NovelToon NovelToon
Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:20.2k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Apa jadinya jika seorang Scientist Gila mendapatkan Sistem Pertanian?

Elena adalah seorang ilmuwan kimia gila yang mati dalam ledakan laboratorium dan terbangun di tubuh gadis desa yang tertindas. Berbekal "Sistem Petani Legendaris", ia tidak lagi bermain dengan cairan asam, melainkan dengan cangkul dan benih ajaib. Di tangan seorang jenius gila, ladang pertanian bukan sekadar tempat menanam padi, melainkan laboratorium maut yang bisa mengguncang kekaisaran!

Ingin mencuri hasil panennya? Bersiaplah menghadapi tanaman karnivora dan ledakan reaksi kimia di ladangnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sapuluh (10)

Matahari mulai menyengat kulit, tapi Han Jia masih sibuk mengatur letak batu-batu sungai yang dikumpulkan oleh Feng Shura. Di sampingnya, Hera yang berwujud hologram tampak sedang memeriksa skema konstruksi yang melayang di udara.

"Shura, letakkan batu yang mengandung kalsium... ah, maksudku batu putih itu di sebelah kanan," perintah Han Jia. Ia menggigit bibirnya, sedikit kesal karena harus mengganti istilah kalsium karbonat menjadi sekadar "batu putih".

Shura, yang bajunya sudah basah oleh keringat, mengangkat batu besar itu dengan hati-hati. "Batu putih ini? Kenapa harus di sini? Bukankah lebih baik jika semua batu besar diletakkan di bawah sebagai pondasi?"

Han Jia menarik napas dalam-dalam. "Tidak. Batu itu memiliki ketahanan... emmm... dia lebih tahan api. Jika kau menaruh batu yang salah, tungku ini akan hancur saat suhunya mencapai titik didih... maksudku, saat apinya sangat panas!"

Han Jia menggerutu dalam hati. 'Sialan Othor baperan itu. Menjelaskan prinsip termodinamika tanpa kata-kata teknis itu seperti mencoba melukis tanpa warna! Sangat tidak efisien!'

"Sabar, Profesor," Hera terkekeh, suaranya hanya terdengar di kepala Han Jia. "Anggap saja Anda sedang mengajar di kelas taman kanak-kanak. Gunakan bahasa yang lebih... primitif."

"Diam kau, Hera," bisik Han Jia.

Shura berhenti sejenak, menatap Han Jia dengan curiga. "Kau bicara lagi dengan jinmu? Kenapa wajahmu terlihat seperti ingin memakan seseorang?"

"Aku tidak bicara dengan siapa-siapa! Cepat kerjakan lubang di tengah itu!" bentak Han Jia untuk menutupi kekesalannya. "Aku butuh lubang itu untuk menaruh wadah sari tanaman."

Shura menghela napas, namun ia tetap menurut. Meskipun ia seorang jenderal, entah kenapa ia merasa lebih takut pada amarah gadis kecil ini daripada pada ribuan musuh. Ia mulai menggali tanah hitam yang sekarang terasa lebih empuk.

"Han Jia, kau bilang kau butuh 'sari tanaman' dari sawi aneh itu. Untuk apa? Jika warga desa tahu kau membuat ramuan lagi, mereka mungkin benar-benar akan memanggil pendeta pengusir setan," ucap Shura sambil mencangkul.

"Biarkan saja mereka datang. Akan kuberi mereka gas... ah, maksudku bau-bauan yang membuat mereka tidur lebih lama," Han Jia hampir saja menyebut 'gas anestesi'.

Ia berjalan ke arah meja kerjanya yang baru, menatap botol porselen berisi hasil perasan Sawi Roh. "Sari ini mengandung energi yang bisa menyatukan kembali saluran napasmu yang tersumbat. Tapi aku harus memurnikannya dulu. Jika diminum mentah, perutmu akan meledak karena kelebihan tenaga."

"Meledak?" Shura menelan ludah. "Kau yakin ini aman?"

"Tentu saja aman! Selama penguapannya—maksudku, selama proses pemanasannya dilakukan dengan benar!" Han Jia menggerutu lagi. 'Penguapan! Masa aku harus bilang 'air yang naik ke atas'? Benar-benar merusak harga diri profesor-ku!'

Setelah beberapa jam bekerja keras di bawah instruksi Han Jia yang penuh dengan gerutuan dan sensor bahasa, sebuah tungku sederhana namun kokoh akhirnya berdiri di samping gubuk. Bentuknya unik, tidak seperti tungku masak biasa. Ada pipa dari bambu yang disambung sedemikian rupa menuju sebuah wadah pendingin di bawahnya.

"Ini namanya alat distilasi... ah, maksudku alat pemurni," Han Jia mengoreksi dirinya sendiri dengan wajah masam.

Ia mulai menyalakan api. Han Jia menggunakan batu api yang sudah ia lapisi dengan sedikit serbuk belerang agar api menyala lebih cepat dan stabil. Shura memperhatikan dengan seksama, terpana melihat betapa lincahnya tangan Han Jia mengatur aliran air dingin di pipa bambu.

"Kenapa air dinginnya harus mengalir di luar pipa?" tanya Shura penasaran.

