NovelToon NovelToon
DEAL(Kesepakatan Klan)

DEAL(Kesepakatan Klan)

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:26k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

Pria, 30 tahun. keturunan gelap dari pewaris utama klan, terpaksa menikah untuk memangkas opini keluarga tentang kehidupannya dan demi kesepakatan-kesepakatan lainnya demi menjaga kehormatan klan.

"Bagian mana dari tubuhku yang membuatmu tak pernah berselera untuk menyentuhnya," protes Dorrota sambil menanggalkan seluruh pakaiannya.

"Aku bukannya tak berselera, tapi..."

"Jadi benar kabar yang kudengar, kamu memiliki wanita lain. Ah, bukan! tapi Pria lain!"

"Aku tidak peduli apapun yang kamu pikirkan, kesepakatan tetaplah kesepakatan. Ingat batasanmu!" ucap tegas Math Male meninggalkan Dorrota yang terisak dalam kemarahan dan kekecewaannya.

mampukah Dorrota mengambil hati Math Male?
ataukah Math Male akan menemukan hati yang lainnya?
.......

Hallo reader, karya ini hanya berdasarkan imajinasi author sepenuhnya. jika ada kesamaan nama tokoh, latar atau kejadian, hanya merupakan kebetulan yang tidak disengaja.
selamat membaca,
Salam, author Yoshua,
Semoga Semua Bebahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 34

Miltus menyimpan rasa canggung setelah kesalahan bersama Mesh. Ada hal yang tidak bisa ia jelaskan dengan mudah, ia menghentikan langkahnya menatap lurus ke arah pintu pondok Mesh Mayya. Namun tiba-tiba pintu terbuka, membuat Miltus salah tingkah dan semakin canggung.

Sosok yang membuka pintu pun terheran menatap Miltus yang justru berdiri mematung dengan ekspresi sangat canggung. "Tuan Miltus kenapa?" Liricca menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan ada atau tidaknya orang lain di sana.

"Ah, e-anu, ti-tidak apa-apa." Miltus sangat gagap dengan jawabannya sendiri. "Ah, kenapa kamu bangun di tengah malam? Sudah lebih baik kah lukamu?" Miltus mendekati Liricca.

"Sudah, Tuan. Berkat pengobatan di sini, saya lebih baik." Liricca menarik diri satu langkah menjauhi Miltus, dengan perasaan takut.

"Tunggu sebentar, biar Kakak antar." Mesh muncul dari balik pintu, membuat Miltus semakin canggung. "Oh? Tuan Miltus, ada apa?"

"Ah, tidak. Hanya kebetulan melihat Liricca, hanya menanyakan lukanya saja." Susah payah Miltus menahan perasaan canggung dan anehnya.

"Hm, begitu." Mesh pun terlihat sedikit canggung. "Maaf Tuan, aku harus mengantarnya ke toilet." Mesh sangat ingin menyudahi pertemuan aneh tengah malam itu.

Miltus pun menyetujui dan segera melangkah menuju pondoknya sendiri. "Apa dia tidak merasa aneh? Apa dia tidak terganggu denganku? Atau dia ... ah, atau aku saja yang merasa aneh seperti ini?" gumam Miltus berdiri menatap gagang pintu sebelum masuk ke dalamnya.

.......

Teriakan dan umpatan Kallida terdengar samar-samar dari luar kamarnya. "Hmph! Dasar wanita bermuka dua!"

Dorrota mengurungkan niatnya untuk membawakan teh, ia yang awalnya datang membawa secangkir teh istimewa yang ia buat untuk Kallida sebagai ungkapan belasungkawa, tak sengaja mendengar umpatan-umpatan Kallida. Dorrota yang telah menaruh curiga sebelumnya, semakin yakin akan sifat asli Kallida setelah mendengar sendiri niat buruk Kallida.

"Aku tidak begitu mengerti silsilah keluarga ini, tapi sepertinya ada yang tak benar dari dirinya, tapi dari apa yang dilakukannya, aku rasa Usstica dalam bahaya. Benarkah Usstica itu anak tirinya?" gumam Dorrota berjalan kembali menuju kamarnya.

"Kenapa terburu-buru jalannya?"

Sapaan Mattew mengagetkan Dorrota, membuat sebagian teh yang ia bawa terlontar keluar dari dalam gelas saking kagetnya Dorrota dengan kehadiran sang kakek mertua.

Dorrota membungkuk memberi hormat, "Ah maafkan aku, Kakek mertua. Salam."

