(SEDANG DI REVISI ULANG)
"Ibnu Atmajaya" Adalah seorang pengusaha yang sukses. Ia sudah menjabat sebagai seorang CEO di perusahan yang ia lanjutkan dari sang papa sejak usia nya menginjak 26 tahun. Dan kini usianya sudah menginjak yang ke 36 tahun. Dia terkenal sebagai orang yang sangat datar dan dingin. Apalagi dengan orang yang baru dikenalnya. Dia sudah berstatus sebagai suami dari seorang wanita yang bernama Renata Fadilla. Seorang dosen di fakultas XXXXX.
"Laras Safitri" Adalah salah satu mahasiswa dimana Renata mengajar. ia orang yang sangat pendiam.
Suatu hari, dia sedang tertimpa masalah. Mamanya masuk rumah sakit dan harus segera dioperasi. Dia sangat kebingungan harus mencari biaya operasi untuk operasi mamanya. Karna berasal dari keluarga yang tidak mampu, membuat ia kesulitan mendapatkan uang.
Tapi dia akan melakukan apapun saat seorang dosen bersedia membantunya namun dosen itu mengajukan syarat ke pada nya.
Ya... syarat nya adalah...
Dia harus menikah dengan suaminya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khalisa maisara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Hai gaes...
Mon maaf ya ini aku tulis aja dan sedikit aku rubah dari part yang aku tulis sebelumnya yang sampe sekarang belum lulus review juga.
Entah kenapa aku pun gak tau gaes
huhuhuhu 😥😥😥
dan semoga aja ini bisa di up hari ini ya 🙏
happy reading !!!
...🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️🏵️...
"Mbak yakin, untuk merahasiakan masalah ini dari papi dan mami." Tanya Devan sambil melepaskan pelukan nya.
"Emm..."
Menganggukkan kepala nya samar lalu meraih satu tangan Devan untuk digenggam nya.
"Untuk sementara ini, mbak akan tetap merahasiakan ini dari papi dan mami. Dan mbak mohon sama kamu, untuk merahasiakan nya juga dari siapa pun ya. Karena ini juga adalah permintaan nya mas Ibnu. Dan jika nanti waktu nya sudah tepat, mbak akan memberi tahu papi dan mami." ujar Renata
Devan hanya terdiam.
"Dan mbak minta maaf sama kamu, mbak pikir kamu tidak akan kembali kesini dan sudah melupakan nya. Mbak memilih Laras untuk menjadi istri ke dua nya mas Ibnu, karena mbak tau Laras perempuan baik baik. Dan mbak percaya, bahwa mbak, mas Ibnu dan Laras, bisa melewati hari hari kami tanpa menyakiti satu sama lain dan akan bahagia nanti." ucap Renata yang menatap Devan dengan sayu.
Devan hanya diam dan menundukkan kepala nya mendengarkan semua penjelasan dari kakak nya itu. "Baik mbak." Ucap Devan.
Renata pun menghamburkan diri nya memeluk adik laki laki nya itu. "Terimakasih ya." Ucap Renata sambil mengusap pundak Devan kemudian bangkit dan berlalu pergi meninggalkan Devan dikamar nya.
****
Sementara Laras sedang menyiapkan pakaian santai yang akan di kenakan oleh suami nya itu. Setelah mengambil nya dari dalam lemari kemudian menaruhnya di atas ranjang. Ada rasa bahagia di hati Laras, melihat Ibnu suami nya sudah mulai berubah dan mulai bersikap hangat kepadanya.
Cklek
Pintu kamar mandi pun terbuka dan menampilkan sosok seorang pria tampan dengan tubuh atletis yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya. Ditambah dengan rambut nya yang masih basah dan berantakan benar benar membuat Laras terpesona.
kenapa aku baru menyadari jika dia sangat tampan, tubuh nya keren ! Ah... apa yang kau pikirkan ras.... sadar...sadar....!!! batin Laras sambil terus memandangi suami nya.
"Apa kau baru menyadari jika suami mu ini memang sangat tampan hah..??" ucap Ibnu yang melihat istri nya sedang memandangi nya sampai tak berkedip.
Sontak tersadar. Laras sangat gelagapan kalau Ibnu menyadari bahwa dia sedang memandangi nya. "Emm.. a..aku..." Ucap Laras yang menundukkan kepalanya karena merasa malu.
Ibnu pun tersenyum lalu menyambar pakaian nya di atas ranjang dan memakai nya di depan Laras dengan santai nya.
Sontak, Laras menutup mata nya dengan ke dua tangan.
"Hey.. kenapa kau menutup mata mu ??" tanya ibnu.
"Kenapa bapak memakai nya disini." Laras berbalik bertanya.
