NovelToon NovelToon
Terjerat Benang Merah

Terjerat Benang Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Cintamanis / Romansa / Cintapertama / Konflik etika
Popularitas:70.3k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Ternyata, teori tentang benang merah itu memang ada. Sejauh dan selama apapun berpisah, jika ada yang belum selesai makan akan tetap bertemu dengan cara yang terkadang tak masuk dalam logika.

Siapa yang sangka, Bianca akan kembali bertemu , mantan tunangan yang dulu dijodohkan dengannya dalam keadaan Bianca yang sudah tidak seperti dulu lagi.

Tunangan yang dulunya pergi meninggalkannya karena alasan tidak mencintainya, kini justru selalu terlihat dalam hidup Bianca yang begitu pelik.

Padahal mantan tunangannya itu sudah memiliki wanita yang dicintai sejak dulu menjalin hubungan dengan Bianca.

"Bisakah kau melewatiku begitu saja saat melihatku? Jangan mendekat dan jangan ikut campur terlalu jauh ke dalam hidupku!" - Bianca -

Apa jadinya jika dua orang itu justru terikat oleh sebuah teori benang merah yang tidak pernah putus diantara mereka?

Apakah mereka akan kembali bersama meski benang merah sudah terlalu rumit mengikat mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha Kevin

"Permisi Tuan!"

Tapi setelah mendengar suara itu, tangan Elgard langsung terlepas. Kedua pria itu langsung menatap ke arah wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.

"Bianca!" Gumam Elgard dan Kevin bersamaan.

"Silahkan Tuan!"

Entah Bianca memang benar-benar profesional atau memang tak peduli ketika melihat dua orang yang ia kenal justru terlihat biasa saja bahkan seolah tak mengenal mereka berdua.

"Apa kabar Bianca?" Kevin tak lepas menatap Bianca. Meski saat ini Bianca terlihat begitu berbeda dengan dulu karena wajahnya lebih tirus dan tubuhnya yang kurus, namun Bianca tetap cantik menurutnya.

"Aku baik Kak!" Jawab Bianca tanpa memberikan senyum sedikitpun.

Tapi jawaban sekecil justru membuat Elgard tak terima. Bagaimana mungkin Bianca bisa begitu santai pada Kevin yang baru ditemuinya hari ini, sedangkan pada Elgard yang sudah berkali-kali bertemu, Bianca justru begitu formal. Bahkan Bianca memanggil Kevin dengan sebutan Kakak. Itu jelas membuat Elgard semakin muak.

"Duduklah di sini dulu Bianca, aku sudah lama tak melihatmu. Banyak sekali yang ingin ku tanyakan padamu!" Pinta Kevin sembari memeluk sofa di sampingnya.

"Maaf Kak, aku harus bekerja!"

"Kalau begitu, kau selesai bekerja jam berapa? Aku akan menunggumu!"

Elgard melirik Kevin dengan tajam, namun dia meremehkan sahabatnya itu. Dengan sifat Bianca saat ini, dia yakin kalau Bianca tidak akan mau.

"Masih sekitar tiga jam lagi"

"Tidak terlalu lama, aku akan menunggumu!"

"Permisi!" Bianca tak memberikan kepastian apapun, dia malah pergi meninggalkan ruangan itu.

"Untuk apa kau mau menemuinya?!" Dari nada bicaranya, Elgard tampak tidak suka.

"Hanya menanyakan kabar. Wajar kan karena kami lama tidak bertemu!"

"Jangan bilang kau punya niat lain!" Elgard menatap penuh curiga pada Kevin.

"Niat lain apa? Aku murni hanya ingin tau tentangnya saja, tapi tidak tau kedepannya seperti apa. Kalau dia mamang masih free, mungkin aku akan mengejarnya!"

Elgard hanya bisa mengepalkan tangannya, kemudian meneguk minuman yang yang terasa membakar lidah dan tenggorokannya itu dengan kasar.

Entah mengapa rasanya sangat tidak terima. Tapi apa haknya melarang Kevin mendekati Bianca. Dia juga bukan siapa-siapa lagi bagi Bianca. Tapi entahlah, Elgard merasa bingung sendiri dengan perasaannya saat ini.

Tiga jam berlalu, Kevin benar-benar menepati janjinya. Dia menunggu Bianca di depan club yang menjadi tempat kerjanya beberapa hari ini.

Tapi tanpa Kevin sadari, Elgard juga masih ada di sana. Dia diam di dalam mobilnya memperhatikan Kevin yang menurut Elgard tampak seperti musang yang sedang terbar pesona.

Setelah lama menunggu, akhirnya Bianca keluar dari pintu yang ada di samping club. Masih dalam pandangan Elgard, Bianca sudah kembali memakai celana jeans dan kemeja kebesaran yang dijadikan outer, bukan dengan baju seragam ketat seperti tadi.

"Hay!" Kevin melambaikan tangannya pada Bianca.

Bianca sendiri tak menyangka kalau Kevin benar-benar menunggunya. Padahal tiga jam bukan waktu yang sebentar untuk sekedar menunggu.

"Kau mau pulang sekarang? Aku akan mengantarmu Bianca!"

"Terima kasih Kak, tapi..."

"Sudah terlalu malam, tidak ada bus lagi sekarang. Kereta bawah tanah juga tidak ada. Bahaya kalau naik taksi seorang diri malam-malam seperti ini. Ayo, aku akan mengantarmu!"

Bianca menatap Kevin yang begitu memaksa. Padahal dia sudah terlalu biasa pulang larut malam begini hanya dengan jalan kaki atau naik transportasi umum.

