Chuzuru seorang wanita cantik di Negeri Sakura, dan selalu membawa pedang Katana Hitam pekat, kemanapun dia pergi. Selain cantik, dia pegang nama besar keluarganya, yang bernama Handoyo, sebagai Samurai Sejati di Tokyo, jelas sangat di hormati banyak orang, bahkan termasuk Kaisar Negeri tersebut, tidak luput dapat hormat darinya. Selain itu, dia sudah bertunangan orang hebat, bahkan kadang-kadang dijuluki pasangan serasi. Akan tetapi hidupnya langsung berubah, saat dirinya melabrak seorang pria pekerja kasar, memukul pantatnya, tanpa pikir panjang, siapa pria yang melecehkan dirinya, ia langsung menyerahkan pihak kepolisian, agar dia di penjara. Hal inilah membuat Kota Tokyo terancam bahaya, oleh pria pekerja kasar, membuat dirinya harus menikah orang tersebut, dan segera memutuskan tunangan yang dia cintai, karena betapa bahaya pria pekerja kasar itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uwakmu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 Hari bahagia mereka
"Selamat Chuzuru, kamu telah bertunangan Panji Yousef, aku sangat tahu, kalian berdua sangat cocok." Perkataan Lilia, sahabat teman kelasnya, yang begitu sangat akrab, dengan pakaian gaun pesta memukau, setiap kali dia bergerak, bercahaya seperti mutiara.
"Betul itu, aku pun turut bahagia atas tunanganmu." Ujar Vivian, sebagai teman kelasnya juga, kenakan pakaian gaun pesta memukau juga, tidak mau kalah, yang di pakai Lilia.
Dan mereka bertiga di juluki sebagai sahabat karib, yang tidak bisa di pisahkan. Membuat Chuzuru, senang memiliki sahabat seperti mereka. "Terimakasih teman-teman, aku senang kalian sudah hadir." Jawaban Chuzuru yang begitu terharu. "Tanpa kehadiran kalian, acara Tunangan aku, tidak mungkin seramai ini.” Sambungnya, yang begitu senang.
"Jangan ucapan terimakasih segala, lagipula kami turut bahagia bersama kamu." Balasan Vivian, sambil memeluk Chuzuru, sedangkan Lilia malah ikut nimbrung, agar dia tidak ketinggalan saling peluk, yang begitu haru.
secara tidak langsung, sudah diliatin dari tadi oleh Panji Yousef dari arah jauh, membuat sahabat Chuzuru menyadari hal itu. "Chuzuru, kami tinggal dulu ya." Tanggapan Vivian.
"Vivi... Kok gitu sih." Ucapan manja Chuzuru, tidak mau di tinggal oleh kedua temannya.
Sedangkan Lilia malah beri kode kepada Chuzuru, bahwa Panji Yousef dari tadi liatin mulu.
membuat Chuzuru sadar, atas kode mata dari Lilia, membuat pose sedih dibuatnya. "Ya sudah, bye..." Ucapan Chuzuru, padahal dirinya sangat senang, di hampiri oleh orang yang dia cintai, setelah kedua sahabatnya sudah pergi dari sana.
"Sayang... kenapa sedih? Apakah mereka jahati kamu?" Tanya Panji Yousef khawatir, setelah melihat Chuzuru bersedih hati, setelah ditinggal oleh kedua temannya, menurutnya mereka berdua tidak punya hati.
"Ini pasti ulahmu Bebi, makanya mereka menjauh." Ungkapan Chuzuru, sambil mukulin manja kepada Panji Yousef.
"Kalau begitu maafkan aku sayang, aku sungguh tidak bisa ditinggal lama-lama olehmu." Balasan Panji Yousef, yang begitu menggombal.
selain itu, dia memeluk begitu mesra, sehingga ikatan berdua tidak bisa terputus oleh waktu.
................
Pesta Tunangan ya, ini sungguh meriah, belum lagi menyatukan dua insan, memiliki status keturunan hebat.
kenapa aku berani berkata begitu? Itu karena, Keluarga besar Chuzuru dijuluki sebagai Samurai Sejati, sedangkan Yousef merupakan Keluarga besar Penyihir Agung, bukankah itu sangat hebat.
belum lagi perayaan mereka, di lapangan terbuka di Kota Tokyo pusat, bahkan di hadirin oleh Kaisar dan Mulia Ratu di Negeri tersebut, membuat semua orang mengerti, betapa hebatnya Keluarga Handoyo dan juga Keluarga Panji.
Di tambah lagi ada perayaan kembang api, astaga... Betapa meriah ya itu pesta.
Sehingga seorang pemuda di atas menara, sedangkan nikmatin makanan bekalnya, yang begitu lahap dan rakus, sambil menonton pertunjukan kembang api, di tengah-tengah Kota Tokyo Jepang.
Dia seorang migrasi berasal dari Indonesia, sebagai pekerja kasar di sana, dengan gaji yang sangat tinggi.
