Ciluk ba...
"Ha yo... Om mau mendekati Mamaku ya?" seru seorang gadis cilik dengan rambut keritingnya.
"Enggak. Siapa juga yang mau mendekati Mamamu yang janda itu?" tanya seorang laki-laki yang tak lain adalah atasan dari Ibu gadis cilik itu, Luis Marshal Gena.
"Om suka lilik-lilik Mama. Ndak boleh ya, Om. Nanti matanya bintitan," ucap gadis cilik itu lagi.
Seorang janda atau single mom bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Kata orang-orang, dirinya disebut sebagai janda seksi. Padahal menurut sang empu, dia biasa saja.
Luis yang merupakan atasannya, begitu kagum dengan sosok sekretarisnya yang mandiri dan tegas. Bahkan berulangkali terpergok melihatnya. Namun perjalanan Luis mendekati sekretarisnya sangat terjal karena anaknya yang tampak tak suka dengannya.
Mampukah Luis meraih hati si janda seksi dan anaknya itu? Lalu bagaimana dengan mantan suami dari sekretarisnya yang tiba-tiba datang dan menjadi penghalang mereka untuk bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saingan
Om bos, kejal Aiko.
Seruan dari Aiko yang berlarian di mall setelah makan siang membuat Luis tersenyum. Bahkan dengan senang hati, Luis mengejar Aiko. Keduanya berlarian walaupun suasana mall itu lumayan ramai. Emma yang melihat pemandangan itu tersenyum hangat. Hatinya yang keras dan beku setelah perceraian dengan mantan suaminya 2 tahun lalu, sedikit mencair.
Emma yang tak percaya dengan sosok laki-laki, entah mengapa mulai menghilangkan pikiran itu. Bahkan untuk pertama kalinya, seorang Luis terlihat tersenyum hangat pada seseorang. Senyuman yang begitu tulus dan itu membuat hati Emma bergetar. Namun Emma berusaha menepis rasa yang perlahan hadir dalam hatinya.
"Kenapa Aiko bisa dekat sekali dengan Kak Luis? Padahal mereka tidak ada hubungan darah," gumam Emma dengan mata berkaca-kaca.
"Padahal dengan ayah kandungnya sendiri saja, Aiko malah takut." lanjutnya yang bingung dengan keadaan ini.
Ehemm...
"Sudah Kakek bilang, kalian itu sebaiknya menikah saja biar Aiko mendapatkan orangtua yang lengkap. Kakek jamin, Luis tidak akan pernah menyakiti kalian." ucap seseorang yang berdehem dari arah belakang badan Emma. Hal itu membuat Emma tersentak kaget karena tadi sedang melamun sambil menikmati pemandangan yang menghangatkan hati.
Eh...
"Tuan Regan," Emma langsung mengalihkan pandangannya. Ternyata di sana ada Kakek Regan yang berdiri sambil melihat ke arah Luis dan Aiko yang sedang berlarian.
"Kakek, Emma. Bukan Tuan Regan. Sebentar lagi kamu jadi calon istri dari cucuku, jadi panggilnya Kakek." ucap Kakek Regan dengan tegas.
"Kakek dan cucu sama-sama pemaksa. Harus memanggil sesuai keinginannya. Padahal kan mereka atasanku, kenapa mengklaim aku jadi calon istri dari Kak Luis? Huh... Kita belum sedekat itu," gumam Emma sambil menghela nafasnya kasar.
"Iya, Kakek." ucapnya dengan terpaksa.
Entah apa yang dilakukan oleh Kakek Regan di mall ini sehingga bertemu dengan mereka. Namun Emma tak peduli juga karena pasti ini hanya sebuah ketidaksengajaan, itu lah yang ada dalam pikirannya. Tanpa Emma tahu, Kakek Regan memang sengaja datang ke mall untuk mengawasi cucunya secara langsung.
"Bagaimana tentang sosok Luis di matamu, Emma? Apakah dia sudah cocok jadi Papanya anak kamu?" tanya Kakek Regan tiba-tiba membuat Emma langsung melongo tak percaya.
"Jangan bercanda, Kek. Aku ini hanya seorang janda dan sekretaris. Tidak mungkin saya berani bermimpi untuk menjadikan Tuan Luis sebagai Papa dari Aiko," ucap Emma mencoba menanggapinya dengan merendahkan dirinya.
"Saya tidak peduli kamu itu janda dan punya anak satu atau hanya sekretarisnya Luis. Yang penting, dia adalah sosok perempuan baik, teliti, dan tegas. Semua itu ada pada kamu, Emma. Bahkan saat melihatmu pertama kali, Kakek sudah yakin kalau kamu akan jadi jodohnya Luis." ucap Kakek Regan dengan yakin.
Emma hanya bisa tersenyum canggung mendengar ucapan penuh keyakinan dari Kakek Regan. Ia tidak mau berkhayal atau bermimpi menjadi istri dari seorang Luis. Perbedaan kasta sosial yang jauh, membuatnya minder. Terutama statusnya sebagai seorang janda. Ia juga tidak mau membuat masalah, apalagi kemarin sudah diperingatkan oleh Mama Lea.
"Pak..."
Mama...
Kakek...
