Sheana Zaen Xavier merupakan putri dari Levi dan Lucia. Memang seharusnya dia memiliki kembaran, tapi di nyatakan meninggal sesaat begitu di lahirkan. Kini siapa sangka putri yang dianggap telah meninggal dunia sejak lahir ternyata masih hidup.
Dimana Shea secara tidak sengaja saling bertukar posisi atau identitas dengan gadis bernama Lucy yang begitu mirip dengannya ketika Shea tengah liburan dengan kedua orang tuanya. Dimana Shea akhirnya menjadi Lucy, sedangkan Lucy menjadi Shea. Dari pertukaran itu, satu persatu rahasia mulai terkuak.
Akankah Shea dan kembarannya bisa mengungkapkan segala rahasia yang tersimpan selama 13 tahun lamanya?
Tentang Zhea yang di nyatakan meninggal dunia sejak lahir, tapi nyatanya masih hidup dengan identitas sebagai Lucy?
Dan tentang kecelakaan tragis yang membuat Kakek Roman meningggal dunia, serta membuat Noland dan Julia mengalami koma?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lucia Mengetahui Kebenarannya
Hanya satu dugaan Jack yaitu perawat dan petugas kebersihan yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu. Dengan cepat Jack langsung keluar menemui anak buahnya untuk memberikan perintah melakukan penyelidikan terhadap perawat dan petugas kebersihan itu. Tidak lupa untuk memeriksa keamanan rekaman cctv yang ada berharap bisa mendapatkan petunjuk dari sana.
“Tuan Jack ada apa?” tanya salah satu anak buahnya yang terkejut dengan kemunculan pemimpinnya yang secara tiba-tiba.
“Kalian ingat perawat dan petugas yang baru saja keluar dari ruangan ini? Lakukan penyelidikan kepada keduanya dan ambil rekaman cctv di area ini,” perintah Jack tanpa basa basi.
“Siap laksanakan, Tuan Jack.” Beberapa anak buah itu langsung pergi menjalankan tugasnya, sedangkan sebagian lagi tetap melakukan penjagaan di sana.
Setelah memastikan anak buahnya menjalankan perintahnya dengan baik, Jack kembali masuk menghampiri Zhea yang masih bercanda dengan dengan Triple R, Jaydon dan Shea melalui zoom yang masih berlangsung.
“Guru, apakah kau sudah memberikan perintah penyelidikan tentang keberadaan alat penyadap itu?” tanya Shea yang melihat Jack telah kembali.
“Hmm, aku tidak menyangka belum apa-apa kita sudah kecolongan seperti ini,” ujar Jack yang merasa tidak becus melakukan penjagaan.
“Musuh kita kali ini bukan orang biasa. Mengingat mereka bahkan bisa memanipulasi kematian Zhea selama ini tanpa ada diantara kita yang menyadarinya,” imbuh Jaydon yang merubah raut wajahnya menjadi mode serius.
“Dengarkan baik-baik, aku hanya bisa memberikan kalian waktu satu minggu untuk mencari tahu tentang mereka. Entah berhasil atau tidak, setelah itu aku akan memberitahukan tentang fakta ini kepada Tuan Rayden dan semua orang.” Lanjutnya penuh penekanan, karena Jaydon tidak ingin mereka semua dalam bahaya jika terus bergerak sendirian seperti ini.
“Aku juga semakin yakin bahwa kecelakaan yang terjadi pada Grandpa dan Grandma 13 tahun yang lalu pasti ada kaitannya dengan semua ini.” Rayga mulai buka suara.
“Benar, karena saat itu sudah jelas bahwa mereka sudah tiba di rumah sakit melalui rekaman kamera dashboard yang aku temukan di mobil salah satu pengunjung rumah sakit pada saat itu.” Regis membenarkan dugaan Rayga.
“Kita bahas tentang itu nanti saja, sekarang yang lebih penting adalah keselamatan Shea dan Zhea. Kalian lihat sendiri, bukan? Belum apa-apa mereka sudah menargetkan Zhea seperti itu,” sela Ryuga meminta yang lainnya untuk fokus pada hal terpenting lebih dulu.
“Uncle Ryu benar! Karena itulah, aku menghubungimu Guru. Hanya kau yang bisa menjaga dan melindungi Zhea yang berada di sana. Sementara aku di sini sudah ada Kakek Jay, Uncle Ryu, Uncle Rayga dan Uncle Regis bersamaku,” ujar Shea langsung menyampaikan tujuannya menghubungi Jack.
“Ya, selama kami berusaha menemukan siapa identitas mereka. Jack, tolong jaga dan lindungi Zhea dengan baik, karena mungkin dia menargetkan Zhea lagi,” ujar Rayga membenarkan apa yang Shea katakan.
“Dan rahasiakan tentang semua ini kepada semua orang untuk sementara waktu,” imbuh Regis.
