Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
"Mbah..!! Kenapa tega tinggalin Mei-mei mbah, Hik.. Hik.. Mbah Mei-mei sekarang sama siapa di sini, kalau mbah pergi?"
Suara tangis terdengar begitu menyayat hati. Meisya menangis sejadi jadinya, orang satu-satunya yang teramat mencintai nya, telah pergi untuk selama-lamanya. Semua warga mengira bahwa mbah wati meninggal karena terpeleset saat sedang berjalan-jalan.
Jadi kematian mbah wati tidak di ketahui oleh pihak berwajib, dan tidak ada orang yang melaporkan nya juga. namun Elang bersikeras bahwa itu bukan lah kecelakaan biasa. Dan mendatangkan polisi untuk menyelidiki nya, Dwika sangat ketakutan. Sehingga dia terus berada di samping Meisya. Fan berpura-pura menenangkan Meisya.
Elang menaruh curiga, dengan gelagat aneh Dwika, tapi dia hanya diam saja. Karena percuma memberitahukan pada Meisya, yang ada dia yang akan di tuduh yang bukan-bukan. Saat polisi ingin mengotopsi jenazah mbah wati. Dwika membujuk Meisya , agar Meisya tidak mengizinkan nya, dengan alasan, kasihan pada jenazah mbah wati, jika harus di bedah dan di teliti organ dalam nya.
Meisya ini entah bodoh atau apa, dia nurut saja dengan apa yang Dwika bilang. Membuat Elang semakin geram saja. Karena keluarga korban tidak mengizinkan jenazah di otopsi dan meng iklas kan kepergian mbah Wati. Akhirnya polisi pun, juga tidak berani bertindak. Dan membiarkan mayat mbah wati di kuburkan begitu saja.
*
*
"Bedah kuburan nya sekarang juga, jangan sampai ada yang tahu!!" Perintah Elang pada para anak buah nya, yang berada di makam mbah wati saat ini.
Padahal saat ini hari sudah sangat larut, kuburan di desa biasanya memang sangat gelap, membuat mereka yang menggali kuburan mbah wati, merasa merinding, takut jika mbah wati menghantui mereka. Mereka memang tak takut polisi, apalagi para musuhnya, tetapi jika lawan nya hantu, siapa juga yang berani.
Akhirnya pukul 01:00 Dini hari. pencurian mayat itu berjalan dengan lancar. Dan makan di kembalikan seperti sedia kala. Jadi tidak ada satu orang pun yang curiga.
*
*
Selesai mengantar kan mbah wati ke rumah sakit pusat di jakarta, Elang sangat kelelahan dan memutuskan untuk menginap saja di hotel terdekat. Baru dia akan Melangkah memasuki sebuah hotel di daerah jendral Sudirman Jakarta. Tiba-tiba Elang di kejutkan oleh rombongan mobil mewah yang mengepung tempat nya, di barisan mobil depan seseorang turun dari mobil mewah nya.
Ternyata orang tersebut adalah chao Jinggou, yang membawa sebagian anak buah nya, untuk memaksa Elang kembali. "Waktu nya pulang Elang, waktu bermain-main mu di sini sudah habis, karena black tiger sudah mengetahui keberadaan mu. Jika kau tidak pergi dengan Daddy, sekarang. Mungkin kau akan mati di tangan mereka Elang!!"
Elang mendengus kasar. Kau memang licik Daddy, apa kau pikir Elang tidak tau, bahwa kau lah yang membocorkan keberadaan ku pada mereka?"
"Ha.. Ha.. Ha.. Kau memang layak menjadi putra ku, kau begitu cerdas seperti ku!!" Tawa chao Jinggou meledak nyaring. Sampai membuat Elang menutupi kedua telinganya.
"Kau tak ada pilihan,pagi ini kita harus kembali!!" kata chao Jinggou dengan penuh penekanan. Elang tersenyum miring. Boleh saja, asal aku boleh membawa serta gadis ku, maka aku bersedia pulang bersama mu!!"
