NovelToon NovelToon
OBSESI DENDAM Billie

OBSESI DENDAM Billie

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata-mata/Agen / Teen Angst / Fantasi Wanita / Balas Dendam
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"JANGAN GERAK!"

"Siapa!?"

"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"

Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.

Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 8. Sedikit bohong

Billie sudah berada di apartemen nya dan sekarang dia sedang berendam di dalam bath tub sambil memejamkan matanya, wajah nya tanpa ekspresi sedikitpun karena sekarang dia sedang mengingat ingatan kelam masa kecil nya saat dia menyaksikan ibunya di siksa.

Billie kecil menyaksikan ibunya di lecehkan oleh Arga, dia tidak akan bisa lupa bagaimana ibunya menangis ketakutan tapi dia juga tidak bisa melakukan apapun karena saat itu dia hanya anak berusia 5 taun. Saat Billie menghajar Arga tadi, dia terbawa emosi sampai menghancurkan tempurung kaki Arga.

"Mati masih terlalu enak, aku akan buat kalian satu persatu hancur." Gumam Billie.

_________________________

Ke esokan harinya.

Billie datang ke rumah keluarga Varlian, Dia menggunakan kaos polos hitam berkerah dengan jeans celana cargo warna putih, di lehernya menggantung kartu identitas nya. Setelah tiba di sana dia langsung di beri tahu oleh pak Irwan untuk menemui Zico di meja makan. Billie pun mengangguk dan masuk kedalam, dimana saat ini Zico, Ziva, Bilson dan istrinya sedang sarapan bersama di meja makan.

"Selamat pagi, pak." Sapa Billie, Zico menoleh dan tersenyum.

"Billie, kata nya kamu mengerjakan tugas dengan baik.. apa kamu yakin yang kamu kerjakan itu sudah benar rapi?" Tanya Bilson, Billie sempat tertegun sejenak.

'Jadi dia juga tau Zico nyuruh gue.' Batin Billie.

"Jangan sampe nanti ada keributan, harga diri keluarga ini nggak akan bisa kamu bayangkan." Ucap Maya, istri Bilson.

"Kalo orang itu berani bikin keributan bukan nya sama saja dia cari mati?" Ucap Billie, semua orang menatap Billie.

Tiba - tiba saja Bilson terkekeh, entah apa arti kekehan nya tapi sepertinya yang Billie ucapkan benar. Karena jika orang itu buka suara tentu dia akan kehilangan segalanya. Billie sangat tau orang - orang serakah seperti mereka tidak akan mungkin mengambil resiko kehilangan.

"Apa dia liat mukamu?" Tanya Zico, Billie terang - terangan mengangguk.

"Ya, pak." Sahut BIllie.

"BRAK!!" Zico menggebrak meja.

"Kamu!!" Zico bangun dan menunjuk wajah Billie.

"Maaf pak, saya ceroboh. Saya pikir dengan begitu dia nggak akan berani macam - macam dengan bapak. Lagi pula dia sudah cacat, selain hanya akan duduk di kursi roda, dia juga nggak akan bisa bicara apapun." Ucap Billie.

Semua saling pandang, apa yang di katakan Billie memang benar terlebih.. mereka sedikit terkesan dengan tatapan dingin Billie yang seperti tidak takut apapun. tapi kemudian telepon Bilson berdering dan Bilson mengangkat panggilan itu.

"Halo." Ucap nya.

"Dia masuk rumah sakit?!" Ucap nya lagi pada si penelepon, tapi tatapan nya menatap Billie yang masih berdiri di sana dengan wajah tenang nya.

"Oke, nanti saya datang berkunjung." Ucap Bilson, lalu mematikan panggilan nya.

"Billie tunggu saya di luar." Ucap Zico, Billie mengangguk dan pergi dari sana dengan senyuman tipis.

Billie lalu berdiri di depan rumah, dia berdiri di samping pak Irwan yang merupakan pengawal senior di sana. Pak Irwan melirik Billie yang berdiri menatap lurus kedepan dengan wajah yang dingin dan tatapan yang dingin.

"Billie, sudah berapa taun kamu berkecimpung di dunia gelap?" Tanya pak Irwan.

Mendengar itu, Billie menoleh ke kiri di mana pak Irwan sedang berdiri menatap nya lalu Billie tersenyum polos, kembali seperti biasa. Billie lumayan tinggi sehingga saat dia menatap pak Irwan tatapan nya nyaris sejajar, tinggi Billie kira - kira 165 cm.

"Mmm, mungkin sudah sepuluh taun." Jawab Billie, pak Irwan mengernyitkan kening nya,

"Sepuluh tahun? Umurmu saja sekarang baru dua puluh dua tahun, kamu sudah membunuh di umur dua belas?" Tanya pak Irwan, Billie tampak diam dan tersenyum lalu tersenyum..

