NovelToon NovelToon
Bukan Surrogate Mother

Bukan Surrogate Mother

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Tamat
Popularitas:996.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Karena balas budi, Kailani bersedia mengandung calon bayi dari pria yang sama sekali belum ditemuinya. Namun, apa jadinya jika pria tersebut ternyata adalah sang mantan terindah yang ditinggalkannya karena tuntutan sebuah keadaan?

Apakah yang akan dilakukan sang pria yang ternyata masih mencintai Kailani dalam diam dan dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Luka terus menganga

"Bu Kailani datang di waktu yang tepat. ASI yang kemarin ibu berikan baru saja habis. Sekarang baby twins sudah aktif minum susu. Apalagi baby boy, dia bisa menghabiskan dua kali lipat lebih banyak ketimbang baby girl." Salah seorang perawat menyambut kedatangan perempuan tersebut dengan ramah sambil menerima cooler bag berisi botol-botol kaca ASI di dalamnya. Perawat seakan tidak peduli dengan sapaan Kasih yang ketus sesaat yang lalu.

"Apa maksudnya, Sus? Jadi selama ini perempuan ini yang memberikan ASI pada cucu-cucu saya?" tanya Kasih, menatap penuh selidik pada si perawat.

Kailani mengirimkan isyarat melalui gerakan kepalanya pada sang perawat. Sedikit menggerakkan kepala dan bola mata ke arah pintu. Pertanda perempuan tersebut meminta secara tersirat agar perawat itu meninggalkan dirinya bersama Kasih.

"Tunggu! Kamu belum jawab pertanyaan saya, Sus!" cegah Kasih. Menahan langkah kaki si perawat.

"Biar Kai yang menjelaskan, Ma," ucap Kailani, begitu lembut dan sopan.

Kasih dengan raut wajah yang kental akan kebencian, mencebikkan bibirnya tanpa beban. "Kita yang keluar. Saya tidak mau, cucu-cucu Saya mendengar suara perempuan seperti kamu."

Kailani mengangguk setuju. Sengaja tidak memberikan jawaban lebih pada ucapan Kasih yang sebenarnya sangat tidak enak didengar. Dengan langkah yang masih pelan, Kailani berjalan di belakang Kasih keluar ruangan.

"Saya tidak punya banyak waktu untuk kamu. Katakan saja yang penting-penting. Tidak perlu ada basa basi dan ramah tamah lagi di antara kita. Satu hal lagi, jangan panggil saya mama lagi. Panggilan itu tidak pantas terucap dari seseorang yang sudah menghancurkan hidup Kailandra," ucap Kasih. Setelah mereka sampai di Koridor menuju deretan ruang isolasi bayi yang begitu sepi.

Bibir Kailani masih berusaha menyunggingkan sebuah senyuman. Dalam hati, perempuan tersebut terus berusaha meyakinkan diri bahwa apa yang menjadi pilihannya kali ini adalah langkah yang terbaik.

"Saya sama sekali tidak butuh senyumanmu, Kai." Kasih semakin menunjukkan rasa tidak sukanya pada Kailani.

"Baik, Kai tidak tahu panggilan apa yang pantas keluar dari bibir Kai untuk Ibu. Tapi apalah arti sebuah panggilan. Dengan sebutan apa pun, tidak mengurangi sedikit pun rasa hormat Kai pada Ibu. Semoga setelah mendengarkan penjelasan Kai. Kesalahpaham di antara kita selama ini terselesaikan."

Kailani mengatakan hal tersebut untuk mengawali penjelasannya. Dengan hati-hati, perempuan tersebut menceritakan kenapa bisa dia memberikan ASI pada baby twins. Dari awal cerita masa sulitnya saat hendak melahirkan Keiko, lalu bertemu dan mendapat uluran tangan Karina, hingga sampai proses bayi tabung yang terjadi karena kesepakatannya dengan Karina.

"Tidak, ini pasti hanya akal-akalan kamu. Kailandra tidak akan terima kalau dia tau perempuan yang rahimnya disewa Karina adalah kamu. Bagaimana bisa dia mempunyai anak dari perempuan yang telah mengkhianatinya? Ini salah! Sama sekali tidak bisa diterima akal sehat." Kasih terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Benar-benar berharap apa yang didengarnya hanyalah karangan fiktif Kailani.

"Sayangnya, ibu bukan orang pertama yang tau masalah ini. Putra Ibu sudah tau lebih dulu. Maaf kalau kebahagiaan Ibu mendapatkan cucu menjadi hilang karena kenyataan pahit ini. Mereka terlahir dari rahim seorang perempuan yang sama sekali tidak kalian harapkan. Jika memang tidak terima, Kai siap membesarkan mereka dengan tangan Kai sendiri."

