NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Peringatan iblis

"Man, wah ternyata kau punya motor baru setelah Pakde mu jadi kades." Joko mendekati Rahman yang baru datang menggunakan motor terbaru.

"Alhamdulillah aku memang sudah di janjikan dari dulu kalau mau di belikan motor." Rahman tersenyum bahagia karena dia memiliki kendaraan.

"Tidak mungkin itu hasil korupsi kan ya soalnya Pakde Parto baru saja jadi kades." celetuk Arman.

"Kau jangan sembarangan seperti itu kalau berbicara karena tidak mungkin Pakde korupsi setelah satu hari jadi kepala desa." Rahman langsung marah ketika mendengar ucapan Arman.

"Kau ini kebiasaan sekali suka berbicara sembarangan seperti itu." Joko menepuk pundak Arman yang sembarangan saja ketika berbicara.

Tapi walau Arman berkata seperti itu namun tidak ada yang percaya karena Pakde Parto memang bisa di bilang sebagai orang kaya di desa kembang Arum, sudah beberapa gagal menjadi kepala desa tapi dia tetap saja mencalon dan itu tentu tidak sedikit menggunakan uang yang dia miliki agar bisa di pilih oleh warga.

Kalau sudah berani mencalonkan diri sebagai kepala desa maka itu sudah pasti adalah orang kaya dan memiliki dana yang tebal, jadi tidak mungkin hanya ketika menjadi kepala desa maka Pakde Parto baru bisa membelikan Rahman sepeda motor yang sangat bagus keluaran terbaru seperti janji dia dulu ketika mengajak Rahman di Gunung Kawi.

"Aku mau ke kamar mandi dulu." Arman segera menuju kamar mandi karena dia kebelet untuk buang air besar.

"Arman kebiasaan kalau sudah mau masuk selalu saja dia ke kamar mandi." Joko merutuk dengan kebiasaan sang teman.

"Tai dia tidak mau di ajak belajar jadi ya begitu setiap mau masuk selalu saja ingin pergi ke WC." Rahman tertawa.

Ketiga pemuda ini tertawa kencang karena memang seperti itu sudah kebiasaan Arman saat akan masuk ke dalam kelas, sebagai teman tentu saja mereka sudah hafal dengan tabiat Arman dan selama ini memang selalu begitu sehingga tidak pernah sedikit saja dia masuk tanpa harus pergi ke WC terlebih dahulu.

"Karena sudah pusing duluan jadi tai ku mau keluar ini." Arman segera berjongkok dan merenung sendirian.

Klotaaaak.

Dak.

Dak

"Suara apa itu dari WC sebelah?" Arman mendengarkan dengan seksama karena ada suara berisik.

Krieeeeet.

Dak

Dak.

"Siapa yang ada di sebelah?!" Arman berteriak karena berharap ada yang mendengar suara dia.

Tapi di sebelah hanya ada kesunyian dan sama sekali tidak ada suara yang menyahut ucapan Arman barusan, pemuda ini kembali santai karena perut masih terasa mules dan ingin keluar semua dari dalam sini sehingga nanti saat belajar dia bisa kembali fokus agar tidak kena marah oleh guru.

Grooook.

"Eh kok seperti ada suara babi yang sedang mengorok!" kali ini Arman memang sangat kaget karena mirip dengan suara babi.

"Ah apa lah yang sedang mengganggu kesenangan ku buang air besar ini." Arman segera cebok karena dia sudah tidak tahan dengan suara tersebut.

Grooook.

"Awas aja kalau sampai tertangkap ada yang menakuti aku maka akan ku hajar sampai habis." Arman sudah begitu kesal dan dia segera keluar dari WC.

Pintu wc sebelah tertutup rapat sehingga sudah pasti ada yang di dalam ruangan itu dan mungkin saja sengaja ingin menakuti Arman yang sedang ngeden, Arman curiga itu adalah salah satu dari teman dia yang tadi mengejek saat mau masuk ke dalam WC.

Arman segera bersiap-siap untuk mendobrak pintu wc itu karena dia ingin balas dendam kepada teman yang mengerjai, tai yang sudah mau keluar jadi harus masuk kembali akibat tidak tahan ingin melihat siapa yang sedang berlaku usil.

Braaaaak.

"Ha?!" Arman melongo karena pintu terbuka dan sama sekali tidak ada orang.

"Paling kau pindah di sebelah ya jadi mengira aku akan takut!" Arman tetap membuang rasa takut yang mendadak saja timbul di dalam hati.

Namun ketika membuka pintu wc sebelah tetap saja tidak ada orang alias tidak ada isi, Arman bingung karena tadi dia memang mendengar ada suara yang mengganggu kesenangannya buang air besar, tapi sekarang setelah di buka dan akan di hajar justru suara itu menghilang begitu saja dan tidak di temukan sosok yang berusaha untuk menghantui dia di sana sehingga mental Arman menjadi kecut.

"Kenapa sama sekali tidak ada orang di sini?" Arman bingung namun dia masih terpaku di sana.

Jreeeeeeng.

"Aaaaahhhkkk!"

Jeritan keras muncul dari mulut Arman ketika di hadapan diyakini berdiri satu sosok tubuh yang sangat besar berwarna hitam kemerahan, lengkap pula dengan tanduk yang ada di atas kepala sehingga penampilannya terlihat begitu seram dan juga menakutkan.

Arman masih terpaku dan dia belum bisa menjerit kembali atau melarikan diri dari wc sekolah tersebut, seolah lemas dan tidak bisa untuk bergerak akibat saat ini mental Arman begitu kaget ketika untuk pertama kalinya dia bertatapan langsung dengan makhluk yang di sebut iblis atau setan.

"Bila kau tidak bisa menjaga lidah maka kau akan segera menjadi makanan ku!" Iblis menyeringai di hadapan Arman.

"A..aku...

"Aku datang untuk memberikan peringatan ini dan bila kau tetap saja seperti itu maka aku akan datang mencabut nyawamu." Iblis merah segera menghilang dari pandangan Arman yang ketakutan saat ini.

"Aahhh." Arman menarik nafas lega dan dia terjatuh begitu saja di depan WC.

"Man, kau kenapa malah lesehan di sini?" Edo muncul karena dia ingin buang air kecil.

"Tidak ini aku tadi terpeleset." Arman tidak ingin berbicara apa yang telah dia lihat barusan.

"Alah paling ke alasan saja karena tidak mau belajar." Edo menatap sinis dan segera masuk ke dalam WC.

Arman tidak lagi menjawab ucapan Edo dan dia segera meninggalkan WC karena takut nanti bisa bertemu lagi dengan iblis merah yang tadi datang untuk mengancam dia, walau saat ini Arman begitu bingung dan dia ingin tahu siapa yang sudah mengirim iblis itu dan memberikan peringatan kepada dia.

"Apa mungkin itu suruhan Pakde Parto? Tadi aku baru saja bicara buruk tentang Pak kades yang baru." Arman langsung kepikiran ke sana.

Otak Arman terus saja berusaha keras karena dia ingin tahu apa yang telah terjadi sekarang, dalam hati dia bertekad bahwa besok hari Minggu akan menemui Mbah Kakung untuk bertanya apa mungkin kadis baru mereka itu memiliki sesuatu yang bersangkutan dengan hal gaib. sebab tadi baru saja berbicara seperti itu dan langsung di datangi oleh iblis yang tidak pernah Arman lihat, selama ini memang Arman tidak pernah melihat iblis dan baru sekarang dia melihatnya.

Jangan lupa like dan komen nya ya besti.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!