"Iya." Ucap Billie, pak Irwan tertegun.

Tak lama Zico keluar dari dalam dan dia langsung masuk kedalam mobil, Billie mengangguk pada pak Irwan seolah berpamitan lalu dia sendiri memutari mobil dan duduk di depan, di sebelah supir. Zico yang duduk di belakang lagi - lagi melirik ke arah Billie.

'Dia perempuan tapi bahu nya lebar, urat - urat di tangan nya tercetak jelas bahkan nyaris sama jelas nya degan tangan laki - laki.' Batin Zico.

"Billie." Panggil Zico.

"Ya, pak." Sahut Billie.

"Kamu bekerja begini, keluargamu tau? Kamu tidak menuliskan kontak keluargamu." Tanya Zico, Billie sedikit mengerutkan kening nya mendengar pertanyaan Zico.

"Saya tidak punya keluarga pak, saya kecil di panti dan ikut organisasi pas umur sepuluh taun." Ucap Billie, Zico terdiam memejamkan matanya.

"Sepuluh tahun?" Tanya Zico terkejut.

"Ya, saya anak nakal yang suka berpetualang. Saya di culik, tapi saya suka dengan tempat itu. Jadi saya pun gabung dengan mereka." Jawab Billie.

'Sudahlah.. dia nggak punya kelemahan. Lagi pula dia nggak tau siapa om Arga, dia cuma tau om Arga itu musuhku, makanya dia bertindak brutal.' Batin Zico.

Billie hanya tersenyum tipis, bahkan sama sekali tidak tampak seperti sedang tersenyum. Dia tersenyum karena apa yang di katakan pada Zico hanya sebuah kebohongan, kecuali tentang panti ashan.. dia memang sempat tinggal di panti selama lima tahun sebelum akhir nya di temukan oleh om nya, Lucas.

_______________

Setelah hari itu, Billie tetap melakukan pekerjaan nya dengan baik. Dia ikut kemanapun Zico pergi, pelan - pelan dan sedikit demi sedikit dia membangun kepercayaan Zico agar dia tidak waspada padanya. Sampai tidak terasa dia sudah seminggu bekerja di sana..

Hari ini Billie pulang lebih cepat, dia lebih dulu mampir ke bar untuk sejenak melepas rasa penat nya karena pekerjaan nya yang menurut nya membosankan. Karena Billie belum memiliki akses masuk kedalam rumah Varlian selain hanya di meja makan dan ruang tamu, karena yang dia tuju ada di lantai atas.

'Gimana caranya gue bisa naik ke atas.' Batin Billie, dia menenggak bir di tangan nya.

Sulit untuk masuk dari jendela, sebab tiap jendela kamar di pasangi teralis besi. Seandainya tidak di pasang teralis mungkin sudah bertahun - tahun lalu dia berhasil, di tambah lagi tiap jendela kamar di pasangi lampu sorot yang menghadap ke arah jendela, jadi kalau ada yang menyusup, sudah pasti langsung ketahuan.

"Bisa gila gue." Gumam Billie, dia menunduk menopang kepalanya sambil memejamkan matanya frustasi.

"Kak, sendirian?" Billie membuka matanya dan melirik ke kiri dimana ada pria asing duduk di sebelah nya, mungkin dia masih seumuran Billie, tatapan nya membuat Billie merasa di lecehkan.

"Jaga matamu, kalo nggak nanti ilang." Ucap Billie, lalu dia kembali menenggak bir nya sampai habis dan bangun dari duduk nya.

"Nggak usah jual mahal lah, gue beli deh.. berapa sih harga lu?" Ucap pria tadi, Billie hanya melirik tajam lalu hendak pergi.

Tapi agak nya pria tadi tidak peduli dengan tatapan dingin Billie, dia mengira Billie mengatakan itu untuk menakutinya saja. Pria itu tiba - tiba mencekal tangan Billie, saat itu darah Billie langsung mendidih.. dia berbalik hendak membanting pria itu tapi ternyata ada ada pria lain yang menarik tangan pria tadi, Noah..

"Yang sopan, jadi orang!" Ucap Noah dengan tatapan dingin nya, pria tadi menyengir kesakitan karena tangan nya di remas oleh Noah.

"Aaa! sakit! Sakit!" Pria tadi meringis kesakitan, Noah lalu mengibaskan tangan pria tadi dan pria tadi pun pergi.

Noah tersenyum kecil karena akhir nya dia memiliki kesempatan untuk mendekat pada Billie, dia sudah menjadi pahlawan yang menyelamatkan wanita, dia dengan bangga berbalik badan ke arah Billie dan berkata..

"Dia sudah.." Ucapan nya menggantung karena Billie ternyata tidak ada di sana.

"Pergi." Lajut Noah, dia bicara dengan angin.