Chao Jinggou mendengus kasar. Wajah nya semakin datar dan gelap. "Sudah dadi tebak, kau disini terjebak oleh cinta yang tidak perlu Elang, aku sudah menjodohkan mu dengan Qiao yue. aku tidak setuju kau membawa nya.
Elang tersebut congkak. "Maka lupakan Jika aku akan kembali bersama mu Daddy." Tantang Elang, tanpa rasa takut. Chao Jinggou tertawa karena marah. Ia memberikan instruksi untuk memaksa Elang. Tapi satu hal yang chao Jinggou tidak sangka. Dengan menepuk kedua tangan nya saja. puluhan orang berbaju hitam bermunculan di sana, dengan sekejap memukul mundur orang -orang suruhan chao Jinggou.
Elang tertawa puas melihat wajah pias sang Daddy, orang yang selalu angkuh dan sombong, kini tidak dapat berkutik di bawah ancaman putra nya sendiri. "Kau sudah merencanakan semua ini Elang ?" Tanya chao Jinggou penuh amarah.
Elang tersenyum dengan penuh kebanggaan. "Tentu saja, jauh-jauh hari sebelum Daddy mengizinkan ku kembali ke Indonesia. Elang telah menghubungi kakek. Dan meminta sebagian orang -orang nya untuk bersama ku. Aku menempatkan nya menjadi dua bagian. Di Beijing dan di Indonesia. Aku sudah menebak nya Daddy, jadi apa pilihan mu Dad? Pilih aku kembali dan batalkan perjodohan itu, atau aku akan memberontak dan merebut kembali kekuasaan beberapa wilayah yang telah susah payah aku tahlukkan. Karena di belakang ku ada Nainai dan yeye!" kata Elang penuh dengan kemenangan.
Dengan berat hati, akhirnya sang Daddy pun dengan terpaksa, menyetujui permintaan anak nya itu. Untuk menyingkirkan wanita itu dari putra nya, itu akan ia pikirkan nanti. " Baiklah, Daddy setuju, asal kamu kembali."
Elang tersenyum miring kembali, membuat chao Jinggou semakin di buat tak nyaman saja. "Jangan coba-coba untuk menyakiti gadis ku Daddy, jika itu terjadi, Elang tak akan lagi segan. Membuat mommy selamanya tak akan pernah kembali pada mu, karena Elang tau Daddy masih sangat mencintai mommy. Akan aku buat mommy menikah dengan pria lain, jika perlu, akan aku kenal kan mommy pada salah satu musuh terbesar mu!" Kata Elang , yang seolah bisa membaca pikiran Chao Jinggou.
"Ha.. Ha.. Ha... Ternyata kau memang benar-benar putra ku, sampai bisa menebak semua, yang Daddy fikirkan.Baik lah, Daddy akan mengikuti kemauan mu, asal kan. Kamu bisa membuat mommy mu kembali ke sisi Daddy. Maka Daddy bersumpah, tidak akan mengusik perkara jodoh mu lagi!!" Kata chao Jinggou penuh kebanggaan kepada putra satu-satunya itu.
*
*
Akhirnya malam itu, para anak buah Elang, bergerak untuk menculik Meisya, se hebat-hebat nya Meisya dalam ilmu bela diri. Tetapi tetap saja, dia akan kalah dengan banyaknya orang yang menyerangnya, apalagi orang-orang tersebut, tentu nya tak kalah baik, dalam ilmu beladiri.
Meisya di bawa pergi menuju Jakarta, dan di masuk kan ke jet pribadi milik Elang, chao Jinggou sendiri memilih menaiki penerbangan biasa, dan kembali membujuk Nilam agam kembali bersama nya. Jujur saja, dia begitu merindukan, wanita yang telah melahirkan satu putra untuk nya itu. Matanya bahkan sampai berkaca-kaca, ketika melihat wanita yang teramat di cintai nya itu.
Nilam terkejut melihat chao Jinggou datang kerumahnya, meski Elang sudah a mengatakan perihal kedatangan suami nya, yang telah bertahun-tahun, tega memisahkan nya dengan sang putra. Pertemuan mereka menjadi momen paling mengharukan dan penuh dengan emosi.
Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Contoh:
Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.
Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...
Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.