Diandra, gadis cantik yang dibesarkan di panti asuhan. Balas budi membawanya pada perjodohan, yang tidak diharapkan oleh suaminya.
Mampukah Diandra menaklukkan sang suami yang hatinya telah dipenuhi oleh dendam pada wanita karena sebuah perselingkuhan?
Simak, perjalanan cinta Diandra yang diwarnai tawa dan air mata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merpati_Manis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Penggoda
"Kebetulan lu datang Di,," ucap Aditya nampak kusut, "baru saja gue mau telpon," lanjut nya sambil menunjukkan ponsel nya pada Diandra.
"Emang nya ada apa bang?" Tanya Diandra penasaran.
"Bantuin tuh laki lu, jauhkan dari wanita penggoda yang mau beli mobil. Angga sudah jengah tapi dia gak bisa menghindar, karena opa nya adalah konsumen setia showroom ini. Kalau enggak buru-buru lu tolongin, bisa berabe nanti.. Angga paling anti sama cewek, kecuali sama istri nya, yaitu lu,,," ucap Aditya panjang lebar.
Diandra mengernyit dan masih termangu di tempat nya.
"Buruan Di,," seru Aditya mendorong pelan Diandra, "gue tadi dah coba handle tapi gak bisa, tuh cewek cuma mau dilayani sama suami lu. Mana bawel banget anak nya, genit lagi," ucap Aditya sedikit emosi, "tuh, di ujung kanan di deretan BMW," lanjut nya memberitahukan dimana suami Diandra berada.
"Eh, bang Ditya.. Didi nitip ini dong," panggil Diandra sambil menyodorkan bungkusan plastik di tangan nya kepada Aditya yang hendak berlalu menuju cafe & resto milik nya.
"Apaan nih?" Tanya Aditya mengernyit.
"Gado-gado," balas Diandra sambil berlari kecil menuju kearah yang ditunjukkan Aditya.
Semua karyawan Angga yang melihat istri dari bos nya pun mengangguk hormat dan tersenyum ramah, dan Diandra... wanita cantik dan ramah itu pun membalas nya dengan senyuman hangat.
Dari jarak yang agak jauh, Diandra dapat melihat dengan jelas suami nya bersama seorang gadis seusia dengan diri nya dan seorang kakek. "Mbak Renny?" Lirih Diandra sedikit terkejut, diapun melanjutkan langkah nya mendekati sang suami dan konsumen nya.
"Hai mbak Renny,, apa kabar?" Tanya Diandra pada Renny, kakak tingkat nya di kampus, "lagi cari mobil BMW yah?" Lanjut nya basa basi.
"Bukan urusan lu!" Balas Renny ketus, "kenapa lu ada di sini? Lu nyambi kerja jadi cleaning service ya?" Lanjut nya menatap Diandra dari atas sampai bawah, dengan tatapan mengejek.
"Bukan urusan mbak Renny juga,," balas Diandra dengan santai.
"Bang Angga,, usir dia deh bang, masak ada karyawan enggak sopan kayak gini sih di showroom abang," ucap Renny sambil bergelayut manja di lengan Angga.
Diandra mengerling kearah sang suami, sedangkan Angga terlihat bingung.
"Renny,, jangan seperti itu nak, enggak sopan," balas laki-laki tua yang bersama mereka, dan menatap Diandra dengan pandangan terkejut.
"Selamat siang kek, lagi mau cariin mobil buat mbak Renny ya?" Sapa Diandra sopan pada laki-laki tua itu.
"Iya, cucuku minta mobil baru.. katanya yang lama sudah ketinggalan jaman," balas pak tua itu dengan tersenyum lembut, "perkenalkan, saya kakek nya Renny,,, panggil saja opa, kamu apakah teman kuliah cucuku ini?" Tanya opa menyelidik, pandangan mata nya tak pernah lepas dari wajah Diandra.
"Iya opa, kami satu kampus tapi beda angkatan.. Perkenalkan, nama saya Didi dan saya baru masuk tahun ini," balas Diandra dengan tersenyum ramah.
Opa nampak mengangguk-angguk.
"Maaf opa, jika kedatangan saya mengganggu kenyamanan opa.. tapi suami saya ini sedang kurang enak badan dan harus istirahat," ucap Diandra yang membuat Renny terkejut dan segera melepaskan tangan nya.
Angga tersenyum lega, dapat terbebas dari wanita genit seperti Renny.
"Kamu,, istri nya bang Angga?!" Tanya Renny nampak tak percaya, menatap penuh selidik pada adik yunior nya di kampus itu.
Diandra hanya membalas nya dengan senyuman.
"Nak Angga, kok enggak kasih undangan?" Tanya opa nampak kecewa.
"Maaf opa Win, pernikahan kami dilaksanakan di Bali," balas Angga merasa tak enak hati, sebab opa Win adalah konsumen setia nya. Dan sebagian besar kendaraan inventaris di perusahaan opa Win di beli dari showroom milik Angga tersebut.
