kisah perjalanan hidup seorang gadis yang terpisahkan dari orang tuanya dan di besarkan oleh seorang mafia yang ternyata adalah pamannya yang pernah ingin membunuhnya.
bagaimana perasaan Diah Permata Ningrum apabila dia tau kisah hidupnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Titian1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
Di ruang tengah Eldan dan Wawan sedang bermain gitar sedangkan Edo sedang bermain game di hpnya, Bulan keluar dari dalam kamar gadis itu mengambil senjata api dari kakinya dan segera menghampiri ketiga teman Adrian itu.
ketiga orang itu sedang asik dengan kegiatannya tiba-tiba terdengar suara tembakan yang mengenai lampu hias ruangan itu.
"DOOOR..."
Pemuda itu melihat ke arah suara tembakan dan mereka terkejut melihat Bulan mengarahkan senjata itu kepada mereka bertiga dengan senyum manisnya.
Bulan :"Masuk kedalam kamar atau kalian akan mati"
Ketiga pemuda itu begitu ketakutan dan menurutin kemauan Bulan dan langsung menuju kamar yang di maksud.
Betapa terkejutnya mereka pas melihat Adrian yang terikat tanpa busana sehelaipun, Bulan menyadarkan lamunan ketiga pemuda itu dengan menembakkan salah satu gelas yang berada di atas meja kamar itu.
Bulan :"Buka semua pakaian yang melekat di badan kalian."
Wawan :"Kenapa kami juga di suruh lepas baju LAN?"
Eldan :"Iya LAN, maafkan kami."
Bulan :"Jangan banyak bicara, lakukan perintahku atau peluru ini menembus kepalamu.!"
Ketiga pemuda itu akhirnya menurutin semua perintah Bulan, satu persatu pakaian mereka lepas kan tanpa meninggalkan sehelai benangpun dari tubuhnya.
Bulan sebenarnya malu melihat pemandangan di depannya tapi dia harus memberi pelajaran berharga buat Adrian dan teman-temannya itu.
Tidak lupa Bulan mengabarkan papanya untuk datang ketempat dia berada, dan Cahyo tanpa banyak bicara datang membawa pasukannya.
Bulan :"Aku ingin membuat film 1 orang pria di kerjai oleh 3 orang pria sekaligus dan yang menjadi artisnya kalian ber 4."
Eldan :"Ampun LAN, jangan bikin Vidio itu aku takut keluargaku kena imbasnya."
Wawan :"Iya Lan, aku mohon ampuni kami dan aku janji gak akan mengulangi lagi."
Edo :"Ayahku hanya seorang pengusaha kecil LAN, aku takut berimbas pada bisnisnya."
Bulan tertawa mendengar permohonan ketiga pemuda itu,
Bulan :"Apa kalian mendengar rintihan para gadis itu?, apa kalian tau bagaimana hancurnya mereka? dan malah kalian menikmatinya. Lakukan perintah saya sekarang kalian kerjain Adrian sampai saya puas merekam adegan kalian."
Akhirnya mereka bertiga menuruti perintah Bulan sedang kan gadis itu sibuk merekamnya dengan kameranya, betapa tersiksanya Adrian yang lecehkan ketiga temannya dengan tangan yang di ikat keatas.
Selesai merekam Bulan segera menyebarkan Vidio itu ke sosial media, dalam hitungan beberapa menit udah menggemparkan seisi kampus bahkan berimbas ke bisnis orangtua mereka.
Antonio merasa geram setelah melihat Vidio itu, pria itu yakin pasti ini semua ulah Bulan dan segera datang ke tempat Adrian dan temannya berada dengan membawa anak buahnya.
Cahyo tiba di rumah itu dan mencari anaknya, betapa terkejutnya melihat Bulan sedang mengerjai 4 orang pemuda tanpa busana di dalam kamar.
Cahyo :"Apa yang kau lakukan Lan?, kenapa mereka semua berkeringat dan tidak memakai baju?"
Bulan :"Mereka ingin melecehkan Bulan pah, mereka juga sudah merusak banyak gadis di kampus dan Bulan ingin memberi pelajaran buat mereka."
Cahyo tersenyum dan bangga terhadap putrinya yang mampu menjaga dirinya sendiri, tidak lama terdengar suara tembakan dari luar.
Kla Tiger datang dan langsung menyerang Kla Lion di tempat itu, sedangkan Bulan dan Cahyo segerah mengikat keempat pemuda itu tanpa menyuruh mereka memakai baju terlebih dahulu dan membawa mereka menjadi tawanan untuk memberhentikan penyerangan Kla Tiger.
" BERHENTI...."
Semua orang melihat kearah Cahyo dan Bulan yang membawa tawanannya,
Antonio :"Wah... ternyata darah seorang mafia kini turun ke putrinya, Lepaskan keponakanku atau kalian akan menyesal.!"
