NovelToon NovelToon
Sampah Dari Alam Langit

Sampah Dari Alam Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dokter Genius / Mengubah Takdir / Dokter Ajaib
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: I Can

Hujan badai yang melanda desa merupakan peristiwa alam yang banyak membawa duka bagi penduduk tapi berbeda dengan Lin Chen, bencana alam ini malah membawa berkah baginya.

Lin Chen menjadi satu-satunya orang yang berbahagia di tengah bencana itu, betapa tidak, bencana yang sangat merusak itu memberikan sesuatu yang tak pernah Ia pikirkan sebelumnya. Sejumlah besar sampah yang ikut terbawa dalam badai ke rumahnya adalah buangan dari alam Langit, alam dimana makhluk abadi tinggal, tempat kultivator kuat berada.

Dengan keberuntungan ini akhirnya Lin Chen menjadi kuat dan secara perlahan merubah nasibnya dari pemuda yang tidak punya apa-apa menjadi seorang yang kuat dan menjadi harapan banyak orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang-orang Yang Mencurigakan

Tidak terasa waktu berlalu lagi, lahan utama dengan perlakuan istimewa itu tumbuh lebih cepat dan sangat baik dibandingkan dengan lahan lainnya yang meskipun juga dipasangi beberapa trik namun tidak begitu kuat. Tinggal menunggu waktu saja sampai itu bisa dipanen.

Hari-hari damai Lin Chen pun Ia jalani dengan penuh sukacita. Dia tidak memiliki ambisi khusus, baginya, memberikan resep dengan bayaran seikhlasnya dan merawat tanaman herbalnya sudah cukup memuaskan.

Sampai pada suatu hari, Tong Dji yang akhirnya ikut membantu Lin Chen di desa pulang ke klinik dengan tubuh yang babak belur.

"Tong Dji apa yang terjadi?!"

Kata Lin Chen yang heran melihat Tong Dji yang tampak sangat menderita. Lin Chen bertanya-tanya dalam hati, tidak sembarang orang bisa membuat Tong Dji menjadi seperti itu.

Kekuatan Tong Dji saat ini tidak bisa disamakan dengan dulu, sejak rajin mengonsumsi buah Apel dan beberapa pil yang Lin Chen berikan, lima orang dewasa saja tak sanggup melawannya. Apalagi saat ini, dimana fisiknya jauh meningkat karena setiap hari pulang dan pergi bersama Lin Chen.

Sore, mereka akan ke desa dan paginya kembali ke klinik. Bahkan sesekali harus pergi malam harinya ke klinik, semua ini dilakukan dengan berjalan kaki atau berlari, mengikuti kebiasaan Lin Chen yang tidak lagi menggunakan sepeda.

"Tuan, ada sekelompok orang mencurigakan yang datang ke kebun kita di desa. Mereka beberapa hari ini hanya melihat dari jauh tapi kemarin mereka mendekati lahan dan ketika aku menegurnya, mereka tidak terima dan langsungnya mengepungku."

"Lalu, apa mereka mengganggu tanaman herbal itu?"

"Untuk saat ini belum tuan, aku sudah meminta penduduk desa untuk berjaga dan kembali ke sini melaporkan hal ini."

"Kenapa kau tidak menelepon saja?"

"Tuan, aku ingin melaporkannya langsung sekaligus melihat keadaan tuan. Aku sempat mendengar mereka menyebut klinik."

"Hmm..."

Lin Chen bergumam pelan, ingin rasanya langsung ke desa tapi semua harus diperhitungkan dengan baik. Kalau ternyata benar apa yang Tong Dji katakan tentang klinik maka mungkin saja klinik itu juga menjadi target dari orang-orang itu.

Sesaat kemudian Lin Chen menghubungi kepala desa, memastikan semuanya dan setelah semua dirasa cukup aman, barulah Lin Chen berkata kepada Tong Dji. "Besok aku akan ke desa, kau tinggallah di sini dan hubungi aku kalau ada sesuatu yang tidak beres."

