NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:436
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikut Meeting

"Dasar wanita jal*ng, aku akan memberimu pelajaran" ucap Bella ketika sudah berada diluar perusahaan, ia tidak menyadari bahwa penampilan nya yang berantakan sudah menjadi pusat perhatian para pekerja dikantor itu.

...********************************...

Di ruangan Darren, Hani masih dalam pelukan Darren, ia merasakan ketenangan dan juga kehangatan hingga akhirnya ia tertidur dalam pelukan itu. Darren mendengar dengkuran halus dan juga nafas yang teratur, ia pun menunduk untuk melihat sang gadis kecil nya, yang ternyata tidur dalam dekapan nya.

"Kau aman bersamaku sayang" ucap Darren lirih, ia menyadari bahwa hati nya benar-benar terbuka pada gadis kecil yang berada didekapan nya.

Tak lama kemudian Jack masuk kembali kedalam ruangan Darren bersama seorang OB untuk membersihkan gucci pecah tadi. "Permisi tuan, saya memerintahkan OB ini untuk membersihkan pecahan gucci." ujar Jack.

"Hmm kecilkan suaramu Jack, aku tidak ingin gadisku terganggu. Dan bukakan pintu kamar pribadiku aku akan menidurkan gadisku disana." ucap Darren sedikit lirih dan lembut.

"Baik tuan" ucap Jack, meskipun dalam hati ia berkata 'Rupanya tuan sudah benar-benar gila cinta' tapi ia tidak berani mengatakannya langsung, ia segera membukakan pintu kamar pribadi diruangan Darren. Kemudian Darren segera menggendong Hani ala bridal style untuk menidurkan Hani dikamar pribadinya.

Ia meletakkan Hani dengan perlahan diatas kasur, lalu membelai sebagian rambut yang menutupi pipi mulus sedikit chubby milik Hani. "Kenapa kau sangat ringan dan kecil sekali sayang, apa kau kurang gizi" ucap Darren sembari tersenyum.

Saat Darren hendak pergi keluar dari kamar pribadinya tangan nya di tahan oleh tangan kecil milik Hani. "Eumh.. aku mau es krim" gumam Hani dengan mata masih tertutup.

Darren tersenyum hangat, ia kembali berjongkok disebelah ranjang dan meletakkan tangan Hani secara perlahan. "Baiklah sayang, apapun untukmu" ucap Darren lirih, ia sangat gemas akan wanita mungil didepan nya ini.

Darren kenudian keluar dari kamar pribadi nya dan langsung duduk kembali di kursi kebesaran nya, Jack kemudian menghampiri Darren dan mengingatkan bahwa sore nanti akan diadakan meeting dengan perusahaan NeuroLink Devices.

"Hm baiklah, sebelum itu ada beberapa tugas untukmu Jack" ucap Darren setelah Jack memberikan informasi.

"Tugas apa tuan? " tanya Jack.

"Aku ingin kau membelikan beberapa es krim terenak di kota ini untuk gadisku, dan mulai sekarang berikan dia pengawalan dari jarak jauh agar tidak menganggu kegiatanya, dan kau lacak data pribadi mengenai dirinya" ucap Darren panjang lebar tidak sedingin es seperti biasanya.

'Jadi gadis kecil tadi benar-benar calon nyonya muda Vireaux? astaga dia sangat lucu dan menggemaskan' Batin OB yang masih membersihkan pecahan gucci di ruangan Darren.

"Baik tuan, saya akan melacak data nya sekarang" ucap Jack. 'Ini pasti berita yang di nanti nanti oleh tuan dan nyonya besar' batin Jack. Ia segera menjalankan tugas yang diberikan oleh Darren.

Setelah 30 menit Jack mencoba melacak data pribadi milik Hani, kejadian serupa yang dialami oleh tuan Marco dan nyonya Diana terulang. Ia tidak bisa melacak data asli Hani. Hanya menemukan beberapa data yang tidak penting.

"Maaf tuan, saya sudah berusaha untuk melacak data pribadi milik nona Hani, tapi hasilnya hanya nama lengkap dan beberapa pesan yang tidak penting" ucap Jack pada Darren.

