NovelToon NovelToon
Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Kebangkitan Sang Maharani Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Ruang Ajaib / Sistem / Time Travel / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Sejak kecil, Shen Yuhan, sang putri mahkota, telah ditinggalkan orang tuanya. Ketiadaan kasih sayang dan pendidikan yang layak membuatnya tumbuh menjadi gadis yang polos, naif, dan mudah dibodohi. Ia hanya tahu bersenang-senang dan menghabiskan waktunya dengan para pria. Alhasil, saat ia diangkat menjadi Maharani, ia tak lebih dari boneka yang dikendalikan oleh para menteri dan pejabat licik yang haus kekuasaan.
Satu-satunya orang yang tulus mencintainya adalah suaminya, Mu Liu. Namun, sang pangeran kelima ini harus hidup dalam bayang-bayang luka perang besar yang membuat tubuhnya cacat dan lumpuh. Penampilannya yang buruk membuat Yuhan tak pernah meliriknya, apalagi membalas cintanya.
Semua berubah ketika seorang pembunuh bayaran dari abad ke-21, yang dikenal kejam dan tak kenal ampun, tiba-tiba terbangun di dalam tubuh Shen Yuhan. Roh aslinya telah tiada, digantikan oleh jiwa yang dingin dan mematikan.
Kini, dengan kecerdasan dan kekuatan barunya, sang Maharani boneka itu bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MAHARANI 10

Matahari mulai condong ke Barat, melemparkan bayangan panjang di antara pilar-pilar batu marmer Istana Naga Giok. Shen Yuhan, ditemani oleh Mu Lian dan Panglima Perang Agung Shue Wang, melangkah menuju sebuah aula kecil yang terletak di sisi timur Aula Keharmonisan. Tempat ini jauh lebih tenang, tersembunyi dari telinga-telinga menteri korup yang masih sibuk bergunjing di aula utama.

Sebelum memulai diskusi, Yuhan memerintahkan para dayang untuk membantunya mengganti pakaian. Ia merasa jubah Phoenix sembilan lapis yang dikenakannya terlalu berat dan membatasi geraknya. Ia kini mengenakan pakaian sutra berwarna biru tua yang sederhana potongan yang lebih menyerupai pakaian praktisi bela diri namun tetap memiliki sulaman halus yang menandakan statusnya. Rambutnya diikat tinggi, menonjolkan leher jenjang dan tatapan matanya yang tajam.

"Ini jauh lebih baik," gumam Yuhan, meregangkan bahunya yang terasa kaku.

Di dalam aula kecil yang remang-remang oleh cahaya lilin, sebuah peta besar Kerajaan Tianjing terbentang di atas meja kayu jati. Shue Wang, dengan wajah yang digelapkan oleh kekhawatiran, mulai memberikan laporannya.

"Jenderal Shue, saya ingin detail bagaimana situasi di perbatasan seperti kondisi prajurit dan ada berapa banyak prajurit yang bertugas di perbatasan," tanya Yuhan dengan sorot mata uang tegas.

Pada awalnya Jenderal Shue Wang tampak ragu saat Yuhan membawanya ke aula samping. Dia tentu jelas bagaimana sosok Yuhan selama ini. Hanya saja di sebagai panglima Jenderal Besar negeri ini harus tetap berdedikasi tinggi dan menjalankan perintah Yang Mulia Maharani.

"Yang Mulia Maharani, Pangeran Mu Lian," Shue Wang memulai dengan suara berat. "Situasi di perbatasan Utara jauh lebih buruk daripada yang hamba sampaikan di depan para menteri tadi. Kita memiliki sepuluh batalion yang berjaga di sepanjang celah pegunungan. Total empat ribu prajurit, dibagi menjadi masing-masing empat ratus orang di bawah pimpinan seorang jenderal muda yang berbakat namun kurang pengalaman lapangan."

