NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Cerai

Lana menyadarinya. "Mas, kita mau ke mana?"

"Oh, ada tempat yang ingin ku kunjungi. Kamu ikut saja," ujar Fian cepat. Wajahnya tampak datar.

Tak lama mobil memasuki halaman sebuah gedung. Sebuah perguruan silat. Fian mematikan mesin mobilnya. "Ayo turun." Pria itu membawa Lana masuk ke dalam gedung.

"Sensei!"

Beberapa orang yang sedang latihan, seketika menoleh. Mereka kaget melihat kedatangan Fian. Seorang pria mendatangi Fian. Pria itu memakai baju sebuah perguruan silat dan tersenyum lebar ke arah Fian. "Akhirnya ...."

"Bagaimana?"

"Sejauh ini lancar." Pria itu menyenggol lengan Fian. "Bagaimana kesehatanmu?" Ia memperhatikan Fian dari ujung rambut hingga ujung sepatu. "Sepertinya badanmu sudah fit lagi. Apa kamu mau mengajar lagi?"

"Tentu saja. Biar badan terus bugar."

Lana terkejut. "Jadi dia guru silat? Apa ini? Karate?"

"Eh, itu siapa?" Pria itu bertanya pada Fian.

Fian menoleh. "Oh, istriku."

"Istri?" Pria itu tampak bingung. "Bukankah istrimu ...."

"Ini istriku juga. Kenalkan. Lana."

Lana maju ke depan menganggukkan kepala. Ketika ia ingin menyambut tangan yang disodorkan pria itu, Fian malah menarik tangan istrinya dan menggenggamnya. Lana tampak bingung, begitu juga pria itu.

"Yudha, buatkan saja jadwalku seperti biasa. Kau mengerti 'kan?" Fian bicara dengan santai.

"Oh, iya."

"Kalau begitu, nanti tolong kirim jadwalnya ya."

"Eh, iya, Senpai."

"Ok, aku pergi dulu." Fian langsung menarik Lana bersamanya.

Yudha hanya melihat saja. Ia sebenarnya terkejut karena setahu dirinya Fian menikah dengan model terkenal, Lynda La Lune. Lalu, siapa wanita yang dibawanya sekarang ini? Istri keduanyakah? Istri pertamanya saja tidak pernah dibawa ke tempat ini, tapi kenapa wanita ini malah dibawa ke sini? Ia yakin wanita ini pasti punya tempat istimewa di hati Fian karena menyentuh tangannya saja dilarang.

Saat masuk ke mobil, Fian tak langsung menghidupkan mesin mobil. Ia melirik Lana di samping dengan pandangan sebal. "Kalau dibiarkan, lama-lama dia juga akan selingkuh. Aku tak boleh kecolongan lagi." "Apa kamu diluar selalu begitu?" Pria itu memperlihatkan wajah dinginnya.

"Mmh?" Lana menoleh dan menatap wajah suaminya. "Apa maksud Mas dengan, 'selalu begitu'?"

"Dengan gampangnya akrab dengan pria."

"Apa? Akrab?" Lana tampak bingung.

"Jangan pura-pura deh. Ngapain kamu nyodorin tanganmu ke juniorku tadi?"

"Ha? Maksud Mas apa sih? Kan Mas sendiri yang kenalin aku sama staf tadi." Lana jadi tidak mengerti maksud dari kemarahan Fian.

"Alah, jangan pura-pura deh! Kamu senang 'kan ketemu Robby dan Yudha tadi?"

Lana kaget mendengar tuduhan suaminya. "Ya Allah, Mas. Kan Mas sendiri yang bawa aku ke sana kemari, kenapa sekarang Mas yang marah? Kalo Mas gak mau aku ketemu orang ya ... seharusnya Mas gak ngajak aku dari awal, iya 'kan?" Ia gemas juga melihat kemarahan suaminya yang tanpa dasar, seakan sang suami sengaja mencari-cari kesalahannya. Padahal ia tidak berbuat yang aneh-aneh.

Fian tampak kesal, tapi tak diteruskan. Ia menyalakan mesin dan kemudian mengendarai mobil itu pulang.

***

Fian terkejut melihat Lana yang baru keluar dari kamar mandi, langsung pergi ke sofa dan berbaring di sana. Ia terduduk karena kesal. "Kenapa kamu di sana? Sudah malam. Ayo, tidur."

"Aku tidur di sini saja."

