Tamat!!
Sekuel dari novel 'Budakku Canduku'
Follow IG Othor @Oniya_99
(Devan&Lona)
Kesalahan yang pernah ia lakukan pada Istrinya, membuatnya mengambil langkah untuk melindungi sang istri dengan nyawanya. Perempuan yang dulunya ia siksa, kini menjadi istri tercinta yang Bibirnya, hidungnya, matanya, tubuhnya, serta kebaikkan hatinya benar-benar menjadi candu bagi seorang Devano Dizon.
(Aron&Anna)
Malam itu :
"Siapa yang mengambilnya lebih dulu dariku?" Tanya Aron langsung bangkit.
"Apa maksudmu, Aron?" Tanya balik Anna tak mengerti.
Kesal, Aron langsung meninggalkan Anna seorang diri di kamar itu.
"Apa maksudnya? Apa jangan-jangan ia tidak sadar saat melakukannya di hotel malam itu." batin Anna lalu bangkit untuk menyusul suaminya Aron. Namun ia terlambat, karena Aron telah pergi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oniya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
***
Di rumah sakit :
"Aron, tolong digenjot lagi permainan kalian. Minggu ini sudah seharusnya Anna melahirkan. Tapi, tandanya belum juga ada." Kesal sang dokter pada Aron.
"Maksud Dokter apa? Apanya yang digenjot lagi?" Tanya Aron yang ternyata tak paham.
"Astaga! Kau tidak mengerti!? Apa kau tidak melakukan ML pada istrimu?" Tanya sang Dokter gamblang karena geram.
"ML! Maaf Dokter. Saya kira tidak boleh melakukannya jika istri saya sedang hamil. Dan saya tidak ingin melukai Putra kami," jawab Aron yang tak rela untuk mengatakan kalau bayi itu adalah putranya.
"Astaga! Berarti selama kurang lebih 9 bulan kau tidak melakukannya. Astaga! Aku kira kau tidak bertanya karena kau mengerti." Kesal Dokter paruhbaya itu.
"Astaga Aron! Dengarkan aku baik-baik ya. Jika diawal kehamilan ml memang harusnya dikurangi. Bahkan ada juga yang dilarang. Tapi, jika kandungannya sudah tua seperti Anna. Itu harus sering dilakukan guna memperlancar jalan keluarnya. Apa kau paham!?" Jelas sang Dokter.
"Saya mengerti Dokter. Nanti akan saya lakukan," jawab Aron menatap Anna disampingnya. Anna hanya menundukkan wajahnya dalam karena malu akan obrolan antara Aron dengan Dokter pribadinya.
***
"Aku bantu," ujar Aron yang langsung membantu Anna untuk keluar dari mobil. Perut Anna yang telah membulat sempurna, benar-benar membatasi pergerakannya.
Akh ....
Teriak Anna,
"Ada apa? Apa ada yang sakit?" Tanya Anna.
"Tidak ada apa-apa. Hanya ditendang saja," jawab Anna mengelus perutnya agar bayinya tenang.
"Aku akan menggendongmu," ujar Aron langsung mengakat tubuh Anna.
Sampai dikamar, Aron langsung membaringkan tubuh Anna keatas ranjang.
"Aku lapar," ujar Anna.
"Tunggu sebentar akan aku ambilkan," tak lama Aron pun kembali dengan membawakan makanan untuk sang istri.
"Sudah, aku ingin istirahat," tolak Anna saat Aron akan kambali menyuapinya.
"Istirahatlah," ujar Aron lembut. Lalu Aron keluar dari kamar menuju dapur. Dari pagi ia belum sarapan. Dan akhirnya ia bisa makan siang karena Anna telah tidur siang.
Malam harinya :
"Akh ...." Ringis Anna.
"Apa dia menendang lagi?" Tanya Aron yang baru selesai mandi.
"Iya," Jawab Anna sambil mengelus perutnya." Aron mendekat pada Anna. Perlahan ia menyingkirkan tangan Anna. Lalu gantian ia yang mengaelus perut Anna. Dan terbukti bayi itu seketika diam, dan Anna memejamkan matanya menikmati sentuhan dari lelaki yang begitu ia cintai.
Sedangkan Aron mencoba menenangkan jiwanya yang selalu bergetar setiap mengelus perut Anna.
"Apakah aku boleh melakukannya," izin Aron.
"Melakukan apa?" Tanya Anna yang melupakan perkataan dokter pribadinya.
"Melakukan moving love bersamamu untuk memperlancar Jalan jalurnya bayi kita." Jelas Aron mengingat betul perkataan sang dokter.
"Baiklah. Eh!" Anna tak menyangka ia akan menjawab hal itu. Astaga! Itu sangat memalukan, seharusnya ia jual mahal sedikit.
Aron tersenyum mendengar jawaban Anna. Lalu berkata. "Baiklah. Aku akan melakukannya," kata Aron, lalu memberanikan diri mengelus perut Anna dengan kedua tangannya.
Setelah itu, tangannya mer*ba sampai keatas. Mendarat di dua gundukkan Anna yang kini telah membesar dari ukuran sebelumnya.
Perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Anna. Lalu langsung mel*mat bibir manis Anna. Adegan pun semakin panas kala Aron memberikan servis terbaik pada dua gundukkan Anna.
"Ahhh ... Jangan dihis*p, perutku sakit setiap kau menghisapnya.
bersambung .....
like dan komentarnya jangan lupa ya🤗
kesambet meureuun
lanjut baca cerita lainnya deh..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘😍🥰🤩