Yuhan mencondongkan tubuh ke arah peta, jarinya menelusuri garis perbatasan. "Berapa lama mereka bisa bertahan dengan stok yang ada?"

Shue Wang mendesah, bahunya merosot. "Empat belas hari, Yang Mulia. Itu pun jika kita beruntung. Air adalah masalah yang lebih besar daripada makanan. Di sana sedang terjadi kekeringan ekstrem, sungai-sungai kecil mengering. Prajurit hamba hanya diizinkan mandi lima hari sekali demi menghemat setiap tetes air untuk diminum. Jika bangsa Tibet menyerang sekarang, stamina mereka akan terkuras dalam hitungan jam. Dalam pertempuran, seorang prajurit membutuhkan dua kali porsi makan normal agar bisa mengayunkan pedang dengan benar. Jika porsi itu tidak terpenuhi... kita hanya mengirim mereka untuk dibantai."

Mu Lian, yang kini duduk tegak di kursi rodanya dengan aura tenaga dalam yang mulai stabil, menyela. "Dan bagaimana dengan dana militer? Perdana Menteri Han Tan bersikeras bahwa kas negara kosong. Apakah tidak ada sepeser pun yang tersisa untuk kebutuhan darurat?"

Shue Wang tiba-tiba berlutut, kepalanya tertunduk hingga menyentuh lantai. "Mohon ampun, Pangeran! Hamba telah gagal! Kas militer benar-benar nihil. Selama dua bulan terakhir, hamba terpaksa menggunakan dana pribadi dari para bangsawan yang memiliki sanak saudara di garis depan. Mereka menyumbang karena takut putra-putra mereka mati kelaparan, bukan karena loyalitas pada tahta. Jika donasi ini berhenti, tentara akan tercerai-berai."

"Bangunlah, Jenderal Shue. Saya tahu jika Jenderal orang yang jujur dan pasti akan melakukan yang terbaik untuk keamanan negeri. Ini semua bukan salah Jendral," ucap Yuhan sambil memegang kedua bahu Jenderal Shue dan memintanya untuk berdiri.

Yuhan mengepalkan tangannya. Amarah dingin menjalar di dadanya. Sebuah kerajaan besar yang berdiri di atas darah para pahlawan, kini hampir runtuh hanya karena segelintir pejabat yang rakus.

"Prajurit adalah garda terdepan. Jika mereka jatuh, istana ini hanya akan menjadi kuburan mewah," ujar Yuhan dengan nada yang membuat bulu kuduk Shue Wang berdiri. Dia telah melihat sisi Maharani Yuhan yang berbeda.

"Tunggu di sini. Jangan biarkan siapa pun masuk. Pangeran Lian, tetaplah bersama Panglima Jenderal. Aku akan kembali membawa solusi."

Yuhan keluar dari aula kecil dengan langkah cepat, jubah birunya berkibar ditiup angin sore. Ia memanggil beberapa kasim untuk mengikutinya menuju Istana Chiangnang, kediaman pribadinya. Setibanya di gerbang istana, ia memerintahkan para kasim untuk menunggu di luar dan tidak membiarkan siapa pun mendekat.

Yuhan melangkah masuk ke dalam gudang pribadinya, sebuah ruangan besar yang seharusnya berisi harta benda paling berharga milik seorang Maharani. Namun, begitu pintu terbuka, pemandangan di dalamnya membuat Yuhan nyaris ingin tertawa karena murka.

"Sampah," desisnya.

"Benar-benar seperti ruangan tak berguna."

Di dalam gudang itu, tidak ada peti emas yang meluap atau tumpukan kain sutra yang indah. Yang ada hanyalah tumpukan perhiasan murah berbahan kuningan yang disepuh, batu giok kualitas rendah yang penuh retakan, dan baju-baju seronok yang lebih cocok digunakan oleh penghuni rumah bordil daripada seorang penguasa. Ada beberapa lembar lukisan, namun semuanya adalah karya amatir yang tak berharga. Koin perak atau emas? Tidak ada satu pun.

