NovelToon NovelToon
Suami Ketiga

Suami Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Perjodohan / Dosen / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: meliani

"Yang namanya di kampus, pasti banyak dong, mahasiswi-mahasiswi yang cantik, kan gampang tinggal pilih. Tapi kenapa kamu masih jomlo juga sampai kamu jamuran?

Jeff langsung menoleh, menatap Kayla dengan sorot mata tajam.

"Kamu pikir mencari istri itu mudah? Semudah mencari cabai dalam tumis kangkung? Enggak La?"

"Lagian siapa juga yang mau sama kamu. Galak. Palingan cuma aku doang" celetuk Kayla yang lagi-lagi membuat Jeff semakin geram.

"Aku juga kepaksa nikah sama kamu, siapa juga yang mau sama kamu. Janda dua kali dan gagal nikah tiga kali."

***

Jeff merasa apes. Sebab, ia dijodohkan oleh orang tuanya dengan Kayla yang sudah berkali-kali gagal berumah tangga. Bukan hanya itu saja, wanita itu juga galak dan sangat jutek.

Tapi, apa sebenarnya yang menyebabkan Kayla gagal berumah tangga berulang kali? Dan trauma apa yang pernah menjadi ketakutannya bila berdekatan dengan laki-laki?

Temukan jawabannya di sini~

Happy reading!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sembunyi-sembunyi

Harap dibaca malam saja.

“Hallo Dad?”

Jeff segera menggeser icon panggilan setelah mengetahui siapa pemanggilnya.

“Ya, kalian ada di mana? Kenapa susah sekali dihubungi.” jawab suara tegas dari seberang. Mau marah mau tidak, pembawaannya selalu begitu. Ohhh mertua.

“Oh, aku sama Kayla lagi makan di luar. Mungkin kita nggak dengar ada panggilan masuk.”

“Besok ke rumah ya. Ada hal penting yang harus dibicarakan.”

“Berdua atau saya sendiri Dad?”

“Kayla bawa saja, jangan biarkan dia sendirian di rumah.”

Kayla adalah anak kandung satu-satunya, pantas kalau Daddy begitu mencintainya. Sebandel apa pun kelakuan putrinya itu.

“Oke oke Dad.”

Tut tut tut

Panggilan di tutup, ada apa gerangan? Hati Jeff was-was. Apa mereka sudah tahu apa yang terjadi kepadanya (dipecat) sehingga mereka memintanya untuk datang ke rumah? Lalu jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan Daddy nanti jika beliau bertanya kepadanya. Jeff tidak punya kuasa untuk membela dirinya sendiri. Ia berdecak. Ia tak mempunyai persiapan jawaban untuk itu.

“Jeff, udah selesai.”

Sate yang masih terlihat berasap itu kini terhidang di meja. Tampak menggiurkan, harum dan mampu melupakan kecemasannya akibat telepon Daddy barusan.

“Kamu nggak takut bau asap?”

Kayla menggeleng. “Nanti tinggal mandi kalau sudah sampai di rumah.”

Kayla duduk di depan meja dan mereka mulai menyantapnya. "Tadi telepon sama siapa?"

"Sama Daddy kamu, besok kita di suruh datang ke sana."

"Tumben?" ucapnya penasaran. "Mau dikasih warisan? bagus deh, jadi nggak perlu lagi kerja seumur hidup."

Jeff hanya menghembuskan nafas kasar dan meremat rambutnya. Apa enaknya makan duit warisan? Nggak gentle.

“Emmm enak.” terdengar gumaman Kayla sambil mengangguk-anggukan kepalanya. Oh jadi ini yang namanya keenakan? Jeff terkekeh dalam diam. Terngiang kata keenakan yang sering disebut teman-temannya.

“Ngapain ketawa-ketawa sendiri?”

Jeff menggeleng dan kembali melanjutkan makannya. Menggulir sate itu di piring bumbu kacang. Tidak terasa semakin malam, warung sate pinggir jalan itu semakin ramai. Banyak pelanggan yang memesan, baik untuk dibawa pulang maupun dimakan di tempat.

Hah?!