"Hmm, perlihatkan padaku Jack" jawab Darren. Jack pun menyerahkan laptop yang ia gunakan untuk meretas data pribadi milik Hani kepada Darren.

Isi datanya.

Nama: Hani Ravenna Arclight

Hobi: Memasak

Makanan favorit: Sushi, Seafood

Warna favorit: Biru soft

Pesan penting:

Halo. Ya, kamu. Kalau sudah sampai sini berarti usahamu patut diapresiasi. Sayang sekali, layar ini adalah hadiah hiburan. Silakan dinikmati, jangan lupa tersenyum, karena datanya tetap di tempat.

Silakan kagum dari luar. Bagian dalam bukan untuk umum.

Terima kasih sudah berkunjung. Sayangnya, ini bukan open house.

Salam Hangat Hani🌹💋

...--------------------------------...

Alis Darren berkerut ketika membaca data yang diperoleh oleh Jack. 'Kau benar-benar luar biasa' batin Darren. Sedangkan Jack sedikit heran sekaligus merasa lucu setelah membaca pesan yang ada pada data tersebut.

"Hm baiklah Jack, belikan makanan sushi dan seafood untuknya" perintah Darren pada Jack setelah ia membaca data tersebut.

"Baik tuan" turut Jack, ia benar-benar tidak menyangka bahwa tuan nya akan menjadi budak cinta setelah sekian lama, bahkan lebih romantis dibandingkan dengan Amora dulu.

Tak lama kemudian Jack kembali dengan beberapa pesanan yang diperintah oleh Darren ia kemudian meletakkan makanan makanan tersebut di meja santai ruangan Darren.

Ceklek

Pintu kamar pribadi ruangan Darren terbuka, nampak Hani berdiri diambang pintu dengan penampilan yang sedikit berantakan sambil sesekali menguap.

"Sudah bangun? " tanya Darren yang masih menatap layar laptop nya.

"Aku haus om, ada minuman ga? atau makanan gitu aku juga laper soalnya" ucap Hani yang sudah kembali menjadi mode cerewet nya.

"Pesanan anda sudah disiapkan di meja nona" Jawab Jack.

Hani kemudian menatap ke arah meja, terdapat beberapa makanan kesukaan nya yaitu sushi, seafood dan juga es krim varian rasa.

"Hah itu buat aku om? " tanya Hani bingung.

"Iya" jawab Darren singkat.

"Wah terima kasih om, sering sering deh kaya gini." ucap Hani antusias, ia langsung duduk di sofa dan melahap makanan itu dengan santai dan tidak terburu-buru, walaupun dia sangat lapar.

'Kau sudah kembali menjadi cerewet gadis kecil' batin Darren.

Di sela sela makan nya, Hani teringat bahwa hari ini perusahaan Darren akan mengadakan meeting dadakan dengan perusahaan nya atas ajuan kerja sama Cakrawala Holdings. Ia pun tertarik untuk mengikuti meeting tersebut.

"Om jadi meeting sama perusahaan NeuroLink Devices ga? " tanya Hani dengan mulut mengembang penuh makanan.

Pandangan Darren teralihkan dari laptop didepan nya, ia memandangi Hani yang sedang asik mengunyah makanan nya.

"Jadi" jawab Darren singkat, ia ingin sekali mencubit pipi Hani yang terlihat lucu.

"Aku boleh ikut meeting nya ga om?" tanya Hani dengan tatapan penuh harap.

"Untuk apa kau ikut?" tanya Darren.

"Yaa... kan aku bisa bahasa Jepang jadi aku pengen kenalan sama klien nya om" jawab Hani santai.

"Untuk apa? " tanya Darren lagi, ia masih belum paham kenapa Hani ingin ikut meeting bersama nya.

"Ya aku pengen kenalan aja om, boleh ya? ya? ya? " ucap Hani antusias.

"Kau tidak akan membuat keributan nanti? " tanya Darren, ia tidak ingin meeting nya terganggu, tetapi ia juga tidak tega menolak permintaan gadis kecil yang sedang sibuk dengan makanan nya itu. Entah apa yang terjadi dengan nya, tapi ia merasakan sudah benar benar jatuh cinta.