“Kau tahu sendirikan betapa menyeramkannya Rayden dan levi kalau sudah menggila.” Kali ini Jaydon yang mengatakannya.
“Hmm, baiklah aku akan menjaganya di sini dengan baik,” jawab Jack yang menyetujui rencana tersebut.
“Biarkan aku juga ikut membantu dalam rencana ini. Shea kau tahu ‘kan tentang kemampuanku dalam meretas. Aku bisa mencari tahu informasi tentang klan Black Moon dan orang bernama Frank itu,” ujar Zhea yang tidak ingin tinggal diam selama saudarinya tengah berjuang mengungkap segalanya.
“Tentu, tapi pastikan kau tidak terlibat secara langsung, karena aku tidak ingin melihat kau terluka lagi.” Shea mengijinkan selama Zhea hanya melakukan peretasan saja, tidak lebih dari itu.
“Ya, tidak apa-apa asalkan aku tetap bisa membantu kalian.” Zhea menjawabnya dengan cepat. Setelah itu, mereka mulai fokus menyusun rencana selanjutnya.
...****************...
Tanpa Zhea dan Jack sadari dari balik pintu ada Lucia yang mendengarkan semuanya. Dia yang berniat memeriksa keadaan putrinya malah mendengar fakta bahwa yang saat ini bersama dengan dirinya adalah Zhea, Zheara Zaen Xavier putri yang sejak lahir dia kira sudah meninggalkannya untuk selamanya.
“Zhea, putriku ternyata masih hidup,” gumam Lucia dengan suara bergetar.
“Jadi, selama ini mereka bertukar peran satu sama lain,” imbuhnya masih tidak percaya.
Lucia membungkam mulutnya sendiri agar suara tangisannya yang memilukan tidak terdengar oleh Zhea dan Jack. Ya, Lucia mendengarkan semuanya bahwa kedua putri kembarnya tengah berusaha untuk mengungkapkan siapa dalang dibalik semua itu dibantu oleh Triple R, Jack dan Jaydon. Lucia mendengar dari awal sampai akhir, dia tidak menyangka bahwa dia bukan hanya melewatkan pertumbuhan Shea selama ini tapi juga dia melewatkan pertumbuhan Zhea.
“Kak, _...”
Lucia langsung menarik orang yang hampir saja memanggilnya itu ke tempat lain agar dia tidak ketahuan telah menguping. Lucia juga memberikan isyarat agar para pengawal yang ada di sana untuk tidak memberitahukan pada Jack bahwa dia sempat mendengar semua pembicaraan itu.
Dan benar saja, Jack yang mendengar ada seseorang dibalik pintu langsung saja pergi untuk memeriksanya. Namun, begitu pintu terbuka tidak ada siapapun di sana hanya para anak buahnya yang masih berjaga seperti biasanya. Karena tidak menemukan siapapun, Jack pun memutuskan untuk kembali masuk dan meneruskan pembicaraan mereka tentang rencana Shea dan Triple R.
Sementara Lucia sudah berada di taman yang tidak jauh dari ruangan Zhea berada bersama dengan orang yang dia tarik pergi. seorang Dokter muda yang sangat tampan dan berkharisma tengah memegang sebuah dokumen yang Lucia minta sebelumnya.
“Kak Lucia kenapa? Kenapa malah membawaku ke sini?” tanya Dokter muda itu dengan tatapan bingung.
“Tidak ada apa-apa, Nathan? Kenapa kau datang menemui ku?” tanya Lucia balik, setelah menjawab bahwa dirinya baik-baik saja.
Nathan Willy Coopers, tapi orang biasanya memanggilnya dengan sebutan Nath atau Dr. Nath merupakan putra pertama Will dan Alea yang kini telah menjadi seorang Dokter ahli saraf termuda dan terhebat di Negara K.
“Kak Lucia habis menangis?” Nath tampak khawatir dengan Kakaknya itu. Ya, Nathan sejak kecil menganggap Luca dan Lucia sebagai Kakak kandungnya sendiri. Begitu juga dengan Triple R.
Kalau dijelaskan akan menjadi panjang kali lebar, intinya keluarga Rayden, Will, Felix dan Jaydon itu sangat erat sehingga anak-anak mereka seakan lahir dari satu ayah dan ibu meski kenyataannya berbeda.
“Tidak apa, Nath! Hanya tidak sengaja kemasukan debu saja. Lalu apa yang kau bawa di tanganmu itu?” Lucia mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
“Ooh, ini hasil pemeriksaan tentang cedera kepala yang dialami Shea saat ini. Namun, ada yang aneh dengan pemeriksaannya karena tidak ada cedera berbahaya di system sarafnya yang membuat Shea mengalami hilang ingatan.” Nath menjelaskan sedikit.
^^^Bersambung, ....^^^