"Astaga... Meriah sekali, apakah ini acara tahun baru? Apakah orang-orang Jepang bikin perayaan di sana, nggak terlalu lebih-lebih kan, dengan kondisi monster dan Dungeon muncul dimana-mana?" Ucapan Tio Satrio, yang begitu sangat kagum.
Tiba-tiba ada seorang menghubunginya, melalui HP gadget miliknya, sengaja dia letakkan di pinggir menara.
Dengan gerakan lincah, dia segera mengangkat panggilan tersebut. "Halo... Ada apa bos?" Tanya Tio, setelah terhubung.
"Tio turun sebentar, ada monster mati yang mesti kamu bersihkan." Jawaban sebrang nelpon, dengan gunakan bahasa Jepang, yang begitu fasih.
"Berapa ekor bos?" Tanya Tio lagi, dengan gunakan bahasa Jepang juga.
"Cuma satu, akan tetapi sangat merepotkan, Monster Sihir ini berjenis babi gading merah keristal, beratnya sekitar tiga puluh ton." Penjelasan sebrang nelpon.
"Asik... Dapat bagian besar ini, tunggu sebentar, aku segera turun." Balasan Tio, yang begitu sangat senang, karena ada orang pakai jasa potong darinya, tentu dia akan segera turun.
................
Sementara itu, di tempat lain, lebih tepatnya, Bos ya Tio, sedang tunggu dibawah, baru juga memutuskan panggilan, malah dikagetkan kedatangan Tio, entah muncul darimana.
Tapi Bos Tio, malah sudah terbiasa atas kemunculannya, yang tidak biasa itu.
"Mana Monster Sihir yang kamu ceritakan itu Bos?" Tanya Tio, setelah turun dari menara.
"Kamu sungguh sangat cepat datang, barusan kita bicara di telepon, malah sudah nyampe aja." Tanggapan Bos Tio, yang begitu sangat datar.
"Seperti Bos katakan, harus tepat waktu, kalau tidak rezekinya di patuk ayam." Ujar Tio, yang begitu akrab sama bosnya, yang bernama Marzuki Pau.
tapi Tio hanya panggil sebutan Bos, karena Marzuki Pau adalah atasannya, dan sepertinya mereka berdua begitu sangat akrab.
akan tetapi keakrabannya, di sela oleh salah satu Hunter Samurai Sejati dari Keluarga Handoyo. "Sudah cukup obrolan kalian, segera potong jasad Monster Sihir ini, dan bagi keuntungan tujuh puluh tiga puluh kita."
"Baik... Kami akan segera potong, terimakasih pakai jasa pemotong Janggut Merah, jangan lupa bintang limanya Kak." Ujar Tio, yang begitu semangat, dan segera memotong Monster Sihir itu, bersama dengan tiga anggota lainnya.
................
Membuat malam ini begitu panjang, dan beginilah perkejaan Tio sehari-hari, untuk menghasilkan uang, sehingga orang berpikir bahwa Tio, hanyalah orang biasa, tanpa menyadari betapa besar kekuatannya.
padahal di kampung halamannya, di juluki sebagai Hunter Penghancur Negeri.
Terus... kenapa dia berakhir di sini? Itu karena keinginannya.
Kenapa aku bisa bilang begitu? Karena dia bosan ketenaran, kekayaan, dan kekuatan, yang dia miliki saat ini, sehingga banyak orang harus menghormati kehadirannya.
Meskipun memiliki itu semua, dia punya keinginan yang dia wujud kan, yaitu hidup damai, dan tinggal di negeri Sakura, dan nolep wibu yang dia sukai.
bisa dibilang, dia kecanduan Anime di Jepang, kalau perlu bisa nikahi salah satu anak gadis di Jepang.
terkadang dia harus nahan diri, untuk tidak melakukan pukuli pantat anak gadis di sana, dan hampir saja dia masuk penjara, atas perbuatannya itu.
Untungnya Marzuki Pau, terus melindungi dirinya, kalau tidak, Tio sudah berakhir penjara dari tadi.
lagipula status nya dia sekarang, adalah jasa pemotong Janggut Merah, yang sudah terkenal di Jepang, dan banyak Hunter terkemuka, nggak jarang pakai jasa mereka.
bahkan mereka juga tahu, ada salah satu anggota Jasa pemotong Janggut Merah, suka memukuli pantat anak gadis sembarangan, membuat semua orang waspada terhadap orang itu.
Belum lagi Marzuki Pau, seringkali peringati Tio, untuk menahan diri, dia sangat takut, suatu hari nanti, tidak dapat melindungi Tio.
................
"Ini bayaranmu Tio, ingat... Jangan langsung dihabiskan." Ucapan Marzuki Pau, seolah-olah dia tahu perilaku Tio seperti apa?
"Iya... Aku tahu Bos, terimakasih Bos." Jawaban Tio, setelah dapat jatah Upahnya.