Kasih terus menggelengkan kepala. Wajahnya menyiratkan kecewa, kesal dan juga benci yang teraduk sempurna. "Dan Saya malah memberikan darah saya untuk kamu. Sungguh saya tidak rela. Kenapa waktu itu tidak saya biarkan saja kamu mati kekurangan darah? Andai saya tau perempuan yang melahirkan anak Kailandra adalah kamu, tidak akan saya biarkan darah saya mengalir di tubuhmu walau hanya setetes."

"Darah Ibu yang suci sudah bercampur dengan darah seorang pengkhianat. Semoga, darah hina ini bisa luruh---tergantikan dengan darah mulia Ibu. Terimakasih sudah memberikan darah Ibu pada Kai. Sekali pun Ibu tidak ikhlas, darah itu sudah terlanjur menyatu dalam tubuh Kai." ucap Kailani. Suaranya bergetar karena perempuan tersebut sedang berusaha sekuat hati menahan emosi kesedihan yang luar biasa.

Kailani buru-buru berbalik badan menyembunyikan embun bening yang menyelimuti bola matanya. Ada sesak luar biasa yang tertahan dan bergemuruh di dada. Sakit rasanya mendengar ucapan Kasih. Namun, Kailani memutuskan untuk menyudahi perdebatan mereka dan meninggalkan mantan calon mertuanya tersebut. Membawa luka hati yang semakin menganga lebar akibat perkataan Kasih.

"Jangan pernah kesini lagi. Baby twins tidak boleh tau siapa ibunya yang sebenarnya. Saya tidak sudi mereka minum ASI kamu. Jangan sampai kamu memanfaatkan mereka untuk mendekati Kailandra lagi," teriak Kasih dengan penuh penekanan.

Kailani terus berjalan ke depan. Meski kata-kata pedas Kasih masih tertangkap jelas di telinganya, perempuan tersebut tetap memilih untuk mengabaikan. Selain karena ia masih ingin menghargai Kasih, juga karena Kailani tidak ingin terjadi keributan yang memalukan. Andai luka sayatan operasi sesarnya sudah kering, tentu dia akan melangkah selebar mungkin agar bisa segera menjauh dari Kasih. Nyatanya, kakinya hanya mampu melangkah tidak lebih dari langkah balita dua tahun yang baru lancar berjalan.

Sementara itu, di room apartemen Karina, suasana yang tidak jauh berbeda dengan suasana pembicaraan Kailani dan Kasih juga terjadi di sana. Kailandra dan Karina yang sama-sama mempunyai sifat keras kepala---saling melontarkan kalimat-kalimat pedas dengan nada dan volume yang sama tingginya.

"Sekali lagi kamu usik Kailani, aku tidak akan memberikan sepeser pun hakmu, Kar!" ancam Kailandra.

"Jangan berlagak seperti pahlawan kesiangan, Kai. Ucapan dan sikapmu pada Kailani sebelum ini jauh lebih menyakitkan. Apa yang aku lakukan padanya, tidak seberapa dibanding perlakuanmu dulu," sahut Karina tanpa ada rasa takut sedikit pun.

"Apa yang aku lakukan pada Kailani, biarlah itu menjadi urusanku sendiri. Aku tidak ingin membuang waktu berlama-lama di sini. Camkan baik-baik! Jika kamu masih ingin hidup berkelimpahan materi dengan harta goni gini sesuai kesepakatan kita, jauhi Kailani!" tekan Kailandra sekali lagi.

"Dasar laki-laki lemah. Kebencianmu kemarin-kemarin ternyata hanya pelampiasan dari sakit hati akan pengkhianatan yang tidak pasti. Sekarang, setelah kamu mengetahui semua, dengan santai kamu berusaha mendekati Kailani lagi tanpa dosa. Ketidakberdayaan sendiri, ditutupi dengan menyalahkan orang lain. Semoga saja, Kailani tidak bodoh untuk memaafkan kamu dengan mudah." Karina tersenyum sinis di ujung kalimatnya.

"Terserah apa katamu, Kar. Cukup satu kali Aku menamparmu. Jangan sampai aku berbuat kasar untuk yang kedua kali."

"Silahkan tampar aku lagi, Kai. Semakin banyak jejak tanganmu di pipiku, semakin menguntungkan buatku." Kali ini senyuman licik disunggingkan oleh Karina.

