NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 : Menyingkirkan Tikus

Hutan perburuan masih menyisakan bau anyir darah di indra penciuman Lin Yue saat ia melangkah masuk ke gerbang istana. Dengan baju yang compang-camping dan bahu yang dibalut kain kasar bersimbah darah, ia berjalan melewati barisan prajurit yang kini menunduk, tak berani menatap matanya.

​Di tangannya, ia menyeret sebuah bungkusan kain berisi kepala pemimpin pembunuh bayaran tadi.

​Bugh!

​Ia melemparkan bungkusan itu tepat di depan kaki Kasim Kepala yang sedang menunggu di depan aula utama. Kasim itu menjerit, wajahnya pucat pasi hingga hampir jatuh pingsan.

​"Sampaikan pada Yang Mulia Kaisar dan Selir Ning," suara Lin Yue serak namun penuh otoritas. "Lain kali, jika ingin mengirim hadiah ke paviliunku, kirimkan sesuatu yang lebih menantang.Tikus-tikus ini terlalu lemah untuk melatih ototku."

​Tanpa menunggu jawaban, Lin Yue berbalik menuju Paviliun Teratai. Ia butuh membersihkan diri, tapi yang lebih penting, ia butuh membersihkan rumahnya.

​Sesampainya di paviliun, suasana mencekam. Para pelayan yang biasanya bergosip kini gemetar di sudut-sudut ruangan. Mereka sudah mendengar kabar bahwa Permaisuri baru saja membantai sepuluh pembunuh bayaran sendirian.

​"Xiao Xiao, kumpulkan semua pelayan di halaman. SEKARANG!" teriak Lin Yue.

​Dalam hitungan menit, dua puluh pelayan berdiri berjejer. Di antara mereka ada Mei Mei, pelayan kiriman Selir Ning yang pipinya masih sedikit memar. Ia mencoba menyembunyikan getaran di tangannya.

​Lin Yue berdiri di depan mereka, memegang belati perak yang masih menyisakan bercak darah kering. Ia berjalan perlahan di depan barisan itu, suara langkah kakinya terasa seperti detak jam menuju kematian bagi para pelayan pengkhianat.

​"Aku tahu siapa saja di antara kalian yang mengirimkan kabar ke Paviliun Anggrek. Aku tahu siapa yang menukar tehku, dan aku tahu siapa yang memberikan kunci cadangan gerbang belakang pada pembunuh tadi malam," Lin Yue berhenti tepat di depan Mei Mei.

​"Y-Yang Mulia... hamba tidak tahu apa-apa..." rintih Mei Mei sambil berlutut.

​Lin Yue mencengkeram rahang Mei Mei, memaksanya menatap luka di bahunya.

"Luka ini harganya mahal, Mei Mei. Dan aku ingin membayarnya dengan kesetiaan... atau nyawa."

​Tiba-tiba, Lin Yue menusukkan belatinya ke meja kayu di samping Mei Mei. "Mulai detik ini, Paviliun Teratai adalah wilayahku. Siapa pun yang tertangkap mengirim pesan keluar tanpa izinku, aku tidak akan mengirim kalian ke penjara istana. Aku sendiri yang akan mematahkan leher kalian di halaman ini."

​Ia menoleh ke arah pelayan lainnya.

"Siapa yang ingin menjadi yang pertama?"

​Semua pelayan bersujud, membenturkan dahi mereka ke lantai batu. "Ampun, Yang Mulia! Hamba akan setia! Hamba akan setia!"

​"Bagus. Sekarang, Mei Mei, kau punya tugas istimewa," Lin Yue tersenyum licik.

"Kau akan tetap mengirim laporan pada Selir Ning. Tapi, setiap kata yang kau tulis adalah kata-kataku. Kau akan menjadi mataku di sana, atau kau akan menjadi mayat pertama di sumur belakang."

​Mei Mei gemetar hebat, menyadari bahwa dia kini terperangkap di antara dua monster. Ia hanya bisa mengangguk pasrah.

​Setelah drama pembersihan itu selesai, Lin Yue masuk ke kamarnya. Han Shuo sudah menunggunya di sana, duduk di kegelapan dengan tenang.

​"Kau belajar dengan cepat," ucap Han Shuo. "Menggunakan rasa takut untuk membangun mata-mata adalah taktik kaisar."

​"Aku bukan kaisar, aku seorang petarung. Dan seorang petarung butuh informasi sebelum melayangkan pukulan KO," balas Lin Yue sambil melepaskan balutan luka di bahunya.

​Han Shuo berdiri, mengambil botol obat dari sakunya. "Biarkan aku. Lukamu butuh ramuan khusus agar tidak meninggalkan bekas."

​Saat Han Shuo mengoleskan obat ke bahu Lin Yue, suasana mendadak hening. Jarak mereka begitu dekat hingga Lin Yue bisa mendengar napas teratur Han Shuo.

​"Han Shuo," panggil Lin Yue pelan. "Jika kau benar-benar kaisar yang sah... apa yang akan kau lakukan padaku saat kau berhasil merebut kembali tahtamu? Apakah kau akan membuangku juga seperti yang dilakukan Long Wei?"

​Han Shuo menghentikan gerakannya. Ia menatap bahu Lin Yue yang kini mulai terlihat lebih ramping namun berotot. "Di duniaku, Lin Yue, orang yang berdiri di sampingku saat badai adalah orang yang akan duduk di sampingku saat matahari terbit. Kau bukan sekadar permaisuri bagiku sekarang. Kau adalah satu-satunya orang yang tahu siapa aku sebenarnya."

​Lin Yue menoleh, menatap mata Han Shuo. Ada sesuatu yang bergetar di sana—bukan romansa picisan, melainkan pengakuan antara dua jiwa yang sama-sama terluka dan haus akan keadilan.

​"Bulan merah akan tiba dalam tujuh hari," bisik Han Shuo. "Saat itu, Long Wei akan mengadakan perjamuan berburu malam. Itu adalah kesempatan kita. Selir Ning akan mencoba meracunimu lagi, tapi kali ini, kita akan menukar racun itu untuk diminum oleh Long Wei sendiri."

​Lin Yue mengepalkan tangannya. "Tujuh hari. Aku akan memastikan dalam tujuh hari ini, berat badanku turun sepuluh kilogram lagi. Aku ingin bergerak seringan bulu saat aku menggorok lehernya."

​Malam itu, di bawah cahaya lilin yang remang, sebuah konspirasi besar matang sempurna. Di luar, Selir Ning mulai merasa terasing.

***

Happy Reading🥰

Mohon Dukungan untuk

Like

Komen

Subscribe

Ikuti Penulis

Terimakasih🤗

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!