"Tidak tidak" ucap Hani.

"Hm baiklah, tapi kau harus duduk disamping ku" akhirnya Darren pun menyetujui permintaan dari Hani.

Hani tidak menjawab, tetapi ia mengacungkan jempol nya ke arah Darren dan masih setia menikmati makan nya. Darren hanya tersenyum tipis melihat kejadian didepan itu.

Toktoktok

"Masuk" ucap Darren.

ceklek

Jack masuk dengan membawa beberapa laporan untuk meeting nanti, ia mengatakan bahwa para pemegang saham juga turut serta dalam meeting ini.

"Tapi tuan... " ucap Jack ragu setelah ia menyampaikan beberapa informasi.

"Katakan" titah Darren.

"Sepertinya steven akan turun langsung untuk menghadiri meeting kali ini." ucap Jack.

uhuk uhuk

Hani tersedak makanan karena syok akan perkataan Jack.

"Steven Lorenzo De Luca? " ucap Hani menatap ke arah Jack.

Jack sedikit terkejut, bagaimana bisa Hani mengenal Steven Lorenzo De Luca. "Nona kenal dengannya? " tanya Jack, sedangkan Darren hanya diam menatap ke arah Hani.

"Ya aku kenal dengan nya" ucap Hani, ia segera menghabiskan makanan nya, lalu membersihkan sisa sisa makanan nya.

"Bagaimana bisa nona? " tanya Jack penasaran.

Hani menatap Jack, ia menghela nafas berat. "Dia orang yang sudah memecat ayahku secara tidak terhormat dari pekerjaan nya." Jawab Hani.

Jack dan Darren saling pandang, menurut Jack itu alasan Hani mengenal Steven, tetapi menurut Darren itu salah satu alasan Hani membenci Steven tetapi ada alasan lain yang ia sembunyikan.

Hani mulai membuka laptop yang ia bawa, ia harus menelusuri bagaimana bisa Steven memegang saham di perusahaan musuhnya sendiri. Jujur ia merasa menyesal karena pernah bekerja sama dengan Steven, sebelum ia tahu bahwa penyebab ayahnya dipecat adalah Steven.

Flashback on

Setelah lulus kuliah, Hani memutuskan untuk tinggal dikota sembari mencari pekerjaan. Sebelum bekerja diperusahaan ia masih bekerja didunia bayangan nya.

Suatu ketika ia mendapatkan sebuah Email untuk bekerja sama, yaitu dari Steven Lorenzo De Luca yang mengatakan bahwa perlu bantuan nya untuk mengambil alih saham beberapa perusahaan.

Hani pun menyetujui kerja sama tersebut, selama 1 bulan ia sudah membantu Steven untuk mengambil alih beberapa saham perusahaan, sampai disuatu malam ia mendengarkan cerita Steven mengenai penyelundupan narkoba milik nya yang gagal akibat ulah sebuah polisi.

Saat itu hubungan keduanya memang cukup akrab, Hani bahkan pernah mendengarkan beberapa cerita Steven, walaupun Steven tidak mengenali wajah asli Hani karena ia selalu menutup wajah nya menggunakan kacamata Aether Spectra buatan nya dan juga menggunakan masker khusus yang bisa merubah suara asli nya.

Steven pun menceritakan kepada Hani dimana ia hampir gagal menyelundupkan narkoba dan memecat polisi tersebut. Steven juga meberi tahu nama polisi itu, Hani merasa sangat syok. Ternyata Steven lah yang memecat sang ayah dari pekerjaan nya, tetapi ia tidak menghentikan pekerjaan nya begitu saja, ia harus tetap tenang agar Steven tidak merasa curiga padanya.

Hingga suatu hari ketika ia berhasil keluar dari markas Steven dan ia menghapus semua jejaknya. Ia juga memblokir akses Steven agar tidak dapat menghubungi nya serta menghentikan kerja samanya secara sepihak. Dan dihari itu ia berhasil menjatuhkan beberapa saham milik Steven dengan virus buatan nya.

