda sah.
kopi untuk mu
Marsya: lanjut Thor, semakin penasaran aja
total 2 replies
V3
Arkana bakal mengamuk nih , siap-siap ja dibantai sama Arkana 🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
aku mencoba mampir di novel mu 🤗
di awal Bab ceritanya dh seru bgt ,, smg selanjutnya ceritanya bagus
V3: Ok kak Rini 🤗
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
vote untuk mu👍
riniandara: terima kasih banyak kakak
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
crazy up thor
Iqlima Al Jazira
next thor
riniandara: suap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!