Tapi tampaknya ini bukan hari yang baik baginya karena kesialan tadi siang kembali berlanjut. Mata Jeff membulat penuh pada saat melihat Om-Om yang dihajarnya sedang berada di belakang tak jauh dari tempat Kayla duduk. Meskipun cahaya remang-remang, tapi Jeff masih dapat memahami dengan jelas wajah, apalagi kepalanya yang botak itu.

“Eh, itu dia orangnya!” ucap orang itu menunjuk.

Jeff panik, sepertinya tak ada waktu lagi untuk menjelaskan kepada Kayla. Satu yang dipikirkannya saat ini adalah membawa Kayla lari dari sana untuk menyelamatkan diri. Tidak mungkin Jeff melawan, bisa babak belur nantinya karena si botak itu tidak sendiri. Sibotak membawa tiga temannya yang lain.

“La ayo lari La!” ujarnya sambil menarik tangan Kayla.

“Eh tunggu, ada apa ini?” Kayla memberontak berusaha menoleh ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dan siapa yang sedang mengejar suaminya itu, tapi Jeff terus menarik tangannya kuat-kuat sehingga wanita itu tak bisa melawannya.

“Ayo La, nggak ada waktu buat menjelaskan. Kita lari sekarang.” Langkah Kayla seperti terseret-seret mengimbangi jalan suaminya.

“Woy, jangan lari woy!” serunya orang-orang itu.

Jeff melemparkan dompetnya kepada tukang sate dan ditangkapnya oleh penjual sate itu untuk jaminan. Karena tidak ada lagi waktunya untuk membayar. Tak peduli raut tukang sate yang kebingungan. Lama-lama juga pasti dia tahu maksudnya.

“Ayo lebih cepet lagi larinyaa!” titah Jeff menggerutu. Pantas saja jalannya agak lambat, rupanya Kayla masih memegang beberapa tusuk sate dan berusaha menggigitnya sampai habis. Jeff menggelengkan kepalanya. Ditengah genting seperti ini wanita itu malah menghabiskan sate, katanya ‘dibuang sayang’

Mereka menelusuri gang-gang sempit yang tak jauh dari tamkot itu. Padahal hari belum terlalu malam, tetapi jalan komplek yang sedikit kumuh itu terlihat gelap karena hanya ada sedikit penerangan di sepanjang jalannya. Dalam pelariannya, Kayla terus saja bertanya tanpa henti sehingga membuat Jeff jengah.

“Kamu habis berantem ya? Terus kamu punya musuh? Jangan-jangan musuh kamu mafia lagi, duhh habis kalau gitu kita Jeff.”

Jeff langsung menjawab cepat. “Lagian dia duluan sih. Bawa mobil seenaknya nyipratin orang bikin baju aku kotor. Nggak tau orang lagi emosi hajar aja sekalian.” sambil matanya melirik ke sana kemari bersikap waspada.

“Jadi bener kamu habis berantem? Karena kemeja tadi siang yang kotor itu?”

“Iya.”

“Ahhh, kamu Jeffff." gerutu Kayla. "Motor kita gimana? Kenapa larinya nggak pakai motor aja tadiiii ihhh!”

“Mana keingetan motor sih, La. Udah tenang aja, aman sama tukang sate. Aku lemparin tadi sama dompetku.”

“Hiyahhh kena kamu!” tanpa di duga satu anak buah orang itu ternyata sudah ada di belakangnya. Anak buah Sibotak itu disebar untuk mencarinya.

“Aaaaaaa!” Jeff dan Kayla berteriak bersamaan. Mereka menendang perut orang itu sekuat tenaga dan kembali berlari sekencang mungkin. Keduanya sempat berhenti menoleh melihat orang itu yang sedang kesakitan memegangi bagian perutnya, tapi masih berusaha untuk bangkit.

"Pulang aja kamu, malem-malem gini enaknya bergumul sama istri, nggak usah ngejar-ngejar orang." ucap Jeff. Kayla menunjukkan satu jari tengahnya menghadap ke atas, lalu tertawa mengejek. Jeff bahkan melumatt bibir istrinya di depan orang itu.

“Anjiiiing!” umpatnya keras.

“Hahahaha....” Jeff dan Kayla tertawa terbahak ditengah kepanikan mereka.