Malamnya Lin Chen meracik pil, utamanya pil pemulihan.

Ini penting, mengingat kondisi Tong Dji yang dipukul sampai tak berdaya itu cukup membuktikan bahwa lawannya bukan orang biasa dan Lin Chen tidak mau gegabah, paling tidak dia akan memastikan semuanya dalam kendalinya, meskipun mungkin tidak terlalu dibutuhkan nya nanti.

Setelah memberikan beberapa pil pemulihan kepada Tong Dji, Lin Chen lalu berangkat ke desa.

"Dokter Lin, kami hanya menemukan tempat orang-orang itu berkumpul tapi tempat itu sudah kosong, aku rasa mereka sudah pergi."

Lapor kepala desa saat Lin Chen datang memeriksa lahan nya, dia tidak menemukan ada yang rusak atau diambil dari sana namun ini bukanlah sesuatu yang baik. Tidak mungkin orang-orang itu tidak melakukan apa-apa setelah apa yang mereka perbuat.

Dan Lin Chen sadar betul, mereka pasti menginginkan tanaman herbal nya.

"Kepala desa, apakah mereka pernah masuk ke lahan ini?"

"Aku tidak yakin, tapi memang ada yang masuk tapi dia hanya masuk saja, berdiri sebentar lalu tak lama kemudian keluar lagi.' sahut kepala desa.

Masih menurut kepala desa, tadi malam, saat Tong Dji pergi, ada satu orang lagi yang datang dan langsung masuk ke lahan itu. Namun karena gerakannya yang cepat, kepala desa tidak memastikan siapa dan bagaimana rupa orang itu.

"Hanya menarik nafas lama lalu bergerak cepat. Tidak salah lagi, mereka pasti sudah menyadari tempat ini." ucap Lin Chen dalam hati.

"Oh ya, ada yang melapor kalau orang itu juga sempat memegang tanaman-tanaman itu."

"Itu dia! hm, dugaanku benar, ternyata memang begitu." Lin Chen kini yakin akan dugaannya sendiri. "Kepala desa, antar aku ke tempat mereka berkumpul."

Lin Chen tidak berlama-lama di tempat itu, dia hanya memeriksa jejak aura yang ada di sana, memastikannya, lalu kembali ke rumah. Tujuannya adalah agar Ia bisa langsung mengenal si pembuat onar itu dengan mengidentifikasi auranya.

[Tuan, mereka datang]

Ini adalah pesan dari Tong Dji, Lin Chen yang membaca pesan ini tidak sempat berpikir panjang lagi, dia segera berlari menuju ke klinik saat itu juga.

Ini harus segera diselesaikan, tidak boleh menunda lagi atau rahasianya akan terungkap atau skenario terburuknya, orang-orang itu akan mengambil tanaman herbalnya. Lin Chen tau, mereka bukan tidak mau mengambil sewaktu memeriksanya, hanya saja itu belum cukup dewasa dan cukup umur untuk dipanen.

Hari itu juga Lin Chen kembali ke klinik dan sesaat setelah sampai, tidak ada yang berubah di klinik namun suara erangan dan tertawa sinis terdengar dari halaman belakang.

"Ini balasan karena tidak mengacuhkanku."

"Kakak, pukul lagi saja, biar dia merasakan bagaimana kuatnya pukulan Harimau Terbang haha."

"Kemari kalian! akan kuremukkan tulang kalian."

Suara itu jelas adalah orang yang mengeroyok Tong Dji dan tampaknya Tong Dji sendiri sudah terluka, ini jelas terdengar dari suara nafasnya yang terengah-engah.

"Nah selamat tinggal. Salahkan dirimu karena mengikuti orang yang salah."

Lalu, setelah pria di depan Tong Dji berkata, dia melayangkan sebuah pukulan yang membawa sedikit angin. Sementara Tong Dji yang sudah terlihat pasrah masih mencoba untuk menahan serangan itu.

Tap...

"Eh, apa yang terjadi?" Tong Dji bingung, pukulan yang seharusnya mengarah deras ke arahnya tidak terasa sama sekali.