"Apa?" Wajah Fian tampak kesal. "Apa maksudmu tidur di sofa?"

"Kan Mas bisa ambil minum sendiri, iya 'kan?"

"Lalu, kenapa kamu tidur di sana?"

"Bukankah harusnya gitu?"

"Apa?" Fian makin dongkol saja. "Jangan aneh-aneh deh! Ayo, cepat ke sini!" Suaranya makin meninggi.

"Aku tidak mau. Nanti dianggap aku cari-cari kesempatan, lagi." Lana berkeras. Mulutnya mengerucut sambil tangannya memainkan karet rambut.

"Ada apa lagi ini? Apa dia ngambek karena aku marahi tadi?" "Tidak akan. Kan biasanya juga kamu tidur di sampingku. Tidak ada aneh-aneh yang terjadi. Ayo, jangan bikin aku kesal deh! Aku mau tidur, ini!" Pria tampan itu mulai menurunkan nada suaranya.

"Tidur aja. Kan gak ada masalah."

Dahi Fian berkerut. "Lana! Ke sini! Ini perintah!"

Lana melirik suami otoriternya dengan mulut masih mengerucut. Dengan malas ia berdiri dan menghampiri sang suami.

Baru saja naik ke ranjang, tiba-tiba pria itu menarik tangan Lana hingga wanita itu jatuh ke pelukannya. "Ah!"

"Ingat. Jangan lagi-lagi bikin aku kesal." Fian berusaha menahan emosi. Pikiran warasnya menahannya karena takut wanita itu pergi. Iya. Entah kenapa.

"Iyaa ...." Lana bergeser dan berbaring di tempatnya. Baru saja ia merapikan selimut, terdengar dering di ponselnya. Ada pesan masuk. Lana mengambilnya di meja nakas dan membacanya.

'Lana, apa aku bisa minta tolong agar salah satu dari kami tidak dipecat?'

"Siapa itu?" Fian tidak hanya bertanya tapi juga merampasnya dari tangan Lana. Ia kaget melihat siapa yang mengirim pesan. "Robby lagi ... apa kamu sering berhubungan dengannya di belakangku, hah!?" Ia menatap istrinya dengan mata penuh amarah.

"Lho, kenapa sih Mas dari tadi nuduh terus? Coba cek sendiri, apa aku sering berhubungan dengan Robby?" Lana kesal, kenapa suaminya marah setiap melihat dan bertemu Robby.

Fian memeriksanya. Tidak ada jejak digital kecuali sebuah telepon yang tanggalnya sudah lama. Juga tidak ada pesan sebelum hari ini. "Kamu bisa saja mengirim pesan seperti sekarang dan jejak yang sebelumnya sudah dihapus!" Teorinya.

Lana hanya bisa menghela napas. Ia tidak bisa menjawab lagi karena sanggahannya masuk akal.

Terdengar lagi bunyi pesan masuk. Fian melihat pesan Robby berikutnya.

'Lana.'

"Brengssek ini orang!" Pria itu langsung menghubungi Robby.

Lana tampak cemas.

"Robby!! Berani-beraninya kamu menelepon istriku! Kau tidak dengar apa yang aku katakan tadi siang, hah!? Apa kalian berdua ingin aku pecat!?"

"Eh, Pak. Jangan ... maafkan aku, Pak. Maafkan aku. Iya, nanti ... eh, besok akan kami berikan."

"Ya sudah. Masalah selesai!" Fian menutup telepon dan melemparnya ke kaki ranjang.

"Mas ... itu hapeku ...." ujar Lana mengulurkan tangan. Ia kemudian mengambil ponselnya yang jatuh di dekat kakinya.

"Awas, sekali lagi kamu berhubungan dengan dia!" Fian membaringkan tubuh membelakangi istrinya dengan menarik selimut dengan kasar.

Lana cemberut. "Kenapa sih marah-marah? Kamu sudah gak butuh aku lagi 'kan, karena udah sehat. Lagi, untuk apa marah-marah karena kita sebentar lagi juga akan cerai," ucapnya dengan wajah sedih.

Fian tertegun. Benar, ia sudah sehat. Sudah tidak ada alasan baginya untuk menahan Lana, tapi ia masih membutuhkan Lana untuk balas dendam dengan istrinya, Lynda. Namun, Lynda masih di Paris. Mungkin sibuk beradu peluh dengan selingkuhannya. Seketika tangan Fian mengepal mengingat itu. Ia akan membalas semua pengkhianatan Lynda, tapi bagaimana caranya?