"Aku yang minta maaf, sepertinya kamu kaget ya? Hahaha...," sahut Mattew terkekeh melihat Dorrota yang berusaha keras tetap tenang. "Biarkan aku mencicipi teh buatan tangan putri Codi."

"Ah, benarkah itu Kakek? Baiklah hamba akan buatkan yang baru dan segera mengantarkannya ke kediaman kakek mertua."

"Jangan ke sana, aku akan menunggu di taman belakang saja, tolong buatkan segera." Begitu teduh dan lembut ucap Mattew dengan badan tegap dan kedua tangan terkait kebelakang.

Dari kejauhan beberapa pasang mata memandang tak suka pada Dorrota yang terlihat begitu sopan dan dekat dengan Mattew.

"Lihatlah, wanita kecil Codi itu berhasil membuat Kakek menghampirinya, apa istimewanya wanita seperti itu? Tingginya saja dibawah rata-rata wanita di sini. Wajahnya juga tak secantik wanita Male." Atia, cucu dari Dohanna istri kedua Mattew melihat Dorrota dengan tatapan penuh kebencian.

"Tenang saja, Putriku, ibu akan mengadu pada nenekmu, nanti biar kamu dijadikan istri juga untuk Math, dan akan ibu pastikan kamu yang akan pertama melahirkan putra penerus." Elka, putri Dohanna begitu sadis mengucapkan rencana jahatnya.

Seperti buah jatuh tak jauh dari pohonnya, rasa iri dan dengki begitu melekat di hampir semua keturunan Dohanna, istri kedua Mattew. Semua berawal dari Dohanna sendiri yang tidak pernah bisa akur dengan Zicha selaku istri utama Mattew, lalu menurun pada putranya Redrik yang juga tak pernah bisa akur dengan keturunan Zicha, dan sekarang Elka, putri ketiga Dohanna pun tak menyukai kesuksesan dan keberuntungan keluarga Taddeus yang merupakan keturunan dari istri pertama Mattew.

"Ibu harus berjanji, aku juga menginginkan hal istimewa sebagai ibu dari penerus. Aku ingin mendapatkan itu dari Math, ibu terlambat meminta kakek untuk menikahkan ku dengan Math." Atia menampilkan wajah cemberut dan manjanya, sebagai protes terhadap ibunya.

"Tenang sayang, kali ini ibu berjanji akan mencegah gadis Codi itu melahirkan putra Math. Kamu yang akan melahirkan terlebih dahulu, percaya dan ikuti semua rencana ibu. Nenek Dohanna pasti akan mendukungmu."

"Ada apa? Apa yang harus aku dukung?" Dohanna, muncul lalu menyahut perbincangan putri dengan cucunya itu.

"Nenek!" seru Atia manja. "Aku juga menginginkan Math! Tapi kenapa Usstica yang mendapatkannya!" Atia melingkarkan pelukannya pada lengan sang nenek.

"Untuk apa kamu menginginkan keturunan kotor itu?" Dohanna tampak terkejut dengan permintaan sang cucu. "Ada banyak pria terhormat lainnya, kenapa malah menginginkan anak pembawa sial itu? Bodoh sekali Mattew menunjuknya sebagai penerus."

Dohanna terdiam sejenak, menyadari apa yang diucapkannya begitu jelas dan tepat, membuatnya menyadari tujuan dan maksud keinginan sang cucu. Diluar dugaan, Dohanna justru memeluk sang cucu dan memujinya dengan sangat bangga.

"Kamu benar-benar Cucuku. Tidak salah lagi, kamu mewarisi kecerdasan Nenek." Dohanna menghujani Atia dengan kecupan bangga seorang nenek ke seluruh wajah Atia.

"Jadi Nenek mendukungku?" Atia berjingkrak bahagia.

"Tentu saja, nenek akan membujuk kakekmu untuk menikahkan mu dengan Math. Dan pastikan kamu sehat, nenek akan membantumu agar bisa melahirkan putra penerus lebih cepat."

"Hore!! Aku akan menjadi ibu utama klan!" seru Atia melompat kegirangan.

"Ibu akan menyiapkan semua ramuan agar kamu semakin cantik dan sehat, ibu juga akan membuatkan gaun terbagus agar menarik perhatian Math." Elka pun terlihat begitu mendukung rencana itu.