Tong Dji membuka matanya lebar-lebar, sebelumnya, wajahnya memang babak belur dan matanya bengkak sehingga pandangannya kabur.

"Tu, tuan... Chen."

Ucapnya dengan suara bergetar, Ia tak menyangka bayangan besar di depannya adalah Lin Chen.

"Kau minggirlah."

"Tapi tuan...."

Tanpa menunggu Tong Dji lagi, Lin Chen sudah bergerak cepat. Dua orang yang sebelumnya telah membuat Tong Dji tidak seperti manusia itu telah terkapar dengan sudut bibir tampak memerah karena darah keluar dari sana.

Lin Chen yang tidak mau mengambil resiko lain bergerak lagi dan melumpuhkan dua orang ini dengan mematahkan tangan dan kaki mereka.

"Katakan, siapa kalian!"

Hanya dua pukulan, dua pria telah tumbang. Ini bukan saja saja mengejutkan kedua pria itu tapi juga Tong Dji yang meskipun sudah tau akan kekuatan Lin Chen masih tetap terpana. Secara kasar dia bisa memperkirakan kekuatan mereka tapi di depan Lin Chen semua tidak ada artinya.

"Seberapa kuat sebenarnya tuan Lin ini." ucapnya dalam hati.

1
Angah Carlos
ya benar tu atau penulisnya lupa tentang cincin itu
Khairul Azman Abdul Kahar
lama tunggu lanjutannya
Khairul Azman Abdul Kahar
ya betul dimana cincinnya ini sudah pasti Thor lupa
bagaskara
bagus lho ini, kenapa gak lanjut?
azizan zizan
hahaha satu pemikiran yang naif apa goblok ya...
azizan zizan
Thor sampai kesini cincin yang di pake mc kemana apakah hilang begitu saja..kok tak jelas gitu rimbanya..
azizan zizan
laaa tak usah lah balas dendam biarkan aja bukankah mau hidup tenteram jika balas nanti berpanjangan tak tenteram pula hidupnya...sampah sampah.
azizan zizan
cehh terlalu naif.... ingin hidup tenang hanya orang yang tolol aja berpikiran begitu...
azizan zizan
kan pemikiran yang terlalu naif untuk di pikir sepatutnya belajar lah seni bertarung apabila udah masuk di jalan kultivasi dan satu lagi tidak semudah itu kau akan sentiasa aman apabila kau menanam sesuatu tumbuhan berharga pasti lah ada musuh yang mengincarnya tolol... sampah sampah....
azizan zizan
hah... baru nak kelang kabut selama ini masih berlegar Leha lagi rasa diri sudah hebat dari orang lain... hmmmmm sampah sampah...
azizan zizan
sepatutnya mc boleh aja buat pil energi untuk diri sendiri padahal semua herba ada .... ohhh maaf terlupa udah tajuknya SAMPAH ... Mohd maaf saya terlupa pada tajuk muka depan...🙏🙏🙏🙏🙏
azizan zizan
mcnya pernah belajar sampai ambil jurusan doctor sepatutnya ia bijak berfikir apa yang patut dan apa yang ia dapat dan apa kegunaan yang ia dapat dan pelajari,,,,.... ini mah mc seperti orang tolol gitu gimana sih...
IDE Pasir mayang
mantap rupiah jadi mata uang standar di fantasi timur,mohon juga author dapat menyeting background cerita di Nusantara 🙏🙏🙏
IDE Pasir mayang
bukan cuma MC yg jadi korban readers juga,😁😁😁😁
Membo 69
MC ko dibuat letoy .saat mengahbs kelompok pisau terbang jadi hebat .ketemu cewe dibuat loyo😭😭
Afen Tan
Lumayan
Membo 69
Biasa
Penikmat buku
Luar biasa
Jamrud Khatulistiwa
bagaimana bisa masuk team naga kalau tdk punya kemampuan
Jamrud Khatulistiwa
ambil yg banyak Lin.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!