Tiba-tiba sesuatu di bawahnya menegang. Sejak sembuh dan masih tidur di samping Lana, adik kecil itu bisa tiba-tiba menegang setiap tanpa sengaja kulitnya bersentuhan dengan kulit Lana. Ini membuat Fian bingung. Sebagai pria yang sehat, itu adalah hal yang wajar.

"Kenapa lagi begini, dia banyak tingkah? Hh ...." Fian merapatkan selimut. Pikirannya kembali menerawang ke kejadian barusan. Dirinya sudah sembuh, tapi ia tak ingin melepas Lana, tapi bagaimana caranya? "Ah, selama dia tak minta ...."

"Aku ingin cerai, Mas ...."

"Apa?"

"Aku tidak mau ...." Tiba-tiba Lana terkejut saat suaminya mendekat.

Pria itu memeluk tubuhnya dan mulai mencumbu lehernya.

Bersambung ....

1
Siti Zaid
Lynda ternyata sangat egois..semoga Fian segera menceraikan lynda dan hidup aman dgn Làna dan anak mereka...🤗
Siti Zaid
Author..lanjut semangat terus nulisnya..ceritanya makin lama makin seru nih👍👍👍
Baby_Miracles: makasih
total 1 replies
Rahma Inayah
kasian Linda skrg di kacangin oleh Fian dl saat Fian lumpuh km sibuk dgn dunia km sendri skrg km seolah olah merasa kesepian .knp GK ktman aja SM brondong km
Siti Zaid
Fian jgn jadi bodoh lagi mahu percaya saja pada lynda yg ternyata hanya berpura2..padahal perangai lynda sama mcm mak lampir🤭
Rahma Inayah
🤣Linda mau Berubah ber hijab mn mkn biasa pakai baju yg terbuka tiba2
mau pakai baju terruutp
Rahma Inayah
lnda semasa JD istri Fian ada kah km mengurus kebutuhan suami mu or nemani mkn GK kan yg ada km si bukd gh dr mu sendri dan dunia mu bahkan bersama selingkhmu
Siti Zaid
Lynda sedar diri dikit kamu..jgn harap Fian akan sama seperri dulu lg..bukan kamu satu2 nya wanita dalam hidup nya sekarang..ada Lana dan bayi yg bakal lahir...
erviana erastus
lana bego lu iya in aza trs pergi yg jauh yaela pergi pake acara utang uang Kantor ya ketauan dong ... siap2 fian tau kamu hamil 🤭🤣
Siti Zaid
Sudah saat nya Linda dibuang jauh2 dari Fian dan Lana...kalau boleh dibuang saja kelaut biar dimakan hiu..bisa2 nya suami terlantar kelumpuhan..linda malah kabur selingkuh😠
Rahma Inayah
pas.di bwknkerumh sakit kathauaj deh klu Lana hamil yg mn dgn Linda istri pertma blm hamil .pastinya Fian akan tmbh syg PD Lana
Rahma Inayah
pilin plan kamu Fian GK bisa peka dgn hati Lana .misi bals dendam mu gagal total hanya dgn rayuan maut Lindy yg maunya km di ajad beradu peluh sedang dia diluar sn SDH berbagi peluh dgn lelaki lain
Rarik Srihastuty
masih aja mau nidurin si Lynda yg bekas orang, plin plan sekali
Siti Zaid
Benci betul pada Fian..memang dasar lelaki tidak sedar dari..perempuan selingkuh yang dipilihnya..padahal perempuan itu sudah selingkuh dan tinggal dia saat dirinya tidak bisa berjalan😠...
Wiwi Sukaesih
Fian pling plan.baru tau kn gmn arasnayi dtnggalim.pemyesalan dtg terlalu Fian
Rahma Inayah
tokcer juga Fian SPT nya Lana hamil pasti Fian akan senang dan cnt nya PD Lana TDK lagi utk bals dendam tp cnt nya tulus
ros
ceritanya menarik 👍
erviana erastus
yes hamidun ... tp istri pertama nya apa kabar
Rarik Srihastuty
Kayaknya Fian dan Lana junior otw
Siti Zaid
Penasaran dengan kisah hidup Fian..
Rahma Inayah
mknkah Adrian tu ayah kandung Fian ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!