Pemilik tubuh ini benar-benar telah dirampok secara halus oleh orang-orang di sekitarnya selama bertahun-tahun. Mereka memberinya barang-barang berkilau yang tak berharga, sementara harta asli kerajaan dialirkan ke kantong-kantong pribadi menteri.

Yuhan menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan emosinya. Ia mengusap gelang giok di pergelangan tangan kirinya. Ia memejamkan mata, memusatkan seluruh kesadarannya pada energi yang mengalir di dalam perhiasan kuno itu.

ZINGGG!

Dalam sekejap, dunia di sekitarnya berubah. Bau pengap gudang berganti dengan aroma segar hutan pinus dan aliran air yang jernih. Yuhan kini berada di dalam Ruang Dimensi Ajaibnya.

Ia terpaku sejenak. Ruangan yang sebelumnya hanya seluas laboratorium modern kecil, kini tampak mengalami perluasan yang signifikan. Di kejauhan, ia bisa melihat hamparan tanah subur yang mulai terbentuk, serta sebuah mata air yang memancarkan cahaya kebiruan, Air Dewa yang kini volumenya bertambah dua kali lipat.

"Apakah dimensi ini berkembang seiring dengan meningkatnya tingkat kultivasiku?" gumamnya.

1
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
siapa ini?? jangan bilang itu paksu 🤔🤭
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
pantesnya disiksa ini orang dicambuk terus di kebiri 😤😠
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: nanti jadi Kasim donk🤭🤭🤭
total 1 replies
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
semoga pangeran ke-lima yang melesat menyelamatkan Yuhan dan Shen lan melihat sendiri klo suami kakaknya gak lumpuh lagi
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hukum cambuk aja sih si zao yun biar jadi peringatan buat yang lain 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
miskinkan aja ini menter, copot dari jabatannya terus suruh hidup susah di wilayah perbatasan
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
jahat banget euy siapa sih yang lakuin ini 😶
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: aduhhh euu🤣🤣🤭
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa biar diemin dulu aja tuh anak songong 😂
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
wakakaa kalau maharani ngomel iyain aja udah 🤫😂
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
duhhhh kurang banyak cikguuuuu ahhhh jadi makin ingin lihat wajah wajah kesal Han Tan , Shen Bo dan 'tikus ' ini sepertinya Zao Yun 🤔🧐
@Mita🥰
wuhaaaa ....🤣🤣🤣🤣
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Kaget gak tuh Shen Bo, Han Tan cs? kaget pasti😅 zonk. mksd hati mau ngeprank ternyata kena prank sendiri.
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
Bagus Shen Lan, klu gak gitu, Lian gak ngerasa tertantang. Mang sepantasnya pendamping Yuhan harus sepadan.
@Mita🥰
wah cari mati yang merusak bibit kentang
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
wah sepertinya ada yang sabotase itu pasti orang orang suruhan pangeran kedua dan perdana menteri Han Tan harus tetap tenang lapor ke pangeran ke-lima atau Maharani aja cepat
ˢ⍣⃟ₛ ɾҽƈƙʅҽʂʂ
haiss baca bab ini jadi senyum sendiri 😅 klu Lian udah sembuh pasti mereka jadi pasangan yg serasi memimpin istana. Lian juga GK ngerasa insecure sama Yuhan.
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
adohhhh ini pangeran keempat nih gak asik ahhhh jadi ambyarrr kan harusnya romantisan gak jadi deh 🤭😆😆
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah ganggu aja 😌 udah biar aja sih 🤫
𒈒⃟ʟʙc🏘⃝Aⁿᵘᴍɪss_dew 𝐀⃝🥀 ♉: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ adik kesayangannya itu...
total 1 replies
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
waaah hebaaat 💪💪💪
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
udah langsung aja hukum dia 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
hmmm apa ada racun atau peletnya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!