"Oke baiklah kalau kau tidak mau ku antar pulang, temani aku makan pangsit sebentar saja. Anggap saja itu sebagai ganti karena aku menunggumu dengan kelaparan di sini!"

Bianca mengernyit keningnya, bukankah itu keinginan Kevin sendiri, kenapa sekarang dia yang harus bertanggung jawab.

"Aku janji tidak akan lama. Aku hanya ingin makan bersamamu saja setelah lama tidak bertemu!" Kevin terus saja berbicara untuk menyakinkan Bianca tanpa jawaban apapun dari Bianca sejak tadi.

"Baiklah!"

Wajah Kevin langsung terlihat begitu sumringah karena dia berhasil membujuk Bianca. Kevin membukakan pintu mobilnya untuk Bianca dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

"Sial!" Bukan Kevin yang mengumpat, namun pria yang melihat Bianca masuk ke dalam mobil Kevin dari kejauhan.

Darahnya terasa mendidih karena melihat Kevin dengan begitu mudah mengajak Bianca pulang bersama sedangkan dia berkali-kali ditolak, bahkan biacara dengannya saja tidak mau.

Dia mangkuk pangsit sudah ada di hadapan Kevin dan Bianca saat ini. Memang benar apa yang dikatakan Elgard kalau Bianca begitu berbeda saat ini. Dia lebih pendiam dan banyak menundukkan kepalanya. Dia bukan Bianca uang dulu begitu ceria dan menyenangkan.

"Dulu kenapa kau menghilang begitu saja Bianca?" Pertanyaan itu akhrinya tersampaikan juga pada Bianca.

Bianca sempat mengangkat kepalanya untuk menatap Kevin sebentar, hanya sebentar karena tak sampai satu detik, kemudian dia kembali menunduk menatap pangsit dengan daun bawang yang mengambang di kuah pangsit yang panas.

"Aku tidak menghilang Kak, tapi aku rasa hidupku sudah berubah sejak saat itu. Kita bukan di dunia yang sama lagi!"

"Kita tetap ada di dunia yang sama Bianca, memangnya kau hidup di dunia gaib setelah itu?"

Bianca hanya bisa tersenyum miring menanggapi candaan Kevin.

"Makanlah, kau pasti juga lapar kan?" Kevin lebih memilih tunjuk tidak membahas masa lalu tentang Bianca.

"Hmm!" Bianca mulai menyeruput kuah pangsitnya.

"Kau sudah lama bekerja di sana?"

"Tidak, baru beberapa hari ini Kak!"

"Kenapa kau memilih bekerja di tempat seperti itu?"

"Aku bekerja dimana pun yang bisa menghasilkan uang!" Jawaban Bianca mampu membuat Kevin terdiam sesaat.

Kalau mengingat cerita dari Elgard tentang kehidupan Bianca, dia pasti bekerja keras banting tulang demi mendapatkan uang untuk membayar hutangnya.

"Kalau begitu, kau bisa bekerja di kantorku. Di sana kau tidak akan kerja sampai larut malam lagi!" Kevin mempunyai dua tujuan dengan menawarkan Bianca pekerjaan.

Tentu saja yang pertama karena dia kaishan melihat Bianca harus bekerja di tempat seperti itu yang pastinya banyak pria hidung belang mengincarnya. Yang kedua jelas karena dia ingin dekat dengan Bianca.

"Terima kasih untuk tawarannya Kak. Tapi tidak untuk saat ini!" Tolak Bianca tanpa berpikir panjang.

Dia tidak mau berhubungan lagi dengan Elgard, sedangkan kalau dia bekerja di tempat Kevin, kemungkinan besar dia akan sering bertemu dengan Elgard.

"Baiklah aku tidak akan memaksa, tapi pikirkan lagi tawaranku!"

1
Herman Lim
yg jelas El ingin bee punya karya sdr tanpa pake nama org
rinny
nggak apa apa Bianca, terima bantuan dari eigard . mungkin itu akan menjadi jalanmu menuju kesuksesan
Cahaya
lanjut
Tyara Inasti
wah Thor dari awal baca smpe sini udh keren dan udh seseru ni mantap
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
bagus thor, bianca berkata jujur buar el tau
Hanima
👍👍
Nureliya Yajid
semangat thor
Ari Atik
ok...
lanjut....
Nureliya Yajid
semangat thor
Nureliya Yajid
lanjut thor
Agnezz
wah visi Elgard jauh ke depan ya, agar Bee parfum Bee punya nama sendiri. Tapi apakah Roy mau tersaingin Bee. Dengan mengajari Bee, bukan tidak mungkin kelak parfum Bee lebih terkenal.
Esther Lestari
semangat Bee.
baguslah kamu sudah menceritakan kelakuan Meriana ke Elgard dengan jujur
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
🌷Vnyjkb🌷
ell benar, klu berkolaborasi , bee hya dompleng nama meski itu racikan bee, tp klu bee bljar lg dan siapin smua dr awal d atas kaki sendiri dan d mentorin, maka bee pya hak paten sendiri👍👍💪💪💪💪😍😍
🌷Vnyjkb🌷
yesssss💪💪💪💪langkah suksesssss,,semangatttt bee😍 jg Siapin amunisimu u menghadapi Tagihan elll🤭🤣🤣
🌷Vnyjkb🌷
👍👍ini br cerita seruuu, hrs terBuka, ngapain d sembunyiin klakuan buruk meri anak bebek tu
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
semangat Bee💪💪💪
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bagus,jangan ada yang disembunyikan..
Aprisya
eeeehhh jalang teriak jalang
Agnezz
pasti si Meriana, udah acuhkan saja lebih baik Bee pergi menemui ahli peracik parfum. Gak penting meladeni si Meriana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!