NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak mungkin

Kabar tentang Ling Xu-mei yang muncul di barat barisan prajurit pagi itu membuat Jenderal Tanzo garuk-garuk kepala. "Gila, aku tak mengira permaisuri yang selama ini dikenal bodoh dan tidak bisa apa-apa, sekarang malah jago banget main pedang," gumamnya sambil ngelirik catatan. Dia menatap jauh ke depan, membayangkan tatapan mata Ling Xu-mei yang dulu lemah itu berubah jadi begitu tajam dan menyeramkan.

"Lihat saja, waktu dia lihat para prajurit itu, matanya bukan main mengintimidasi. Bener-bener bikin bulu kuduk merinding." Jenderal Tanzo menghela napas panjang. "Permaisuri ini, dia bukan orang yang sama seperti dulu. Setelah kembali dari kematian, dia berubah tota, seperti wanita lain."

Di sudut pikirannya, jenderal Tanzo bermaksud untuk berbicara dengan Kaisar Han, "Ini permaisuri kita sekarang, dan dia jauh berbeda." Tapi segera dia urungkan niat itu. "Tidak, tidak bisa. Kaisar pasti nggak percaya. Aku tidak mau ambil risiko jadi bahan tertawaan." Dengan ragu, dia cuma bisa memendam semua kekhawatiran itu sendiri. 

Setelah dari tempat pelatihan prajurit.. Ling Xu-mei meminta izin kepada Ibu suri untuk keluar dari istana, dia ingin pergi ke pasar yang ada di dekat istana, awalnya Ibu suri tidak mengizinkan karena dia takut terjadi sesuatu kepada Ling Xu-mei, namun Ling Xu-mei meyakinkan Ibu suri kalau dia pasti akan baik-baik saja lagi pula dia adalah wanita tangguh yang tidak akan pernah bisa diremehkan oleh siapapun. 

Setelah pulang dari tempat pelatihan prajurit, Ling Xu-mei melangkah mantap mendekati Ibu Suri.  

"Izin, Ibu Suri, aku ingin keluar istana sebentar. Mau ke pasar yang dekat sini," ujarnya dengan suara penuh keyakinan.  

Ibu Suri mengerutkan kening, ragu. "Apa kau yakin, permaisuri? Pasar ramai dan tak terduga. Aku takut sesuatu terjadi padamu."  

Ling Xu-mei tersenyum penuh percaya diri. "Tenang saja, Ibu Suri. Aku wanita tangguh. Aku tidak akan sembarangan dan pasti baik-baik saja."  

Setelah mendapatkan izin, dia pun melangkah keluar dengan riang.  

"Wah, ramai sekali tempat ini!" katanya sambil berjalan perlahan, matanya berkeliling memandangi para penjual yang memajang dagangannya.  

Matanya berhenti pada deretan gelang giok dan aksesoris rambut yang berkilauan. "Untung tadi aku minta uang dari Ibu Suri. Kalau tidak, mana mungkin aku bisa pulang dengan barang-barang cantik ini," ucapnya sambil tertawa bahagia.  

Tangannya dengan hati-hati mengambil salah satu gelang, menikmati momen kecil itu di tengah keramaian pasar.

"Huaaaa...., tempat ini benar-benar ramai." ucap Ling Xu-mei yang kemudian berjalan sembari menatap para penjual yang ada di tempat itu. dia melihat beberapa penjual gelang giok dan beberapa aksesoris rambut yang lain.

"Untung saja tadi Aku meminta uang kepada Ibu suri, jika tidak aku pasti tidak akan bisa pulang membawa barang-barang ini." ucap Ling Xu-mei sembari tertawa begitu bahagia. kedua matanya berbinar saat melihat barang-barang yang ada di depan matanya, gelang giok, cincin giok perhiasan pinggang aksesoris rambut dan beberapa barang yang lain membuat kedua matanya membulat sempurna. "Tusuk konde ini bagus tidak?" tanya Ling Xu-mei kepada Yura,

Yura menganggukkan kepalanya, setelah itu Ling Xu-mei membeli beberapa tusuk konde untuknya dan Yura, Yura tersenyum melihat betapa bahagianya junjungannya itu.

"Wahhh..., Yura, aku mau makan di sini." Ling Xu-mei menunjuk rumah makan.

Ling Xu-Mei dan Yura melangkah masuk ke dalam rumah makan yang ramai, tawa dan aroma bumbu harum langsung menyambut mereka. Wajah keduanya berseri-seri, seolah beban di pundak perlahan terangkat. Yura tersenyum lebar sambil membuka daftar menu, "Rumah makan ini sangat terkenal loh, Nyonya."

Ling Xu-Mei menatap sekeliling, melihat meja-meja penuh pengunjung yang tampak puas dengan hidangan mereka. "Benarkah?" jawabnya sambil mengernyitkan alis, mencoba mencerna suasana hangat yang berbeda dari biasanya.

Pelayan mendekat, ramah, "Apa yang kalian pesan?"

Dengan suara tenang, Ling Xu-Mei membalas, "Ayam dan beberapa hidangan sayur, ya."

ketika berada di dalam rumah makan dan menunggu makanan yang dipesan datang, tiba-tiba saja seorang wanita yang melihat Ling Xu-mei ada di rumah makan itu nampak senyumnya terlihat merekah, matanya menatap tajam bibirnya sedikit bergerak dengan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan.