Cahyo :"Masih mending darah mafia yang aku turunkan sedangkan kamu darah seorang bajingang yang kau turunkan ke keponakanmu.
Cahyo :"Mundur atau mereka semua mati"
Cahyo segerah menembak kaki Adrian, dan itu membuat Antonio langsung memerintahkan semua anak buahnya mundur.
Pasukan Kla Lion segera melucuti semua senjata lawannya dan memasukannya kedalam truk yang mereka bawa.
Antonio :"Ternyata selain tindakan kalian licik kalian juga perampok senjata, apa Kla Lion tidak mampu membeli senjata ha?"
Cahyo :"Senjata kalian kurang canggih dan harus di musnakan, kalian lihat senjata kami bahkan suaranya aja tidak ada dan dapat menebus jarak yang sangat jauh untuk membidik lawan."
Cahyo langsung menembak salah satu anak buah Adrian yang sangat jauh dan tepat sasaran, pria itu mati di tempat.
Keempat pemuda itu sangat ketakutan hingga ada yang sampai gemetaran melihat adegan itu, Adrian menyesali perbuatannya karena tidak mendengar omongan Antonio untuk tidak menganggu anak mafia itu.
Di saat Cahyo lengah Antonio segera ingin menembaknya dengan pistol kecil yang dia sembunyikan di balik jaketnya, dan Bulan menyadari itu dia mendorong sang papa dan langsung menembaki Antonio hingga tewas di tempat.
begitupun salah satu teman Adrian yang bernama Eldan, pemuda itu tewas terkena peluru nyasar Antonio yang hinggap di kepalanya.
Meninggalnya Antonio membuat Kla Tiger hancur karena tidak punya pemimpin dan semua anak buahnya berlutut di hadapan Cahyo mengharap pengampunannya dan bersedia menjadi bagian anak buah Kla Lion.
Bulan melepaskan ketiga pemuda itu, dan meninggalkan tempat itu bersama sang papa dan anak buahnya.
Di dalam perjalanan Bulan hanya berdiam diri, Cahyo yang mengerti fikiran putrinya segera menceritakan soal pekerjaannya.
Cahyo :"Papa memang seorang mafia Bulan, untuk itu papa mendidik kamu supaya kamu terlindungi dari semua musuh-musuh papa."
Cahyo menundukkan kepalanya, dia takut Bulan akan pergi meninggalkannya pas dia tau kalau papanya seorang mafia.
Bulan :"Apa mama tau pekerjaan papa?, Bulan tidak mau mama syok melihat papa menembak orang atau sebaliknya."
Cahyo hanya menjawab dengan gelengan kepala,
Bulan :"Tinggalkan pekerjaan papa sebelum mama tau, Bulan juga tidak mau mama jadi korban dendam musuh-musuh papa.!"
Cahyo :"Papa memang sudah lama meninggalkan bisnis terlarang papa LAN, papa hanya menyalankan pabrik senjata aja dan itu sudah papa daftarkan kepemerintah jadi perusahaan papa resmi bukan terlarang.
Bulan :"Terus pekerjaan anak buah papa?"
Cahyo :"Mereka sekarang bekerja di pabrik senjata, ada yang di tugaskan mengirim pesanan juga. Tapi kalau emergency seperti hari ini mereka pasti papa panggil dengan kode SOS.
Bulan :"Kode sos?"
Cahyo :"Iya sayang lihat kalung yang kamu pakai, kenapa papa melarang kamu melepasnya karena di dalam batu permata ada tombol yang kecil dan itu akan memberi sinyal bahaya ke markas papa, juga alat pelacak di kalung itu akan bekerja menuntun Kla Lion mencarimu untuk menyelamatkanmu.
Bulan segera mengeluarkan cermin untuk melihat kalung pemberian papanya di saat gadis itu berusia 17 th.
Bulan langsung memeluk Cahyo, gadis itu merasa bangga karena sang papa selalu menjaganya dengan berbagai cara yang hampir tak bisa di lakukan orang lain.
Bulan :"Terimakasih papa, Bulan sangat bangga dan sayang sama papa."
Cahyo membelai rambut Bulan dengan penuh kasih sayang, dia berjanji akan menjadi sosok papa yang baik untuk anaknya. Tiba-tiba Cahyo teringat dengan keluarganya dan nasehat kekasihnya.
semoga ada kelanjutan ya thoor
Sungguh Cahyo memang selalu bisa luluh bila hidapkan dengan hal2 membuatnya seperti dirinya dulu apalagi sekarang dia harus mencari anak kandungnya yang jelas2 sudah ada didepan mata yaitu Erlangga anak angkat Haryo dan Mawar. Semoga kalian segera dipertemukan kembali bersama Cahyo Dewi dengan anak kalian Erlangga. 🤲🤲🤲
Huuh bulan kalau ngasih kode lihat sikon neng jadi kesedak tuh bunda sama papamu 🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🙈🙈🙈🙈