Flashback off

Hani mulai membuka sistem bayangan nya, ia harus menemukan informasi mengenai Steven yang memegang sebagian saham perusahaan milik Darren.

Sedangkan disisi lain Darren dan Jack saling pandang, ketika Hani langsung menggunakan laptop nya setelah Jack memberi tahu bahwa Steven akan mengikuti meeting sore ini.

"Kau sedang apa sayang?" tanya Darren, Jack sedikit geli akan panggilan Darren pada Hani.

"Aku ada pekerjaan mendadak om jangan ganggu ya" balas Hani pada Darren dengan tersenyum manis.

'Gue harus bisa nemuin informasi itu sebelum meeting nya dimulai' ucap Hani dalam hati. Ia mulai mengetikkan kode kode rahasianya untuk melacak data pemegang saham perusahaan Cakrawala Holdings, jari jemarinya bergerak lincah, kode kode kecil mulai terlihat pada laptop nya.

Lagi dan lagi Darren beserta Jack saling tukar pandang, mereka sangat penasaran dengan pekerjaan mendadak yang Hani kerjakan, terlebih lagi ketika Hani sangat fokus mengamati layar laptop nya dan juga jari jemarinya yang terlalu lincah.

Hani terus memasukkan kode kode nya, ia bahkan membobol sistem keamanan perusahaan Cakrawala Holdings, dalam sekejap ia menekan tombol Enter pada laptop nya. Dan data data perusahaan berhasil ia dapatkan dalam kurung waktu kurang dari 15 menit, kemudian ia menyalin data data tersebut kedalam file rahasia miliknya.

Ia menghapus semua jejak jejak pembobolan sistem keamanan perusahaan Cakrawala Holdings, kemudian mulai membaca data data yang ia dapatkan. Ia sedikit terkejut akan data yang ia baca, rupanya Steven memiliki saham sebesar 10% karena bantuan nya saat bekerja sama dengan Steven. Dulu Hani sengaja memberikan virus pada sistem komputer perusahaan perusahaan dan saat harga saham anjlok akibat virus tersebut maka Steven yang akan membeli saham itu dengan harga yang cukup murah.

"Mari kita mulai permainan ini Steven" ucap Hani sembari tersenyum penuh rencana, kesekian kalinya Darren dan Jack saling bertukar pandang, ia sama sekali tidak mengerti.

Hani menutup laptop nya dan duduk dengan santai menikmati pemandangan kota dari gedung atas itu, ia merasa lega sedikit bisa mengetahui mengapa Steven memiliki saham diperusahaan ini, tetapi ia tidak akan tinggak diam, ia pasti akan membuat Steven hancur secara perlahan.

"Apa pekerjaan mu sayang? " ucap Darren.

"Ih om geli tau, jangan panggil panggil aku sayang" protes Hani menatap Darren dengan tidak suka.

"Hm Baiklah, tapi kau milik ku" tegas Darren.

"Aku milik diriku sendiri, bukan siapapun" ucap Hani.

"Maaf tuan, tapi sepertinya sebentar lagi kita akan mulai meeting nya" ucap Jack melerai perdebatan antara tuan dan calon nyonya nya itu.

"Hm baikah" Jawab Darren, ia kemudian bangkit dari duduknya dan hendak melangkah keluar ruangan, Hani hanya membututi Darren dari belakang dengan membawa laptop dan juga ponsel nya.

Jack merasa sedikit heran, mengapa calon nyonya nya itu juga ikut meeting, tapi ia tidak berani bertanya. Ia hanya terus berjalan bagaikan nyamuk diantara Darren dan Hani.

Saat ini mereka sudah berada diruang meeting, beberapa pemegang saham sudah mulai berdatangan. Hani hanya diam mengamati setiap orang-orang yang datang. Para pemegang saham dan orang-orang yang berada diruangan itu merasa asing dengan Hani, hingga salah satunya berani bertanya.

"Maaf tuan Darren, jika saya boleh tau yang duduk disebelah anda siapa? " tanya salah satu pemegang saham.

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!