NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: tamat
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib / Tamat
Popularitas:140.7k
Nilai: 4.8
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

UNDANGAN MENDADAK

"Kamu sudah pulang? Tidak terjadi apa-apa di sana, kan?" tanya Liam langsung to the point, suaranya terdengar berat dan menyiratkan rasa cemas yang berusaha dia tutupi.

Aleta mendengus pelan, berjalan mendekati suaminya dengan sebelah alis terangkat tinggi.

"Kenapa, Jendral? Kamu takut aku dihabisi sama pengagum setiamu itu?" goda Aleta dengan senyuman miring yang begitu melekat di wajahnya.

Liam mendengus kasar, memalingkan wajahnya sedikit ke samping karena salah tingkah mendengar ucapan blak-blakan istrinya.

"Bukan begitu, aku hanya tidak mau urusan merepotkan datang ke kediaman kita gara-gara ulah wanita manja itu," bela Liam dengan nada datar andalannya.

Aleta terkekeh geli, melingkarkan kedua tangannya di dada sambil menatap Liam lekat-lekat.

"Tenang saja, Jendral, justru tadi nona muda kesayanganmu itu hampir menangis darah karena rencana racun murahan dan omongannya sendiri hancur di depanku," cerita Aleta ringan, seolah kejadian tadi hanyalah lelucon biasa.

Liam langsung menoleh cepat, matanya menatap Aleta dengan kilatan tajam dan raut wajah yang mendadak serius.

"Racun? Apa dia berani mencoba mencelakaimu di pestanya sendiri?" tanya Liam dengan nada dingin, auranya seketika berubah.

Aleta melambaikan tangannya santai, tidak ambil pusing dengan kemarahan kecil yang mulai terpancar dari diri suaminya.

"Udah, tidak usah pasang muka seram begitu, buktinya aku masih berdiri di sini dengan selamat, kan?" jawab Aleta menenangkan.

Liam menghembuskan napas berat, meraih sebelah tangan Aleta dan memeriksanya sekilas untuk memastikan tidak ada goresan atau luka sedikit pun.

"Lain kali jangan meremehkan mereka, para bangsawan ibu kota punya seribu cara licik yang tidak bisa kamu duga," gerutu Liam pelan, menggenggam tangan Aleta agak erat.

Aleta tersenyum tulus, merasakan kehangatan yang tidak biasa dari sikap protektif suaminya itu, meski pria itu selalu berusaha menutupinya di balik wajah datarnya.

"Iya, Jendral cerewet... aku tahu batasan kok," jawab Aleta lembut, menepuk pelan lengan Liam.

Tiba-tiba, suara langkah kaki kecil terdengar berlari kencang, menghampiri mereka.

"Ibu! Ayah!" teriak Julian penuh semangat, langsung menerobos masuk ke ruang keluarga sambil membawa sebuah buku gambar di tangannya.

Julian berhenti tepat di hadapan Aleta dan Liam, mengatur napasnya yang terengah-engah dengan pipi tembemnya yang bersemu merah.

"Ada apa, Jendral kecil? Kenapa lari-lari begitu?" tanya Aleta berjongkok, merapikan rambut Julian yang sedikit berantakan.

Julian nyengir lebar, menunjukkan hasil lukisan di buku gambarnya kepada kedua orang tuanya.

"Tadi di akademi, Julian dapat nilai tertinggi untuk pelajaran menggambar! Guru bilang gambar kastil yang Julian buat mirip aslinya!" seru Julian bangga, menyerahkan buku itu pada Liam.

Liam menerima buku gambar Julian, melihat goresan pensil di atas kertas dengan tatapan lembut yang jarang sekali ditunjukkannya pada orang lain.

"Bagus, kerja bagus, Julian," puji Liam singkat, meletakkan tangannya di atas kepala sang keponakan sekaligus anak tirinya itu.

Julian melonjak kegirangan, merasa sangat senang karena mendapat pujian langsung dari ayahnya.

"Yey! Besok Julian akan gambar yang lebih bagus lagi!" ucap Julian antusias.

Aleta berdiri sambil tersenyum hangat melihat interaksi ayah dan anak itu, merasa bahwa kehidupan baru yang dijalaninya di dunia ini perlahan-lahan mulai terasa sempurna.

"Nah, sekarang waktunya makan malam," ucap Aleta merangkul pundak Julian.

Liam berdiri mengawasi keduanya dari belakang, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang sangat jarang terlihat.

"Dasar perempuan keras kepala..." gumam Liam pelan pada dirinya sendiri, lalu menggelengkan kepala sambil menyusul langkah istri dan anaknya ke meja makan.

Mereka bertiga makan malam bersama, dengan senyum bahagia yang tidak pernah luntur dari wajah Julian, karena merasa sangat senang melihat ayah dan ibunya terlihat lebih dekat.

"Makan yang banyak Jendral kecil," ucap Aleta meletakkan sayuran di piring Julian.

"Baik Ibu," jawab Julian mengangguk semangat.

Liam yang baru saja hendak menyuap sesendok makanan ke piringnya mendadak menghentikan gerakan tangannya, saat ekor matanya melihat seno yang datang, dia mendongak, menatap Seno dengan sebelah alis nya yang terangkat tinggi.

"Tuan, baru saja utusan dari Duke Daniel datang, beliau mengundang Anda datang ke kediaman nya, untuk membahas kerja sama," bisik Seno pelan.