Wanita itu melangkah mendekat dengan senyum tipis yang menusuk, matanya menatap tajam ke arah Ling Xu-mei seolah menilai kelemahan yang bisa dieksploitasi. "Ternyata wanita yang dulu dibuang dari istana sekarang berani keluyuran seenaknya," ucapnya dengan nada mengejek yang dipenuhi kebencian tersembunyi.

Ling Xu-mei menatap balik tanpa sedikit pun keraguan, wajahnya tetap tenang meski ada sedikit kerutan di antara alisnya, bukan karena takut, tapi karena mencoba mengingat siapa wanita asing ini. Dia mengangkat bahu pelan, memilih diam dan membiarkan kata-kata sinis itu berlalu tanpa menggubris, sebab Ling tahu, masa lalu yang kelam itu sudah ia tinggalkan jauh di belakang.

Di sekeliling mereka, suasana menjadi tegang sejenak, tapi Ling Xu-mei tetap tenang, menahan diri untuk tidak terjebak dalam permainan provokasi yang tidak berarti baginya sekarang.

si wanita kemudian duduk di salah satu kursi, dia menatap Ling Xu-mei yang dari tadi tidak memperhatikannya. "Wanita tidak tahu diri sepertimu ini masih berani berkeliaran di kerajaan Hanzo, kamu ini benar-benar wanita tidak punya muka." si wanita terus melontarkan kata-kata penghinaan kepada Ling Xu-mei.

Ling Xu-mei kemudian menatap wanita itu, sebuah senyum terlihat tenang namun wanita itu akan merasakan dampak yang sangat tidak menyenangkan. "Apakah aku mengenalmu nyonya? maaf aku tidak pernah bertemu denganmu, Apakah aku mengenalmu?" tanya Ling Xu-mei dengan nada tidak peduli. kedua matanya menatap ke arah pelayan yang hendak mengantarkan makanan untuknya.

"Kamu mau makan di sini? apa kamu bisa membayarnya, yang aku tahu kamu itu wanita miskin dan anak pengkhianat." ejek si wanita.

Ling Xu-mei tetap tidak menghiraukan wanita yang entah datang dari mana itu, wanita itu terus berbicara panjang lebar bahkan dia terus memberikan penghinaan kepada Ling Xu-mei, namun karena telinga Ling Xu-mei sudah mulai gatal hal itu membuat dia melempar sambal yang ada di meja setelah itu dia malah berpura-pura kalau dia tidak sengaja melakukan itu.

"Aduh... aku tidak sengaja." ucapnya sembari tersenyum kepada wanita yang ada di depannya.

"Beraninya kamu melakukan hal ini padaku!" teriak si wanita.

Ling Xu-mei masih tetap tenang, Dia kemudian menuangkan air putih ke gelasnya. "Maaf ya nyonya.. aku tidak mengenalmu, dari tadi kamu terus menghinaku. Jika kamu tidak segera pergi dari sini aku pasti akan menyirammu dengan air ini." ujar langsung mendengar perkataan Ling Xu-mei malah wanita itu tersenyum mengejek. dia tertawa melihat majikan dan pelayan itu.

"Hahaha... memangnya kamu berani melakukan hal itu padaku? kamu itu kan cuma wanita murahan yang dibawa ke istana oleh ibu suri. Sekarang kamu sudah dibuang oleh yang mulia Kaisar." kata si wanita yang semakin memprovokasi Ling Xu-mei, namun sayangnya yang diprovokasi malah terlihat tenang dan santai.

"Apakah kamu tidak bisa menjaga mulutmu itu nyonya!" seru Yura. dia dari tadi berusaha tenang untuk tidak memaki wanita setengah tua yang ada di depannya itu mantan pelayan selir Jia yang sudah dipecat gara-gara memfitnah permaisuri Ling.

*bersambung*

1
Nurmalasari
Luar biasa
Suzana Diro
ibunda bar²
Yuliana Tunru
mantap ling basmi.orang2 yg sok dan menindas ank2 mu bisa1 mrķ di tindas padahal ank kaisar ..apa kaisar selama ini tak.oersuli pd ank2 x kaisar bodoh
Yulya Muzwar
keren ceritanya thor ⭐5 untukmu
semangat berkaryaa
Yuliana Tunru
bagus hajqr guru tua tqk tau adab putra kqisar di olok2 tunggu kau akan di gantikan dgn guru laiin silqhkan ajari ank2 pejabat.lain yg bermukq dua
Ma Em
Biarkan permaisuri Ling dgn kaisar Qin saja daripada tinggal di istana Han cuma dihina dan di rendahkan dan juga permaisuri Ling sdh dibuang sama kaisar Han .
Rizky Fathur
Thor itu kaisar seperti orang yang tidak mengenal cinta Thor
Yuliana Tunru
ayo permaisuri hajqr kaisar sok.itu aplg sidampingi selir jalqbg apa hebat x cm di ranjang dan dibibir beracun penuh dusta tak usah oersuli kan cari bahagia mu.klo oerlu hajqr kqisar seperti dia dulu menyiksamu biar kapok
Rizky Fathur
cepat buat cerai dari kaisar itu Thor
kaylla salsabella
aku mampir thor semangat berkarya😍😍
shafrilla
terima kasih kak
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!