Tak lama kemudian, dua orang temannya itu muncul mendekati untuk menolong. "Hey jangan lari kalian!" salah satunya mengejar Jeff dan Kayla lagi.

"Jeff, capek!" Kayla sempat berhenti untuk mengetur nafas. Huftt.... huft.... sedangkan orang itu semakin mendekat. Jeff mengangkat satu kaki Kayla dan melemparkan sandalnya mengenai kepala orang itu.

Bukh!

"Kurang ajarr!" umpatnya keras.

"Yahh itu kan mahal harganya." protes Kayla.

"Nanti aku ganti sepuluh. Lagian susah dipake biar larinya cepet."

Jeff kembali melempar satu sandal lagi namun kali ini sandal itu berhasil di tangkap olehnya. Keduanya lanjut berlari entah ke mana mencari tempat yang menurut mereka paling aman. Dan akhirnya, Jeff melihat sebuah tempat persembunyian yang menurutnya aman. Seperti bekas ATM yang sudah tak digunakan lagi. Tempatnya sempit panas dan gelap.

“Kita yakin mau ngumpet disini? Aku takut ada ularnya.” ucap Kayla setengah berbisik.

“Jangan takut, ada aku....” Jeff mendekap tubuh Kayla dan mempererat pelukannya.

Beberapa detik kemudian Kayla mendongak dan terkekeh. “Ada yang berdiri,” bisik Kayla merasakan keanehan itu.

“Ini yang namanya ular."

Kayla memukul kecil dada Jeff. "Justru ular ini yang lebih berbahaya daripada ular berbisa."

"La, kita bisa melakukannya di sini.” ucap Jeff yakin.

“Kamu jangan gila! Kita itu lagi dikejar-kejar orang.” protes Kayla sedikit tak setuju.

“Singkat aja, La.”

“Je—mmmh!” bibir Kayla langsung terbungkam oleh sapuan lembut bibir Jeff. Tangan Jeff menyelinap diantara kain-kain milik Kayla. Menelusuri gunung-gunung dan lembah yang berkeringat. Menyesap manisnya bibir yang ranum itu. Deburan jantung seperti menggema diantara keduanya. Mendengar Kayla yang terus melenguh dalam bisik membuatnya semakin menggila. Bersembunyi di ruang sempit, juga sembunyi-sembunyi menahan erangan. Mereka bahkan tak peduli dengan derap langkah yang terdengar mendekatinya. Tubuh keduanya tetap berpilin di tempat yang begitu menantang. Jeff mengejang dalam gelap dan sempitnya ruang.

** *

“Hahaha....”

Kayla tertawa dan bahagia sekali. Mereka keluar dari ruang sempit itu setelah memastikan musuh benar-benar pergi.

“Ternyata seru juga ya, nikah sama kamu. Aku suka lari-larian kejar-kejaran ngelawan musuh.”

“Aku juga bingung, harusnya kita itu sedih tapi malah seneng.”

“Ini pertama kalinya untukku, aku bahagia Jeff.” Kayla kembali memeluk dan menyatukan bibirnya yang disambut antusias oleh laki-laki mesum itu.

“Sepertinya kita sudah bisa pulang.” ujar Jeff sambil mengawasi sekitar.

“Oke, kita balik.” setuju Kayla.

Dan sesampainya di sana, lokasi yang terakhir mereka tempati telah kosong melompong. Motor mereka juga sudah tiada, kemungkinan dibawa pergi oleh tukang sate itu. Hari sudah malam, semua pedagang telah mengemas dagangan mereka.

“Aku tau, kalian pasti ke sini lagi.”

Deg!

Suara itu disertai dengan tepuk tangan.

“Mati kita La!” ucap Jeff.

Tiba-tiba keempat orang itu beserta bos mereka sudah berada di belakangnya.

** *

To be continued.