"Kerja sama? Tiba-tiba sekali rubah tua itu mengajakku bekerja sama setelah apa yang terjadi pada putrinya?" tanya Liam dengan nada datar, suaranya terdengar penuh curiga.

Seno menunduk hormat, merapikan map kecil di tangannya sebelum kembali menjelaskan situasi.

"Benar, Jendral. Utusan Duke Daniel tadi bilang, ada urusan penting menyangkut perbatasan dan stabilitas militer yang harus dibicarakan secara langsung dengan Anda malam ini juga di kediaman mereka," jawab Seno tegas.

Aleta yang duduk di sebelah Liam langsung menghentikan kunyahannya, lalu melirik suaminya dengan senyuman miring yang begitu sarkas.

"Wah, rupanya keluarga itu belum kapok juga bikin masalah, tadi anak nya, sekarang bapaknya malah cari gara-gara ngajak suamiku bertamu malam-malam," ucap Aleta santai sambil menyesap tehnya.

Liam mendengus pelan, meletakkan garpunya ke atas piring dengan gerakan tenang.

Tak

"Jangan khawatir, Marchiones, aku tidak mungkin termakan rayuan murahan dari rubah tua licik itu," ucap Liam meyakinkan istrinya, meski sorot matanya tampak tajam.

Julian yang duduk di seberang mereka mengerjap-rajapkan matanya polos, menatap Liam dan Aleta bergantian dengan rasa penasaran.

"Ayah mau pergi ke tempat orang jahat itu? Nanti kalau Ayah diapa-apain gimana?" tanya Julian cemas, menghentikan makannya sebentar.

Aleta tersenyum lembut, mengusap puncak kepala Julian penuh sayang untuk menenangkan bocah itu.

"Tenang saja, Jendral kecil, Ayahmu itu paling jago kalau cuma sekadar menghadapi tikus-tikus got berpangkat bangsawan, tidak mungkin dia kalah," ucap Aleta dengan nada riang.

Liam mendengus geli mendengar pengertian yang dilontarkan istrinya, lalu menepuk pelan pundak Julian.

"Sudah, makan yang benar, Ayah hanya pergi sebentar untuk melihat permainan apa lagi yang sedang mereka rencanakan," ucap Liam sedikit melunak di hadapan Julian.

"Jadi, apa undangan itu perlu kita tolak, Jendral?" tanya Seno memastikan.

Liam berdiri dari kursinya, merapikan pakaian nya dengan gerakan tegap penuh wibawa.

"Tentu saja tidak, menolak undangan kerja sama itu? Jangan bersikap pengecut, Seno, justru aku ingin mendatangi langsung kandang mereka dan melihat seberapa jauh kebodohan Duke Daniel," jawab Liam dingin, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman miring yang menyeramkan.

Aleta menyandarkan punggungnya ke kursi, melipat kedua tangan di dada sambil tersenyum penuh arti.

"Hati-hati Jendral, jangan lupa bawa pedangmu yang tajam, siapa tahu di sana ada lalat busuk yang suka tebar pesona," sindir Aleta, menyindir rencana busuk Serra yang mungkin saja kembali ikut campur.

1
Nawi
aku tunggu yg selanjutnya thor ,mungkin yg lebih greget lgi😘
A.R
happy ending 🥰🥰
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
Dbz Mar
masukan anak2 kw rumah dimensi aja aleta biar aman dan dirimu bisa fokus membantai musuh
A.R
udh tahu jendral gila tapi masih berani cara gara2,tunggu saja giliranmu😕🫤
kaylla salsabella
di tunggu karya nya thor😍😍😍
kaylla salsabella
yeeeeeeee happy ending thor😍😍😍😍😍
Wahyuningsih
waaaah akhirnya tamat jga thor 🥰🥰 dtnggu cerita barunya hrs lebih bagus dri yg ini 💪💪💪💪 thor dlm berkarya n makacih thor sehat sellu jga keshtn
IG : hofi03_skrniii: terimakasih kembali kakak🫶🏻
total 1 replies
Anjani Manurung
mantap.satset.ga panjang2.semangat thor
Yue Li MZy
Very very good, dari segi alur cerita , narasi dan penokohan nya luar biasa.bahkan pemilihan kata kata nya. Suka bgt sama karakter perempuan nya Aleta yg Badas, Cerdas,kuat,tegas dan cantik. Semangat berkarya nya KA author 💪🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg 🫶🏻
total 1 replies
Yue Li MZy
aku bingung knp Aleta asli bisa nikah sama si jendral? dan Julian itu anak jendral sama siapa? apa istri pertama nya tapi di cerita adaa tu penyebutan istri pertama nya😲🤔
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya Thor dan ditunggu karya selanjutnya
IG : hofi03_skrniii: siap terimakasih sayangggg 🤍
total 1 replies
Kikin
/Ok/
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg, love you 🫶🏻
total 1 replies
Nawi
serius thor ,tamat nih
IG : hofi03_skrniii: yes, ketemu lagi di karya baru author nanti yaaa.
see you 🫶🏻
total 1 replies
Nawi
penggal kepala mereka berdua lalu gantung di depan istana biar jadi pengingat tuk yg berkianat
Ebhot Dinni
bagus ceritanya
Fajar Fathur rizky
thor ko enak banget kaisar zero langsung mati aturan siksa lagi menyaksikan istri istrinya dan anaknya yang lain di bantai
Fajar Fathur rizky
bantai juga semua keluarga kaisar zero
Fajar Fathur rizky
kaisar zero bodoh
Fajar Fathur rizky
aturan di kulitin si evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!