"Karena itu akan memicu kondensasi... arggh! Maksudku, agar uap panas di dalam pipa berubah kembali menjadi air!" Han Jia hampir saja membanting wadah kayunya karena frustasi. "Kenapa bicara dengan bahasa normal itu sangat melelahkan saraf otak?!"

Shura terdiam, tidak berani bertanya lagi. Ia hanya bisa melihat dengan takjub saat tetesan air berwarna emas jernih mulai jatuh satu per satu ke dalam botol kecil di ujung pipa bambu. Aroma segar yang luar biasa mulai memenuhi udara, membuat paru-paru Shura terasa sejuk hanya dengan menghirupnya.

"Sempurna," bisik Han Jia. Matanya berkilat puas saat melihat cairan murni itu. "Hera, hitung tingkat kemurniannya."

"Tingkat kemurnian: 92%. Sangat tinggi untuk peralatan primitif ini, Profesor," lapor Hera. "Dan omong-omong, selamat. Anda berhasil menyelesaikan satu jam tanpa menyebut istilah 'molekul' atau 'katalisator'. Saya bangga pada Anda."

"Jangan memancing emosiku, Hera. Aku merasa IQ-ku menurun drastis hari ini," Han Jia mendengus.

Ia mengambil botol kecil itu dan memberikannya pada Shura. "Minum ini. Pelan-pelan. Rasakan alirannya di dadamu."

Shura menerima botol itu dengan tangan gemetar. Ia menatap cairan emas di dalamnya, lalu menatap Han Jia. "Jika aku mati setelah ini, pastikan kau menguburku dengan pedangku."

"Kau tidak akan mati, Cerewet! Cepat minum!"

Shura pun meminumnya. Seketika, matanya membelalak. Ia merasa ada aliran hangat yang sangat kuat menusuk titik sumbatan di dadanya. Rasa sakitnya luar biasa selama beberapa detik, namun kemudian diikuti oleh rasa lega yang belum pernah ia rasakan selama bertahun-tahun.

UHUK!

Shura memuntahkan segumpal darah hitam yang berbau busuk. Namun, setelah itu, napasnya menjadi sangat ringan. Ia bisa merasakan energi di tubuhnya mengalir kembali dengan lancar.

"Ini... ini ajaib..." Shura mengepalkan tangannya. Kekuatannya kembali. "Han Jia, kau benar-benar bukan manusia biasa."

Han Jia menyilangkan tangan di dada, senyum bangga muncul di wajahnya. "Tentu saja. Itu adalah hasil dari pengolahan zat yang tepat. Dan ingat, Shura, jangan sebut itu ajaib. Itu adalah hasil dari kerja keras... emmm... hasil dari cara memasak yang pintar!"

Han Jia menghela napas panjang. 'Bagus, Han Jia. 'Cara memasak yang pintar'. Othor pasti senang, tapi aku merasa ingin memukul kepalaku sendiri ke tembok.'

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
ahhhh ga tega lihat Han Jia sama Shura mau jadi jamur 🍄🍄🍄😒kirain bisa lolos melarikan diri dari tetua Mo /Left Bah!//Right Bah!/
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
sabar intan sabar ngga boleh maki aki2 nya kita maki author nya aja
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: teganyaaa
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Dihh kirain koit tu tua bangka🙄 lantas apa lagi selanjutnya/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: sabar sabarrr
total 1 replies
ηαηα
Gak sekalian menghembuskan nafas terakhirnya aki2 itu? /Proud//Proud/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ide bagus
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Thor kita gelut yuk/Curse/ gak disini, gak disana, ada aja ulahmu thor/Right Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Dih mentang²🙄
total 2 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
yaaaaak masa kalah sama aki aki /Left Bah!//Right Bah!//Cleaver//Cleaver//Cleaver/Author jadi sasaran kekesalan reader 🤭🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: enda jia kan kuat masa kalah🫣🫣🫣🤣
total 3 replies
ηαηα
Ih jangan dong... masa seorang Jia kalah begitu saja/Right Bah!/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nha itu diaaa/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
SENJA
waaaah ini biangnya 😶
SENJA
pada ngerti ngga ph extreme ? 🤣
SENJA
laaah gembel tuan rumah malah si paling ngumpet 🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Shura dan Han Jia sudah klop dah hempaskan itu tetua Mo biar tau rasa
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
otak dagang Elena itu yang bicara bukan Han Jia 🤣🤣🤭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nah betull. itu🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
nah kalian sudah lihat sendiri kan bagaimana gadis desa Han Jia dan asistennya menghadapi serangan dan mengalahkan semua mahluk mayat hidup itu
ηαηα
Dia adalah malaikat pencabut nyawa, heiii🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kita gelutt/Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Sepertinya kamu mulai ketularan gila/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Kaburrr takut ikutan gila 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
total 4 replies
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
wah akhirnya sudah menemukan solusinya Han Jia ternyata hanya dengan bumbu dapur cuka garam dkknya untuk jadi boom
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dasar pengecut tetua Mo luu malah kabur padahal itu hasil eksperimen dia sendiri yang gagal huuuuu ayo Han Jia tunjukkan kau bisa mengendalikan situasinya
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
keren banget Han Jia minum teh racun sampe habis itu tetua Mo sama bangsawan Liu shock melihatnya karena apa Nona Han baik baik saja🤣🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
show time Nona Han dan pengawal pribadinya mau ke pesta teh undangan dari bangsawan Liu makin seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!