Opa Win mengangguk tanda mengerti, "selamat ya nak Angga, semoga bahagia selalu." Do'a tulus opa Win pada Angga dan Diandra.
"Aamiin.. ucap Angga dan istri nya bersamaan, " makasih opa," balas Angga ramah.
"Kak Angga sayang,, kenapa nekat berangkat ke showroom sih, harus nya kakak istirahat di rumah?" Ucap Diandra yang langsung memegang dahi sang suami sambil mengedipkan mata memberi kode, "kita makan siang dulu yuk, kan kakak harus minum obat nya.." pinta Diandra dengan lembut.
"Baiklah sayang, kita pulang sekarang ya.." balas Angga yang ikut bersandiwara seperti istri nya.
Diandra memeluk lengan sang suami dengan posesif, sambil menatap Renny dengan senyum penuh kemenangan.
"Opa, seperti nya mbak Renny tertarik deh sama jenis BMW 4 Series Convertible 430i yang itu," ucap Diandra sambil menunjuk BMW berwarna merah metalik di samping Renny, yang dari kejauhan tadi dilihat nya Renny tengah mengelus-elus body mobil tersebut. "Mobil sport ini emang keren kalau dikendarai cewek-cewek kece sih, dan harga nya juga ramah dikantong kok opa," lanjut Diandra mulai berpromosi.
"Berapa nak?" Tanya opa menatap Angga dan Diandra bergantian.
Angga menatap sang istri, "1, 6 M opa" jawab Angga tersenyum.
"Baik, saya ambil yang ini," ucap opa tanpa meminta persetujuan sang cucu.
"Opa,,,?" Renny nampak merajuk, dia merasa di permalukan oleh Diandra.
Angga langsung memanggil asisten kepercayaan nya, "Rick,, opa Win mau ambil BMW merah, lu urus surat-surat nya, gue harus pulang sekarang," titah nya pada Ricky, setelah asisten tersebut mendekat.
"Siap bos," balas Ricky mengangguk hormat.
"Maaf opa, kami permisi dulu..." ucap Angga ramah.
"Mari opa," pamit Diandra sambil menggandeng tangan sang suami.
"Mbak Renny jangan lama-lama di sini, mas Seno banyak yang godain tuh di kampus karena jalan sendiri. Biasanya kan selalu ada mbak Renny yang ngintilin.." ucap Diandra tersenyum seringai.
Renny cemberut, dia nampak sangat kecewa dan marah. "Kok bisa ya, bang Angga nikah sama tuh penjual tas rajut?!" Dan tuh cewek, suami nya pemilik showroom dan mobil nya juga bagus-bagus, tapi kok mau-mau nya ya dia kuliah naik taksi online?" Gumam nya dalam hati.
Sedangkan opa Win tersenyum, netra teduh nya terus menatap kepergian Diandra dan sang suami hingga menghilang dari pandangan nya.
Sementara itu, Diandra mengajak sang suami menuju cafe & resto milik Aditya.
"Kenapa enggak langsung pulang aja Di?" Tanya Angga, sambil berjalan mengikuti kemauan sang istri.
"Didi tadi dah bawain gado-gado untuk kita makan siang kak, tapi di pintu depan ketemu sama bang Ditya dan dia bilang Didi harus bantuin kak Angga dulu,,, emang kak Angga kenal baik ya sama mbak Renny?" Tanya Diandra balik.
"Enggak juga, beberapa kali dia ikut opa nya membeli mobil. Dan, yah.. gitu lah, dia genit," jawab Angga nampak malas.
"Atau jangan-jangan kak Angga suka ya sama mbak Renny? Bukti nya, tadi kak Angga kayak seneng banget tuh waktu mbak Renny nempel ke lengan kakak," Goda Diandra pada suami nya.
"Ya enggak lah.. wanita penggoda model gituan! Bikin sakit hati!" Ketus Angga terlihat tidak suka, "aku cuma gak enak aja sama opa Win," Angga membela diri.
Terlihat Aditya melambaikan tangan kearah mereka berdua.
Angga dan Diandra pun berjalan menuju meja tempat dimana Aditya berada, kedua nya pun duduk bersisian.
"Terus Seno itu siapa?" Tanya Angga menatap tajam istri nya.
Aditya mengernyit, menatap bingung pada sahabat nya yang nampak cemburu.
"Oh,, mas Seno itu senior Didi kak, orang nya baik, tampan dan tajir pula. Mas Seno itu idola cewek-cewek di kampus,," balas Diandra sengaja memanas-manasi sang suami.
Angga membuang muka nya dan mendesah kasar. "Mulai besok, aku antar jemput kamu ke kampus," titah Angga dengan tegas.
Aditya menggeleng-gelengkan kepala,, melihat sikap Angga yang enggak jelas terhadap istri nya.
.tp ak ky blum bca yng ini ap sudh lupa soalny..hp kmren rusk.ini hp bru jd crta yng sudh prnh ak bca mlah d ulang tp klo dh inget crtanya ak lwti..tp klo kluarga alamsyah smua sudh ak bca..