"Ngapain Kakek di sini?" seru Luis saat melihat Kakek Regan berdiri di samping Emma. Tentu saja pembicaraan keduanya itu langsung terhenti karena mendengar suara panggilan dari Luis dan Aiko.
"Ini tempat umum, terserah Kakek mau apa di sini." ucap Kakek Regan dengan acuh.
"Siapa laki-laki beluban itu, Om bos?" tanya Aiko dengan tatapan polosnya. Aiko berada di dalam gendongan Luis. Keduanya sangat dekat, seperti anak dan ayah yang tak bisa dipisahkan.
"Itu Kakeknya Om. Nggak usah dekat-dekat sama Kakek, nanti rambutnya jadi ikutan beruban." ucap Luis memperkenalkan Aiko pada Kakek Regan. Tentu saja Emma langsung menahan tawanya saat mendengar ucapan Luis.
"Halo..." sapa Aiko dengan malu-malu.
"Halo juga, cicit Kakek." sapa balik Kakek Regan dengan senyum hangatnya. Bahkan ia tak menggubris ucapan Luis.
"Kakek donatul utamana Om bos ya?" tanya Aiko dengan polosnya membuat Emma menepuk dahinya pelan.
"Jelas dong. Kakek ini donaturnya calon Papamu itu. Semua uang miliknya itu dari Kakek," ucap Kakek Regan membuat Emma dan Luis langsung memelototkan matanya.
"Kakek tua, jangan asal ya. Aku mendirikan perusahaan dan uang yang mengalir di rekening itu bukan dari Kakek," ucap Luis dengan tatapan sinisnya.
"Om bos, ndak boleh malah-malah dong. Kan benal omonganna Kakek, cemua uang duluna dali Kakek. Waktu Om bos masih kecil sama kaya Aiko, pasti cemua uang dali olangtua atau Kakek." ucap Aiko yang kini menasehati Luis.
"Ini baru cicitnya Kakek," seru Kakek Regan yang sangat senang karena dibela oleh Aiko.
Kakek Regan segera saja mengambil alih Aiko dari gendongan Luis. Pipi gembul Aiko dicium berulangkali oleh Kakek Regan. Pria tua itu sangat suka dengan sifat ceria nan malu-malu dari Aiko. Apalagi semua cicitnya laki-laki. Jadi kehadiran Aiko ini membawa warna baru dalam kehidupannya.
Sedangkan Luis sudah menatap sinis pada Kakek Regan yang kini malah mendekati Aiko. Luis kesal karena Aiko dimonopoli oleh Kakek Regan. Padahal seharusnya Aiko itu takut pada Kakek Regan seperti anak dari adik dan sepupunya yang lain. Namun Aiko tampak biasa saja, malah senang dengan kehadiran Kakek Regan.
"Mama, ayo pulang." ajak Aiko yang ternyata sudah mengantuk sambil mengucek matanya.
"Jangan dikucek. Nanti matanya merah," ucap Kakek Regan menjauhkan tangan Aiko dari mata si bocah cilik itu.
"Nggak usah sok perhatian sama anakku," ucap Luis dengan sindirannya.
"Dih... Ngaku-ngaku anaknya. Nikahin dulu emaknya, baru Aiko jadi anakmu. Sebelum kamu nikahi, Emma dan Aiko jadi kesayangannya Kakek dulu." ucap Kakek Regan yang kemudian menggandeng tangan Emma untuk diajaknya pergi.
Eh...
Emma sampai membeku badannya saat tiba-tiba digandeng oleh Kakek Regan. Seorang pengusaha besar dan terkenal sebagai salah satu konglomerat di negeri ini, menggandeng tangannya juga menggendong Aiko. Sangat jauh dari kebiasaan biasanya yang tampak kaku.
Sedangkan Luis, menatap tak percaya pemandangan itu. Sungguh... Kakeknya itu sangat menyebalkan. Mengganggu waktunya bersama Aiko dan Emma. Baru saja dia mendekatkan diri dengan mereka, namun Kakek Regan malah mengganggunya.
"Kim, aku kalah sama duda tua dan beruban itu." ucap Luis berbicara kepada ketua pengawalnya.
"Pesona Tuan Luis sudah luntur sepertinya. Nona Emma lebih suka dengan yang tua tapi kaya," ucap Kim yang malah memanas-manasi Luis.
Kim, aku potong gajimu 50 persen.
Astaga... Kan aku hanya kasih pendapat,
Kakek, jangan bawa mereka. Kan mereka tadi sama aku berangkatnya,
Bodo amat. Kalau kamu lama menikahi Emma, biar Kakek saja yang menikah dengannya.
Eh...
Hah...
ini buktinya🤣🤣
dengan itu om bos ,kalau gak tertarik mending buat kakek Regan aja😂
Emma lihat tuh kak Luis dan Aiko sangat kompak bukan ,sangat pantas dan cocok jadi suami mu 😂
Luis kapan ngajakin nikah 🤣
serius aku nanya😂
nanti tambah gak tumbuh tumbuh rambut nya Kim kalau sama Celine hahaha
tapi bener juga siapa tau cocok😂
Cie Luis berharap jadi pasangan suami istri 🤭