"Berusahalah sebisamu, Kar. Aku ikuti saja permainanmu. Kita lihat seberapa kemampuanmu untuk melawanku." Kailandra langsung meninggalkan room Karina.

Hanya berjarak beberapa menit dari kepergian Kailandra, Karina juga kembali keluar dari room apartemennya. Bukan untuk mengikuti pria yang sudah mentalaknya tersebut, melainkan ingin mengambil keuntungan dari pipinya yang masih sangat kentara jejak jemari dari orang yang menamparnya.

Di waktu yang sama, Kailani yang baru saja turun dari kendaraan online yang ditumpanginya---mengernyitkan kening begitu melihat Kalvin duduk santai di kursi anyaman kayu yang ada di beranda rumahnya.

"Kok masih di sini, Vin?" tanya Kailani sedikit canggung.

"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu. Boleh minta waktunya? Aku janji tidak akan lama."

1
Mastini M. Pd
keren Thor....Tq ya....sukses selalu
KArmila Siregar
namanya semua mirip revot bacanya/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
Inayah Riyadi
sedikit baca iklan nya yang banyak bikin males baca
Christine Hakim
bukan puyeng lg, kalo dipanggilnya singkat cuma kei, lebih kali bisa mabok, kei yg mana ni, wkwwkwk
Ria Lita
si Kenzo buat riweh ya
Zizie Malek
🙊🙊🙊🙊🙊🙊🙊
Zizie Malek
Alur ceritanya bagus tapi nama namanya bikin bad mood 🥴🥴🥴🥴. Tolong lebih bervariati Thor. Apakah d dunia ini hanya yang ada huruf K.

Kadang pembaca ini membaca untuk menenangkan fikiran tapi karyamu yg hanya STUCK pada 1 huruf boleh bikin pikiran pembaca jadi stress 😔😔😔 & aku salah 1 pembaca yg sekarang sudah stress 😒😒😒
Dini Armaini Damanik: ,##2,2
total 1 replies
sansan
astaga.. panggilan sayang nya bikin merinding...😂😂😂😂
sansan
kailandra sama Kelvin masih oke mereka single.. tp ini lohhh Kenzo.. mendadak mau ngajak nikah Kailani.. pdhl keira sedang hamil ... hadohhh... triple K bikin puyeng mbak Kai aja
sansan
othor nya penggemar huruf K... bagus sihh cerita nya.. Tpi terkadang masih bingung dgn nama" nya... soalnya nama panggilan nya sama...
Mastini M. Pd
walau awalnya sempat bingung dg membedakan nama² tokoh yg awalannya K semua dan mirip².... tp akhirnya sy bs hafal/Grin/...dan yg utama adalah ceritanya keren abies.....sukses selalu dan tq Thor sdh membuat cerita yg ciamik.....
Risna Wati
Buruk
yuiwnye
pokok e tokoh di cerita mu ini berawalan K ya, thuor 😆😆
Ria Lita
Buruk
susy suchandra
kenapa noveltoon ni terlalu banyak iklan ya, sampai ngeh liat iklan terus
sansan: mkn karena gratis kak.. makanya skrg makin bnyk iklan nya..
total 1 replies
yuiwnye
menutupi kebohongan hanya dg kebohongan sampai kapan??🥺🥺
Ria Lita
kapan sih terbongkar nya jujur bosen aku baca nya
Afifah
terimakasih
Shifa Burhan
tantangan untuk novel wanita
jika hampir disetiap novel kalian kalian pasti hadirkan sosok lelaki lain yang begitu baik dan peduli pada pemeran utama wanita seperti sosok KELVIN, kalian bungkus intaksi mereka dengan embel peduli pada sahabat, menganggap saudara, melindungi orang yang disayang,dll

apakah novelis wanita berani juga hadirkan sosok wanita lain yang baik dan begitu peduli pada sosok pemeran utama pria (suami), dengan embel peduli pada sahabat, dan anggap saudara atau melindungi orang yang disayangi


saat kalian hadirkan sosok kelvin yang begitu tulus dan selalu ada untuk melindungi kailani, berani tidak kalian berlaku adil hadirkan juga wanita lain yang tulus, dan selalu ada untuk melindungi kailandra

karena wanita itu mahluk egois
tidak ada wanita yang boleh menyukai suaminya kalau ada wanita itu wanita pelakor
tapi mereka akan kebaperan bila ada pria lain yang menyukainya dan akan menganggap pria itu pria baik2 dan tulus
Arie Chandra
aduh ada kambo... apa kambo lg kabur dr tahanan
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: sambo, kak.... sambo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!