"Memang nya kenapa. Aku kan suami mu, Dan kita akan memulai hubungan kita kembali dari awal." Ucap Ibnu sambil mendudukkan dirinya di samping Laras saat sudah selesai memakai pakaiannya. "Jadi, tidak perlu malu malu lagi kepada ku." imbuh Ibnu.
Laras pun dengan perlahan membuka mata dan menurunkan ke dua tangan nya. Kemudian ia menatap Ibnu yang duduk disamping kanan nya.
"Apa bapak akan makan malam sekarang ??? biar ku siap kan." tanya Laras.
Ibnu tersenyum manis sambil mengangkat tangan nya untuk merapihkan dan menyelipkan anak rambut Laras ke belakang telinga nya. "Mulai sekarang, jangan lagi panggil aku bapak. Aku ini suami mu, jadi... panggil aku dengan sebutan yang romantis."
"Ta..tapi... aku harus panggil apa ?" tanya Laras dengan kepolosan nya.
"terserah kau saja. Mau panggil aku mas, sayang, atau...."
"Baiklah m..mas..." Potong Laras cepat kemudian menundukkan kepala nya karena malu.
Ibnu tersenyum memandangi istri nya yang malu malu itu. Sungguh menarik pikirnya !
Ibnu menarik dagu Laras untuk menatap nya.
"Maaf kan atas semua yang sudah mas lakukan padamu selama ini." Titah Ibnu sambil menatap ke dua mata indah Laras bergantian.
"Mas jahat dan kejam padamu. Tapi... semakin mas membencimu, semakin dalam juga perasaan yang mulai tumbuh di hati mas ini. Mas tidak tau, sejak kapan perasaan ini mulai tumbuh di dalam hati mas. Mas tidak ingin kau berdekatan dengan laki laki lain, mendapatkan perhatian dari laki laki lain. Apa lagi kau sedang mengandung anak mas. Harus nya mas yang selalu ada di samping mu, bukan laki laki lain." Ucap Ibnu.
"Mas akui, kalau mas cemburu melihat mu dengan Devan." imbuh nya.
Laras hanya diam tak bergeming menatap tatapan Ibnu.
"Mas ingin, mulai dari sekarang. Hanya mas yang selalu ada di samping mu. Dan mas yang akan mengantar mu periksa kandungan mulai bulan depan." Imbuh Ibnu.
"Baiklah." jawab Laras lirih dan menundukkan kembali wajah nya.
Ibnu pun menarik kembali dagu Laras untuk menatap nya. Memandangi bola mata indah perempuan itu dalam dalam. Ibnu pun semakin mendekatkan wajah nya dan mengecup bibir mungil yang sedari tadi sangat menggoda nya. Awal nya hanya kecupan, namun berubah menjadi ******* ******* kecil. Ibnu menggigit pelan bibir Laras agar perempuan itu membuka mulut nya dan membiarkan lidah nya menjelajah di dalam sana.
Semakin lama, ciuman mereka pun semakin panas. Hasrat Ibnu semakin membara meminta nya untuk menyentuh perempuan itu semakin dalam.
Dan.....
Akhir nya mereka pun kelelahan setelah beberapa jam mereka melakukan apa yang memang sudah menjadi kewajiban suami dan istri.
****
Sinar matahari pagi sudah kembali menyambut, dan bahkan sinar hangat nya pun sampai menembus jendela kamar. Ibnu mengerjapkan mata nya dan melihat wanita di samping nya yang masih setia memejamkan kan mata nya. Ia tersenyum tipis dan mengangkat tangan nya mengusap pucuk kepala Laras penuh sayang.
"Kau pasti lelah ya." Gumam Ibnu.
Ibnu tersenyum kembali saat mengingat kejadian tadi malam bersama Laras. Entah kenapa rasanya begitu lebih nikmat dari pada saat dia melakukan dengan paksa kepada Laras untuk yang pertama kali nya dulu.
Laras pun dengan terpaksa membuka mata nya karena merasa terusik. "Mas sudah bangun ??" tanya Laras.
"Em..maaf kan aku, sudah membangunkan mu." Jawab Ibnu.
"Tak apa, aku akan bangun dan menyiapkan sarapan."
"Tidak perlu, Kau istirahat lah kembali. Kau pasti lelah kan." Ucap Ibnu. Ia mengerti jika Laras pasti kelelahan karena mereka baru tertidur pukul 2 dini hari.
"Emm.." Gumam Laras yang kembali menutup mata nya karena masih mengantuk.
Ibnu pun bangkit dan mengecup pucuk kepala Laras. Kemudian ia melangkah kan kaki nya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
.
.
.
.
.
...************...
gaes walau aku ngantuk dan lelah aku sempetin untuk up ya
maafin author ya gaes yang lama up nya 🙏
mohon minta dukungan kalian selalu ya gaes
like, komen, vote ya 🙏🙏
terimakasih
see yuuu ❤️❤️❤️
yg harusnya cerai tu renata krn dia yg g bs ksh anak