1
Safa Almira
suka
Shifa Burhan
saat wanita mau dimengerti, saat wanita menuntut suami yang pengertian

pertanyaan simple kenapa kalian tidak tanya pada diri kalian apakah kalian juga mengerti pada suami kalian, apakah kalian juga pengertian terhadap suami kalian

kenapa wanita dicap wanita egois ya ini
saat menuntut pengertian dia sendiri tidak mau mengerti keadaan suaminya
Shifa Burhan
dinovel ini Kayla yang beruntung dapat jeff sedangkan jeff sama sekali tidak beruntung dapat Kayla

*jeff , hanya jeff berjuang untuk rumah tangganya, jeff sabar dengan segala kelakuan Kayla, jeff berkali memaafkan Kayla, jeff bersikap bodoh mempertahankan rumah tangganya, sampai jeff melawan ibunya untuk mempertahankan Kayla, jeff sabar menanti dan membujuk maaf dari Kayla,

*Kayla, pembangkang, melawan semua perintah suami, berkali2. melakukan kesalahan, yang gatal karena keras kepalanya yang menyebabkan nyawa janin keguguran, saat suami marah bukannya memujuk dan berjuang dan bersabar mendapatkan maaf suami, ini dia pergi dari rumah dan minta cerai (ini kesalahan fatal lagi) dia egois merasa dirinya yang tersakiti karena suami tidak mudah memaafkannya, nyatanya dia juga tidak mudah memaafkan suaminya,
sebutkan satu saja yang membuat jeff merasa beruntung dapat Kayla, kalau bagi aku tidak ada sama sekali

maaf aku bukan bilang novel tidak bagus, kalau mau jujur aku akui novelmu sangat bagus, dari sisi karya, ide cerita, penulisan dan jalan cerita yang mudah dimengerti dan moment penting juga dapat tapi hanya keadilan terhadap pemeran utama wanita dan pemeran utama pria yang kurang, karena author masih kurang adil terhadap pemeran utama pria
Shifa Burhan
novel ini bagus, hanya ini saran untuk author, khususnya author wanita
*coba kalau konflik awalnya istri yang salah buat istri yang menyesal, berjuang dapat maaf, berjuang meluluhkan hati suaminya, jangan kalian buat isu pengalihan yang istri buat salah kalian buat suami juga buat salah yang ujung suami yang meresa bersalah dan minta maaf dan berjuang

*coba kalian berani buat novel istri yang membuat salah istri juga yang menyelesaikan masalah itu tampa di beri pengalihan isu

*kayak konflik ini jelas2 Kayla yang salah, dia tidak menghargai suaminya, berbuat sesuka hatinya, tidak mau mendengar perintah suami, membangkang yang ujung mereka kehilangan janin yang jelas2 akibat kelalaian Kayla, memang ini musibah tapi kenyataannya kayla yang membuat musibah ini karena keegoisannya, tapi apa yang terjadi kalian tutupi kesalahan Kayla ini dengan membuat jeff juga buat salah yang ujung2 jeff yang dibuat bersalah, menyesal, dan berjuang

*aku secara pribadi akan salut ama author kalau author bisa berbesar hati buat Kayla yang berjuang mendapatkan maaf dan kesempatan dari suami sampai masalah ini selesai, buat Kayla jadi wanita tangguh yang berbuat salah dan berani menyelesaikan masalahnya tampa membuat pengalihan isu suami yang salah
Mul Iani
Lumayan
Hasanah Aswatun
msh menyimak thor
Caramel Latte
akiin. semoga cepat hamil kak thor
Caramel Latte
tumbu oleh tutup juga ini mami sama daddy😁
Caramel Latte
salto 🤸🤸sekalean bang😂
Caramel Latte
pitik lehor🙈🙈🙈🙈😂
Caramel Latte
bagus, aku syukak
Caramel Latte
bawang bawang bawang🤧🤧🤧
Caramel Latte
y allah,sedihnya hidupmu kay🤧
Caramel Latte
🤧🤧🤧
Caramel Latte
kalo di tempatku nmnya wit talok😁
Juan Sastra
udah pada tua semua tapi kelakuan kekanakan semua
Caramel Latte
jan gitu dong jeff. udah usaha tuh anak manjanya, se enggaknya hargai, kasih masukan, dukungan,biar ttep semangat belajar.
Caramel Latte
di terbangkan ke langit ketujuh dan di hempaskan ke dasar bumi.. Duh. sakitnya tuh disini.... eeeaaa
Caramel Latte
nah iya, keriwil. dulu kan panggilannya kriwil, kok akhir2 jadi kriting, jadi kurang gemesin🤭
Lina RA
kek@ krn kyla jatuh diantai deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!