Menjadi ibu dan istri utama adalah keistimewaan yang diinginkan semua putri Male. Banyak kebebasan, hak-hak istimewa dan penghormatan yang akan mereka terima. Salah satunya adalah bahwa semua perempuan Male harus tunduk pada setiap ucapan dan tugas yang diberikan oleh istri atau ibu utama. Bagi siapa saja yang berani membantah atau menyanggah istri utama, akan mendapatkan hukuman sesuai yang diinginkan si istri utama itu.

Harta dan persembahan yang melimpah, juga menjadi incaran lainnya bagi para perempuan Male yang pertama kali berhasil melahirkan putra penerus. Itulah sebabnya di dalam keluarga Male, belum tentu istri pertama yang akan menjadi ibu utama. Status akan berubah ketika salah satu istri berhasil melahirkan putra pertama, dia yang akan otomatis naik posisi menjadi istri dan ibu utama, dengan keistimewaan dan hak yang akan selalu diutamakan.

.....

Dorrota berjalan tegas membawa teh buatan tangannya menuju ke taman belakang, seperti yang dimaksudkan Mattew. Dalam hatinya ia banyak memikirkan segala kemungkinan. "Kenapa tiba-tiba ayah mertua memanggilku? Apa yang kira-kira akan ia bicarakan? Kenapa aku tak sabar dengan penasaran ini?"

Namun, langkah Dorrota terhenti saat melihat sang kakek tengah duduk di bangku, di depan sebuah kolam, bukan sendirian, melainkan dengan sosok penting bagi Dorrota.

"Bagaimana ini, aku hanya membuat satu teh." Dorrota bingung, harus memutuskan untuk segera muncul atau haruskah ia membuat satu lagi.

...****************...

To be continue...

1
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
aku pilih met-kaktus adu jotos aja/Chuckle/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
jadi bayangin kepompong aku
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
otakmu itu yg terlalu
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
nah, kalo gini sih waras
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ealahhh
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
gak. mesh udah bekasnya kaktus
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
kalo met met tahu si kakatus nana ninu nano nano, habis dia
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
baik apa? udah jadi teh celup gitu /Smug//Smug/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
ini termasuk klifhanger bukan sih?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: yg bukan lelaki cadangan itu aku kaya gak bisa menjiwai gitu.
edi juga bilang yg itu lebih seperti tokoh yang sedang bermain peran. sama sekali tidak hidup. makanya abang gak usah intip
aku aja lebih bisa ngerasain sesuatu di setelah kau jandakan
total 10 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
masa tangan laki lembut, Dor?
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
Cerita yang bikin perasaan reader campur aduk... tapi syukurlah semua berakhir dengan damai. walau sebenarnya pengen Kallida dapat hukuman yang lebih🤭 tapi memang dia juga udah berjasa merawat Math dari kecil. semoga Math Dorrota Mesh akur2 yaa,jangan nambah selir Math udah pas tuh kanan kiri wkwk 🤣 Math keren,bisa merubah aturan2 konyol hingga jadi lebih baik 😄ikut seneng juga buat Miltus Usstica,semoga selalu bahagia 🥳
Makasih juga buat bang yosh,keren novelnya, walaupun kadang2 bikin pengen demo wkwk 🤣 semangat terus bang,ditunggu karya2 selanjutnya 😄 jangan bikin yang sad ending Mulu bang hehe
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉: idih idih 🤣🤣
total 2 replies
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
akhirnya kelar juga ya bang 🤭
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
emang paling bener Mattew meninggoy,dia nih biang kerok dari semua kericuhan ini... dibalik sikapnya yang bijaksana,dia juga penuh intrik,bahkan sampai mengorbankan kebahagiaan anaknya sendiri 🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aku nggak habis pikir sama kakek Mathew, kenapa juga dia mengurung Helena,padahal tau kalo Ted cinta mati sama dia,terlalu kolot sih aturan di klan Male 🙄🙄🙄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
kekuasaan benar2 bisa membutakan mata seseorang,bahkan sampai tega melukai keluarga sendiri /Frown/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
entah harus seneng atau sedih baca part ini, senengnya akhirnya Math bisa menerima Dorrota,tapi kok dimadu yaa /Frown//Silent/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bener tuh,semua orang punya rahasia dan kepentingan pribadi,jadi bingung mana yang harus dipercaya
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
haaiishh para lelaki ini seenaknya sendiri menjadikan perempuan jadi taruhannya,nggak like pokoknya /Hammer//Hammer//Hammer/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
sukuriin/Proud//Proud//Proud/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
karma dibayar tunai 😌
tapi masih kurang sebenarnya... masih belum sebanding sama kejahatan yang dilakukan Kallida 😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!