Kwak! kwak! Kwak!

"Hah! Beneran aku di tinggalin gitu aja?! Aku bantuin dia, lho! Cewek ini bener - bener.." Ucap Noah kesal, dia pun pergi keluar.

Ternyata Billie masih berdiri di luar, Billie sedang menatap bulan yang membentuk senyuman di langit, Noah tersenyum melihat nya dia pun menghampiri Billie.

"Oi, kamu pergi gitu aja." Ucap Noah, Billie melirik Noah dan mengerutkan kening nya.

"Kamu siapa?" Tanya Billie, mendengar itu Noah terbatuk.

'Belom ada lima menit aku bantuin dia, dia udah lupa.' Batin Noah.

"Aku baru aja bantuin kamu di dalem, nyingkirin pengganggu." Ucap Noah, Billie lalu memutar matanya dan kembali menghadap ke depan.

"Kamu bukan bantu, tapi bikin aku kehilangan samsak bogem. Kalo kamu nggak muncul tadi, aku udah puas hajar dia." Ucap Billie, Noah terheran.. baru kali ini dia peduli dan membantu perempuan, malah di salahkan.

"Eee, Hehehehe.." Noah tidak bisa berkata - kata.

Billie lalu hendak melangkah pergi, tapi Noah menarik tangan Billie lalu memukulkan nya pada wajah nya sendiri sampai Billie terkejut. Bukan hanya Billie yang terkejut tapi beberapa pria yang berdiri tak jauh dari Noah juga terkejut melihat tindakan Noah.

'Boss!' Batin mereka.

"Woy! Gila ya!?" Ucap Billie, dia kaget karena Noah membuat tangan nya menampar pipi Noah.

"Ganti karena kamu kehilangan samsak tinju, maaf." Ucap Noah, Billie sedikit tertegun.

"Nggak apa - apa, nggak harus gitu juga." Ucap Billie, dan saat itu hp nya bergetar.

"Halo.." Ucap Billie.

"Oke, gue kesana." Ucap Billie, lalu dia lari meninggalkan Noah yang berdiri dengan senyuman nya yang terbit.

Noah lalu mencium tangan nya yang masih menyisakan wangi aroma tangan Billie, senyum nya tak henti - hentinya merekah.

"Dia emang lain dari yang lain..'' Gumam Noah.

Tapi baru saja Noah bergumam begitu, tiba - tiba Billie balik lagi sambil berlari dan dia menarik tangan Noah sampai Noah terkejut. Billie menarik Noah untuk menutupi dirinya, dia sembunyi di depan badan Noah.

Dalam posisi itu, Noah semakin bisa mencium wangi Billie, bahkan tanpa sengaja karena gerakan Billie yang tiba - tiba, bibir Noah tidak sengaja mengecup kepala Billie.

"Kamu ngapain?" Tanya Noah, dia menetralkan dirinya.

"Shh, diem! Tolong diem gini dulu." Ucap nya, Noah sangat ingin memeluk Billie tapi dia tidak melakukan nya.

"Tolong tutupi aku." Ucap Billie.

BERSAMBUNG!

1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
cepet susul Billie noah.. bantu dia/Determined//Determined//Determined/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
hahaahha kmu kurang peka sihh🤣🤣🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🅕🅗🅐🅝ˢ⍣⃟ₛ§𝆺𝅥⃝©🦐
mungkin dia diancem bakal Billie yg di siksa
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Semangat Billie... Kita senasib, perihal cinta pertama anak perempuan😄
≛⃝⃕|ℙ$°Siti Hindun§𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan pernah mendebat orang yg lg bucin, percuma🤣🤣🤣
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
selama ga berkhianat kalian aman 😶
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
justru bumerang , bilson malah kurang ajar 😤
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
tuh mamamu anak tunggal 😶
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kirain noah salah minum apaaa gituu 🤣 taun bucin akut
neni nuraeni
hahhaaaa Noah... Noah...
☠ SULLY
duit 5 miliarr
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅
ׅ꯱ɑׁׅƙׁׅυׁׅꭈׁׅɑׁׅ
hahahaha... sakit jantung noah, boleh aq salah satu ahli waris g 😂🤣 dasar bucin it mah lagi jatuh love🤣
Nureliya Yajid
lanjut thor
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣 Hhmmm aya2 wae /Facepalm/
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nah iya tuh perkaos aja rame2 tu si om na 😂
neni nuraeni
wiiih seruuu
🍃≛⃝⃕|ℙ$ ÑÙŔĹÌÀÑÀ §𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Nunggu apa coba bill langsung aja tu si tua di bantai
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
laaah nih orang sapa yak songong amat 🤮
𝚂𝙴𝙽𝙹𝙰
mimpimu ga enak banget bil 🤔
Nureliya Yajid
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!